
Tak lama pak menteri bersama isterinya sampai di rumah vian.
" selamat datang pak di rumah kami," kata vian
" ini pak vian ya, salam kenal pak, maaf nih baru bisa silarurahmi," kata pak menteri
" sama sama pak maaf enggak menyambutnya dengan meriah." kata vian, lalu membawa pak menteri ke taman
" ini luar biasa, disambut ketua dewan, para gubernur dan walikota segala, sedang ada acara apa nih bapak bapak." kata pak menteri
" saya sudah dari kemarin pak menginap disini, biasa minta bantuan pak vian supaya mau membimbing pelaku usaha UMKM dan para petani." kata pak gubernur D
" kesini itu udah jadi kewajiban setiap akhir pekan pak menteri." kata pak gubernur B
" terimakasih loh pak sudah membantu kinerja saya dalam mengembangkan pelaku usaha UMKM, saya dapat data di provinsi B adanya peningkatan pelaku usaha UMKM, setelah ditanya bahwa Bank BLS dibalik itu semua, makanya saya cari siapa pemiliknya. Dan waktu itu saya tanya ke pak gubernur juga, beliau bilang itu tetanggaan sama pak bambang, makanya saya langsung hubungi pak bambang." kata pak menteri
" saya tertarik dengan konsep BLS dalam membantu pelaku UMKM dalam memberikan pembiayaan dan melakukan pendampingan terhadap nasabahnya." kata pak menteri
" kalau enggak saya melakukan pendampingan dan usaha mereka enggak untung saya yang rugi pak." kata vian
" saya juga dengar dari salah satu pelaku usaha bahwa mereka juga diberikan pendampingan dalam pemasaran dan pembukuan keuangan, mereka bilang juga bahwa dengan adanya BLS mereka sangat kebantu terutama dalam hal permodalan dan pembayarannya pun dengan sistem bagi hasil, mereka hanya dikenakan kewajiban pokok saja kalau memang usaha sedang tidak untung." kata pak menteri
" di kota saya sampai walikotanya diminta untuk membujuk supaya BLS membuka cabang oleh pelaku UMKM, makanya saya datang kesini." kata pak walikota B
" sekarang sudah ada cabang dimana saja pak." kata pak menteri
" diluar kota baru di KBB saja pak, rencana di kota surabaya sekarang sedang di bangun kantornya. Karena saya sudah melakukan penyuluhan disana." kata vian
tak lama para gadis datang kesana ingin bertemu pak menteri.
" ini siapa pak," kata pak menteri
" ini adik dan adik ipar saya pak, ini anaknya pak bambang, pak gubernur L dan pak gubernur D, yang lainnya itu teman teman mereka yang bekerja di perusahaan SPI dan LCI," kata vian
" hebat, usahanya apa." kata pak menteri
" kita menjual produk perlengkapan muslimah dari kerudung, baju, dan kaoskaki, sekarang mau jalan yang prianya pak." kata ika
" berapa omzetnya sekarang dan berapa karyawannya." kata pak menteri
" alhamdulillah sudah 2,5 milyar, karyawan di kantor 20 orang, yang di pabrik lebih dari 50 orang pak." kata ika
" 2,5 milyar per bulan atau per tahun, pabtiknya dimana" kata pak menteri
" per bulan pak, pabrik di KBB gabung sama perusahaan aa." kata ika
__ADS_1
" wooow luar biasa, sudah berapa lama perusahaannya berjalan." kata pak menteri
" baru 4 bulan pak." kata ika
" ini harus di contoh aama anak muda lainnya." kata pak menteri
" makanya itu anak saya mau gabung sama SPI pak." kata pak bambang
" anak saya aja sampai enggak mau pulang." kata pak gubernur D
" siapa aja pemilik perusahaannya." kata pak menteri
" aa, saya, bella, silvy, lusi, mitha, rencananya febby dan nirmala juga gabung sama kita." kata ika
" ini mentornya bagus banget, 4 bulan sudah mencapai omzet 2,5 milyar perbulan," kata pak menteri
" 2 bulan pertama masih di 1,5 milyar pak, semenjak ada produk kaoskaki baru meningkat omzetnya." kata ika
" hebat.. Hebat, ini bisa jadi percontohan anak anak muda yang ingin usaha, siapa mentornya." kata pak menteri
" aa saya pak, kalau ada yang ingin kerjakan atau ada masalah kita selalu berdiskusi sama aa," kata ika
" saya bisa gabung dong nih, terus dari sisi permodalan bagaimana." kata pak menteri
" ini om contoh produknya." kata silvy sambil memperlihatkan produk kaoskaki yang dia pakai dan kerudung yang ika pakai.
