Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membentuk Tim Pabrik Baru


__ADS_3

Vian minum kopi lalu menyalakan rokoknya, shinta datang setelah beres beres pakaian lalu duduk disamping vian dan makan cemilan.


" a mau pulang jam berapa." kata shinta


" sorean aja deh, saya ingin santai dulu, atau kamu ada acara lain." kata vian


" enggak kok, malahan aku ingin menginap lagi disini sama aa." kata shinta


" saya juga pengennya seperti itu, tapi kamu sendiri masih banyak yang harus dikerjakan disana, kita harus melakukan persiapan peresmian yayasan pendidikan livi." kata vian


" iya a, aku ngerti kok, mungkin nanti kalau aku udah jadi isteri aa aja enggak bisa berlama lama barengan, apalagi sekarang." kata shinta, dia pun menyandarkan kepalanya di bahu vian, lalu mencium pipi vian.


" aa udah ngabarin ke mbak belum." kata shinta


" udah dong, setiap waktu saya ngabarin mereka." kata vian


" a aku pengen main lagi." kata shinta sambil mengusap pusaka vian, vian pun mematikan rokonya lalu minum air putih dan mengajak shinta ke kamar.


Vian dan shinta membuka pakaiannya lalu mereka berbarimg di kasur lalu saling berciuman, saling belai, setelah mencium bibir vian mencium leher lalu turun ke bukit kembar shinta, shinta pun memainkan tangannya di pusaka vian, shinta bangkit lalu mengulum pusaka vian dan memberikan mahkotanya ke mulut vian. Setelah beberapa menit melakukan pemanasan shinta membimbing mahkotanya ke pusaka vian, permainan pun di mulai ******* ******* keluar dari mulut shinta, vian memainkan tangannya di bukit kembar shinta, tak lama tubuh shinta pun menggelinjang " a aku keluar." lalu ambruk diatas tubuh vian, vian membiarkan shinta untuk menikmati puncaknya setelah itu membalikan tubuh shinta, " a aku selalu katagihan diperlakukan seperti ini sama aa." kata shinta


tangan vian tak lepas bermain di bukit shinta hingga shinta sangat menikmati permainan " a aku mau keluar lagi." " tahan sayank kita barengan." vian mempercepat permainannya disaat tubuh shinta menggelinjang vian pun mencapai puncaknya, vian mengecup kening shinta dan tiduran disamping shinta sambil memeluknya. Mereka pun pergi ke kamar mandi dan melakukan hubungan badan lagi disana, setelah selesai vian dan shinta mandi lalu berpakaian, shinta merapihkan tempat tidur dan pakaian kotor memasukannya ke tas. Vian pergi ke saung di pinggir kolqm ikan sambil membawa kopi, disana vian meminum kopi lalu menyalakan rokoknya. tak lama pak dede datang kesana.


" mau bangun pabrik lagi pak." kata pak dede


" iya pak de, untuk pengembangan LA kita buat pabrik air minum kemasan, sekarang opik sedang membentuk tim Pabrik baru dulu," kata vian

__ADS_1


" saya setuju pak, apalagi kedepannya akan ada PBN yang jalur distribusinya ke pasar pasar tradisional dan modern, menurut saya harus ada 2 brand pak, 1 untuk pasar menengah atas dan 1 lagi untuk menengah bawah." kata pak dede


" oke juga tuh idenya, nanti difikirkan second brandnya." kata vian


" DQ aja pak merknya, devan qinar." kata pak dede


" boleh juga usulannya, oh ya pak de tolong belikan dulu air dalam kemasan botol dari berbagai macam merk." kata vian


" baik pak." kata pak dede. Dia pun pergi ke supermarket


tak lama opik datang, meminta vian memberikan penharahan terlebih dahulu kepada tim yang baru dia bentuk. Vian pun mengajak shinta untuk pergi ke ruang rapat LA. Vian memberitahukan ke lily bahwa dia mungkin telat untuk pulangnya karena lagi membentuk tim untuk pabrik pengolahan air minum kemasan.


