
mereka kembali ke hotel, vian membawa minuman dan cemilan yang tadi dibeli di supermarket walaupun astrid dan dilla supaya mereka yang membawanya saja, tapi vian merasa gak enak hati menyuruh wanita membawanya. mereka pun menuju ke kamar, sesampainya di kamar vian meletakan barang tadi di atas meja, mengambil air putih dan meminumnya sambil duduk di kursi dan menyalakan rokok.
vian lalu mengirimkan pesan kepada lily bahwa dia sudah di hotel, lalu mengirim pesan ke pak anam bahwa besok jam 10an akan ke rumah beliau lalu ke toko yang akan disewa.
" mas mau makan dimana." kata astrid
" kita pergi jalan jalan aja dulu ke mall." ajak vian
" mas mau cari apa disana, mas gak cape?." kata dilla
" kita cari makan disana atau beli sesuatu." kata vian
mereka pun kembali keluar kamar dan menuju ke mall yang letaknya tidak jauh dari hotel, waktu itu pengunjung mall tidak begitu rame jadi mereka leluasa jalan jalannya, astrid dan dilla berada di sebelah kiri dan kanan vian. tak lama vian melihat toko perhiasan, vian mengajak astrid dan dilla kesana
" mas mau beli perhiasan, buat siapa?" kata astrid
" buat orang yang mas sayangin lah." kata vian sambil melihat lihat perhiasan disana.
vian melihat gantungan kalung huruf L dan Q disana terpisah dari yang lainnya, mungkin karena yang ini terdapat berlian disana. vian tertarik untuk membelinya lalu menanyakan kepada pelayan toko.
" mbak saya boleh melihat gantungan kalung ini." kata vian
" boleh mas, silahkan." kata pelayan toko
vian melihat gantungan kalung tersebut sebentar lalu meminta pelayan tersebut membungkusnya dan memasukan ke masing masing kotak perhiasan. lalu vian membayarnya. setelah itu vian mengambil bungkusan perhiasan tersebut.
" katanya mau beli buat mahar, kalian mau apa, waktu itu kan mas bilang." kata vian.
" beneran mas." kata mereka
" iya, kalau memang kalian sudah menyesal dan berubah fikiran anggap aja hadiah dari mas." kata vian
" kok gitu ngomongnya sih mas, aku serius mas mau dinikahi sama mas." kata astrid
" iya mas aku serius kok. aku cuma kaget aja." kata dilla
" ya udah kalian pilih, mumpung mas ada disini." kata vian, akhirnya mereka memilih sebuah kalung yang simple namun elegan.
" ini berapa gram mbak." kata astrid
" ini 7 gram mba 24 karat. pas buat mbaknya yang cantik." kata pelayan toko
" kalau yang ini juga sama kan mbak." kata dilla
__ADS_1
" iya mba sama. kami menjual barang tidak lebih dari 2 model setiap produknya." kata pelayan toko
" mas aku ambil yang ini bagus kan." kata astrid
" iya bagus, kalian pilih sama gantungannya sekalian biar sama." kata vian
astrid mengambil gantungan kalung huruf A sedangkan dilla huruf D
" ada lagi gak, apa itu bener cukup untuk kalian." kata vian
" ini udah lebih cukup mas, mas juga kan udah ngasih aku saham di perusahaan." kata astrid
" iya mas ini udah cukup." kata dilla
" nanti selebihnya kalian cari sendiri aja ya." kata vian
" iya mas. terimakasih." kata mereka
vian pun membayar perhiasan tersebut, setelah itu vian memberikan kotak perhiasan kepada astrid dan dilla. lalu mereka keluar dari toko tersebut
" kalian simpen dulu ya." kata vian
" iya mas." jawab mereka
" di hotel aja deh kalau begitu." kata vian, mereka pun pergi dari mall menuju ke hotel dan masuk ke restoran tersebut. mereka pun memesan makanan disana.
