Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kekuatan Doa


__ADS_3

Acara pun selesai dengan diakhiri photo bersama. Para kepala dinas pun meminta bertukar kartu nama dengan vian vian meminta kartu namanya kepada shinta lalu memberilannya kepada para kepala dinas dan jajarannya tersebut, Vian mengobrol dengan pak anam dan pak gubernur.


" pak gubernur juga akan umroh akhir bulan ini." kata pak anam


" betul pak, saya ikut rombongan pak vian." kata pak gubernur


" pak anam ini asli dari daerah sini." lanjut pak gubernur


" bukan pak, saya dari daerah MA, disini mengadu nasib saja." kata pak anam


" saya beruntung bisa mengenal beliau ini." lanjut pak anam


" sama saya juga pak, walaupun saya baru saja mengenal tapi banyak ilmu yang bisa saya dapatkan." kata pak gubernur


" kemarin saya enggak bisa tidur pak, sebelum dapat informasi dari LNI," kata pak anam


" terimakasih banyak pak anam, mohon maaf membuat bapak khawatir." kata vian


" pak, si febby dia semangat banget tuh mau magang di tempat bapak." kata pak gubernur


" jadi ibu bisa sering pergi ke tempat ibu lily dong ya." kata ibu nurul


" kok sering kesana mau apa." kata pak gubernur


" nengok febby lah pak." kata ibu nurul


" jadi bapak sering ditinggal dong." kata pak gubernur


" pak mohon maaf saya pamit duluan karena saya ada acara lainnya." lanjut pak gubernur


" baik pak, kami juga mau pulang, karena besok ada acara di kampusnya feby dan sudah waktunya makan siang juga." kata vian


Mereka pun pergi setelah pamitan sama kepala dinas,


" pak anam, kesini bawa kendaraan sendiri atau naik apa." kata vian


" saya tadi diantar pak, enggak apa apa saya naik taxi aja." kata pak anam


" kalau begitu bareng saja sama saya cari makan siang dulu, nanti kami antar pulangnya." kata vian


" baik kalau begitu, terimakasih." kata pak anam

__ADS_1


Vian dan yang lainnya pun pergi ke tempat makan diberitahu pak anam.


" saya sangat bersyukur mengetahui bapak tidak di pesawat itu, kok bisa seperti itu pak." kata pak anam


" saya dapat informasi di lokasi pembangunan ada masalah, jadi saya buru buru minta antar pak dede membeli tiket pesawat yang tercepat, pas datang ke bandara saya langsung check in dan langsung ke temoat boarding pass, sampai disana sudah di tutup, saya membeli lagi tiket, check in kembali, lalu balik ke boarding pass, saya juga pas sampai disini enggak tau ada kecelakaan karena saya buru buru handphone mati, saya ke lokasi saja naik taxi karena enggak bisa hubungi pak yudi, alhamdulillah berkat kekuatan doa semuanya saya maaih diberikan keselamatan." kata vian


" itu jalan dari Allah pak, bapak orang baik Allah jaga bapak." kata pak anam. Mereka pun tiba di tempat makan, vian mempersilahkan supaya memesan makanan. Setelah pesanan dihidangkan mereka pun makan.


" bagaimana sekarang penjualan pak." kata vian


" alhamdulillah pak baik produk LNI ataupun LA sudah banyak peminatnya, untuk produk LA sudah memiliki agen dan reseller di daerah ini." kata pak anam


" alhamdulillah, kalau produk kita ini di terima pasar." kata vian


" oh iya nanti 2 hari sebelum keberangkatan Umroh bapak dan keluarga menginap di rumah saja pak, saya sedang membangun mess di dekat rumah jadi jangan pesan hotel." lanjut vian


" baik pak terimakasih, anak anak juga tanya kapan mau ke rumah aa devan mau naik kuda." kata pak anam


" kalau begitu seminggu sebelumnya saja biar kita bisa berlibur dulu ke KBB, disana sudah ada villa dan ada kuda juga." kata vian


" terimakasih pak, nanti saya kabari." kata pak anam, setelah selesai makan vian mengantar pak anam pulang, sebelumnya vian mengajak ke tempat jualannya pak anam dulu ingin melihat lihat.


" ini toko yang dibeli dari astrid ya pak." kata lily


" alhamdulillah rame ya pak." kata lily


" iya bu alhamdulillah." kata pak anam, setelah selesai melihat lihat vian mengantar pak anam ke rumahnya, setelah selesai mengobrol sebentar vian pamit pulang.