" selamat siang semuanya, terimakasih atas waktunya, kenapa di bentuk tim ini kalian mungkin sudah mengetahui sebelumnya, saya ingin ada pengembangan baru lagi untuk LA dalam hal ini air minum dalam kemasan, saya berharap kalian bisa mencari sumber mata air di pegunungan di belakang itu, kalau sudah menemukannya kalian teliti kandungan airnya. Setelah memungkinkan untuk kita olah kalian bekerjasama dengan pihak perhutani, saya tadi sudah bicara sama pak gubernur dan pak bupati, kalau itu semua sudah layak, kalian juga urus segala perizinannya." kata vian


" terutama untuk masalah kesehatan, kalian harus perhatikan harus uji betul betul dan harus mendapatkan rekomendasi dari laboratorium, untuk pipa dan mesin produksinya harus diperhatikan juga." kata opik


" terimakasih banyak atas perhatiannya, saya percaya akan kinerja kalian." kata vian


" sama sama pak, ini sudah menjadi kewajiban kita, saya sangat senang bisa bekerja disini apalagi bisa menhembangkan perusahaan ini, kami juga mengucapkan terimakasih karena perusahaan ini juga telah memberikan banyak hal yang tak terduga kepada kami." kata arman


" saya sama pak opik akan pergi umroh, mudah mudahan kalian akan secepatnya menyusul juga, doakan semoga perusahaan ini terus berkembang jadi kalian bisa berangkat kesana." kata vian


" aamiin." jawab mereka, mereka yakin kalau perusahaan LA maju mereka juga akan menikmatinya.


vian memperlihatkan berbagai macam kemasan air minum yang dibeli pak dede, disana ada yang PH airnya netral sampai yang memiliki PH diatas 7. Jika air biasa umumnya mengandung pH netral 7, air alkali mengandung pH 8 atau 9. Beberapa klaim manfaat air alkali ini yakni untuk menjaga kesehatan. Dalam hal ini vian meminta tim dokter untuk menganalisa penggunaan air alkali ini dan untuk kandungan air yang PHnya diatas 7 itu dibedakan merknya, karena dipasaran harganya pun berbeda.

__ADS_1


" terus merk apa yang akan dipergunakan pak." kata arman


" nanti saya fikirkan dulu, yang jelas kalian kerjakan dulu saja untuk survey tempatnya." kata vian


" baik pak." jawab mereka


" sekali lagi terimakasih, kalau sudah tolong langsung buat laporannya ya." kata vian. vian pun pamitan terlebih dahulu sedangkan tim masih duduk disana membahas tindakan selanjutnya akan mereka lakukan.


Vian kembali ke saung lalu menyalakan rokoknya dan minum kopi.


" kamu tidur di rumah aja ya, soalnya besok pagi harus pergi ke yayasan." kata vian


" iya pak, tapi aku enggak ada pakaian lagi, kalau boleh mampir dulu ke rumah ya." kata shinta


" iya sudah, kamu ambil pakaian dulu, kalau enggak kamu simpan di kamar kamu saja jangan di bawa lagi pulang." kata vian


" iya pak, nanti aku bawa sekalian." kata shinta. Tak lama opik dan pak dede datang


" pak barang sudah dimasukan ke bagasi termasuk tas bapak dan shinta, mau berangkat sekarang." kata pak dede


" sebentar lagi, habisin rokok dulu." kata vian


" oh iya kita ke rumah shinta dulu ya, dia mau ambil pakaian dan besok pagi ke ke yayasan mempersiapkan acara peresmian yayasan." lanjut vian


" siap pak." jawab pak dede, dia pun menyalakan rokoknya terlebih dahulu

__ADS_1


Setelah selesai mereka pun pamitan ke opik, lalu pergi pulang ke jakarta.


__ADS_2