Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kebersamaan di rumah


__ADS_3

sedangkan di villa para ibu ibu asyik mengobrol dengan nenek braja.


" cicit nenek ini cantiknya, semoga kamu selalu diberikan kesehatan, keselamatan, rizki yang banyak, jadi anak sholehah." doa nenek braja


" terimakasih nek doanya. nenek juga sehat sehat ya, kalau ada apa apa jangan segan segan hubungi kami." kata lily


" iya sayang, terimakasih, kalian anak baik seandainya kakek gak bertemu dengan vian, mungkin kehidupan kami tidak akan seperti ini." kata nenek braja mengenang apa yang sudah terjadi dahulu


" inilah takdir kita nek, seandainya vian juga gak ditolong kakek waktu itu, mungkin sekarang sudah gak bersama kita lagi." kata lily


" iya ini adalah takdir dan jodoh kita untuk saling bertemu." jawab nenek braja.


karena waktu sudah sore vian memanggil devan


" aa ayo kita pulang sudah sore, besok pagi kita kan mau lihat sapi dan ayam." kata vian


" iya pah, ini udah selesai main sama thundernya." jawab devan, lalu dia berlari bersama teman temannya ke gazebo. lalu semuanya pergi ke villa.


" kek, nek, saya pamit dulu, besok mau ke KBB ada kerjaan sekalian ajak mereka jalan jalan." kata vian


" iya cu, kalian hati hati, jangan lupa sering sering main kesini." kata kakek braja.


" iya kek. kami pamit dulu." kata vian sambil menyerahkan 5 lembar uang 100 ribuan untuk bekal kakek.


mereka pun pamit dan naik kembali ke minibus pulang ke rumah vian.


" gimana kalian seneng gak mainnya." kata vian


" seneng pah, seneng om." jawab devan dan temannya


" setelah sampai di rumah kalian mandi, terus nanti ke BBQan, terus kalian harus tidur karena besok mau lihat sapi." kata vian


" asyiiiiik." jawab mereka serempak


1 jam perjalanan mereka akhirnya sampai di rumah, mereka masuk ke kamar masing masing untuk mandi. setelah mandi dan berganti pakaian vian dan lily pergi ke ruangan makan disana sudah siap makanan dari cattering yang dipesan lily.


" jangan kenyang kenyang ya, soalnya masih ada BBQ tuh menunggu di taman." kata lily


" ini juga sudah cukup bu." kata pak anam dan pak dodi


" bapak dan ibu kan tamu kami, sewajarnya buat kami melayani tamu." kata lily


tak lama datang ika dan temannya mitha dan lusi


" asyiik banyak makanan, kebetulan kita lapar nih." kata ika


" perkenalkan ini adik saya dan temannya." kata vian memperkenalkan ika dan temannya kepada pak dodi dan pak anam


" maaf, salam kenal pak bu." kata ika yang tadi gak melihat ada mereka


" iya udah kalian bersih bersih dulu, baru makan. di taman sudah disiapkan BBQ juga." kata lily


" iya kak, kalo begitu kami permisi." kata ika


" iya beginilah disini, alhamdulillah selalu rame." kata vian


" enak pak selalu kumpul sama keluarga." kata pak anam

__ADS_1


" duh jadi merepotkan bapak dan ibu, kami jafi gak enak." kata pak dodi


" kita kan keluarga, saya malahan senang bapak bisa berkunjung ke rumah saya." jawab vian


" iya pak kita seneng jadi nambah keluarga." kata pak bowo


" saya senang sudah dianggap keluarga, sekarang saya melihat anak anak gembira, tadinya saya sedih takut gak bisa buat mereka bahagia tapi setelah pertemuan kemarin sama pak vian di surabaya motivasi saya bertambah, apalagi beliau mau membantu saya mengembangkan usaha saya tidak merasa kehilangan lagi." kata pak anam


" kita sudah kenal lama pak, selagi saya bisa saya akan bantu. bapak pasti bisa dan bapak gak sendiri, setelah kerjaan saya disini selesai mudah mudahan akhir bulan saya bisa ke surabaya bantu bapak. oh iya nanti bapak pergi umroh sama siapa dan anak anak bagaimana." kata vian


" saya tunggu pak. untuk umroh tahun ini saya sama adik, anak anak sata akan titipkan dulu sama keluarga." jawab pak anam


" kalau pak dodi gimana." tanya vian


" saya sama istri, anak anak saya akan titip di nenek kakeknya dulu." jawab pak dodi


" minggu depan mudah mudahan saya bisa main ke rumah pak dodi." kata vian


" saya sangat senang dan saya tunggu kehadiran bapak." jawab pak dodi


" iya pak dodi juga hatus cari tempat yang strategis untuk usaha, apalagi kalau mau memasarkan produk LA, nanti adik saya dan timnya bisa bantu pengembangan usahanya karena dia bekerja di BLS, jadi BLS itu selain memberikan pinjaman modal akan bantu juga cara pengembangan usahanya karena hasil yang di dapat dari pinjaman itu dari keuntungan usaha." kata vian


" kalau begitu saya tertarik, karena bukan bunga dan usaha kita juga bisa tambah maju." kata pak dodi


" kalau saya di surabaya gimana pak bisa minjam gak, dan pembayarannya gimana." kata pak anam tertarik


