Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Indahnya kebersamaan


__ADS_3

Mereka semua menikmati malam minggu bersama di villa.


" minggu depan LA akan mengadakan family gathering ke Pangandaran, saya sudah pesan 1 resort untuk keluarga, barangkali bapak bapak ada yang mau ikut." kata vian


" kita lihat jadwal dulu pak." kata pak menteri


" kalau bapak ada kerjaan aku aja yang ikut pak, kebetulan bisa sekalian liburan sama anak anak minggu besok mereka akan datang." kata ibu nurlaela


" iya sama bu, biarkan saja bapak bapak kita kerja, kita jalan jalan aja." kata ibu zahra


" kalau begitu aku juga ikut." kata ibu athia


" iya nanti kita jemput deh." kata lily


" iya ini pasti rame soalnya, saya juga ikut kalau begotu sekalian ajak anak ke pantai." kata ibu siska


" kalau saya pasti ikut, biarin aja bapaknya enggak ikut juga." kata ibu sisil


" iya begini, dulu perasaan kalau diajak liburan pada susah walaupun sekalian kerja." kata pak bambang


" dulu enggak rame pak, sekarang kan rame rame, ibu ada teman ngobrol." kata ibu sisil


" kita ngalah deh." kata pak menteri


" boleh ya pak aku juga ikut." kata nadia


" kamu harus tanggung jawab loh," kata endris


" iya nanti saya jemput sampai pintu masuk tol." kata vian


" nanti bareng saya aja bu." kata ibu siska


" biar jemput ke rumah saya aja kalau begitu." kata pak bupati


" nanti juga jemput saya ya." kata ibu athia


" siap bu, siapkan saja untuk 5 hari 4 malam." kata lily


" ini bakalan puas." kata ibu nurlaela


" ini yang dinamakan indahnya kebersamaan." kata ibu zahra


" kenapa lama banget family gatheringnya, apa enggak sayang pak operasional pabriknya." kata pak menteri


" saya bagi 2 kloter pak, jadi produksi tetap jalan." kata vian


" oh pantas saja lama." kata pak menteri

__ADS_1


" ini di group ibu nurul dan ibu citra juga mau ikut." kata ibu sisil


" pantes saja ya, ternyata kalian ini punya group sampai tau aktivitas keluarga pak vian." kata pak bambang


" iya, pantes aja kemaren ibu ngajak buru buru ke rumah pak vian." kata pak menteri


" ini bu nurul sama ibu citra minta slot kamar." kata ibu sisil


" ini mobilnya muat enggak." kata pak bambang


" insyaAllah muat pak, hari selasa atau rabu bis sudah jadi." kata vian


" soalnya kalau pakai minibus ini enggak bakalan muat, tambah anak anak gadis." kata pak bambang


" ini bisa bisa anak anak saya juga sama kaya anaknya pak bambang nih kalau begini caranya." kata pak menteri


" biarkan saja pak, ibu malahan senang jadi enggak jauh lagi sama anak anak." kata ibu nurlaela


" terus kalau mereka pengen tinggal di rumah pak vian gimana


" biarkan saja, toh ada mess lagian kamarnya masih banyak ya kan pak." kata ibu nurlaela


" iya deh, bapak ngalah." kata pak menteri


karena sudah malam mereka pun masuk ke kamar masing masing endris pun menginap disana.


Di pagi hari setelah sholat shubuh vian meminta dibuatkan susu lalu pergi ke teras villa, dia menyalakan rokoknya dan menikmati susu panas buatan shinta.


Setelah sarapan vian membawa mereka berkeliling kebun, para ibu memetik strowbery dan sayuran untuk dibawa pulang katanya.


" pah, de qinar mau ulang tahun loh, mau diadakan acara atau gimana." kata lily


" iya sudah adakan di rumah seperti biasa, undang aja anak anak anak dari panti asuhan." kata vian, vian pun menggendong de qinar


" anak papah udah gede ya, mau 1 tahun." kata vian, de qinar pun ketawa di gendong papahnya. Vian pun mengajak dia naik kuda, de qinar begitu senang bisa bermain sama papahnya itu.


" papah mamah juga mau naik kuda." kata lily


" iya udah naik aja sendiri, kalau kita naik berdua kasian kudanya." kata vian


" iya mah, kasihan mocha keberatan kalau papah sama mamah yang naik." kata devan


" iya enggak, mamah enggak sama papah kok aa." kata lily


" kalau sama mamah astrid boleh enggak a." kata astrid


" apalagi sama mamah astrid, tambah berat kan ada adik di perut mamahnya." kata devan, lily pun naik di pangku sama vian naiknya.

__ADS_1


" ini liburan yang sangat istimewa, kebersamaan, kekeluargaan seperti ini yang tidak akan pernah di dapat di tempat lain." kata pak menteri


" betul pak, mungkin kita sering jalan jalan kemana, tapi rasanya hanya begitu saja, beda dengan ini kebersamaan dan rasa kekeluargaan terasa, membuat nyaman." kata pak gubernur B


" nanti kita sering sering ah kesini. tapi harus sama sama." kata pak menteri


" pak vian, kita makan siang di restoran kota bandung saja ya, sekalian kita bisa keliling keliling dan belanja." kata pak gubernur D


" setuju itu, kalau kita belanja, kita bisa merasakan kuluner kota bandung." kata ibu nurlaela


" iya pah, kita kan jarang keliling di kota bandung." kata lily


" baik pak, kalau begitu kita siap siap saja, supaya tidak ke malaman sampai jakartanya." kata vian


mereka pun langsung bubar ke kamar masing masing, setelah siap mereka pun pamitan ke opik.


" barang barang sudah dimasukan ke minibus pak." kata opik


" iya pik, terimakasih banyak ya, kabari kalau ada apa apa dan persiapkan untuk acara family gathering." kata vian


" baik pak," kata opik


mereka pun pergi ke kota bandung, pak gubernur D memimpin jalannya tentunya di kawal patwal.


Pak gubernur membawa mereka ke restoran khas sunda, jam 11.27 menit mereka sampai di tempat makan tersebut. Vian dan yang lainnya pun memesan makanan dan minuman, sambil menunggu makanan vian pergi ke area terbuka untuk merokok, setelah selesai merokok vian kembali ke dalam restoran, tak lama makanan pun datang vian memesan sop buntut dan minumnya lemon tea.


" ini makanannya enak, suasananya juga mendukung untuk keluarga." kata pak menteri


" enggak salah sebagai kota kuliner ya." kata pak gubernur B


" habis ini saya ajak jalan ke pactory outlet supaya ibu ibu senang." kata pak gubernur D


" tumben bapak ngajak kita kesana, dan tau apa yang disukai ibu ibu." kata ibu athia


" pak gub, suka bawa ibu ibu lainnya bu, jafi dia tau." kelakar pak bambang


" nanti ibu akan tanya ke SPG disana, awas saja kalau ketahuan ya." kata ibu athia


" siap siap aja pak gub jadi kucing." kata pak bambang


" makanya kalau mau jadi hariamau jangan di kandang sendiri." lanjut pak bambang lagi


" oh... Jadi bapak kalau keluar kota suka begitu ya." kata ibu sisil


" tuh kan ketahuan, sesama kucing jangan saling menyalip." kata pak gubernur D


mereka pun makan sambil diselingi candaan, kehangat itu sangat terasa, tanpa membedakan jabatan, kedudukan, disaat seperti ini semua itu terlepas, begitu indah kebersamaan, terjalin rasa kekeluargaan yang tambah erat.

__ADS_1


__ADS_2