
......................
"Mohon maaf baru bisa Update lagi, karena kemarin Author dan Tim penanggulangan bencana pergi memberikan logistik dan bantuan ke saudara saudara yang terkena bencana gempa bumi di kabupaten Cianjur. mudah mudahan kedepannya bisa terus update, mohon berikan dukungan berupa like, komentar, dan hadiahnya. Terimakasih."
......................
Vian menanyakan kondisi pengerjaan pabrik, lokasi pengolahan limbah, gudang penyimpanan bahan mentah, terutama menitik beratkan pada pengolahan limbah.
" pik untuk spesifikasi pengolahan limbah, kamu koordinasi dengan dinas lingkungan hidup." kata vian
" iya pak, makanya kita dahulukan pembangunan itu karena untuk kelancaran perizinan operasional kedepannya." kata opik
" oke kalau begitu, kamu koordinasikan terus sama mereka dan minta juga masukannya." kata vian
" baik pak, saya akan melakukannya." kata opik
" kalau tenaga kerjanya sudah cukup belum." kata vian
" sudah pak, karena sudah di atur sama pak daryat sesuai dengan keperluan dari tenaga ahli." kata opik
" kalau ada apa apa koordinasikan aja sama pak daryat atau pak hendri, soalnua pak daryat lagi ngurus pembangunan mess dan perumahan di surabaya." kata vian
" baik pak, oh iya pak mau makan siang dimana?." kata opik
" saya ke tempat biasa aja deh, kamu ikut kesana aja." kata vian
" baik pak." kata opik. Setelah selesai memeriksa dan melihat proses pembangunan pabrik vian mengajak, bella, shinta, putra dan pak dede serta opik untuk pergi ke rumah makan yang biasa dia kunjungi.
27 menit perjalan dari lokasi pembangunan ke rumah makan, vian dan yang lainnya sampai disana, vian diterima dengan hangat, vian menyuruh yang ada disana untuk memwsan makanan sendiri sendiri.
" wah enak banget tempatnya." kata shinta
__ADS_1
" kak shinta baru pertama ya kesini." kata bella
" iya. Pak vian kan batu mengajak aku kesini sekarang." kata shinta
" bell, kita photo photo yu, sambil nunggu makanan datang." ajak shinta
" iya boleh kak." jawab bella, mereka berdua pun berselfie ria, lalu mengupload di media sosial milik mereka. Tak lama hidangan makanan yang mereka pesan pun datang. Mereka semuanya makan bersama.
" mas jadi pulang hari ini." kata bella
" belum tau, mas lagi nunggu kabar." kata vian
" iya udah mas nginap lagi ya, aku sama kak shinta belum dapat hadiah habis mijit mas." kata bella
" memangnya kalian mau hadiah apa." tanya vian
" ada deh, nanti di villa aja di obrolin, gak enak sekarang ngomongnya." kata bell
" ih mas kok tega sama aku sih, kasian tuh kak shinta mau mencoba yang pertama. Mas enggak mau apa." kata bella
" kamu kali yang mau, shinta enggak bilang." kata vian menggoda mereka
" sayang mas ini obat udah aku beli mahal mahal." kata bella
Mereka terus makan, setelah selesai makan mereka kembali ke pabrik LA di perjalanan vian meminta pak dede mampir ke supermarket. Sesampainya di pabrik LA vian, bella dan shinta langsung pergi ke villa utama. vian duduk di sofa lalu menyalakan rokoknya dan menyalakan music di televisi. Vian pun mengirim pesan ke lily menanyakan keberadaan dan apa mereka sudah makan siang atau belum. Vian juga mengingatkan astrid dan dilla untuk meminum vitamin. Sedangkan bella dan shinta pergi bersih bersih.
" pah, dr. Silvy katanya bisa ikut, tapi dia minta membawa 1 orang suster tambahan." kata lily
" iya sudah gak apa apa, tanya aja apa mereka sudah punya pasport atau belum kalau belum biar sekalian sama kita barengan membuatnya." kata vian
" oke kalau begitu pah, mamah, ibu sisil, astrid dan dilla pergi makan siang dulu ya." kata lily
__ADS_1
" iya sayang, hati hati ya." kata vian.
