
Jam 08.17 menit mereka pun pergi ke bandara untuk pulang ke bali. Jam 9.50 menit pesawat yang mereka tumpangi betangkat menuju bali. Jam 11.05 menit pesawat mendarat di bandara bali. Setelah menunggu barang bawaan mereka keluar bandara, disana sudah di jemput oleh pak made. Mereka semua menaiki bus dan pergi ke resort. Sampai di resort pak made membagikan kunci kamar untuk mereka istirahat terlebih dahulu, lily menyampaikan bahwa setelah istirahat jam 12an kumpul di restoran untuk makan siang bersama. pak made sudah mengosongkan kamar sesuai yang di minta lily. Pak bambang dan yang lainnya ternyata belum datang dan tim disana sudah disiapkan untuk menjemput rombongan pak bambang dan yang lainnya. Vian dan keluarganya pun pergi ke resort yang lebih besar dan memiliki 7 kamar sehingga orang tua dan mertua vian bisa tinggal di resort yang sama termasuk pengasuh anak anaknya.
" papah mau dibjatkan kopi dulu sebelum makan siang, mamah suruh mirna untuk buat." kata lily
" boleh sayank, bapak juga tawarin ya." kata vian
" iya pah." kata lily, vian pun pergi ke teras dan duduk disana lalu menyalakan rokoknya. Setelah menyuruh mirna membuat kopi, lily pergi ke kamar melihat de qinar dan membantu yang lainnya merapihkan barang bawaan. Jam 12.27 menit mereka pun pergi ke restoran untuk makan siang bersama. Tak lama rombongan pak bambang dan yang lain datang ada pak menteri UMKM, pak menteri pendidikan,pak menteri sosial, pak gubernur B, pak gubernur D dan pak bupati P serta pak bupati KBB. Pak gubernur L baru akan tiba sore hari. Vian pun menyuruh mereka untuk langsung makan.
" ini kok bisa berbarengan begini, jangan jangan habis dari mana nih." kata vian
" kita memang janjian di bandara aja pak, enggak dari mana mana." kata pak bambang
" iya pak, kita janjian beli tiket pesawatnya dan ketemuan di bandara." kata pak menteri UMKM
" sayangnya kita bisa gabung disini, saya lihat liburan dilabuan bajo setu sekali." kata pak menteri pendidikan
" kita kan enggak bisa seleluasa pak vian, pokoknya libutan sekarang ini harus luar biasa." kata pak menteri sosial
" disini ada permainan air juga kok, bisa Snorkeling juga." kata vian
" boleh tuh, nanti sore kita bisa mencobanya." kata pak menteri UMKM
" boleh, nanti saya tanyakan dan kondisi lautnya seperti apa." kata vian. Vian pun meminta pak made untuk menanyakan dan mengecek kondisinya.
__ADS_1
" baik pak, saya akan suruh staf kesana, oh iya pak bapak ada waktu enggak, tim disini ada yang mau di diskusikan sama bapak." kata pak made
" oke jam 2an kalau begitu kita diskusi ya." kata vian
" tuh pak vian enak kerjanya sambil liburan, beliau liburan aja dapat uang." kata pak bambang
" bapak juga sama liburan dapat uang, malahan lebih daripada saya. Saya harus keluar keringat dulu, bapak tinggal duduk di ruangan ber AC pula." kata vian
" oh iya om di area ini boleh enggak kita mengambil gambar dan video untuk iklan." kata silvy
" kamu pake tanya segala, ini kan punya pak vian pasti boleh lah apalagi buat iklan produk livi." kata pak bambang
" iya enggak gitu juga pak, apa salahnya kita izin terlevih dahulu, biar enak." kata silvy
" itu pemikiran yang luar biasa, jelek atau baik pun kita wajib bicara, izin dulu sebelum mempergunakan fasilitas sendiri itu bagus." kata pak menteri pendidikan
" seru banget pak, apalagi selain kita berlibur kita juga sekalian membuat materi iklan untuk kerjaan, ini sangat berkesan buat aku." kata amira
" iya pak, liburan kali ini membuat aku banyak belajar, liburannya dapat kerjaan pun dikerjakan. Luar biasa pokoknya." kata anisa
" ini liburan yang membuat aku tambah ilmu, walaupun sambil liburan kita bisa menghasilkan sesuatu yang positif tentunya." kata nirmala
" iya ini pelajaran buat kalian, ilmu seperti ini tidak akan kalian dapatkan di bangku sekolah ataupun kuliah." kata pak gubernur D. Selesai makan Vian izin untuk pergi merokok bersama pak dede dan yang lain
__ADS_1
" sepertinya sekarang nambah lagi bangunan ya pak disini." kata pak dede
" iya waktu itu nambah untuk area live music disana ada jagung bakar sambil menikmati malam disini." kata vian
" hebat, jadi turis juga bisa merasakan jagung bakar ya, untung besar dong ya." kata pak dede
" alhamdulillah, di surabaya kita jual antara 15.000 sampai 25.000 disini termurahnya aja 20.000. jadi itu juga bisa diambil contoh barang yang sama harganya akan berbeda tergantung dimana kita akan memasarkannya. Saya juga akan jual snack hasil dari LA disini, air minumnya pun saya akan pakai dari LA, jadi pak dede juga hatus bisa membuka jangkauan expedisi ke sini." kata vian
" siap pak laksanakan, kemungkinan nanti yang kirkm kesini itu dari area surabaya, jadi yang dari LA itu akan transit di surabaya terlebih dahulu, bafu nanti dikirim kesini." kata pak dede
" iya sudah koordinasikan sama pak wahyudi, supaya dia sekalian kirim produk kesini sama produk dari LA," kata vian
" baik pak, nangi saya koordinasikan sama pak wahyudi." kata pak dede
" setiap keputusan saya untuk menambah produk atau pun cabang usaha, saya harus bisa menerapkan usaha yang lainnya juga supaya terlibat. Jadi perusahaan dibawah nauangan livi group itu saling mendukung satu sama lainnya, akan tetapi jangan sampai mengandalkan omzet dari perusahaan livi aja, karena akan berdampak jelek kalau hanya mengandalkan omzet dari perusahaan livi saja, kalau omzet turun dari perusahaan lainnya akan berdampak turun juga omzet di perusahaan itu. terus terusan seperti itu livi group akan bangkrut" kata vian
" iya pak, alhamdulillah l-trans udah ada beberapa konsumen dari perusahaan lain pak. Makanya saya sedang memperhitungkan penambahan armada, sekarang tim l-trans juga sedang membicarakan kebutuhan armada untuk kebutuhan perusahaan Livi group." kata pak dede
" bagus kalau begitu, dan setiap permintaan dari perusahaan livi harus tertulis juga sebagai bukti permintaan pengiriman." kata vian
" baik pak, nanti kami akan buatkan draftnya." kata pak dede
" karena itu juga akan menjadi motivasi dalam meningkatkan omzet." kata vian
__ADS_1
" betul juga pak, bisa jadi pemecut kinerja perusahaan." kata pak dede
" saya melakukan hal seperti itu untuk memotivasi, sebagai pembelajaran juga supaya tidak mudah dalam menyebutkan angka target, apa yang disebutkan harus bisa dipertanggungjawabkan, jangan hanya asal mengucap dan itu akan menjadi penilaian kinerja karyawan tersebut." kata vian. Vian pun menyalakan rokoknya lagi setelah meminum kopi