Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Begitu Banyak Yang Mencintai Kamu


__ADS_3

Vian pun diberi kenang kenangan berupa plakat sebagai narasumber acara seminar tersebut, setelah itu vian pamitan pulang karena mau mengejar jadwal penerbangan, lily memanggil febby terlebih dahulu.


" feb, surat jawaban sudah diterima belum." kata lily


" sudah tante terimakasih banyak ya, jadi aku bisa langsung kasih ke kampus." kata febby


" ini masih ada paket LAD's kamu pakai ya, dan kasih masukannya juga nanti. Minta tolong kasih ke ibu juga salam ke beliau mohon maaf saya tidak menemui lagi. ini ada juga buat Vina dan Fenny." kata lily


" terimakasih tante, nanti aku kasih ke ibu." kata febby


" terimakasih banyak tante." kata vina dan fenny


" sama sama, sampai ketemu di jakarta ya, tante harus mengejar penerbangan." kata lily


" baik tante, sampai ketemu, hati hati dijalan." kata mereka, vian, lily dan shinta pun pergi langsung ke bandara.


" kita makan siangnya di bandara saja ya." kata vian


" iya pah, supaya kita enggak diuber waktu juga." kata lily.


Sesampainya di bandara vian pamitan kepada pak yudi, vian melakukan check in, setelah itu pergi mencari tempat makan, selesai makan lily mengajak membeli oleh oleh, lily menyuruh shinta untuk membeli juga. Vian membeli mainan remote control untuk devan, Setelah selesai mereka pergi ke boarding pass, tak lama mereka disuruh naik ke pesawat, pesawat pun terbang menuju jakarta. Jam 17.10 menit pesawat mendarat di jakarta, vian membawa tas dirinya dan tas lily, lily membawa oleh oleh, vian menelepon pak dede supaya menjemputnya di lobby, setelah memasukan barang bawaan ke bagasi mereka pulang ke rumah.


" pak kita langsung ke rumah atau kemana dulu." kata pak dede


" biar pak dede enggak bulak balik, kita antar shinta terlebih dahulu aja." kata lily


" baik bu." kata pak dede


" pak de, bagaimana urusan dengan travel, visanya bagaimana." tanya vian


" kata orang travel alhamdulillah semua visanya keluar, besok akan dikirim ke rumah pak sekalian mau menyerahkan tas dan perlengkapan sama mau bahas teknisnya nanti." kata pak dede


" alhamdulillah." jawab mereka


" iya sudah kalau begitu, shin besok kamu langsung ke rumah aja ya." kata vian


" baik pak." kata shinta


" kalau enggak kamu sekarang ambil baju dulu terus ikut kita ke rumah." kata lily


" besok aja bu, enggak apa apa," kata shinta

__ADS_1


" iya sudah kalau begitu." kata lily. Akhirnya sampai di rumah shinta, pak dede membantu mengeluarkan barang barang shinta.


" persiapkan apa yang telah kita diskusikan ya." kata lily


" baik bu, saya sudah suruh ibu untuk mengurusnya." kata shinta


vian dan lily pamitan lalu pergi pulang ke rumah, jam 7 mereka sampai di rumah, orang yang ada di rumah mengetahui vian datang langsung menyambutnya, astrid dan dilla langsung memeluk dan mencium vian. Setelah memberikan kecupan di kening astrid dan dilla, vian menyalami orang tua, kakek dan nenek sama mertuanya setelah itu pamitan untuk ganti pakaian terlebih dahulu, vian dan lily pergi ke kamar, setelah bersih bersih dan ganti pakaian mereka kembali ke ruang makan.


" papah kenapa tangannya, papah jatuh ya, makanya pah hati hati kalau jalan." kata devan


" iya sayang, papah enggak hati hati karena papah buru buru jatuh deh," kata vian


" papah enggak nangis kan." kata devan


" enggak dong papah kan kuat." kata vian


" pah, waktu papah pergi semuanya nangis, mereka cengeng pah, aa jatuh aja enggak nangis." kata devan


" maafin vian ya pak, bu dan semuanya, maaf telah membuat kalian khawatir." kata vian


" oh iya aa, papah ada hadiah buat aa." kata vian sambil mengambil bungkusan dan memberikannya kepada devan


" mamah kok enggak di peluk sama di cium a." kata lily, evan pun memeluk dan mencium lily


" sama sama aa sayang." kata vian. Mereka pun makan malam bersama.