" aa mau di buatkan kopi." kata shinta
" iya boleh, terimakasih shin." kata vian. Shinta pun membuatkan kopi untuk vian, setelah selesai dia memberikannya kepada vian.
" a, ada yang mau aku bicarakan, tapi aa jangan marah dan menganggap shinta apa apa ya." kata shinta
" iya bicarakan aja dulu, mengenai pribadi, keluarga, kerjaan." kata vian
" ini masalah pribadi dan keluarga juga sih a. Maaf semalam aku tidur disamping aa, tadi aku mau ngasih sesuatu buat aa, tapi aa tidur." kata shinta sedikit malu malu
" memangnya mau ngasih apa ke saya shin." kata vian
" sebenarnya enggak etis sih, tapi shinta enggak mau menutupinya dan ini ada kesempatan bagus untuk itu, supaya aku juga enggak kefikiran lagi, aku akan sangat puas dan bahagia jika aa mau mengabulkannya." kata shinta. Vian melihat bahwa ada konsfirasi antara bella dan shinta, karena bella tidak datang menemui mereka.
" iya apa shin, kalau memang saya bisa memberikannya saya akan berikan." kata vian
" aku mau di kecup dan dicium aa, aku belum pernah melakukan sebelum ini, karena aku mau orang uang mengambil itu orang yang benar benar aku sayangi." kata shinta, membuat dia malu dan mukanya memerah.
" sini kamunya, saya akan mengabulkannya." kata vian, shinta pun mendekati vian " aa jangan marah dan benci shinta ya." kata shinta, vian hanya menganggukan kepalanya. Vian memegang kepala shinta, shinta pun memejamkan matanya, lalu vian mengecup kening shinta, terus mencium pipi kanan dan pipi kiri shinta. Setelah itu vian mencium bibir shinta, shinta pun belum merespon ciuman tersebut. Detik betikutnya baru shinta merespon ciuman tersebut dengan membalasnya. Shinta mengalungkan kedua tangannya di leher vian sehingga membuat jarak mereka semakin dekat, shinta sepertinya tidak ingin melepaskan ciuman tersebut, vian pun mengimbangi ciuman shinta, dengan gejolak yang tinggi shinta mendorong tubuh vian supaya tiduran dan dia berada di atas tubuh vian.
" aa, aku mau yang lebih lagi, aa mau kan ngasih itu ke aku," kata shinta
" beneran kamu mau melakukan itu sama saya dan memberikan itu kepada saya, kamu enghak menyesal." kata vian
" enggak a, aku akan menyesal kalau aku enggak bisa ngasih itu ke aa. Kita di kamar aja yu a." ajak shinta ke vian sambil menarik vian masuk ke kamar. Lalu shinta mencium bibir vian lagi, mereka pun bergulat di permainan pertama shinta. " aku akan candu dengan bibir ini." kata shinta. Vian yang gairahnya sudah bangkit pun memegang kedua bukit kembar milik shinta, setelah itu dia mencari celah supaya bisa memegang kedua bukit kembar milik shinta secara langsung.
Vian merasakan ada yang membuka celananya, lalu ada yang mengelus pusaka miliknya lalu memainkan mulutnya. Shinta sudah benar benar terbawa dorongan gairahnya, lalu dia membuka baju yang dia kenakan lalu menyerahkan bukit kembarnya untuk vian rasakan. Lenguhan demi lenguhan shinta terdengar.
" kak coba ini." kata bella, shinta mengambil alih permainan di pusaka vian. Bella yang sudah tidak memakai apa apa mencium vian lalu menyerahkan bukit kembarnya, setelah puas dia memberikan mahkota miliknya ke mulut vian. Bella pun melenguh keenakan. Setelah merasa cukup bella mengambil alih pusaka vian, dengan pelan pelan dia memasukan pusaka vian ke dalam mahkotanya. Shinta pun menciumi vian lagi, setelah itu dia memberikan mahkota miliknya.
__ADS_1
" mas aku enggak tahan lagi. Enak banget mas." kata bella lalu dia mengejang lalu ambruk ke tubuh vian, shinta merasakan ingin pipis. " aa aku mau pipis." kata shinta, tak lama tubuhnya mengejang merasakan kenikmatan pertamanya. Vian membiarkan shinta menikmati semua itu.