
Selesai di pabrik LCI vian, lily, dan shinta pamitan untuk pulang ke jakarta, vian meminta pak wahyudi untuk mencari tempat makan dulu karena enggak terlalu buru buru ke bandaranya. Sesampainya di tempat makan lily memesankan makan untuk vian sedangkan vian sendiri duduk di area bebas merokok bersama pak wahyudi. Vian pun menyalakan rokoknya dan mengobrol bersama pak wahyudi
" bapak sudah pesan makanan belum." kata vian
" sudah pak, terimakasih pak." kata pak wahyudi
" oh iya sesuai yang tadi saya sampaikan bahwa untuk mengantar jemput pak ikhwan dan tim BLS enggak usah bapak, dan pakai saja mobil yang putih ya, adakan sopir lain yang bisa disuruh sewaktu waktu di dillas." kata vian
" ada pak, iya nanti saya suruh dia untuk mengantar dan menjemput pak ikhwan dan tim BLS." kata pak wahyudi
" kedepannya saya akan suruh kantor cabang BLS memiliki kendaraan operasional sendiri, jangan sampai keenakan juga." kata vian
" betul pak, nanti kalau memang perlu sopir saya bisa carikan." kata pak wahyudi
" terimakasih pak sebelumnya, pak yudi juga harus fokus untuk mengembangkan usaha dilas ya, kemarin kan pak gubernur bilang supaya kita bisa membantu para penambak dan nelayan disini, pak yudi belajar cara bagaimana menadapat supply, cara negosiasi, cara mencari pasar baru, nanti yang menjalankan cari saja orang profesional untuk menjalankan itu, yang penting pak yudi harus tau jangan sampai diakali sama pegawai sendiri." kata vian
" baik pak, saya akan berusaha dan belajar." kata pak wahyudi
" yang penting pak yudi memiliki keinginan untuk belajar, jangan malu, sedikit demi sedikit pasti bisa yang terpenting pak yudi yakin bisa." kata vian
" baik pak, terimakasih atas segalanya." kata pak wahyudi. Karena makanan sudah datang, vian pun pergi ke meja dimana lily dan shinta duduk.
" jadi papah turun tangan lagi nih." kata lily
" rencana hanya rencana, papah enggak mungkin meninggalkan usaha yang sudah dirintis, dan kalau papah mengembangkan 1 usaha yang lain juga harus melakukan pengembangan, papah sih inginnya tidak mengurus lagi, tapi gimana seperti ini hasilnya." kata vian
__ADS_1
" maaf ya pah aku enggak bisa banyak bantu." kata shinta
" kamu nanti belajar manajemen bisnis ya, gimana cara membacara laporan keuangan, membuat perencanaan, pemasaran." kata vian
" iya pah, sambil jalan aku akan belajar." kata shinta
" itu juga mamah mau pah, nanti papah bikin pelatihan untuk kita ya." kata lily
" iya udah nanti di rumah kita belajar bersama, kita juga perlu melibatkan anak anak SPI terutama silvy, anisa dan amira, kita harua bisa mengambil ilmu mereka mungkin cara pendidikan di kita ini sama di luar kan berbeda, kita sharing. Papah ingin mengkolaborasikan perusahaan lebih efektif lagi jangan sampai terjadi 1 perusahaan memanfaatkan perusahaan lainnya, papah mau dengan kolaborasi ini perusahaan kita ini maju bersama, tidak ada salah satu perusahaan yang menjadi benalu." kata vian
Vian, lily dan shinta sholat dulu di musholla tempat makan, setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke bandara. Setelah pamitan ke pak wahyudi, vian, lily dan shinta check in pesawat lalu pergi membeli oleh oleh khas surabaya dan membeli mainan untuk devan dan de qinar, karena masih ada waktu. Setelah belanja mereka pun pergi ke tempat boarding pass.
