
Selesai makan malam mereka masih mengobrol tidak terlihat seperti bos dan karyawan.
" pik kamu ke jakarta kapan." kata vian
" paling saya kesana sabtu sore pak." kata opik
" jangan pik kalau bisa jum'at sore kan hari sabtu kita mengadakan syukuran dan pembekalan dari travel, minggu malam kita sudah berangkat." kata vian
" iya sudah kalau begitu" kata opik
" iya pik kita berangkat umroh sama menteri loh." kata pak dede
" menteri siapa, ada ada aja pak dede ini." kata opik
" menteri UMKM. kemarin beliau datang ke rumah pak vian." kata pak dede
" benar itu pak." kata opik
" benar tapi saya belum dapat kabar, pak menteri dan keluarganya dapat visanya atau enggak." kata vian
" oh iya shin kabarin ke cindy untuk memberitahukan para distributor datangnya maximal sabtu pagi ya, dan suruh manajemen LNI juga hadir sabtu pagi di rumah." lanjut vian
" baik pak." kata shinta lalu mengirim pesan ke cindy
" kamu kamis pagi sudah di rumah, karena mau gladi resik peresmian yayasan pendidikan, jum'at malam kamu jemput ibu, jadi adik kamu harus sudah di titipkan." kata vian
" iya pak, sudah saya bilang ke ibu kok." jawab shinta
" kita padat banget ini, pik kamu bawa jagung dan yang lainnya ya sekalian." kata vian
" siap pak, saya hari kamis siapkan." kata opik
" bapak yang padat banget jadwalnya, saya kan cuma sopirin aja." kata pak dede
" iya nih badan terasa remuk." kata vian
" tenang pak ada shinta yang mijitin." kata pak dede
" memangnya aku tukang pijit apa." kata shinta
" mau minum susu panas pak, Shinta, pak de."kata opik
" boleh pak opik, biar rilex." kata shinta
" iya boleh pik." kata vian
" saya kopi aja pik." kata pak dede, opik pun menyuruh OB untuk membuatkan 3 susu dan 1 kopi.
__ADS_1
" besok setelah peresmian bapak kesini lagi atau langaung pulang pak." kata opik
" seperti langsung pulang tapi enggak tau, kalau masih siangan kesini dulu, baru sore pulang." kata vian, lalu pergi ke villa mengambil rokoknya
Tak lama OB membawa susu dan kopi, vian pun menyalakan rokok, vian pun menelepon ustad ogi menanyakan apakah visa pak menteri keluar.
" alhamdulillah visa pak menteri keluar jadi dia ikut bareng kita umroh." kata vian, dia pun memberi kabar ke pak menteri
" pik siap siap kamu jadi juru kampanye ya." kata pak dede
" memang siapa yang akan maju jadi Caleg." kata opik
" bos kita lah, dia mau nyaleg, kalau enggak gubernur." kata pak dede
" terus aku jadi apanya pak de." kata shinta
" kamu jadi tukang pijitnya." kata pak dede sambil ketawa
" kamu enggak bakalan menang lawan pak dede shin, sudah nyerah saja." kata opik
" iya nih, mentang mentang direktur." kata shinta sambil cemberut
" kalau cemberut jelek, nanti enggak jadi ke KUAnya." kata pak dede menggoda shinta
" pasti jadi lah." kata shinta
" aa mau dipijitin." kata shinta lalu dia memijit pundak vian
" memangnya kamu enggak cape." kata vian
" enggak aa sayang, apa sih yang enggak buat aa." kata shinta manja.
