Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ngobrol Bareng Bupati 2


__ADS_3

Kepala Desa diberitahukan topan selaku ketua RT dikampung tersebut sedangkan Pak camat diberitahukan pak Kades. kedatangan mereka pun diberitahukan ajudan kepada pak bupati. vian pun menyambut mereka dan menyuruh mereka untuk makan malam bersama.


" Saya jadi gak enak tidak menyambut bapak datang kesini." Kata Pak kades


" Kenapa Bapak tidak memberitahukan kalau bapak mau datang kesini." kata pak camat


" saya datang kesini bukan acara kepemerintahan tapi bertamu ke pak vian, jadi saya tidak memberitahukan kehadiran saya kesini." kata pak bupati


" maaf pak vian jadi mengganggu liburan keluarganya." lanjut pak bupati


" gak apa apa pak, santai aja, kami sudah terbiasa dengan keramaian." kata vian


" sekalian aja nih pak camat barusan saya ngobrol sama pak vian, tolong carikan lahan di daerah sini untuk dibangun SMA dan SMK negeri." kata pak bupati


" baik pak nanti kami cari, dan memang untuk dikecamatan sini belum ada SMA dan SMK negeri." kata pak camat


" bapak bapak kita lanjut mengobrolnya di aula saja, supaya bisa langsung mengobrol bersama warga kampung sini." ajak vian, mereka pun pergi ke aula menemui warga, pak adi, pak bowo dan pak wanto juha ikut kesana. karena aula tersebut tidak besar jadi sebagian warga duduk di luar aula terbuka tersebut. topan di bantu bapak bapak sedang membuat kopi dan membuat jagung bakar, ada juga yang membawa dari rumahnya singkong dan ubi rebus.


setelah vian, pak bupati, pak camat dan pak kades duduk, vian membuka acara tersebut.


" selamat malam bapak bapak semuanya, saya selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih atas kehadiran bapak bapak ke tempat saya ini. mohon maaf kalau tidak ada penyambutan karena acara ini juga mendadak dan tidak ada rencana sebelumnya, saya datang kesini untuk mengajak keluarga saya berlibur karena saya besok ada acara bersama pak bupati, eh beliau mau berkunjung kesini. pasti bapak bapak bertanya kok saya bisa kenal sama pak bupati padahal saya hanya anak kampung sini yang tidak mungkin untuk bisa berkenalan dengan pejabat daerah. saya kenal beliau waktu acara pembukaan perusahaan saya, semenjak itu kita suka berkomunikasi membahas pengembangan daerah KBB ini. tak panjang pembukaan dari saya, saya serahkan kepada beliau untuk memberikan sambutan." kata vian


" terimakasih pak vian, bapak camat, bapak kades, dan bapak bapak. saya juga gak ada rencana mengadakan acara seperti ini, tapi gak ada salahnya sekalian saya bersilaturahmi dengan warga saya. saya datang kesini hanya ingin berkunjung ke tempat asal pak vian dan saya juga ingin memastikan kehadiran beliau di daerah ini karena saya tau beliau sangat sibuk, sedangkan besok kita ada acara pembukaan penyuluhan yang digagas beliau ini. saya bersyukur selaku kepala daerah bisa berteman dengan putra daerah yang mau memajukan daerahnya, saya dengar bahwa hasil pertanian daerah sini ditampung pak vian. ini bukan acara resmi jadi kita ngobrol saja, barangkali ada hal yang ingin disampaikan bapak bapak kepada saya, pak camat atau pak kades." kata pak bupati


" saya selaku ketua RT kampung ini bersyukur bisa kedatangan pak bupati, pak camat, dan pak kades. waktu itu vian datang dan mengajak kami berdiskusi untuk bisa meningkatkan pendapatan para petani disini dan alhamdulillah hasilnya sudah kami rasakan. saya ingin menuampaikan keinginan warga supaya di daerah sini ada sekolah SMA negeri sehingga anak anak kami tidak jauh untuk melanjutkan sekolah." kata topan


" mohon doanya saja karena pak vian telah mengusul sebelumnya, saya juga audah meminta pak camat tadi untuk mencarikan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut." kata pak bupati