" bagus, kreatif, inovasinya dari siapa." kata pak menteri
" kita semua om, nanti di implementasikan sama bella, febby, dan sella dalam membuat designnya." kata silvy
" untuk pemasarannya bagimana mana." kata pak menteri
" pemasarannya melalui jaringan distribusi dan online shop dan media sosial, akan tetapi omzet terbesar masih di jaringan distribusi." kata nirmala
" kalau yang lainnya ini bagian apa saja." kata pak menteri
" lusi di keuangan, mitha di pemasaran sama nirmala untuk promosi dan iklan di media sosial." kata ika
" kalau silvia dimana, enggak gabung di SPI." kata pak menteri
" saya di rumah sakit livi om, sesuai kuliah saya di kedokteran." kata silvia
" usaha pak vian ini apa aja ya." kata pak menteri
" BLS perbankan, LNI perlengkapan bayi dan anak anak, LA bidang agrobisnis, L-Pro proverty, L-Trans expedisi, Livi resort, LCI kosmetik, Rumah sakit dan pendidikan pak." kata vian
__ADS_1
" woow luar biasa, boleh dong pak saya gabung." kata pak menteri
" gabung di PBN aja pak, sekarang kita sedang bangun pabrik minyak, mie instant, tepung dan penggilingan padi di KBB, pemiliknya baru saya dan pak vian aja." kata pak bambang
" Berapa modal awalnya." kata pak menteri
" 4 triliun pak, mudah mudahan bulan depan sudah beroperasi." kata pak bambang
" boleh tuh pak, supaya kita bisa mengendalikan harga juga." kata pak menteri
" itu dia pak menteri, para petani, penambak di daerah saya bekerjasama sama pak vian, dan kita akan mengadakan perlombaan untuk setiap RW supaya bisa membuat produk hasil daur ulang sampah." kata pak gubernur D
" bagus itu idenya pak gub. Oh iya apa yang bisa kita bantu untuk meningkatkan penjualan." kata pak menteri
" pameran om, untuk mempromosikan produk kita di pasar nasional ataupun internasional." kata silvy
" oke nanti om buat acaranya, dan kalau ada pameran inaternasional om kasih tau ya." kata pak menteri
" terimakasih pak." kata mereka
" saya senang nih ngobrol seperti ini dengan anak anak muda yang berprestasi." kata pak menteri
" kami juga seneng bisa ngobrol bareng pak menteri." kata ika
" pak tau enggak isteri pak vian ada berapa." kata ibu Nurlaela
" iya 1 lah, kenapa memangnya bu, oh iya mana nih isteri pak vian." kata pak menteri
" jangan kaget dan jangan ikut ikutan seperti pak vian ya." kata ibu nurlaela, lalu mengenalkan lily, astrid dan dilla
" jadi, isteri pak vian tiga, wah tambah iri saya." kata pak menteri
" nambah lagi kan yang iri." kata pak bambang
" pantesan pak bambang, pak gubernur dan pak walikota betah disini tau taunya bapak bapak sedang belajar." kata pak menteri ketawa
" tapi mereka akur loh pak dan pak vian sampai membuatkan mereka perusahaan." kata ibu nurlaela
" itu pak perusahaan kosmetik LCI merknya LAD's sama ibu sisil juga gabung disana, mereka mau berangkat umroh minggu depan." kata ibu nurlaela
" pak vian mau pergi umroh," kata pak menteri
" iya pak bareng sama pak bambang, pak gubernur B, pak gubernur D, pak gubernur L, dan pak bupati KB." kata vian.
Vian menyuruh indra untuk membakar jagung, dan menyuruh mirna membuatkan susu panas.
__ADS_1