
Dalam menangani produk tudak bisa melihat dari satu sisi saja, vian meminta sella dan selly untuk melihat produk sejenis di toko online.
" papah ada apa, kok tumben mengurusi LCI." kata lily
" memangnya papah enggak boleh, terus stok produk yang lama kejualnya mau diapakan." kata vian
" boleh dong pah, masa enggak boleh, papah kan komisaris LCI. Itu dia pah, mamah juga enggak tau kenapa waktu awal produk tersebut banyak diminati konsumen tapi bulan ini sedikit." kata lily
" apa yang sudah dilakukan untuk menanganinya." kata vian
" kita sudah menanyakan kepada konsumen bahwa produk kita dari sisi produk tidak ada masalah, hanya saja harga LCI lebih mahal dibandingkan produk serupa." kata lily
" oke kalau begitu, kita rapat sebentar ya." kata vian, semuanya mengikuti vian ke ruang rapat.
" sella dan selly apa kamu sudah dapat harga produk lain di toko online." tanya vian
" sudah pak, harga produk kita memang sedikit mahal 7 ribuan dati yang lain." kata sella
" dill, tolong minta HPP produk tersebut berapa dan harga jual kita berapa." kata vian
" HPP produk itu sebesar Rp. 37.000, sedangkan harga end user kita 74.000 mas." kata dilla
" berarti produk lain di jual 67.000 ya. kalian buat promo discount 20% hanya untuk produk tersebut tapi jika pembelian diatas 1 juta berikan discount 30%." kata vian
" terus kalau untuk distributor gimana pah, mereka kan sudah dapat disc. besar." kata lily
" untuk distributor dan agen tambah discount 10%, jadi distributor dan agen pun tidak merasa dirugikan karena masih ada selisih yang cukup besar untuk mereka dapatkan." kata vian
"iya sudah sella dan selly buat ya design promosinya." kata lily
" baik bu, akan kita kerjakan sekarang." jawab sella dan selly
" kasih jangka waktu saja 1 bulan untuk promosi produk ini." kata vian
" baik pak." kata sella dan selly
" untuk yang datang langsung berikan saja discount mulai sekarang." kata vian
" baik pah, aku akan sampaikan ke yang jaga toko." kata lily
__ADS_1
" kalian harus bisa lebih cepat bertindak kalau mengalami masalah seperti ini kedepannya, untung sedikit enggak jadi masalah walaupun kita jual dengan harga modal asalkan produk tersebut bisa keluar dari pada menjadi stok di gudang." kata vian
" baik pak komisaris. Kok papah bisa pinter sih." kata lily
" siapa dulu isterinya." kata astrid
" aku juga isterinya." kata dilla
" aku isteri pertamanya." kata lily, vian hanya geleng geleng kepala
" segala permasalahan di pasar, cepat diskusikan dengan bagian keuangan, lalu mamah ambil keputusan ya." kata vian
" siap pak bos." kata lily
" kaya mudah ya ngurus usaha itu tapi dilapangan ternyata sulit banget." kata ibu sisil
" sebenarnya enggak juga bu, kalau memang koordinasi antar divisi berjalan dengan baik dan tidak menganggap mudah masalah. Fungsi fungsi setiap divisi harus dijalankan dengan baik, kita tidak bisa menyalahkan satu divisi dan membenarkan divisi lain. Kita harus benar benar melihat titik masalahnya dimana, Karena semuanya ada keterkaitan." kata vian
" kita jangan sampai menyepelekan sekecil apapun masalah yang terjadi dilapangan, kalau ada pengaduan dari konsumen cepat tanggapi. Oh iya tolong di setiap kemasan kedepannya harus ada nomor telepon layanan konsumen." kata vian
" itu sudah ada mas, pakai nomor telepon yang ada di pabrik sana." kata astrid, lalu mengambil produk dan memperlihatkannya kepada vian
