
Vian, Bella dan shinta mengobrol bersama, kadang becanda membuat mereka tertawa, kegembiraan terpancar disana, ada kalanya antara bella dan shinta merebutkan vian, sedangkan vian asyik menonton diselingi minum kopi dan menghisap rokoknya dan makan jagung yang disiapkan tadi.
" mas, lusa ulang tahun mbak lily ya." kata bella
" iya, mas lagi nyiapin kejutan buat dia." kata vian
" bahagia banget deh kalau aku nanti pas ulang tahun di kasih kejutan juga." kata bella
" memangnya kapan kamu ulang tahunnya." tanya vian
" setelah mbak astrid." kata bella
" kalau kamu shin kapan." tanya vian
" bulan juni." jawab shinta
" iya udah kita tidur udah malam." ajak vian, mereka pun pergi ke kamar, sampai di kamar bella langsung memeluk dan mencium vian.
" kalian sudah minum obat." kata vian
" udah dari tadi mas, tanang aja mas sayang, aman." kata bella
" aku juga udah a, tadi dikasih bella, aku akan beli nanti buat persiapan." kata shinta
" memangnya mau sama siapa kamu melakukannya." kata vian
__ADS_1
" iya sama aa, sama siapa lagi, kok ngomong gitu lagi sih." kata shinta
" jangan ngambek, nanti jelek." kata vian sambil menarik shinta dan mencium bibirnya. Bella membuka pakaiannya lalu membuka celana vian, bella pun memainkan pusaka vian. Shinta melepas ciumannya lalu membuka pakaian tidurnya terus membuka kaos yang dikenakan vian. Vian pun melahap bukit kembar shinta dan memainkan mahkota milik shinta dengan tangannya. Bella yang ingin mahkotanya dimainkan juga mendekati vian dan tiduran lalu meminta vian untuk memainkan mahkotanya sebelum dimasukan oleh pusaka vian.
" mas enak banget, masukin aja mas." pinta bella, vian pun memasukan pusakanya ke mahkota bella, sadangkan shinta meminta berciuman, vian melepas ciuman dengan shinya lalu mencium bella lalu memainkan bukit kembar miliknya. " aku gak kuat mas... Ini luar biasa,". akhirnya dia pun mengejang menandakan telah mendapatkan puncaknya. tanpa disuruh shinta sudah terlentang meminta bagiannya, vian pun mencabut pusakanya lalu memasukan ke mahkota shinta, setelah beberapa menit shinta meminta di atas, vian pun tiduran, shinta membimbing mahkotanya untuk dimasuki pusaka vian, sambil meringis dia merasakan sensasi yang berbeda, setelah semua pusaka vian masuk kedalam mahkotanya dia pun menggoyangkan pantatnya. Vian memainkan tangannya di bukit kembar milik shinta. Shinta yang baru pertama kali mendapatkan kenikmatan seperti itu terus mendesah " aaaaa.. Ini enak banget aku mau sampai. Aku enggak tahan lagi." kata shinta akhirnya dia ambruk di atas tubuh vian lalu berbaring diseblah vian vian bangkit lalu mencium bella dan mengarahkan pusaka ke mahkota bella, dan vian pun mencium bibir lalu bukit kembarnya bella" mas aku ingin seperti ini terus. Enak mas." kata bella, vian mempercepat permainannya. " mas aku enggak tahan lagi. Enaaak mas." racau bella. " mas aku benar enggak tahan mau sampai mas." kata bella, vian mempercepat lagi permainannya, bella pun mengejang, setelah itu vian pun mencapai puncaknya lalu vian mencium kening bella dan shinta. Mereka pun berpelukan di bawah selimut lalu tidur karena kelelahan.
Seperti biasa vian bangun pagi lalu pergi mandi, setelah mandi lalu sholat. Setelah itu vian membangunkan shinta dan bella lalu duduk di sofa. Vian menelepon dilla untuk membangunakan mereka supaya sholat. Vian membuat susu panas karena melihat shinta dan bella selesai sholat mereka tiduran lagi. Selesai membuat susu vian kembali ke sofa dan memakan jagung sisa malam lalu.menyalakan rokoknya. Vian pun memeriksa laporan di emailnya sambil menghisap rokok dan minum susu panas. Vian melihat laporan arus kas dan laba rugi, perencanaan dan permasalahan yang terjadi di livi group. Vian mengirim pesan ke opik supaya membeli sarapan.
Jam 5 lewat 17 menit shinta bangun lalu pergi ke kamar mandi dan datang menghampiri vian
" maaf ya a, aku ketiduran. Aa mau dibuatkan apa." kata shinta lalu memeluk vian dan mencium pipinya.
