
ika pergi ke kamar dia sedangkan vian, lily, astrid dan dilla pergi ke kamar mereka.
" katanya mau mijitin papah." kata vian
" iya udah ganti dulu pakaiannya." jawab lily
vian pun ganti pakaian, setelah itu berbaring di kasur, mereka bertiga pun memijit vian. setelah dipijit vian pun tertidur, mereka bertiga baru mengganti pakaiannya. setelah itu mereka pun tidur disebelah vian, karena sama cape mereka pun tertidur.
jam 5 vian terbangun setelah melihat jam vian membangunkan istri istrinya untuk melaksanakan sholat berjamaah.
" as kamu udah gak datang bulan." tanya vian
" udah selesai mas kemarin sore." jawab astrid
" aku kemarin siang udah selesai juga." jawab dilla
mereka pun melaksanakan sholat berjamaah. mereka bertiga pun mencium tangan vian dan vian pun memberikan kecupan di kening mereka
" kalian bohong ya, semalam kok gak kerasa pijitannya." kata vian
" kita pijitin sampai papah tidur." kata lily
" mas mau dibuatkan minum." kata astrid
" gak usah nanti aja mas udah minum air putih tadi, mas pengen tiduran lagi." kata vian lalu bangkit dan berbaring di kasur, mereka pun pergi ke kasur, lily langsung memeluk vian dan mendaratkan ciumannya ke pipi dan bibir vian
" kalian gak akan ikutan nih, ayo kita siksa suami kita ini." kata lily lalu melanjutkan aksinya
" mah nanti si aa masuk lho." kata vian
" udah di kunci pintunya. ayo kita olahraga pagi" kata lily, vian pun membalas apa yang dilakukan lily, vian pun menarik astrid dan dilla lalu menciumi mereka berdua, lily sudah siap tempur dan memulai pertempurannya. astrid dan dilla pun sudah gak canggung lagi mereka pun membuka pakaian tidurnya.
" pah aku udah gak tahan." kata lily lalu ambruk, astrid mengambil alih, dilla masih berciuman dengan vian.
" mas, aku pengen keluar." kata astrid menggelinjang lalu ambruk. dilla memainkan perannya, setelah beberapa menit vian membalikan tubuh dilla, dia yang mengambil alih permainan, astrid tiduran disebelah lily
" mba, terimakasih banyak udah mau nerima kita." kata astrid
" iya trid, kita sama sama ya bangun rumahtangga ini dan kalau ada apa apa kita bicarakan bersama." kata lily
" mas aku udah gak tahan." kata dilla dia pun menggelinjang. vian yang belum mencapai puncaknya lalu beralih ke lily dan terus memainkan permainan, astrid memberikan sentuhan sentuhan ke bukit lily membuat dia tak tahan.
__ADS_1
" pah, mamah udah mau nyampai." kata lily, vian pun mempercepat permainannya dan akhirnya mencapai puncaknya bersama. vian memeluk lily dan memberikan kecupan ke keningnya." terimakasih ya sayank.". vian lalu mengucep kening astrid dan dilla, merekapun berpelukan, vian pun mengelus kepala mereka.
setelah beristirahat mereka pun pergi bersih bersih, selesai berpakaian vian pamit pergi ke gazebo dan membaqa laptop, sedang astrid dan dilla membantu lily mandiin de qinar setelah itu membawa de qinar ke taman.
" pah mau dibuatkan kopi." kata lily
" papah sudah buat sendiri, terimakasih sayank." jawab via sambil merokok dan melihat laporan. sedangkan astrid dan dilla mengobrol bersama lily
" luas banget rumahnya mba." kata astrid
" alhamdulillah jadi kalau ada acara keluarga dan kantor bisa disini, memang rumah yang disurabaya kecil." kata lily
" besar, tapi gak sebesar ini, kalau itu apa mba." kata dilla
" itu kebun hidroponik, mau kesana ayo." jawab lily dan membawa astrid dan dilla pergi kesana, mereka pun memetik strowbery
" ly petik yang banyak buat dijalan," kata bu retno
" iya bu." jawab lily, selesai memetik mereka kembali ke gazebo.
" pah kita ke butik, mumpung masih pagi." ajak lily
" iya ayo kita jalan sekarang." jawab vian, mereka pun beranjak pergi ke butik, devan dan de qinar juga dibawa. sesampainya dibutik vian meminta duluan untuk di ukur, setelah selesai vian pergi ke cafe, vian memesan kopi lalu menyalakan rokoknya. vian menelepon pak dede menanyakan persiapan kendaraan, pak dede mengusulkan untuk betangkat ke kampung halaman lily habis isya. vian pun menyetujuinya dan memberitahukan kepada lily. tak lama teman teman lily datang.