" terimakasih pak." kata bapak bapak yang hadir


" saya gak nyangka bahwa ada warga saya yang mau memajukan daerah ini. dan ternyata pak vian ini yang akan melakukan penyuluhan disini." kata pak camat

__ADS_1


" kapan jadwalnya pak." kata pak bupati


" lusa pak." jawab pak camat


" apa pihak kecamatan sudah membuat laporan tetang potensi kecamatan ini." kata pak bupati


" sudah saya sampaikan pak, potensi dari setiap desa yang ada di kecamatan ini kepada kepala dinas." jawab pak camat


" syukur kalau begitu karena data itu bisa membuat program apa yang akan kita kerjakan dan mana saja yang bisa kita kerjasamakan dengan perusahaan pak vian." kata pak bupati


" saya bangga memiliki warga yang tidak melupakan asal usulnya." kata pak kades


" saya hanya gak ingin apa yang saya alami terjadi pada yang lain, dan saya gak mungkin melupakan asal saya." kata vian


" pak bupati apa bisa dibuatkan juga rumahsakit di dekat sini, karena rumahsakit daerah jauh, bisa bisa meninggal dijalan kalau ada warga yang sakit parah." kata salah satu warga


" InsyaAllah pak, pemerataan kesejahteraan, pembangunan fasilitas kesehatan akan kami usahakan." kata pak bupati


" kami juga ingin menyekolahkan anak anak kami ke jenjang yang lebih tinggi lagi supaya bisa mengangkat derajat keluarga lebih baik lagi, jadi kalau bisa juga di daerah KBB ini dibangun Universitas yang bagus." kata warga lainnya


" iya bapak bapak saya mohon doanya saja, karena hal hal ini sudah kita bahas waktu pak bupati berkunjung ke rumah. dan sekarang saya lagi membangung komplek sekolahan di daerah B. mudah mudahan di daerah ini juga bisa secepatnya." kata vian


" semoga daerah ini menjadi lebih baik dan berkembang lagi kedepannya dan bisa memunculkan pak vian lainnya." kata pak bupati


" aamiin." jawab yang hadir disana


" oh iya bapak bapak disambil makanan dan minuman alakadarnya, kita santai aja dan kapan lagi kita bisa mengobrol bareng pak bupati dalam suasana seperti ini." kata vian


" terimakasih pak vian sudah memfasilitasi saya untuk bisa lebih dekat dengan warga." kata pak bupati


" sama sama pak, saya suka acara seperti ini jadi bisa nambah wawasan dan masukan yang baik buat saya." kata vian

__ADS_1


" pak vian kalau ini siapa pak vian, maaf." kata pak kades


" ini pak adi ayah saya, ini pak bowo dan pak wanto mertua saya." kata vian


" pak wanto ini ayahnya bu astrid apa bu dilla." kata pak bupati


" saya ayahnya dilla pak." jawab pak wanto


" ayahnya astrid sudah meninggal pak." kata vian


" bapak di surabaya aktivitasnya apa." kata pak bupati


" saya bantu nak vian untuk pengadaan hasil pertanian dari daerah sana." kata pak wanto


warga yang mendengar pembicaraan tersebut jadi bertanya tanya memang istri vian berapa.


" vian memang istri kamu berapa, kok bapak bapak ini mertua kamu." kata topan


" saya aja tau, kenapa kamu temannya gak tau. ayo tebak berapa istri pak vian," kata pak bupati, vian hanya garuk garuk kepala yang gak gatel


" iya 2 pak." kata topan


" salah. pak vian harus kenalin ke warga disini biar gak degerebek nanti. pak vian nikahin yang lain resmi kan" kata pak bupati


" resmi pak tercatat di KUA," kata pak wanto


" saya salut bisa mengakurkan istri istrinya dan mertuanya juga." kata pak bupati.


" bapak juga harus kenalin istrinya ke warga biar nanti kalau bapak jalan sama yang lain bisa tau." kata vian


" iya sudah saya kenalin istri saya bolehkan bapak bapak." tanya pak bupati

__ADS_1


" boleh pak." kata warga


" pak tolong panggilkan ibu dan istri pak vian sekalian sama mertuanya juga bilang mau diintrogasi warga." kata pak bupati menyuruh ajudannya.


__ADS_2