Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
cari sarapan


__ADS_3

sesampai di kamar, vian, lily, astrid dan dilla duduk di kasur dan mengobrol.


" pah, apa gak takut, kalau papah kasih tau kaya tadi ke orang lain, mereka akan jadi saingan papah." kata lily


" iya mas, mas ngasih taunya mendetail banget." kata astrid


" aku perhatikan waktu mas ke pa anam juga malahan papah dorong dia untuk buka usaha." kata dilla


" kenapa harus takut, cara sama belum tentu hasilnya sama juga, papah gak akan tambah pinter juga kalau papah diamkan tuh ilmu, mendingan papah kasih ke orang lain jadi amal ibadah, kalau gak percaya ayo kita buktikan, kalian buka usaha LAD's, papah juga buka usaha yang sama " jawab vian


" gak ah, gak mau. emang papah mau buka usaha sama siapa." kata lily


" ada deh kejutan." kata vian


" awas aja ya, apa kurang puas pelayanan kita." kata lily langsung menindih vian


" ampuuun mah." kata vian


lily pun langsung beraksi dia mencium bibir vian, vian pun membalas ciuman itu. lily membuka kaos yang dipakai vian sedangkan astrid dan dilla membuka celana vian, mereka pun membuka pakaiannya, lily sudah tidak memakai apa apa lagi dan menyodorkan mahkotanya ke mulut vian, astrid dan dilla memainkan pusaka vian. suasana kamar pun menjadi panas, karena sudah tidak tahan lily mengambil pusaka vian dan memasukannya ke mahkota dia, sedangkan astrid menciumi bibir vian lalu memberikan bukit kembarnya, dilla mengelus bukit lily membuat gairah lily semakin menjadi


" oh.. enak banget, aku gak kuat." kata lily, lalu dia mengenjang dan terkulai disebelah vian, astrid sedang menikmati mahkotanya di mulut vian juga segera mengambil pusaka vian dan memasukannya, dilla pun memberikan ciuman bibirnya dan memberikan bukitnya.setelah itu dia memberikan mahkotanya untuk dipermainkan vian dan dia bersama astrid saling meremas bukit kembarnya.


" mas, aku gak tahan." kata astrid dia pun bergelinjang dan berbaring di sebelah vian, dilla mengambil alih pusaka dan memasukan mahkota yang sudah basah. vian pun membangkiykan gairah lily dengan menciumi bibirnya dan bergantian dengan astrid, tangan vian memainkan bukit kembar mereka lalu meiankan mahkotanya. vian menyuruh dilla untuk berbaring dan vian menaikan temponya.


" mas.. aku hak tahan lagi." kata dilla. vian memncium bibir dilla lalu memindahkan pusakanya ke lily.dilla dan astrid mengelus tubuh lily


" aku bakalan ketagihan kaya gini." kata lily, kedua kalinya lily mencapai puncak, vian memindahkan ke astrid, lily dan dilla membuat astrid kelojotan, vian pun menaikan intensitasnya, akhirnya vian dan astrid mencapai puncak bersama, walau kelelahan tapi vian ingin memuaskan dilla, dengan memainkan jarinya dan cumbuan membuat dilla juga kelojotan di tambahn dengan keusilan yang lainnya. akhirnya dilla pun mendapatkan puncaknya yang ke 2. vian memberikan kecupan kening ketiga istrinya, lalu mereka berpelukan dan tertidur.


pagi hari vian bangun lalu mandi dan membangunkan ketiga istrinya untuk mandi dan melakukan sholat subuh berjamaah. vian pun membuat susu panas lalu pergi ke gazebo. mengingatkan ibu Gina untuk ketemu di pabrik dan janjian sama pak anam di dilas cafe. pak anam setuju untuk bertemu sore hari.


lily, astrid dan dilla pamit mau mencari makanan untuk sarapan, vian pun mengizinkan mereka pergi bertiga. vian mengajak main devan


" pah berenang yu." kata devan


" ayo siapa takut, aa pakai dulu baju renangnya mjnta sama lilis." jawab vian,


" oke pah." jawab devan lalu dia pergi masuk ganti pakaian renang


tak lama bella dan ika datang, dan devan sudah pakai baju renangnya


" aa, kak lily, kak astrid dan kak dilla kemana kok gak kelihatan." kata ika


" mereka keluar cari sarapan." jawab vian

__ADS_1


" bi ika, tante bella berenang yu sama aa." kata devan sambil menarik mereka ke kolam renang


" tante ganti pakaian dulu aa." kata bella


" iya aa, masa berenang pakai baju tidur." kata ika


" aa tunggu lho, cepat ganti bajunya." kata devan, ika dan bella pun pergi lagi ke dalam mau ganti pakaian.


vian dan devan sudah mulai berenang tak lama bella dan ika pun gabung.


