
Setelah siap semuanya mereka pergi ke mall untuk jalan jalan dengan memakai 2 kendaraan. 47 menit perjalanan vian dan keluarganya sampai di mall vian dan devan ditemani lilis pergi ke tempat bermain, sedangkan yang lainnya pergi ke toko pakaian.
Devan begitu gembira bisa bermain di luar, setelah cape bermain devan meminta dibelikan mainan, vian menuruti keinginan putranya itu, lagian sudah lama dia tidak dibelikan mainan.
vian menerima telepon dari lily
" hallo pah, papah di mana?" tanya lily
" ini di tempat mainan, aa pengen mainan." jawab vian
" pah boleh gak mamah beli tas sama pakaian." kata lily
" iya boleh dong sayank, sekalian aja sama bapak dan ibu belikan juga. mamah dimana?, habis ini papah kesana ya." kata vian
" iya pah, di toko G pah, makasih ya papah sayank." kata lily setelah itu mematikan telepon.
" aa mau beli apa sayang." kata vian
" aa mau robot robotan pah sam mobil mobilan remot, boleh." kata devan
" tentu boleh dong aa pilih aja ya." kata vian
" oke pah, makasih ya." kata devan, lalu dia memilih 2 robot robotan dan 1 mobil remot, selesai membayar vian mengajak dwvan ke tempat lily
di toko G lily dan orang tua mereka sedang memilih baju dan tas. vian datang menemui mereka
" pah ini bagus gak." kata lily
" bagus sayank, kalau kamu suka beli aja." kata vian
" ini mamah juga udah pilihin kaos buat papah sama aa, de qinar juga. " kata lily
" iya makasih ya. bapak ibu mau apa." kata vian
" kita tas aja." kata bu retno dan bu ningsih
" kalau bapak dompet." kata pak bowo dan pak adi
" kalau begitu mamah sama ibu dan bapak pilih pilih lagi aja. vian pengen ngopi ya." kata vian lalu menyerahkan kartu kepada lily
" PINnya aa lahir." kata vian melanjutkan
" bapak ikut kamu aja." kata pak bowo
" iya bapak juga, bosen juga nemenin ibu ibu." kata pak adi. akhirnya mereka pun pergi ke cafe, di cafe vian mencari tempat duduk yang bisa merokok lalu memesan Jus dan cemilan begitu pula orangtuanya. tak lama ada pesan masuk dari dilla
__ADS_1
" mas lagi apa?" tanya dilla
" lagi ngerokok nunggu istri sama ibu belanja." jawab vian
" mas tadi aku sama astrid udah ngobrol sama chef tentang kebutuhan di cafe, aku sudah buatkan listnya dan perkiraan harganya." kata dilla lalu ia mengirmkan list tersebut
" siapa yang akan belanjanya dan kapan." kata vian
" aku sama astrid kemungkinan minggu depan." kata dilla
" kamu sudah tau dimana tempat beli peralatan itu." kata vian
" sudah mas tadi aku dikasih tau mereka dan aku juga udah searching." kata dilla
" oke kalau begitu, kabari aja ya, sama mas minta laporan keuangan kemarin." kata vian
" sebentar aku kirim ya mas." kata dilla dan mengirimkan laporan ke vian
" oke terimakasih, nanti mas akan lihat dan pelajari." jawab vian
tak lama lily dan yang lainnya datang
" pah mau makan dimana." kata lily
" di luar aja di restoran W, mamah udah belanjanya." kata vian
" papah cari uang kan untuk membahagiakan keluarga." kata vian
" iya pah, kita belanja dulu buat kebutuhan rumah." kata lily
" ya udah kita belanja kebutuhan rumah dulu, baru kita berangkat ke restoran W." kata vian, mereka pun pergi ke swalayan untuk belanja. selesai belanja mereka pergi ke restoran W. vian telepon ika untuk ke restoran W, setelah sampai di restoran mereka memesan makanan tak lama ika pun datang dengan temannya lusi dan mitha. vian pun menyuruh mereka memesan termasuk pak dede, pak edi dan putra.