" iya gak apa apa, kamu pasti cape, saya udah buat kok, terimakasih," kata vian
" semalam kan udah dikasih yang enak, apa mau lagi." kata vian menggoda shinta
" kalau aku mau aa mau gitu, tapi aku buat minum dulu ya." kata shinta lalu berdiri membuat susu panas. Setelah membuatnya shinta kembali ke samping vian lalu meminum susu yang tadi dia buat dan makan makanan ringan.
" ayo a, mumpung bella belum bangun, aku ingin main berdua aja." kata shinta, dia langsung mencium vian dan meraba pusakanya, vian pun menyimoan rokoknya lalu mencium bibir shinta, lalu ke leher, sedangkan tangan vian bermain di bukit kembar shinta sedangkan tanagn shinta bermain di pusaka vian, permainan di pagi hari pun di mulai. Vian mengajak shinta ke kamar sebelah, lalu Shinta membuka pakaiannya dan membuka pakaian yang dikenakan vian mereka berdua sudah tidak lagi memakai apa apa. Shinta langsung melahap pusaka vian dan vian menarik pantat shinta lalu memainkan mahkota milik shinta, permainan itu pun hampir berjalan 7 menit dan shibta pun mengejang tanda dia sudah mendapatkan puncaknya. setelah puas dan birahinya muncul lagi, shinta mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian, walau masih sedikit sakit tapi shinta sudah menikmatinya dengan menggoyangkan pantatnya sedangkan vian memainkan bukit kembar milik shinta. " aaaa, enak banget... Aku mau sampai.. Aduh ... Aa.. Ini." kata shinta lalu mengejang kembali, dia pun ambruk di atas tubuh vian. Vian membalikan tubuh shinta lalu sekarang dia yang memegang kendali permaianan.
Sambil memainkan pusakanya vian juga mencium bibir dan tangannya memiankan bukit kembar shinta membuat dia kelojotan, mendengar ******* shinta membuat vian mempercepat permaianannya. " aa, aku gak tahan lagi mau keluar." kata bella, " tahan sayang kita keluar barenagan ya." kata vian.. " sayang aku gak tahan... Nikmat banget." kata shinta. Vian terus memompa, disaat tubuh shinta menggelinjang vian juga mencapai puncaknya, vian membiarkan pusakanya di dalam mahkota shinta lalu dia mencium kening dan bibir shinta.
" makasih ya sayang." kata vian
" iya aa, aku juga makasih, aa mau memberikan ini ke aku, aku bahagia banget bisa memberikan ini ke aa." kata shinta. Setelah istirahat vian dan shinta berpakain kembali lalu pergi ke sofa, shinta menyenderkan kepalanya ke bahu vian sambil makan makanan ringan, vian pun minum susu dan menyalakan rokoknya. Sesekali shinta mencium pipi vian dan menautkan tangannya ke tangan vian.
__ADS_1
jam 7an bella bangun, setelah dari kamar mandi dia menghampiri vian dan shinta
" ih kalian jahat, enggak bangunin aku..." kata bella
" mas kasian lihat kamu tadi, kelihatan cape jadi enggak mas bangunin." kata vian
" makasih iya mas." kata bella lalu duduk disamping vian dan meminum susu di cangkir vian dan memakan makanan ringan.
" aku akan menantikan kesenangan ini lagi a." kata shinta
" aku jadi malas pulang mas." kata bella
" iya sudah kamu tinggal disini aja kalau begitu." kata vian
" enggak mau kalau enggak ada mas." kata bella
" kalau begitu kita harus pulang, mas masih banyak kerjaan." kata vian
" aa harus sering ke LNI ya, kalau enggak aa keluar kota ajak aku." kata shinta
" iya nanti diatur aja ya. Iya udah kita mandi sudah siang." kata vian
" mandi bareng ya, kita berendam dulu." kata bella. Vian pergi ke kamar mandi lalu mengisi bathtub, sedangkan shinta dan bella pergi ke kamar untuk membereskan kamar. Vian sudah berendam di bathtub. Tak lama shinta dan bella ikut gabung berendam di bathub, saling menyabuni. Setelah gairah meningkat bella langsung mengambil posisi pertama, setelah selesai vian bermain dengan shinta, vian melepas puncaknya bersama dengan bella.
Selesai permainan mereka saling menyabuni dan membersihkan tubuh mereka, setelah mandi vian, bella dan shinta memakai pakaian. Karena shinta dan bella harus berdandan dulu vian pergi membuat kopi lalu membawanya ke sofa, vian meminum kopi buatannya lalu menyalakan lagi rokok. opik sudah memberitahukan bahwa makanan untuk sarapan sudah ada, vian mengajak bella dan shinta untuk pergi sarapan dulu.
__ADS_1