" aa udah jago berenangnya." kata bella


" udah dong tante, aa kan belajar di rumah." kata devan


" aa sekarang kemana." kata ika


" mau ke pabrik, transaksi pembelian." jawab vian lalu duduk di pinggir kolam, tak lama lily, astrid dan dilla datang


" berenang kok gak ajak ajak kita, mamah boleh ikutan gak." kata lily


" emang mamah bisa berenang, aa belumnoernah lihat mamah berenang." kata devan, vian pun pura pura berjalan lalau menggendong lily.


" papah lepasin ih... aa tolongin mamah." kata lily


vian naik duluan, lalu bersih bersih dan pergi ke kamar untuk ganti pakaian.


" pah bawain kita handuk yaa." kata lily


" iya papah ambilkan." kata vian, tak lama vian pun datang dengan membawa handuk buat ketiga istrinya tersebut, lalu duduk di gazebo sambil minum kopi dan merokok. lily, astrid, dilla, bella dan ika pun naik lalu pergi ke kamar, devan pun di bawa lilis mandi.


selesai berpakaian lily, astrid dan dilla menyiapkan sarapan yang tadi dibeli lalu menyuruh orang tua mereka sarapan.


" vian kemana ly." kata pak bowo


" di belakang pak, lagi ngopi." kata lily


" berangkat lihat pabrik jam berapa." kata pak bowo


" sebentar lagi, habis sarapan." kata lily


" ke pabrik apa sih, kok kita gak di ajak, memang mau dibeli vian." kata bu retno


" iya bu, buat istri istri cantiknya." jawab lily

__ADS_1


" emang pabrik apa sih." kata bu retno


" pabrik kosmetik buat LAD's bu." kata lily


" dananya ada gitu, kita kan lagi bangun sekolahan." kata bu retno


" katanya sudah ada bu, makanya vian berani beli juga, bapak juga jadi pemilik LAD's katanya buat istrinya." kata lily


" kok bapak gak bilang sama ibu, atau buat siapa hayo." kata bu retno


" buat ibu dong, emang bapak punya istri lagi." kata pak bowo


" siapa tau kaya vian, tau tau ada aja." kata bu retno


" kamu ya ly bikkn bapak sama ibu ribut jadinya." kata pak bowo


" makanya jangan suka isengin lily, emang enak kalau di isengin." kata lily


" dasar kamu ya, ibu akan suruh vian cari istri lagi biar tau." kata bu retno


" ibu ih kok gitu, jangan jangan bener nih aku bukan anak ibu." kata lily


" emang, kamu anak nemu di tong sampah." kata bu retno kesel


" ibu jahat sama anaknya, masa anak cantik gini nemu di tong sampah." kata lily


" udah ah, kalian kalau udah berantem kaya gini nih, kalau jauh jauhan aja pada nangis." kata pak bowo


tak lama vian pun masuk ke dalam, lalu ikut sarapan


" berangkat jam berapa ke pabrik." kata pak pak bowo


" sebentar lagi pak." kata vian


" kita di ajak gak." kata bu retno


" semuanya ikut aja bu, nanti langsung jalan jalan, karena sore vian ada ketemuan, dan mobil malam mau kembali ke jakarta, besok kita naik peswat aja pulangnya," kata vian


" iya udah kalau begitu. kita ikut kamu aja." kata bu retno


" pa yudi maaf untuk jagung berapa ya, takut nanti hgak ketemu saya titip uangnya di cafe." kata vian


" baik pak saya tanyakan." kata pak wahyudi lalu mengirim pesan ke orang di kampungnya.

__ADS_1


selesai sarapan mereka siap siap untuk pergi ke pabrik yang akan dibeli, sebelumnya mampir di cafe memberikan uang untuk membayar jagung.


__ADS_2