" oh iya alhamdulillah visa kita semua kata pak dede disetujui, kita jadi berangkat umroh." lanjut vian


" alhamdulillah." jawab mereka


" besok orang dari teavel akan kesini memberikan perlengkapannya, minggu depan kita beli perlengkapan yang kurangnya." kata vian


" kemarin pak gubernur datang kesini sama isterinya, beliau ingin memastikan kondisi kamu vian." kata pak bowo


" iya pak nanti vian telepon, vian belum sempat membalas pesan mereka, karena lumayan padat acara disana, pas lily datang pak gubernur dan pak walikota datang ke rumah, ngisi acara di dinas kota, acara di dinas provinsi dan tadi di kampusnya bella, sella dan selly,." kata vian


" bulan depan anaknya pak gubernur akan magang di SPI sama 2 temannya." kata lily


" bapak dengar dari pak manopo dan pak made karyawan disana mereka menangis mendengar dan mengetahui bahwa kamu ada dalam daftar nama di dalam pesawat yang terkena musibah." kata pak bowo


" iya pak kemarin vian dan lily udah video call sama mereka." kata vian

__ADS_1


" Bapak merasa bangga dan terharu begitu banyak orang yang mencintai kamu." kata pak bowo


" vian senang tapi vian juga takut kalau vian enggak ada, perusahaan seperti apa, vian belum bisa mendelegisakan dengan benar," kata vian


" ibu rasa sih enggak begitu, itu karena mereka enggak mau kehilangan kamu saja, itu tanda banyak yang sayang dan mencintai kamu." kata bu retno


" kemarin bu di pabrik LCI, karyawan bilang mereka siap mengorbankan nyawanya untuk vian, jadi pas ada berita kecelakaan pesawat mereka ribut di group karyawan, terus kan ada karyawan yang shift mereka bilang pak vian ada di lokasi pembangunan dan sekarang lagi ribut sama preman, mereka langsung pergi dari rumah masing masing ke lokasi pembangunan perumahan." kata lily


" kamu jangan lupa ke mereka ya a, kalau ada rezeki kasih mereka bonus atau hadiah lainnya." kata ibu ningsih


" iya bu, aa udah agendakan untuk itu." kata vian


" iya bu, vian udah suruh shinta mengingatkannya, vian berencana mengundang karyawan datang kesini karena mereka kemarin itu berencana kesini." kata lily


" tuh ka dan kalian yang muda muda, contoh vian memperlakukan karyawan, dia menjadikan karyawan sebuah asset bukan menjadikannya beban." kata pak bowo


" iya pak." jawab mereka


" eh ada silvy dan silvia gimana sudah kelar ijin dari kampusnya." kata vian


" udah om, kita udah kirim surat balasannya kesana." kata silvy


" nanti kamu bisa sharing tuh ilmunya sama anaknya pak gubernur L." kata vian


" iya om, nanti mohon bimbingannya ya supaya aku bisa cepat lulus." kata silvy


" gampang itu kamu atur saja." kata vian


" kalau silvia gimana." tanya vian


" aku juga udah dapat ijin supaya prakteknya disini dan dr. Chandra sudah membalasnya, jadi aku tinggal laporan saja om, karena dari semester sekarang sampai akhir aku praktek langsung." kata silvia


" bagus itu, kamu minta bimbingan sama dr. Chandra aja ya." kata vian


" iya om, aku udah ngobrol sama dr. Chandra." kata silvia


" kalian jangan hanya ingin mengejar gelar saja, tapi kalian harus mendapatkan ilmunya." kata vian


" iya om, terimakasih masukannya." jawab silvy dan silvia


Setelah selesai makan vian pamitan pergi ke depan, sampai di depan dia menyalakan rokoknya dan pergi melihat lihat pembangunan mess dan kamar tamu. Vian pun memberi kabar ke endris bahwa dia sudah ada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2