selesai makan mereka pulang ke rumah karena sudah mulai malam, jam 8 malam mereka baru sampai di rumah, devan meminta robot robotannya dan mobil mobilannya di pasang baterei. vian menemani devan bermain sebentar lalu pamit pergi ke gazebo. di gazebo vian membuat kopi dan merokok terus kirim pesan ke astrid
" lagi dimana, udah makan belum." kata vian
" di rumah mas, udah tadi, mas lagi dimana." kata astrid
" di gazebo lagi ngopi, uang masih ada." kata vian
" masih mas, kemarin kan mas kasih aku gajian, mas jadi jalan sama mba dan anak anak." jawab astrid
" jadi, ini mas baru datang, ibu gimana kondisinya sekarang." kata vian
" kemarin udah kemotrapi, alhamdulillah lebih baik." kata astrid
__ADS_1
" syukur kalau begitu, kabari mas kalau ada apa apa ya." kata vian
" iya mas, makasih ya, aku sayang sama mas. aku pengen cepat cepat di halalin mas,." kata astrid
" kita bicarakan pas mas kesana ya." kata vian
" iya, aku tunggu mas." kata astrid
" ya udah kamu udah cape, kamu istirahat ya." kata vian
" mas juga istirahat ya." kata astrid
" iya, sebentar lagi mas masuk ke rumah." kata vian
setelah chatan sama astrid vian masuk ke rumah, lalu bersih bersih, lily lagi merapikan tasnya karena mau ganti dengan yang baru.
" pah, makasih ya udah beliin mamah tas sama baju, tadi ibu juga bilang makasih." kata lily
" iya sayank, papah seneng kalau mamah seneng." kata vian
" tadi papah beliin mainan aa berapa." kata lily
" cuma 3 aja mah. lagian aa kan jarang dibelikan mainan." jawab vian
" iya aa seneng banget tuh. o iya pah ini kartu papahnya." kata lily
" mamah pegang aja, kalau ada mamah ada yang pengen dibeli pakai aja kartu itu ya." kata vian
" tapi kan papah juga perlu, mamah juga ada kok, isiin yang punya mamah aja, yang ini papah pegang." kata lily
" iya udah kalau begitu, tapi kalau mamah pengen bilang ya, walau mamah juga sanggup beli, tapi papah juga pengen bahagiain kalian. uang mamah di tabung aja." kata vian sambil mengambil kartu dari lily
" iya pah, makasih papah sayank." kata lily lalu memeluk dan mencium vian.
" o iya mah, papah ke surabaya 3 jari 2 malam ya, mau bantuin pak anam supaya bisa lebih meingkat lagi pennjualannya. terus papah lihat semenjak istrinya meninggal jadi gak semangat." kata vian
" iya pah gak apa apa, lagian kalau cuma 2 hari papah juga cape." kata lily
" pak dodi udah papah bantu beli ruko, dan alhamdulillah produk LA laku." kata vian
" alhamdulillah kalau begitu, mamah ikut seneng, terus yang sekolah jadi." kata lily
" jadi mah, untuk TK sama SD karena tanahnya sudah ada, yang SMP, SMU, SMK, dan universitas lagi dicari lahannya." kata vian
" mudah mudahan dilancarkan segalanya, iya udah kita bobo ya, mamah kasih spesial karena papah mau ke surabaya 2 malam." kata lily
__ADS_1
mereka pun tiduran sambil berpelukan saling berciuman, sehingga kemesraan meningkat yang menimbulkan gejolak, entah siapa yang memulainya hubungan suami istri pun terjadi dengan memberikan kehangatan dan akhirnya mencapai puncak bersama.
vian mengecup kening lily dan mereka saling berpelukan kembali di bawah selimut, mereka tidur pulas sampai pagi.