" itu bisa di atur, karena saya juga sudah kenal sama bapak dengan baik. untuk pembayarannya dari total pinjaman bapak dibagi berapa bulan yang bapak sanggup. misalnya 100 juta, bapak sanggup bayar 20 bulan jadi setiap bulannya bapak membayar 5 juta itu yang wajibnya, jika bulannya rugi maka bapak cukup bayar 5 juta, tapi kalau untung bapak tinggal kasih kita 40% dari keuntungan tersebut. dan sekarang juga kita ada tabungan emas atau logam mulia." kata vian


" itu bagus saya tertarik." jawab pak dodi dan pak anam


" emang BLS ada tabungan emas atau logam mulia sekarang." kata pak bowo


" pantesan bapak baru tau, kalau gitu bapak akan nabung logam mulia ah." kata pak bowo


" boleh pak lewat ika aja." kata ika


" iya boleh, nanti kamu urus ya." kata pak bowo


" bapak juga mau ka, kamu urusin ya." kata pak adi


" siap.. lumayan buat jajan lus, mit." kata ika


" kok kefikiran buka tabungan emas, gimana ceritanya." kata pak bowo penasaran


" waktu itu kan lily ikut rapat persiapan distributor gathering LNI pak, rewardnya kan ada logam mulia, lily bilang ke vian gimana kalau logam mulianya dari BLS, vian setuju dan waktu vian ke surabaya lily yang gantiin rapat di BLSnya. terus untuk travel umrohnya di pegang sama travel L-Trans." kata lily


" coba kamu punya pemikiran kaya gini dari dulu, investama gak akan jalan di tempat." kata pak bowo


" otak lily baru encer sekarang pak." jawab lily sambil senyum


" maaf pak bu, kami memang kaya gini." kata pak bowo


" sayang malahan senang pak, bagaimana cara keluarga ini membangun sebuah usaha." kata pak anam


" oh iya pak anam dan pak dodi jika ingin berlibur ke bali bisa nginap di livi resort disana juga sudah ada tempat wisatanya. bilang saja kalau mau kesana." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata pa anam dan pak dodi

__ADS_1


" biar lebih santai kita bisa ke taman untuk BBQan dan ngopi ngopi." ajak vian


mereka pun pindah ke taman, disana sudah ada hidangan BBQ, lily, ika, dan temannya langsung mengambil makanan diikuti yang lainnya.


" maaf pak bu, harap maklum sedang menyusui." kata lily


" kalau kita sedang masa pertumbuhan." kata ika


" saya senang kebersamaan di rumah ini pak. jadi betah saya" kata pa anam


" alhamdulillah kalau pada betah." kata vian


" gimana gak betah, kita di siapkan makanan kaya gini." kata pak dodi.


karena sudah malam para ibu dan anak anak pergi masuk ke kamar untuk istirahat, sedangkan bapak bapaknya masih di gazebo ngobrol dan ngopi sama ngerokok. vian baru membuka handphone. disana ada pesan masuk dari astrid


" mas lagi apa, kok gak ada kabar." kata astrid


" maaf mas baru pulang dari villa ngajak anak anak main kuda, ini baru selesai makan malam. sekarang lagi ngopi sama pak anam." jawab vian


" ngopi dimana." tanya astrid


" di gazebo rumah. kamu udah makan." kata vian


" udah mas, tadi aku dan dilla ngajak makan ibu dan adik adik makan diluar." jawab astrid


" iya syukur kalau begitu. kali kali ajak ibu makan diluar." kata vian


" iya mas, ibu juga tanya mas katanya kapan kesini." kata astrid


" bukan ibu kali, kamu." kata vian


" ibu mas, kalau aku jangan ditanya pasti menantikan mas, besok aku mau nginap di rumah dilla ya, boleh." kata astrid


" iya boleh, tapi izin ke ibu ya." kata vian


" iya pasti mas. ibu juga tanya kok aku pakai cincin di jari manis aku, cincin dari siapa katanya" kata astrid


" terus kamu jawab apa." tanya vian


" aku bilang ini cincin dari mas, aku telah diikat sama mas, kalau usaha cafe lancar aku akan menikah tapi secara agama dulu." kata astrid


" tanggapan ibu gimana." kata vian


" ibu bilang apa aku udah yakin akan konsekuensinya, kalau emang aku udah yakin ibu mengizinkan mas, karena yang akan menjalankan aku, dan ibu yakin mas gak akan nyakitin aku." kata astrid


" sekarang kamu jalanin usaha cafenya dengan baik, semoga cepat berkembang, jadi mas juga gak akan khawatir untuk masa depan kamu nantinya. kalau memang ini takdir dan jodoh kita." kata vian


" iya mas aku akan berusaha semaximal mungkin, tapi dibantu mas kan." kata astrid


" iya tentu mas akan bantu, mas gak akan membiarkan kamu." kata vian


" makasih ya mas, aku sayang sama mas." kata astrid


" udah malam kamu istirahat ya, mas juga mau istirahat besok mau ke pabrik di KBB." kata vian


" iya mas, mimpi indah ya.. muuuuuaaach." kata astrid

__ADS_1


selesai chatan sama astrid, vian meminum kopi dan merokok lagi. pak anam dan pak dodi sudah pamit mau istirahat. setelah rokok habis vian juga pergi ke kamar untuk istirahat.


__ADS_2