Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Permasalahan Pembelian Lahan


__ADS_3

Vian juga di apresiasi sama pelatih menembak bahwa jarang yang bisa melakukan hal seperti itu tanpa ada dasar sebelumnya.


" jadi ya hari ini gw ambil kambingnya, soalnya sesi latihan udah selesai." kata endris


" iya. Ambil aja ke opik." kata vian


" pah, aa pengen naik mobil itu." kata devan menunjuk tank


" bilang sama omnya boleh gak." kata vian


" ayo anak jagoan." kata endris, endris mengajak vian dan devan sama keluarganya untuk mencoba naik tank. Setelah 20 menitan berjalan, tank pun kembali ke tempat asal. Mereka pun turun dari sana dan berphoto juga. Devan, akbar dan azka kelihatan senang sekali.


" sekarang lw mau kemana." kata endris


" kayanya gw mau makan di restoran di daerah S." kata vian


" wah enak tuh. sorry ya gw gak bisa ngejamu kaya di tempat lw, dan nanti anak buah gw mau ambil kambing di peternakan lw ya." kata endris


" gak apa apa bro, gw yang terimakasih udah mencoba hal baru buat gw. Datang aja kesana, nanti gw bilang ke yang disana." kata vian


" siap, laksanakan." kata endris. Vian dan yang lainnya pamitan lalu pergi ke restoran untuk makan siang, sebelumnya vian sudah menghubungi opik untuk reservasi disana.


47 menit perjalanan akhirnya mereka sampai di restoran. Vian dan yang lain disambut pemilik restoran, selain vian sering kesana pemilik pun mendapat kabar bahwa akan kedatangan para pejabat ke restorannya.


" terimakasih banyak pak sudah berkunjung ke tempat kami." kata pemilik restoran


" sama sama pak, bagaimana rame pak." kata vian


" alahamdulillah karena sering didatangi pejabat restoran ini jadi rame." kata pemilik restoran


" alhamdulillah kalau begitu, kehadiran kami membawa berkah." kata pak bupati


" hal seperti ini harus di galakan di kawasan KBB ini pak, kita dukung penggiat usaha." kata vian


" ini juga kita sebagian pakai bahan baku dari perusahaan bapak, kualitasnya bagus dan terjangkau lagi." kata pemilik restoran


" terimakasih banyak pak, berarti bapak juga membantu para petani dan peternak dari daerah ini. Harusnya seperti ini jadi saling dukung, bukan saling hancurin." kata vian


" iya pak, saya sekarang jadi memahami konsep perusahaan bapak, saya mengamatinya." kata pemilik restoran.


" silahkan pak dinikmati makanannya." lanjut pemilik restoran


Vian mempersilahkan kepada semuanya untuk memesan jika ada yang lain ingin dicobanya. Vian pergi ke tempat pak dede, haris, putra, pak suparman dan pak sudianto untuk merokok. devan, azka dan akbar melihat ikan di kolam yang biasa dia luhat kalau kesana ditemani lilis dan evi, de qinar bersama lily kadang bergantian dengan nenek neneknya.

__ADS_1


Sedangkan ika, bella, silvy dan silvia mereka asyik berphoto sebelum makan.


" kalau di villanya aa di kampung akan lebih enak lagi nih." kata ika


" dari sini masih jauh memangnya." tanya silvy


" 1 jaman perjalanan lagi." jawab ika


" jauh juga ya.." kata silvia


" kalau ada waktu lagi, nanti kita kesana." kata ika


" setuju tuh. Jadi pengen buru buru menyelesaikan kuliah nih." kata silvy


" iya kak, aku juga." kata silvia


Mereka semua makan disana dengan lahap mungkin juga karena cape. Selesai makan mereka kembali ke pabrik LA, sampai di pabrik opik menghadap ke vian dan meminta untuk bicara di tempat lain. Vian dan opkk pun pergi ke aula.