" mamah suruh orang yang bertanggung jawab menangani layanan konsumen ini membuat laporan setiap harinya, ada atau tidak ada keluhan mereka buat laporan." kata vian
" siap pak bos. Kalau ada keluhan dari isteri ditampung enggak pah." kata lily
" memangnya mamah ada keluhan apa kepada papah." kata vian
" isteri kurang shoping," kata lily
" itu tinggal kalian aja mengatur waktu, siapa yang mau kerja, apakah papah nyuruh kalian kerja." kata vian
" bener nih boleh shoping." kata lily
" silahkan aja kalau kalian mau shoping, apa papah pernah melarang." kata vian
" enggak sih, tapi takut aja enggak dapat izin." kata lily
" silahkan aja yang penting kalian ngomong dulu sama papah." kata vian
__ADS_1
" bener ya diizinin, as, dill besok kita shoping, suami kita kan mau ke surabaya." kata lily
" siap mbak. Tapi uangnya dari siapa mbak." kata dilla
" maaf pak bu, kalau tidak ada lagi kami mau mengerjakan di meja kami." kata sella
" iya silahkan, maaf ya. Terimakasih." kata vian
" sama sama pak." kata sella dan selly lalu pergi ke mejanya
" minta sama suami kita lah." kata lily
" kalian kan dapat gaji juga, pakai aja uang kalian." kata vian
" pak vian, ibu lily, bu, astrid dan bu dilla, saya pamit duluan ya, mau antar silvy dan silvia ke bandara." kata ibu sisil
" oh iya bu, semoga lancar diperjalanannya." kata vian lalu dia pun pergi ke cafe. Di cafe vian mengobrol dengan pak dede.
" pak de, pesanin tiket buat saya besok ke surabaya, pesawat siang aja, yang berangkat saya, pak daryat, bella, sella, selly, ibu sri dan ibu asti ya." kata vian sambil menyalakan rokoknya lalu memberitahukan pak daryat.
" baik pak saya pesankan sekarang." kata pak dede lalu dia mengirim pesan ke karyawan L-Trans untuk memesankan tiket.
" oh iya pak, istri tadi bilang terimakasih audah mau ajak kita pergi umroh." kata pak dede
" sama sama pak dede, toh sebenarnya pak dede juga sanggup untuk berangkat kesana tinggal waktunya saja. Makanya kedepannya L-Trans juga harus bisa memberikan hadiah umroh ke karyawan." kata vian
" iya pak, saya juga memberi motivasi ke mereka bahwa kalau keuntungan kita sudah mampu memberangkat umroh, L-Trans akan melakukannya." kata pak dede
" oh iya nanti saya rencana dari surabaya ke bali dulu, dan shinta saya suruh nyusul kesana untuk bantu saya menangani resort disana. Saya mau kerjaan sebelum berangkat umroh bisa diatasi dulu. Saya ingin fokus nanti ibadah aja." kata vian
" benar itu pak, saya juga sedang menyuruh karyawan supaya bisa menghandle kalau saya nanti berangkat umroh. Kabari saja waktunya kalau bapak mau ke bali dan shinta dari jakarta kan." kata pak dede
" iya saya dari surabaya, shinta dari jakarta. Lumayan bisa bantu bantu saya pak de, saya kewalahan juga dan resort terabaikan padahal uang sudah masuk kesana." kata vian
" sebenarnya kan bapak tuh bukan kekurangan karyawan, tapi maaf yang saya lihat bapak tuh belum bisa mendelegasikan ke karyawan sehingga karyawan masih sangat bergantung kepada bapak, jadi apa apa menunggu bapak." kata pak dede
" Bener itu pak de, mungkin karena awalnya saya bekerja sendiri jadi masih terbawa, terimakasih pendapatnya. Pendapat itu sangat baik insyaAllah saya pasti akan jalankan. Karena enggak mungkin saya jalankan semua usaha oleh saya sendiri." kata vian
Selesai mengobrol, dan lily, astrid dan dilla sudah datang kesana mengajak untuk pulang, mereka pun pulang ke rumah.
__ADS_1