
Dari karyawan banyak yang angkat tangan, tapi pas sedang diskusi devan datang bersama lilis dan pak dede.
" kok aa udah bangun." kata vian
" iya pah, enggak enak tidur di mobilnya." kata devan
" sebentar ya papah lagi ngobrol dulu." kata vian
" oke pah, mah aa cariin tadi." kata devan, karyawan langsung melihat ke shinta
" maaf ya ada gangguan, perkenalkan ini anak pertama saya." kata vian
" perkenalkan Om Tante saya devan." kata devan memeperkenalkan diri, dia di gendong shinta
" wah anak pak vian ganteng, ramah lagi." kata karyawan
" tadi siapa yang mau bertanya silahkan." kata vian
" perkenalkan pak, nama saya Lia, apa betul yang dikatakan bapak tadi untuk perumahan, kami bisa mencicilnya sesuai dengan kemampuan kami." kata lia
" iya betul, kalau kalian enggak percaya silahkan hubungi teman kalian yang ada di kantor pusat LNI, BLS, LA, nanti siapa saja yang ingin memiliki rumah bisa mendaftarkan ke pak hendra kalau sudah lahannya ada ya, kalau belum kan percuma saja." jawab vian
" perkenalkan pak, nama saya anton, jika nanti kita sudah tidak bekerja lagi di LNI apakah kita masih bisa memiliki rumah tersebut dan bagaimana pembayarannya, karena kita enggak tau ya kedepannya seperti apa, mudah mudahan saja kita bisa bekerja terus disini." kata anton
" nanti ada perjanjian yang akan kalian tandatangani, itu nanti urusannya dengan BLS seperti apa." kata vian
" perkenalkan nama saya wati, saya sangat berterimakasih pak atas niatan bapak mau buka klinik disini, yang akan saya tanyakan masalah perawatan di rumah sakit livi, apakah kita sebagai karyawan livi bisa mendapatkan potongan harga atau bahkan bisa gratis." kata wati
" nanti pak hendra akan mengurus asuransi kesehatan untuk karyawan dan keluarganya, insyaAllah biayanya enggak besar sekitar 200 ribu sampai 250 ribu tergantung jumlah keluarga yang di daftarkan, jika ada yang memerlukan penanganan rumah sakit tapi tidak memiliki biaya itu bisa di bawa kesana, palingan dengan surat keterangan tidak mampu dari RT RW saja, nanti tim rumah sakit akan mensurveynya itupun setelah pasien dilakukan tindakan, dari mana rumah sakit bisa menutup itu semua iya salah satunya dari asuransi yang kalian bayarkan juga ditambah dari dana keuntungan yang di peroleh oleh perusahan Livi group, jadi kalian disini insyaAllah akan kebagian pahalanya, untuk itu mari kita kembangkan perusahaan kita ini." kata vian
" kalau begitu kita harus lebih rajin lagi, supaya perusahaan mendapatkan keuntungan dan itu akan jadi pahala kita karena bisa membantu orang lain." kata karyawan
" untuk sekolah pun sama, jika ada yang ingin sekolah tapi enggak memiliki dananya silahkan daftarkan di yayasan pendidikan livi, untuk tingkat SMP, SMA, SMK ada asramanya, kampus juga ada tempat kos disana. Lulusannya insyaAllah kalau berkelakuan baik itu bisa langsung bekerja di livi group." kata vian
" wah bagus tuh, kita aja beruntung karena belerja di perusahaan sebelumnya dan pak vian tidak merombaknya, sekarang banyak yang ingin bekerja di livi loh." kata karyawan
__ADS_1
" mungkin itu yang bisa saya sampaikan, terimakasih banyak atas waktunya, silahkan bekerja kembali, kalau ada apa silahkan hubungi saya. Karena saya harus ke lokasi sekolah di daerah F dekat perumahan Livi residence." kata vian
" mohon doanya dari semuanya semoga lancar segalanya." lanjut vian
" aamiin." kata mereka
" kalau begitu saya pamit, sekali lagi terimakasih atas waktunya." kata vian, vian pun pergi diantar hendra. Vian pun merokok dulu di parkiran, dan mengajak ngobrol satpam disana. Vian pun minum kopi kemasan
" kenapa enggak di dalam saja pak merokoknya." kata asep security Pabrik LNI
" enggak apa apa pak disini saja, oh iya gimana kondisi keamanan kondusif." kata vian
" alhamdulillah pak, aman terkendali." kata aldi
" terimakasih ya sudah menjaga pabrik ini." kata vian
" itu sudah tugas kita pak, malahan kita bersyukur bisa bekerja disini." kata Asep
" yang terpenting jaga kondisi, jujur." kata vian
" siap pak, terimakasih." kata mereka
" terimakasih banyak pak." jawab mereka
" kalau begitu saya pamit dulu ya sampai ketemu lain waktu, karena saya mau ke daerah F meninjau lokasi sekolah." kata vian
" siap pak, hati hati di jalan." kata mereka.