" pak maaf mengganggu, ini ada permasalahan pembelian lahan, saya telah koordinasi dengan bagian keuangan perusahaan untuk transaksi pembelian lahan besok, bahwa uang cash perusahaan tidak mencukupi karena kemarin sudah dibelikan mesin mesin tambahan untuk produk SPI, sisanya buat cadangan operasional perusahaan." kata opik


" kalau dari BLS bagaimana." tanya vian


" dana di kantor cabang BLS tidak mencukupi, katanya kemarin bafu ada pencairan beberapa nasabah, dan baru senin ini mereka akan mengajukan tambahan modal ke kantor pusat." kata opik


" baik kalau begitu, jadi itu lahan dan pabrik nantinya atas nama LA pak." kata opik


" iya lah dari pada ribet lagi ngurus perizinan perusahaan dari awal, lebih baik pakai LA tinggal ngurus izin operasional saja, jadi kedepannya ini menjadi divisi baru atau cabang LA karena pak bambang mau ikut sebagai pemegang saham juga, nanti kamu hitung nilai ekuitas perusahaan LA dan berapa modal yang dibutuhkan untuk pabrik ini." kata vian


" baik pak nanti saya akan koordinasikan dengan akunting dan tim pabrik ini." kata vian


" saya tunggu laporannya supaya kalau nanti pak bambang tanya saya bisa jelaskan, pak bambang mau ikut di LA secara keseluruhan atau di divisi atau cabang pabrik ini saja." kata vian


" baik pak, besok saya koordinasikan." kata opik


" terimakasih ya pik, kamu udah belerja keras." kata vian


" sama sama pak, itu sudah kewajiban saya." kata opik.


Melihat seperti ada yang penting dan ada masalah karena gak biasanya opik meminta bicara dengan vian harus pergi dulu. lily mengajak astrid, dan dilla pergi menemui vian


" kita ganggu gak pah." kata lily


" gak sayank, kenapa." kata vian

__ADS_1


" mamah takut terjadi sesuatu masalah, gak biasanya kan pak opik ngajak papah ngobrol berdua." kata lily


" gak ada masalah apa apa kok, hanya opik memberitahukan bahwa besok akan ada transaksi pembelian lahan untuk pabrik tetapi uangnya gak ada, ini kan rahasia perusahaan jadi opik minta ngobrol berdua." kata vian menjelaskan kepada isteri isterinya itu.


" iya bu, gak enak kan membicarakan masalah ini dihadapan bapak bapak itu." kata opik


" oh kirain ada kejadian lagi. Terus udah ada solusinya, apa BLS tidak bisa bantu." kata lily


" Cabang BLS baru mau mengajukan ke pusat besok senin, jadi kemungkinan dananya baru ada selasa. sedangkan transaksinya besok senin. Sudah bu, bapak yang menghandlenya." kata opik


" banyak juga ya simpanan papah yang gak mamah tau. Kita perlu selidiki nih." kata lily


" papah kan dapat dari transaksi jual saham ke pak bambang untuk LCI dan besok katanya pak bambang mau setor untuk SPI dan rumah sakit." kata vian walaupun yang dari LCI sudah dipakai untuk beli mobil di surabaya dan beli rumah pak wahyudi.


" kita percaya sama papah kok, yang penting kebutuhan kita bisa dipenuhi, iya kan trid, dill." kata lily


" iya mbak." kata astrid dan dilla


" kalian kan sudah dapat gaji dari perusahaan." kata vian


" itu beda pah, itu hasil kerja kita. Ini lain lagi." kata lily


" oke." kata vian singkat gak ingin melakukan perdebatan dengan isteri isterinya.


" papah besok jadi berangkat ke surabaya, siapa aja." kata lily


" papah, bella katanya dia mau sidang skripsi, pak wahyudi dan keluarganya. ibu masih mau disini kan." kata vian


" iya mas, ibu mau nemani kita dulu." kata astrid


" mas gak apa apa kan gak ada kita." kata dilla


" iya gak apa, toh disana mas ada pak wahyudi yang bisa antar antar kemana mana." kata vian


" mas kita perlu tim design buat di LCI, soalnya bella kan fokus di SPI, gimana ya." kata astrid


" besok mas yanya ke teman temannya bella mau gak kerja di LCI disini, lagian mereka juga yang bantu design selama ini." kata vian


" iya udah kalau mas ada solusinya." kata astrid


" kalau begitu saya pamit pak." kata opik


" iya pik, sekali lagi terimakasih ya, oh iya siapkan buat oleh oleh pak bambang, pak gubernur, dan pak bupati juga." kata vian

__ADS_1


" iya pak." kata opik, lalu pergi untuk menyiapkan apa yang diminta vian.


__ADS_2