" makasih ya mas udah bikin aku bahagia." kata astrid
" iya mas, ini serasa mimpi, aku akan jadi istri mas." kata dilla
" jadi bener kalian mau jadi istri mas, gak akan nyesel." kata vian
" iya mas, aku yakin dan tekad aku udah bulat jadi istri mas." kata astrid
" iya mas, aku udah menyakinkan hati aku untuk jadi istri mas." kata dilla
" iya udah kita ngobrol lagi di kamar ya, gak enak kalau disini ngobrolnya." kata vian, karena makan juga sudah selesai, mereka pun kembali pergi ke kamar. vian menyimpan kotak perhiasan di tasnya begitu pula astrid dan dilla.
vian pun duduk di kursi di kamar tersebut, lalu meminum kopi dan menyalakan rokok.
" mas gak mandi dulu." kata astrid
" sebentar habisin rokok dulu." kata vian
__ADS_1
astrid dan dilla menghampiri vian dan duduk di sebelahnya lalu mereka memeluk vian
" terimakasih ya mas," kata astrid lalu dia mencium pipi dan bibir vian, ciuman itu pun dibalas oleh vian.
" mas makasih ya, aku sayang sama mas." kata dilla, hal serupa pun dilakukan dilla.
" mas gak mau terus mengulang dosa ini, mas ingin segera mengsahkan hubungan ini, apa kalian benar benar mau menjadi istri istri mas." kata vian
" beneran mas, aku siap jadi istri mas, iya udah besok kita nikah mas, aku hubungin keluarga aku," kata astrid
" iya mas, kalau mas mau besok kita nikah, aku akan telepon bapak untuk cari ustadz." kata dilla
" kalau kalian sudah yakin akan mas dan sudah tau konsekuensinya menikah dengan mas, ya udah hubungi keluarga kalian, besok mas akan menikahi kalian, kalian atur saja tempatnya mau dimana kalau bisa di satu tempat untuk akadnya setelah itu kalian cari tempat untuk kita bisa makan malam bersama." kata vian
astrid dan dilla pun langsung mengambil handhponenya dan memberitahukan kepada keluarganya. lalu astrid dan dilla membicarakan dimana tempatnya. ini adalah Proses kehidupan dan harus bisa mempertanggungjawabkannya, ini adalah bentuk proses yang vian ambil sebagai tanggungjawab dia sebagai laki laki, walau akan ada yang tersakiti nantinya.
setelah itu vian pergi ke kamar mandi, saking bahagianya astrid dan dilla tidak mengetahui kepergian vian ke kamar mandi. selesai mandi dan berganti baju vian duduk di kursi dan minum air putih lalu menyalakan rokok kembali.
" mas gak mandi dulu." kata astrid
" mas udah mandi ini udah ganti baju," kata vian
" kok gak bilang sih mas, maaf ya tadi aku saking gembiranya, lupa deh." kata astrid
" gimana jadinya." tanya vian
" besok paman adik almarhum bapak mau jadi wali nikah aku mas, dan aku juga udah jelaskan ke paman." kata astrid
" aku juga udah jelasin ke bapak, dan bapak juga bersedia jadi wali aku mas, dan karena mereka khawatir kalau nanti kita punya anak akan susah buat akta lahir maka bapak juga sudah menghubungi teman baoak yang bisa bantu mengeluarkan surat nikah resmi, tapi kata bapak ada biayanya gimana mas." kata dilla
" bagus kalau begitu, mas juga khawatir nanti kalau punya anak dan gak bisa dapat akta lahir susah untuk sekolah dan yang lainnya. memang berapa biayanya." kata vian
" kata bapak karena yang akan nikah aku sama astrid jadi orang tersebut minta XX juta mas, nanti juga bisa diuruskan masalah KKnya juga mas, gimana." kata dilla
" iya sudah, mas transfer ke kamu ya. sekalian buat kalian beli barang lain untuk mahar." kata vian langsung transfer ke rekening dilla.
" iya mas besok aku kasih ke bapak, nanti untuk di kartu keluarga pakai alamat aku aja gak apa apa kan." kata dilla
" iya gak apa dil, yang pentingkan sementara kita bisa pakai alamay kamu, nanti kalau kita udah punya rumah sendiri baru kita tinggal rubah." kata astrid
" kalian atur aja yang terpenting pernikahan kita sah secara agama. kalian gak pada mandi." kata vian
" iya ini mau mandi mas," jawab mereka dan langsung pergi ke kamar mandi 30 menit kemudian mereka keluar dengan memakai pakaian tidur yang membuat hati bergejolak.
__ADS_1