
Ibu ningsih, ibu asti, ibu sri, pak adi dan pak bowo pun datang ke kamar. Pak adi yang tidak melihat vian disana dan melihat astrid dan dilla pingsan menjadi khawatir takut anaknya melakukan kekerasan terhadap isteri isterinya tersebut.sedangkan ibu asti dan ibu sri sedang berusaha membangunkan anak anaknya.
" viannya kemana nak lily." kata pak adi
" maafin lily pak, sehingga vian kecelakaan." kata lily tambah menangis.
" memang ada apa ly," kata pak bowo
" tadi vian pergi pak, barusan dr. Chandra telepon kasih kabar vian kecelakaan." kata lily. Astrid dan dilla pun bangun dari pingsannya mereka pun menangis.
" iya sudah kita ke rumah sakit sekarang." kata pak bowo
" nak astrid sama nak dilla gak usah ikut dulu ya." kata pak adi
" gak pak, aku mau kesana." kata astrid
" iya pak, aku juga mau kesana." kata dilla
" iya sudah kalau begitu, ayo kita berangkat sekarang." kata pak bowo. Mereka pun turun ke bawah
Di ruang keluarga ika, bella, lusi, mitha, sella dan selly ada disana, mereka berkumpul setelah mendengar ada keributan.
" pak ada apa." kata ika
" aa kecelakaan, sekarang kita mau ke rumah sakit." kata pak adi
" kita ikut kesana pak." kata ika
" gak usah, kalian di rumah saja." kata pak adi
" gak, kita mau tau kondisi aa pak, di rumah sakit mana." kata ika
" di rumah sakit livi." jawab pak adi
karena pak edi sudah pulang, pak adi menyuruh pak sunarto membangunkan haris dan putra. Mereka pun pergi menggunakan 3 mobil menuju rumah sakit livi.
Jam 23.47 menit mereka pun tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju ke UGD, disana sudah ada Dr. Chandra dan dari pihak kepolisian. Polisi tersebut pun menceritakan kronologi kejadian kecelakaan tersebut kepada mereka. Pak adi meminta supaya informasi kecelakaan ini tidak menyebar kemana mana. tak berselang lama datang pak bambang dan keluarganya kesana mereka mengetahui kabar kecelakaan dari silvy yang mendapat kabar dari ika. Pak polisi pun menyerahkan barang barang vian yang ada di mobil karena mobil sudah diangkut ke polsek. Dr. Chandra pun menyerahkan dompet dan handphone yang ada di saku celana vian ke lily.
" kok pak bambang tau, vian kecelakaan." kata pak adi
__ADS_1
" itu anak saya tadi membilang, kebetulan saya juga belim tidur." kata pak bambang
" terimakasih banyak pak atas perhatiannya." kata pak adi
" memangnya pak vian mau kemana malam malam begini." tanya pak bambang
" tadi kata anak anak dia pamit mau ke lokasi pembangunan livi residence, katanya ada hal yang harus cepat ditangani." kata pak adi yang sebenarnya dia juga gak tau ada apa permasalahannya.
" benar benar pak vian itu bertanggung jawab betul." kata pak bambang
" iya pak, padahal masih bisa diatasi sama orang orang sana. Mungkin dia ingin memastikan saja. Eh.. Musibah datang." kata pak adi
Tak lama pintu ruang perawatan terbuka, dan dokter yang menangani pun keluar.
" bagaimana dokter keadaan suami saya." kata lily
" alhamdulillah bu, tidak ada yang perlu di khawatirkan dan kita tidak melakukan tindakan besar, kami hanya melakukan pengecekan dan mengobati luka luar, dan tidak ada tanda gangguan dalam tubuh pak vian hanya bagian luar saja memar memar dan luka. sekarang tinggal menunggu observasi dan pak vian bangun saja karena tadi beliau pingsan, kalau sudah bangun usahakan beliau jangan banyak bergerak dulu." kata dokter tersebut. Lalu pamit pergi menuju ruangannya.
" terimakasih banyak dokter." kata mereka
Dr. Chandra pun memerintahkan supaya membawa vian di rawat di ruangan VIP rumah sakit, setelah 2 jam lebih di ruang perawatan dan ruang observasi. Setelah melalui masa obsevasi, vian pun dibawa ke ruangan VIP. Mukanya banyak luka dan memar, kaki kanannya di kasih gips supaya tidak dislokasi akibat benturan, walaupun dari hasil pemeriksaan tidak terjadi apa apa. Di ruangan perawatan lily, astrid dan dilla pun menangis.
