Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ini Kebahagiaan Aku


__ADS_3

Vian dan bella kembali ke hotel, mereka pun bersih bersih lalu berganti pakaian, vian duduk di sofa lalu meminum kopi kemasan dan menyalakan rokoknya.


" makasih ya mas atas hadiahnya." kata bella sambil makan makanan ringan dan duduk di samping vian


" sama sama." kata vian


" besok kamu mau ikut gak ketemu walikota." lanjut vian


" iya aku mau ikut mas." kata bella


" ngomong ngomong kamu gak punya pacar gitu." kata vian


" aku gak pernah pacaran, tapi teman laki laki ya ada, kenapa mas cemburu ya." ledek bella


" bukan begitu, mas gak enak aja kalau dia tau kamu disini sama mas." kata vian


" gak ada mas, mas kan suami aku sekarang, ini hanya kita berdua yang tau." kata bella


" kamu istirahat sana, besok kan mau pergi." kata vian


" gak ah, aku mau sama mas tidurnya." kata bella


" mas pengen ngopi dulu dan mau lihat laporan. Kamu aja duluan sana, nanti mas nyusul." kata vian


" aku mau temani mas aja disini." kata bella


" terserah kamu aja dech." kata vian lalu dia memeriksa laporan

__ADS_1


" kenapa mas, masih harus lihat laporan, bukannya mas tinggal nunggu hasilnya saja." kata bella


" mas juga harus tau perkembangan perusahaan, supaya bisa memberikan masukan ke direksi." kata vian


" kamu juga selain menguasai design, kamu juga harus ngerti laporan keuangan dan manajemen." lanjut vian


" iya mas, ajarin aku ya." kata bella


" nanti mas kasih tau, bareng bareng sama yang lainnya juga." kata vian


Bella pun tiduran di pangkuan vian, dia pun menarik tangan vian supaya memeluknya. Vian mengelus ngelus kepala bella sambil menikmati rokoknya. Setelah mematikan rokoknya vian mengajak bella untuk tidur di kasur. Di kasur bella memeluk vian, dia gak mau membuang waktu berdua bersama vian begitu saja.


" semenjak awal ketemu sama mas, gak tau kenapa aku suka sama mas, seandainya saja waktu mas menikah dengan mbak aku juga bisa ikutan menjadi isteri mas, aku mau, walau akan mengatakan yang enggak enggak kepada aku, aku gak akan peduli. Karena aku benar benar suka sama mas." kata bella


" aku ingin menjadi wanita mas walau tanpa status apa apa." lanjut bella


Bella mendekat lalu mencium bibir vian, gelora bella menggebu, vian pun membalas ciuman itu.


" aku ingin malam ini jadi malam pertama biat kita mas. Mas mau memberikannya kan, ini akan menjadi hadiah terindah buat aku mas." kata bella lirih. Vian tidak menaggapinya malahan tangannya yang aktif menjelajahi bukit kembar milik bella. Bella bangkit membuka pakaiannya lalu memberikan bukit kembarnya untuk dinikmati vian, aroma tubuh bella membuat vian bergelora melupakan siapa bella, vian sudah terbawa nafsu.


" tubuh ini milik mu mas," kata bella, setelah itu bella membuka pakaian vian dia pun menciumi tubuh vian lalu membuka celana yang dipakainya, lalu memasukan pusaka vian ke mulutnya. setelah 5 menitan bella memainkan pusaka vian, vian bangkit lalu menidurkan bella, dia menciumi bibir, leher, bukit kembarnya bella lalu turun ke mahkotanya.


" ayo mas, berikan hadiahnya, bella gak akan menyesalinya, malahan bella akan sangat senang mendapat hadiah tersebut." kata bella, diiringi ******* kenikmatan.


" benar kamu mau melakukan ini sama mas." kata vian, bella mengangguk, vian mengambil baju bella lalu menyimpannya di bawah pantat bella.


Vian mengarahkan pusakanya ke mahkota bella lalu menekannya pelan pelan, pusaka vian pelan pelan masuk kedalam mahkota bella. " sakiiiiit mas." rintihan bella dan dari sudut matanya keluar cairan bening, vian membiarkan pusakanya didalam mahkota bella. " kenapa bell, kamu menyesalinya sekarang." kata vian

__ADS_1


" gak mas, ini karena aku nahan sakit dan bahagia mas, lanjutin aja mas. Aku ingin merasakannya." kata bella, vian mencium kening bella lalu bibirnya, setelah beberapa menit vian mengatur irama. Bella sudah tidak merasakan sakit malahan menikmatinya. " enak mas. akhirnya aku bisa merasakannya dari orang yang aku sayangi." kata bella yang terus mengerang. " mas.. Bella mau pipis.", " tahan sayang, mas juga mau keluar." vian menaikan tempo permainannya " mas aku gak tahan lagi..". " mas juga sayang." akhirnya vian pun mencapai puncaknya bersama bella, vian memeluk dan mencium kening bella.


" makasih ya udah memberikannya ke mas." kata vian. Bella pun tersenyum bahagia " sama sama mas, aku juga bahagia, terimakasih atas hadiah luar biasa ini." kata bella. Vian pun tiduran di sebelah bella dan memeluknya. Setelah beberapa waktu istirahat vian pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, setelah berpakaian kembali vian duduk di sofa minum air putih dan minum kopi lalu menyalakan rokoknya.


Bella pun pergi ke kamar mandi karena dia ingin buang air kecil. Setelah selesai beraih bersih bella pun memakai pakaiannya dan menyimpan baju tidur yang tadi dipakai alas kedalam tasnya dengan dibungkus plastik. Setelah itu dia duduk disebelah vian lalu minum dan makan makanan ringan.


" aku puas mas mau memberikan hadiah itu kepada aku." kata bella lalu mencium pipi vian dan menyenderkan kepalanya ke bahu vian. Vian pun memeluk tubuh bella, setelah mematikan rokoknya vian mengajak bella untuk tidur, mereka berpelukan dibawah selimut lalu tertidur.


Pagi hari vian bangun lalu minum dan pergi ke kamar mandi untuk mandi bersih bersih. setelah berpakaian vian membangunkan bella, setelah melakukan sholat, vian duduk di sofa.


" mas mau dibuatkan teh atau kopi." kata bella


" kopi aja, terimakasih ya." kata vian, beberapa menit kemudian bella membawa kopi dan teh ke meja lalu duduk disebelah vian. Vian pun mengirim pesan ke astrid menanyakan apa sudah pada bangun dan mengerjakan sholat. Waktu pun berjalan jam 6 vian dan bella pergi beres beres lalu check out dari hotel kembali ke rumah. Jam 6.47 menit mereka tiba di rumah, vian dan bella pun duduk di ruang keluarga dan sarapan yang dibeli tadi di jalan pulang.


" ini kebahagiaan aku yang gak akan pernah terlupakan. Terimakasih atas hadiah yang aku impikan ini, mas telah memberikannya." kata bella


" tetimakasih juga kamu udah mau memberikan hal itu ke mas." kata vian


" ini akan menjadi rahasia kita berdua." kata bella


" aku gak akan nuntut apa apa ke mas, yang penting mas jangan membenci bella, dan jangan menganggap bella wanita murahan." lanjut bella


" iya bell, mas juga sayang bella." kata vian lalu mencium kening bella


" nanti kita jalanin seperti biasa ya mas kalau ada orang." kata bella, vian pun mengangguk.


Setelah sarapan, vian dan bella pun bersiap siap untuk pergi ke kantor walikota.

__ADS_1


__ADS_2