" pah kita jalan jalan yu masih sore." kata lily


" iya udah mamah mau kemana." kata vian


" ke mall aja, jarang jarang kan kita bisa jalan." kata lily


" iya udah, terserah mamah aja." kata vian, vian meminta pak yudi untuk ke mall terlebih dahulu. Vian mengantar lily berbelanja, lily kalau membeli barang harus 3 ditambah lagi buat shinta. Vian berfikir apa lily sudah tau hubungannya dengan shinta atau hanya kebetulan saja karena disana ada shinta. Vian pun menyuruh pak yudi untuk membeli untuk ibu, isteri dan anaknya. Setelah selesai mereka kembali pulang ke rumah.


Vian pun duduk santai di gazebo sambil menyalakan rokoknya, tak lama lily datang membawa kopi.


" mah, kalau untuk acara astrid gimana sudah selesai." kata vian


" udah dong, oh iya sama buat hadiahnya papah belum transfer." kata lily

__ADS_1


" pake aja yang buat belanja bulanan dulu ya." kata vian


" iya boleh, kita juga harus menyiapkan makanan kalau nanti orang orang yang akan berangkat umroh tinggal di rumah." kata lily


" minggu depan aja belanja, kalau untuk makanan pesan cattering aja." kata vian


" jadi belanja untuk makanan ringan dann minuman aja ya." kata lily


" kita juga belum beli untuk perlengkapan umroh pah." lanjut lily


" iya udah sekalian aja minggu depan beli, sama untuk yang lainnya juga." kata vian


" oh iya pah nenek mau datang akhir pekan ini sama keluarga bi rina, nanti anak anaknya akan di jemput sama paman kalau mau berangkat." kata lily


" nenek naik apa." kata vian


" naik kereta katanya." kata lily. Karena sudah sore mereka masuk ke rumah, setelah sholat vian mengajak mereka pergi makan malam, selesai makan mereka kembali ke rumah dan langsung istirahat.


Setelah di kamar Keisengan lily pun muncul, dia melakukan video call dilla, dia berada dibawah selimut bersama vian.


" gimana kalian enggak kedinginan kan." kata lily sambil memeluk vian


" enggak kita pakai selimut." kata dilla sambil cemberut


" iya sudah kalau begitu, aku sama papah disini aja dulu ya kalau begitu." kata lily


" mbak aja disana, mas vian pulang kesini." kata dilla


" enak nih, ada yang meluk anget banget." kata lily


" awas aja nanti kalau udah disini mbak enggak kita kasih jatah." kata dilla


lily pun menutup video call, setelah itu dia melakukan pemanasan dengan menciumi vian dari bibir sampai ke pusaka vian, setelah cukup pemanasannya dia pun melanjutkan dengan menunggangi vian, lenguhan dan ******* pun terdengar selama permainan itu, lily pun mencapai puncaknya, setelah istirahat vian memulai permainannya, " pah, mamah udah enggak kuat lagi.", " tahan ya papah juga sebentar lagi." vian pun mempercepat permainan dan akhirnya disaat tubuh lily menegang vian pun mencapai puncaknya, vian pun memeluk lily lalu mencium keningnya, mereka pun tertidur.


Jam 3 pagi vian terbangun, lalu pergi ke luar kamar mau minum lalu duduk di sofa, tak lama shinta datang mengambil minum juga.


" aa udah bangun, cape ya habis main sama ibu." kata shinta


" kamu kok udah bangun." kata vian


" iya aa, aku enggak nyenyak habisnya mendengar permainan aa sama ibu sih." kata shinta, shinta pun duduk disamping vian " terus kapan jatah aku a." bisik shinta, dia pun mencium pipi vian, " ayo a, aku pengen mumpung ada waktu." ajak shinta, dia mengajak vian ke kamarnya, dia melucuti pakaian vian dan mencium bibirnya, setelah itu memainkan pusaka vian dan melahapnya. Shinta membuka pakaiannya setetelah itu memberikan bukit kembarnya untuk dilahap vian lalu memberikan mahkotanya. permainan pun dimulai, shinta memulai permainannya dengan membimbing masuk pusaka vian ke dalam mahkotanya. Shinta bermain dengan ganas, tak lama dia terkulai lemas. Vian membalikan tubuh shinta lalu dia mengambil alih permainan, " aa aku enggak tahan mau sampai." lirih shinta, vian pun mempercepat permainannya dan akhirnya dia pun mencapai puncaknya lalu memelik shinta dan mengecup keningnya.

__ADS_1


Setelah beristirahat vian pamitan lalu keluar kamar yang di tempati shinta dan duduk di sofa. Setelah minum vian menyalakan rokoknya, setelah itu dia pergi mandi.


__ADS_2