" sudah kalian gak usah nangis, vian juga sudah gak apa apa. Ingat nak astrid dan nak dilla kalian sedang hamil. Kalian semuanya udah pulang kalian juga cape, biar bapak yang tunggu disini" kata pak adi
" gak pak aku mau disini aja, bapak pulang aja, biar aku yang jaga vian." kata lily
" ingat di rumah ada de qinar yang masih perlu nak lily jaga." kata pak adi
" iya ly, kalau ada apa apa pasti bapak kabari, sudah sana pada pulang." kata pak bowo.
Walau berat meninggalkan suaminya mereka pun menurutinya untuk pulang ke rumah. Pak adi dan pak bowo yang menjaga vian di rumah sakit.
Sampai di rumah lily hampir syubuh, astrid, dan dilla tidak bisa tidur masih memikirkan keadaan vian. selesai sholat mereka bertiga pun berdoa supaya suaminya cepat sehat kembali. Tak terkecuali bella, semenjak pulang dari rumah sakit dia tidak bisa tidur memikirkan vian, terbayang waktu dia dan vian melakukan hubungan pertamanya.
Kabar mengenai kecelakaan vian pun menyebar ke perusahaan BLS, LNI, LA, Pak gubernur B, Pak Gubernur D, Pak Gubernur L, dan pak Bupati serta Dinas dinas di KBB mereka pun mengirimkan doa untuk kesembuhan vian.
Jam 6 pagi lily, astrid dan dilla siap siap untuknpergi ke rumah sakit, mereka sarapan terlebih dahulu, lily meminta pak edi untuk datang segera. Padahal pak edi dan pak dede sudah datang dari tadi setelah mendapat kabar dari haris. lily, astrid dan dilla pun pamitan untuk pergi ke rumah sakit di antar pak edi di temani haris.
25 menit perjalanan mereka telah tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju kamar perawatan vian. lily meminta gantian kepada bapak dan bapak mertuanya.
__ADS_1
" pak kalian pulang dulu aja istirahat, biar kita yang tunggu vian." kata lily
" iya sudah kalau begitu bapak sama pak adi pulang dulu." kata pak bowo. Pak adi dan pak bowo pun pergi pulang ke rumah di antar pak edi. Haris di suruh tinggal disana.
" pah maafin mamah ya. Papah cepat sembuh, mamah gak akan mengulangnya lagi." kata lily sambil menangis
" iya mas, mas cepat sembuh ya." kata astrid dan dilla.
" papah mohon maaf kepada kalian. Papah gak apa apa kok." kata vian lirih, dia belum bisa bicara kecang karena kalau membuka mulut masih terasa sakit.
" kalian kenapa disini. Kalian istirahat aja." lanjut vian.
" gak mas, kita akan menjaga mas disini, lagian disini juga kita bisa istirahat." kata astrid
Handphone lily pun mendapat banyak telepon dan pesan, mereka memberikan doa untuk kesembuhan vian, handphone vian yang di pegang lily pun sama banyak yang telepon dan pesan, lily bergantian sama astrid dan dilla menjawabnya. Bahkan dokter dan suster serta karyawan rumah sakit pun datang bergantian memberikan doa. Vian disuapi lily untuk sarapannya.
Jam 10 direksi perusahaan BLS datang menjenguk, lalu dari direksi LNI, L-Trans, L-Pro. Ibu dan ibu mertua vian bersama de qinar dan devan datang ke rumah sakit.
" papah kenapa mah, kok kaya mumi gitu." kata devan
" aa doain papah ya semoga papah lekas sembuh." kata lily
" iya mah, aa doain papah." kata devan sambil mengangkat kedua tangannya.
" anak mamah sholeh banget." kata astrid
" iya dong mah, aa kan anak baik dan pinter." kata devan
" aa memang anak pinter." kata dilla
Jam 11 pak gubernur B datang menjenguk
" maaf pak, ibu, saya baru bisa menjenguk, semoga lekas sembuh pak." kata pak gubernur
" terimakasih pak." jawab vian pelan
" iya pak gubernur, terimakasih sudah meluangkan waktunya datang menjenguk." kata lily
" sama sama bu, oh iya salam aja dari isteri, mohon maaf dia gak bisa datang." kata pak gubernur
__ADS_1
" doanya saja sudah cukup pak, terimakasih." kata lily
pak gubernur pun pamitan karena ada acara lain. Tak lama dari pihak kepolisian datang menanyakan apakah kasus kecelakaan ini akan dilanjutkan atau diselesaikan dengan kekeluargaan. Lily menyampaikan bahwa kasus ini tidak akan dilanjutkan karena apa yang terjadi adalah musibah, jadi kasus ini di tutup aja.