" siang juga, bagaimana kabarnya nih." kata vian
" alhamdulillah baik." jawab mereka
" pak, lily ada." kata anne
" ada di butik." jawab vian
" kalau begitu saya mau ketemu lily dulu." kata anne
" silahkan aja langsung kesana." jawab vian
" gimana progres pembangunan sekolah dan kampusnya pak." kata beni
" alhamdulillah sesuai rencana." jawab vian. tak lama lily datang bersama astrid, dilla dan teman temannya
" pah mereka pengen tau lokasi sekolah itu gimana?" tanya lily
__ADS_1
" ya udah kita kesana aja, lagian kita perginya kan malam." jawab vian
" kita mau barengan pake minibus atau mobil masing masing." kata lily
" pake minibus aja, supaya lebih praktis." kata vian lalu menelepon pak dede menanyakan posisi ada dimana.
" kita pulang aja ke rumah dulu kalau begitu, minibus sudah ada di rumah." ajak vian. mereka pun pergi ke rumah dengan mobil masing masing.
sampai di rumah vian memeberitahukan bahwa sekarang mau ke livi residence dulu cek pembangunan. mereka pun naik ke minibus, lily masuk memberitahukan kepada orang tuanya, pak adi dan pak bowo yang ikut. bu ningsih dan bu retno mau istirahat di rumah saja karena nanti mau perjalanan jauh. seperti biasa vian mampir terlebih dahulu di supermarket membeli bahan pokok untuk kakek braja dan sekalian buat perjalanan nanti. karena sudah waktunya makan siang vian meminta pak dede ke restoran dulu untuk makan siang. selesai makan mereka pergi ke perumahan livi residence. sampai di villa devan langsung ke tempat thunder dan mengajak astrid dan dilla, devan pun mengenalkan thunder kepada mereka. lily pun mengajak teman temannya pergi kesana.
vian menyuruh pak agus untuk memberikan sembako kepada kakek braja, vian juga memberi sembako kepada pak zainuri dan pak agus. setelah istirahat vian mengajak mereka ke kantor L-Pro dan langsung mengecek ke lokasi pembangunan, pak daryat menunjukan pembangunan yang sedang dikerjakan di lokasi perumahan livi residence yaitu sekolah TK dan perumahan untuk guru. selesai dari sana pak daryat membawa mereka ke lokasi pembangunan sekolah dan kampus dengan berjalan kaki. 15 menit berjalan kaki mereka sampai di lokasi, pak daryat juga menunjukan lokasi lokasi pembangunan dan peruntukannya.
" bagus pak, strategis dan nyaman untuk lingkungan sekolah." kata bayu
" iya dan kenapa konsepnya boarding school karena kalau mengandalkan siswa dari sekitaran daerah sini agak berat." kata vian
" kalau kampus ada asramanya juga gak mas." tanya astrid
" gak ada sayang." jawab vian
" bangun aja kos kosan mas buat mahasiswa dan mahasiswi yang jauh." kata astrid
" bagus juga tuh ide kamu, makasih ya." kata vian
" benar pah kata astrid. bangun semacam apartemen 30 kamar ukuran 25 meter persegi dibuat 2 lantai buat mahasiswa 1 buat mahasiswi 1." kata lily.
vian pun memanggil pak daryat di suruh cari lokasi yang bagus buat pembangunan kos kosan.
" pak kalau di livi residence masih ada lahan kosong." kata vian
" ada pak, untuk bangun apa pak." jawab pak daryat
" buat kos kosan ukuran 25 meter persegi, 1 kamar, ruang tamu, dapur kecil, kamar mandi. buat 30 unit 2 lantai dan di 2 lokasi berbeda." kata vian
" oke nanti akan saya lihat dulu pak, jangan sampai mengganggu penghuni perumahan juga." kata pak daryat.
" kalau gak cari lokasi yang gak jauh dari sini 600 meteran persegi cukup, yang 1 lagi di dekat rumah kakek braja kayanya cukup." kata vian
" siap pak. benar benar bapak ini sedikit peluang langsung jadi usaha." kata pak daryat
" harus itu pak, dan nanti yang restoran juga akan jalan." kata vian
__ADS_1
selesai meninjau mereka kembali ke villa, sesampainya di villa mereka pun istirahat, sedangkan pak daryat langaung mengecek denah perumahan.