
Astrid menerima telepon bahwa ibunya dan orangtua dilla sudah sampai di bandara, sekarang sedang menuju ke KBB.
" pah, ibu dan orang tua dilla sudah berangkat dari bandara ke pabrik." kata astrid
" iya udah ketemu di pabrik aja." kata vian, vian pun pamit mau ketemu opik sambil berjalan dia menyalakan rokoknya, setelah bertemu vian menyuruh opik untuk memesan makanan untuk makan malam di pabrik LA. setelah itu vian kembali ke gazebo belakang dan duduk jauh dari pak gubernur dan yang lainnya sambil melihat devan, azka dan akbar berenang.
" aa udah sore loh, dingin." kata vian
" iya a, dingin ih." kata lily
" iya pah mah, ini aa udahan kok." jawab devan, devan pun naik dari kolam dan langsung dibawa lilis untuk mandi begitu pula azka dan akbar.
" enak banget ya kampung halaman pak vian ini, masih alami, dingin lagi." kata pak gubernur L
" mudah mudahan saja lingkungan seperti masih bisa dipertahankan pak." kata vian
" kalau mau membangun rumah harus di tata dan tidak merusak hutan yang ada." kata pak bambang
" itu yang sulit pak, karena warga merasa tanah mereka jadi mau diapakan terserah mereka." kata pak kades
" pak vian sering datang kesini." kata pak gubernur L
" saya jarang pak, mentok di pabrik LA." kata vian
" kalau disana luas tanah milik PT. LA berapa Hektar." kata pak gubernur L
" kurang lebih 20 hektaran pak, yang kepakai pabrik, villa, dan peternakan 3 hektaran." kata vian
" luas juga ya. Sisanya dipakai apa pak dan lahan buat pabrik yang baru itu berapa." kata pak gubernur L
" untuk lahan pertanian dan perkebunan pak. Lahan pabrik baru 2 hektar lebih dan baru beli lagi 2 hektar jadi total 4 hektar." jawab vian
" kayanya lahan disana hampir dikuasai sama perusahaan bapak ya." kata pak gubernur D
" alhamdulillah pak, setidaknya lingkungan LA masih bisa dipertahankan lahan pertaniannya, dan yang kemarin dibeli itu 1 hektaran lahan pesawahan, jadi untuk supply gabah ke pabrik baru sudah ada selain kita beli gabah dari tempat lainnya." kata vian
__ADS_1
" bisa ke kabupaten C kalau memang perlu gabah, selama ini daerah tersebut penghasil beras yang bagus." kata pak gubernur D
" iya pak nanti tim LA akan survey kesana dan beberapa daerah lainnya seperti kabupaten Karawang." kata vian
" bukannya bapak juga ada pabrik disana ya." kata pak gubernur D
" betul pak, tapi saya jarang kesana, rencana minggu ini." kata vian
" saya hari rabu besok ada kunjungan ke daerah sana pak, saya mau melihat lahan pertanian karena daerah sana kan sebagai lumbung padi." kata pak gubernur
" boleh pak saya ikutan." kata vian
" nanti saya kabari pak." kata pak gubernur D
" siap pak, terimakasih." kata vian
karena sudah sore, mereka semua siap siap untuk kembali ke pabrik LA, jam 16.47 menit mereka pun pergi dari villa di kampung halaman vian. sepanjang perjalanan mereka berkaraoke. Jam 18.27 menit mereka sampai di pabrik LA, vian mengatur kamar untungnya vian sudah menyuruh pak daryat menambah kamar villa lagi. Mereka masuk ke kamar masing masing untuk bersih bersih, jam 19.17 menit orangtua astrid dan dilla tiba disana, vian menyuruh mereka untuk istirahat terlebih dahulu. setelah itu mereka berkumpul di aula untuk makan malam bersama yang sudah disiapkan opik. Vian pun memperkenalkan orang tua astrid dan dilla kepada pak gubernur dan pak bupati. Vian pun mengabarkan ke endris bahwa dia ada di pabrik LA.
" enak nih kalau macing, terus di bakar." kata pak gubernur L
" ada gitu pancingannya pak." kata pak gubernur L
" ada pak, opik sudah menyiapkan kalau masalah itu." kata pak bowo
" boleh tuh pak, kita mancing nanti." kata pak gubernur L
" aa ada acara enggak habis ini." kata ika
" memangnya ada apa." kata vian
" ini ada yang perlu didiskusikan masalah usulan febby dan temannya serta Nirmala, mereka mengusulkan untuk membuat produk baru SPI yaitu ciput dan kaoskaki muslimah, kalau LNI kan baru fokus di kaoskaki bayi, anak, olah raga dan sekolah aja, nah kita mau fokus di kaoskaki muslimahnya aja." kata ika
" hebat kamu, baru sehari ketemu bisa mengeluarkan ide itu." kata pak gubernur L
" iya kan lingkungan bisa mempengaruhi kita pak." kata febby
__ADS_1
" diam diam kamu juga ya, bisa mengeluarkan ide seperti itu, kenapa setiap bapak tanya kamu enggak mau." kata pak gubernur D
" karena aku bisa nyambung bicara sama kak ika kak bella, dan kak Silvy serta yang lainnya pak. Mereka memberikan kita tempat untuk mengeluarkan ide walaupun sambil becanda dan menerima saran saran kita." kata Nirmala
" pak boleh ya aku gabung di SPI." kata Febby
" boleh aja, bapak senang malahan, kamu bisa merubah pola fikir yang selama ini menjadi pekerja menjadi pengusaha." kata pak gubernur L
" iya udah kalau begitu bapak beli sahamnya SPI sama seperti kak silvy aja." kata Febby
" iya pak aku juga mau gabung SPI, boleh ya." kata Nirmala
" iya boleh," kata pak gubernur D
" iya udah kita bicarakan habis makan ya." kata vian
" kerasa kan bapak bapak, sama seperti saya, tapi jujur saya gembira virus yang disebarkan keluarga pak vian ini sangat efektif yang dulunya saya enggak bisa, tapi dengan waktu yang sebentar beliau bisa." kata pak bambang
" betul pak, biasanya dia tuh enggak pernah se aktif ini, lebih banyak di kamar." kata pak gubernur L
" mungkin mereka mendapat lingkungan yang sesuai dengan keinginan mereka, sama seperti anak anak saya." kata pak bambang
" ini bisa jadi contoh bagaimana supaya para pemuda bisa menemukan kegiatan apa yang cocok buat mereka." kata pak gubernur D
" betul pak, jadi anak diam itu bukan berarti dia malas untuk bergaul, akan tetapi karena mereka merasa tidak cocok, terkadang mereka memaksakan untuk bisa bergaul dan akhirnya mereka bergaul di lingkungan yang salah." kata pak gubernur B
" jadi kita harus bisa membuat formula supaya mereka tidak terjerumus ke pergaulan bebas." kata pak bambang
" lingkungan mereka akan menentukan bagaimana kehidupan mereka kedepannya." kata pak gubernur D
" kegiatan kegiatan positif ini harus dibangun dari lingkungan tingkat RT." kata pak gubernur B
" betul pak, kalau kita menginginkan generasi muda yang unggul harus dibentuk semenjak dini dan harus di mulai dari lingkungan mereka terlebih dahulu, karena kalau hanya mengandalkan pendidikan dari sekolah saja itu tidak akan cukup." kata vian
mereka pun makan malam dengan lahap, setelah selesai makan mereka tidak langsung bubar karena ingin melihat anak anak mereka kecuali ibu ibu dan pak adi serta pak bowo mereka pindah ke saung dekat kolam ikan.
__ADS_1