Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Menginap lagi


__ADS_3

Vian santai sejenak di aula, sambil mengobrol dengan pak bambang dan yang lain. Pak andi dan tim PBN pamitan kembali ke pabrik.


" alhamdulillah pak, dengan omzet segitu dan keuntungan bisa mencapai 25% itu luar biasa untuk perusahaan baru" kata pak menteri UMKM


" bisa cepat balik modal nih." kata pak bambang


" mendengarnya saja saya jadi ingin ikutan gabung di PBN." kata pak menteri Pendidikan


" berapa pak valuasi perusahaan PBN, saya juga tertarik." kata pak menteri sosial


" sebentar sepertinya bu riska tadi memberikan laporan keuangan, tadi saya lupa menanyakannya." kata vian, dia melihat berkas yang diberikan pak andi dan bu riska.


" di laporan keuangan tercatat modal sebesar 44 milyar, soalnya ada penambahan modal lagi dana dari pak bambang dan pak menteri UMKM, saya membeli lahan lagi." kata vian, vian pun memperlihatkan laporan itu ke pak menteri pendidikan, pak menteri sosial, pak gubernur dan pak bupati


" pak bambang dan pak menteri UMKM berapa persen." kata pak menteri pendidikan


" saya sama pak menteri UMKM masing masing 5% pak." kata pak bambang


" buat kita ini ada nilai tambahan enggak nih pak dari modal itu." kata pak menteri pendidikan


" kalau bapak bapak mau karena saya anggap bapak bapak bukan siapa siapa jadi dari nilai modal saja, ini buat menyambung dan mempererat tali silaturahmi kita." kata vian


" saya investasi 1% saja pak, kalau boleh. Saya tertarik selain itu untuk memanjangkan tali silaturahmi." kata pak menteri pendidikan


" sama saya juga 1%." kata pak menteri sosial, pak gubernur, pak bupati KBB dan pak bupati P


" boleh banget pak, rezeki anak, ini enggak terpakasa kan pak, dan saya harap jangan karena bisnis merusak hubungan kita ini, saya open, silahkan bapak cek kapan pun ke PBN." kata vian


" enggak terpaksa pak, ini benar benar karena saya sudah melihat sendiri pabriknya, prosesnya, laporan keuangan dan lain lain, saya percaya ke pak vian." kata pak menteri Pendidikan

__ADS_1


" terus gimana nih pak, apa kita harus menunggu 1 tahun dulu baru bisa gabung soalnya ini kan sudah jalan perusahaannya." kata pak menteri sosial


" kalau memang bapak bapak percaya, pak bambang dan pak menteri UMKM juga masuk setelah berjalan beberapa bulan, dan ini sudah hampir 8 bulan berjalan, kalau bapak masuk bulan ini saya tetap akan bagikan deviden tahun ini ke bapak bapak, akan tetapi bapak bapak tidak langaung masuk ke akta perusahaan, nanti pas RUPS kita adakan RUPS luar biasa untuk menambah kepemilikan, sama pak bambang dan pak menteri UMKM juga baru dibawah tangan, nanti saya akan suruh orang legal perusahaan livi group membuatkan surat kepemilikannya untuk pegangan bapak." kata vian


" jadi enak kalau begitu, apa bapak enggak rugi tuh." kata pak menteri pendidikan


" kalau saya masih mempermasalahkan untung rugi, saya benar benar menganggap hubungan kita ini dinilai karena untung rugi, jadi saya enggak keberatan dibandingkan dengan persahabatan, persaudaraan, dan siliturahmi ini." kata vian


" terimakasih pak, saya minta nomor rekening bapak, besok saya akan transfer, enggak apa apa kan saya cicil." kata pak menteri pendidikan sambil ketawa


" silahkan saja pak, maaf buakn saya tidak percaya ke bapak bapak, tapi ini hal berbeda jadi saya minta ada dulu dana yang masuk." kata vian


" baik pak, terimakasih." kata mereka, vian pyn memberikan nomor rekening pribadinya karena ini adalah jual beli saham kepemilikannya.