vian pun pergi dari pabrik LNI menuju lokasi sekolah.
Jam 2.27 menit mereka sampai di villa livi residence, vian meminta lilis untuk membelikan kopi di restoran, lalu vian pergi masuk ke villa menggendong devan yang tidur di mobil. Shinta pun ikut masuk.
" terimakasih ya udah mau jagain devan." kata vian sambil menidurkan dia dia kasur
" sama sama a, lagian devan udah anggap aku mamahnya, aku nerima aa, berarti aku juga harus bisa nerima anak aa juga." kata shinta
__ADS_1
" devan itu bikin geer aja, panggil mamah depan banyak orang, jadi tadi aku dilihatin karyawan LNI." lanjut shinta
" malu kali kamu dipanggil mamah ya." kata vian
" enggak, aku malahan seneng, tinggal dipanggil mamah sama bapaknya aja yang belum." kata shinta, ua pun mendekat ke vian
" a, aku mau di peluk ya, udah lama aku enggak dipeluk sama aa." bisik shinta
" nanti lilis datang, enggak enak kelihatannya." kata vian
" sebentar aja a, aa masih sayang sama aku kan." kata shinta, dia pun menghampiri vian lalu memeluknya, vian pun memeluk shinta dan mencium keningnya.
" udah ya." kata vian
" sebentar lagi, aku kangen a," kata shinta lalu mencium bibir vian, mereka pun berciuman.
" udah ya sayang, nanti pengen terus." kata vian, lalu melepas pelukannya.
" iya a, makasih ya." kata shinta lalu merapihkan riasannya. Vian pergi ke depan lalu menyalakan rokoknya, tak lama lilis datang membawa kopi untuk vian dan pak dede. Vian menelepon pak daryat menanyakan dia dimana, setelah mengetahui pak daryat ada disana juga, vian menyuruh pak daryat datang ke villa.
" baru datang pak, ada yang bisa saya bantu." kata pak daryat
" iya nih, mumpung saya ingat, saya mau bangun klinik di pabrik LNI di karawang tolong buatkan designnya, untuk lokasinya tepatnya pak daryat bisa menyuruh tim L-Pro kesana, gambaran kasarnya seperti yang ada dilokasi sekolah aja." kata vian
" siap pak, saya suruh tim kesana. Klinik ini hanya untuk karyawan atau bisa untuk umum pak supaya bisa menyesuaikan designnya." kata pak daryat
" iya buat umum juga, setidaknya buat operasional klinik bisa ketutupi." kata vian
" baik kalau begitu, biar sekarang saya kirim tim kesana." kata pak daryat lalu dia pamit pergi.
" mantap langsung eksekusi." kata pak dede
" mumpung ingat pak de, lagian supaya mereka enggak merasa bahwa pabrik LNI tidak di anak tirikan sama mereka enggak ada kecemburuan." kata vian
" betul pak, kalau kita sudah memberikan yang terbaik untuk mereka tapi mereka enggak kerasan kerja di perusahaan kita itu kan pilihan mereka." kata pak dede
__ADS_1
" betul, yang terpenting kita bisa memberikan pelayanan terbaik kepada mereka karena mereka juga sudah memberikan kontribusi buat perusahaan, mereka mau terima itu syukur enggak juga enggak masalah." kata vian
Vian pun menelepon hendra memberi kabar supaya bisa menemani kalau ada tim L-Pro yang datang kesana untuk melihat lokasi pembangunan klinik.