vian menerima telepon dari pak bupati
" malam pak, sekarang posisi dimana pak," kata pak bupati
" malam juga pak bupati, saya sekarang di pabrik LA pak, gimana ada yang bisa saya bantu." kata vian
" besok hadir kan ke acara pereamian sekolah SMK." kata pak bupati
" insyaAllah pak." kata vian
" sampai ketemu besok di lokasi kalau begitu, maaf menganggu." kata pak bupati
" enggak pak, saya sedang santai kok." kata vian lalu menutup telepon
" dipijitnya di kasur aja a biar enak ya." ajak shinta
__ADS_1
" iya ayo." kata vian lalu mereka pergi ke kamar, shinta membuka baju vian lalu menyuruhnya tiduran setelah itu dia memijit, setelah itu shinta meminta vian terlentang lalu dia mencium bibir vian dan memainkan pusaka vian dengan tangannya setelah puas dia pun membuka baju tidurnya lalu melahap pusaka vian dan memberikan mahkotanya. Shinta mendesah merasakan kenikmatan. Setelah itu dia membimbing mahkotanya ke pusaka vian, lalu memainkan pantatnya. " aa aku enggak tahan mau sampai." lirih shinta tak lama tubuhnya menggelinjang, vian pun mencium bibir shinta setelah itu dia membalikan tubuh shinta, vian pun memegang kendali permainan, vian menciumi bukit kembar shinta sehingga dia mau mencapai puncaknya, vian mempercepat permainan lalu disaat tubuh shinta menggelinjang vian pun mencapai puncaknya. Vian membiarkan pusakanya didalam mahkota shinta lalu mengecup keningnya. Vian pun berbaring disamping shinta, mereka pun tertidur dibawah selimut
Di pagi hari vian mandi lalu membangunkan shinta, setelah itu vian duduk di sofa.
" aa mau dibuatkan kopi atau teh." kata shinta
" kopi aja, makasih ya." kata vian, shinta pun membuat jopi lalu membawanya ke vian sama jagung bakar yang di panaskan. shinta meminum susu hangat lalu makan makanan ringan, sedangkan vian makan jagung bakar yang sudah dipanaskan.
" kamu enggak tidur lagi." kata vian
" enggak ah, aku mau sama aa." kata shinta lalu memeluk vian
" aku bahagia banget punya calon suami yang baik, aku senang mendengar apa kata karyawan tentang aa, aku bangga banget." lanjut shinta
" memangnya ibu kamu setuju gitu, kamu dijadikan isteri ke 4 saya." kata vian
" ibu pernah bilang, seandainya ibu bisa dapat menantu seperti aa, sayang keluarga, enggak sombong kebal sama pejabat." kata shinta
" kalau kita enggak bisa menjadi suami isreri gimana." kata vian
" pasti bisa kok, kalau enggak aku enggak bakalan nikah sama siapapun." kata shinta
" masa sih sampai segitunya." kata vian
" aa yang udah mengambil mahkota aku, aa yang udah buat aku ketagihan." kata shinta
" waktu itu bukan aa yang minta, kamu sendiri yang mau." kata vian lalu menghisap rokoknya
" karena aku suka dan sayang sama aa, jadi aku kasih, kalau enggak mana mungkin aku kasih." kata shinta
" kita jalanin aja dulu ya, kalau selama perjalanan itu kamu menemukan cowok yang cocok yang bisa buat kamu bahagia silahkan aja kamu nikah sama dia." kata vian
" enggak mau aku maunya sama aa titik." kata shinta
vian pun memluk shinta lalu mengecup keningnya, shinta pun tiduran di pangkuan vian.
" jam berapa kita berangkat ke acara peresmian sekolahnya." kata shinta
" dari sini jam 7an, kita sarapan dulu." kata vian,
shinta mulai memainkan aksinya lalu di pagi itu terjadi lagi hubungan badan, setelah selesai vian meminum air putih lalu menyalakan rokoknya dan meminum kopi yang dibuat shinta. Jam 6.30 menit opik membawakan makanan untuk sarapan, vuan dan shinta pun menikmati makanan tersebut karena lapar setelah permainan tadi.
Selesai sarapan vian pergi mandi lalu memakai pakaian formal, shinta pun mandi dan memakai pakaian lalu berdandan.
" aa kita mau langsung pulang atau kesini lagi, biar aku rapihkan." kata shinta
" iya udah deh kita kesini lagi kalau begitu." kata vian. Vian pun duduk di sofa menyalakan rokok dan menikmati kopi.
__ADS_1