" selain kami siqpa lagi pak pemilik saham PBN." kata pak menteri sosial


" baru saya, pak bambang dan pak menteri UMKM, awalnya saya dan mertua saja, tapi karena mertua dan orangtua sudah saya berikan saham di YPL dan mereka maunya disana jadi hanya saya saja, tapi diakta masih tercantum mereka, jadi pas RUPS luar biasa itu akan diganti semua dengan bergabungnya bapak bapak, nanti saya juga akan berikan saham ke karyawan sebesar 5% jadi mereka pun akan terpacu, pembagian karyawan tentunya nanti sesuai porsi mereka." kata vian


" ini kurang lebih 70 milyar karena banyak di asset tanah, omzet LA sudah 8 milyar per bulan karena ada penambahan produk baru, keuntungannya 20%an lebih kecil." kata vian


" siapa aja pemegang sahamnya pak." kata pak menteri pendidikan


" saya sama opik aja, opik pun hanya 5%, Di tahun depan semua perusahaan akan saya rubah kepemilikannya pak, karena ada yang masuk dan ada yang dikeluarkan, misalnya saja SPI, SPI itu malahan sudah mengalami delusi atau penurunan nilai saham. LCI dan Rumah sakit juga akan ada perubahan. kemungkinan yang enggak berubah itu hanya LNI, BSL, L-Pro dan Resort aja" kata vian. liky pun datang menanyakan apakah pulang hari ini atau enggak.


" pah kita jadi gimana, pulang hari ini atau menginap lagi." kata lily


" menginap lagi." kata bapak bapak


" iya udah mah kita menginap lagi, besik aja kita baru pulang, mamah enggak ada yang harus dikerjakan buru buru kan." kata vian

__ADS_1


" enggak ada pah, tapi kita tetap akhir pekan ini ke surabaya." kata lily


" iya jadi sayank." kata vian


" iya udah kalau begitu, jadi mamah enggak harus merubah jadwal yang surabaya, karena mau ada rapat di pabrik." kata lily. Lily pun pamitan kembali ke villa. Tak lama pak menteri tenaga kerja datang bersama timnya. Vian menyuruh karyawan LA untuk membuatkan jus untuk bapak bapak yang ada disana, vian sendiri minta dibuatkan jus Strowbery. Karyawan itu pun mennayakan mau dibuatkan jus apa.


" gimana pak sudah ngobrol sama katyawan LAnya." kata pak bambang


" sudah pak, saya benar benar salut sama pak vian ini, enggak ada yang bilang enggak betah kerja disini, mereka puas kerja disini." kata pak menteri tenaga kerja


" itu di depan bapak saja, enggak tau dibelakang kita seperti apa." kata vian


" saya rasa enggak pak, karena dari raut muka mereka, dan saya sempat bertanya ke yang di kebun juga sama." kata pak joko


" ngomong ngomong bapak bapak rencana pulang kapan nih." kata pak menteri tenaga kerja


" kita menginap lagi pak menteri, pak menteri juga kan, kita rilex dong pak, tenang masih ada kamar, iya kan pak vian." kata pak bambang


" iya pak,l masih ada, buat tim juga ada kamar. kapan lagi kita bisa berkumpul," kata vian


" kalau begitu saya tanya isteri dulu deh." kata pak menteri tenaga kerja, lalu dia menelepon isterinya.


" coba aja pulang... Bisa dicemberutin isteri." kata pak bambang


" makanya itu pak, kalau saya ajak pulang sekarang isteri, bisa baik akhir pekan ini tapi pak vian mau pergi bisa bisa 2 minggu di cembemberutin." kata pak menteri UMKM. Vian memanggil opik supaya menyiapkan 1 kamar yang di atas villa, opik bilang bahwa tadi sudah diberikan ke isteri pak menteri waktu tiba. Opik menyiapkan 2 kamar untuk tim pak menteri tenaga kerja.


" Betul pak, isteri enggak mau pulang, malahan nyuruh saya pulang duluan aja kalau enggak mau menginap." kata pak menteri tenaga kerja


" saya juga heran punya pelet apa keluarga pak vian ini." kata pak bambang

__ADS_1


" dibawa aja minumannya ke kamar supaya bisa istirahat, nanti diantar karyawan kesana." kata vian


" baik pak, terimakasih banyak, kita mau ambil tas dulu di mobil." kata TIM kementerian, setelah mengambil tas mereka pun diatar karyawan ke kamar mereka.


__ADS_2