Jam 3.10 menit pesawat meninggalkan bandara di surabaya. Jam 4.50 menit pesawat mendarat di jakarta dengan selamat, karena tidak banyak membawa barang bawaan vian, lily dan shinta langsung keluar bandara tanpa harus menunggu bagasi. Vian menelepon pak dede aupaya menjemputnya di lobby bandara. Tak lama pak dede datang, setelah memasukan barang barang ke bagasi mobil, mereka pun pulang ke rumah. Jam 6.17 menit mereka pun sampai di rumah. Vian, lily dan shinta langsung pergi ke kamar untuk mandi, setelah mandi dan ganti pakaian mereka sholat magrib bersama, setelah itu lily menemui de qinar mengajak dia bermain. Vian pun main sama devan, lily memberikan mainan yang dia janjikan kepada devan. Setelah main mereka pun pergi makan malam bersama.
Selesai makan vian pergi ke gazebo sambil membawa laptop, vian menyalakan rokoknya dan menyalakan laptopnya, dia membuat perencanaan untuk konsolidasi perusahaannya, dan melakukan controlling apa saja yang telah dilakukan perusahaan perusahaan livi sejauh ini. Tak lama pak adi, pak bowo dan pak wanto datang.
" kalau dibilang cape ya cape pak, tapi ini mumpung saya sedang ingat, jadi sekalian saja saya kerjakan." kata vian
" memangnya apa yang akan kamu kerjakan lagi." kata pak bowo
" saya mau mengkonsolidasikan perusahaan perusahaan livi pak, supaya bisa terencana dan terkontrol lagi, dengan pengalaman di BLS, saya belum bisa melepaskan begitu saja." kata vian
" iya sih kamu masih harus melakukan pendampingan kepada mereka." kata pak bowo
" itu dia pak, tadinya saya fikir mereka sudah bisa dilepas, eh malahan santai melakukan pengembangan usaha. Saya pengen fokus dulu di PBN dan LA tadinya." kata vian
__ADS_1
" kalau LNI bagaimana perkembangannya." kata pak bowo
" alhamdulillah pak, apalagi semenjak dibangunnya livi village karyawan di pabrik LNI semangat, dan kata hendra mereka dengan aukarela melakukan lembur." kata vian
" tapi walupun mereka bilang sukarela kamu harrus memberikan kompensasi juga." kata pak adi
" iya pak, aa sudah bilang kok ke hendra jangan sampai kita tidak menghargai ketja keras mereka." kata vian
" bapak setuju tuh, jangan sampai kita memeras keringat mereka tanpa membayarnya, apalagi sampai menunda nunda pembayaran gaji mereka." kata pak wanto
" iya pak, insyaAllah kami selalu tepat waktu dan kita mengutamakan karyawan setelah pembayaran hutang kita." kata vian lalu menghisap rokoknya
" itu harus tetap dilakukan gimanapun kondisi keuangan perusahaan, karena dengan kita memperlakukan karyawan dengan baik, respon karyawan pun akan baik dan loyalitas mereka pun akan meningkat sehingga kinerja mereka akan meningkat juga." kata pak bowo
" saya berencana untuk mengajarkan lily, astrid, dilla dan shinta untuk bisa melakukan perencanaan, membaca laporan keuangan dan pengembangan usaha serta manajement bisnis, vian berencana mau mengajak anak anak SPI terutama anisa, amira dan silvy mereka kan kuliah di luar mungkin ada ilmu yang bisa di pakai disini." kata vian
" kalau begitu bapak ikutan juga." kata pak adi
" saya juga mau ikutan." kata pak bowo dan pak wanto
" iya nanti kita lihat waktu dan kondisinya dulu, kalau enggak malam minggu besok biar sambil ngobrol disini." kata vian
" iya sambil ngobrol santai aja jadi lebih santai." kata pak bowo
" iya pak, makanya vian sedang buat presentasi supaya bisa terarah juga obrolannya." kata vian
__ADS_1
mereka pun terus mengobrol setelah itu mereka pergi ke kamar masing masing untuk isirahat.