
Vian memainkan handphone sambil browsing referensi untuk pabrik. Suara petir masih terdengar dan hujan pun mulai turun dengan deras membuat bella tambah memeluk erat sehingga bukit kembarnya terasa di badan vian.
" mas jangan tinggalin bella ya." kata bella
" iya bell, sudah kamu tidur aja." kata vian, bella menarik tangan vian untuk mengelus rambutnya. Mungkin karena sudah tenang bella pun tertidur, vian bangun dari kasur dan pergi ke ruang keluarga, vian meminum kopi sisa tadi lalu menyalakan rokoknya.
Karena sudah lelah vian pun tidur di sofa. Pagi pun datang vian masuk ke kamar lagi lalu ke kamar mandi ambil wudhu lalu sholat subuh, setelah itu menelepon astrid, ternyata mereka sudah melaksanakan sholat ber tiga disana. Setelah menutup telepon vian membangunkan bella supaya sholat.
" bell bangun, sholat dulu ya." kata vian. Bella pun bangun
" ini sudah pagi ya mas." kata bella
" iya. Kamu sholat dulu sana." kata vian
" iya mas." jawab bella lalu bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi lalu dia mengerjakan sholat.
Selesai sholat bella datang lagi ke kasur
" terimakasih ya mas, udah menemani bella, rasanya aku pengen seperti ini terus deh." kata bella
" mas mau dibuatkan minum apa." lanjut bella
" gak usah mas aja buat sendiri, mas mau buat roti bakar, kamu mau." kata vian
" iya udah biar aku yang buatkan kalau begitu." kata bella lalu dia bangun dan pergi keluar kamar, viqn pun mengikutinya lalu di duduk di sofa dan menyalakan televisi. Tak lama bella membawa teh panas dan roti bakar ke meja. Lalu dia duduk di sebelah vian dan membuka laptopnya untuk membaca materi sidang.
" mas ke gazebo aja ya biar gak ganggu kamu." kata vian
" gak mau, mas disini aja gak ganggu kok." kata bella.
" iya udah. Nanti kamu pake mobil putih aja ya ke kampusnya, mas pake yang hitam sama pak yudi." kata vian
" iya mas, mas pulang jam berapa." kata bella
__ADS_1
" belum tau, mungkin sore udah pulang." jawab vian
" kabar kabar aja ya." kata bella
jam 7 vian pergi ke kamar untuk mandi begitu juga bella masuk ke kamarnya. Setelah berganti pakaian vian pun kembali ke ruang keluarga sambil menunggu pak yudi. Jam 7.40 menit pak yudi datang.
" gimana pak yudi, keluarganya senang gak tinggal di rumah barunya." kata vian
" senang banget pak, dia bilang seperti mimpi aja, dia juga menyampaikan terimakasih kepada bapak." kata pak wahyudi
" syukur kalau pak yudi dan keluarga senang." kata vian. Pak wahyudi menyerahlan kunci mobil yang tadi dia pakai dan mengambil kunci mobil hitam untuk dipanaskan terlebih dahulu
" bell, mas pergi duluan ya," kata vian
" iya mas, aku juga sebentar lagi pergi kok, bawa aja kunci rumahnya, aku pegang cadangannya." kata bella, sambil keluar kamar
" iya sudah kalau begitu." kata vian, bella mencium tangan vian dan meminta vian menciumnya.
" ini buat aku tambah semangat, ingat ya janji mas kalau aku lulus mas akan kasih aku hadiah." kata bella, lalu dia mencium bibir vian sekilas. Vian pun pergi ke pabrik LCI, setelah menempuh perjalanan 47 menit vian sampai di pabrik LCI.
" pagi juga pak, gimana kondisi aman." kata vian
" alhamdulillah pak aman terkendali. Bapak mau dibuat kopi" tanya dado
" boleh pak, terimakasih." kata vian lalu duduk di kursi di pos tersebut lalu menyalakan rokoknya, pak dado pergi ke kantin membuat kopi buat vian. Tak lama dia datang membawa 2 cangkir kopi lalu menyerahkan kepada vian dan pak wahyudi.
" oh iya pak lahan yang sebelah pabrik ini saya sudah tanyakan ke penanggung jawabnya, katanya luasnya 2,9 hektar mereka mau jual di 4,7 milyar karena lagi perlu uang, tapi masih bisa nego katanya." kata dado
" iya sudah saya minta nomor kontaknya." kata vian, pak dado pun memberikan kontak penaggungjawab lahan tersebut. Vian pun mengirimkan nomor kontak tersebut ke pak daryat supaya dia memfollow upnya.
Vian menerima telepon dari pak rudi menanyakan posisinya, vian pun memberitahukan bahwa dia sudah di pabrik LCI sekarang sedang ngopi di pos keamanan. Pak rudi datang kesana
" pagi pak, kenapa ngopi disini, padahal di dalam juga bisa pak." kata pak rudi
__ADS_1
" gak apa apa pak rudi, lebih enak disini." kata vian
" apa ada yang perlu disiapkan pak." kata pak rudi
" gak usah, yang penting ruangan pabrik bersih sesuai prosedur." kata vian
" kalau itu aman pak." kata pak rudi
" iya sudah kalau begitu, kita tunggu saja orang orang dari dinas ketenagakerjaan." kata vian
Jam 10an rombongan dari dinas ketenagakerjaan datang. Vian dan pak rudi menyambut mereka lalu membawa mereka ke ruangan rapat.
" perkenalkan saya rudi penanggung jawab pabrik ini, dan ini pak vian pemilik baru pabrik ini." kata pak rudi. Vian pun memberikan anggukan kepada mereka
" perkenalkan saya Suherman kepala dinas ketenagakerjaan. Salam kenal pak vian dan pak rudi." kata pak suherman dan beliau mengenalkan staf staf nya.
" terimakasih pak atas kesediaan bapak ibu untuk berkunjung ke pabrik ini, dan mohon maaf saya baru bisa menemui bapak ibu hari ini, bukannya sok sibuk dan tidak menghargai waktu bapak ibu, saya baru datang kesini kemarin sore, karena akhir pekan kemarin saya menemani pak gubernur B, pak gubernur D, pak bupati KBB, dan pak bambang ketua dewan, hari minggu saya di ajak teman latihan trrjun payung dan menembak, jadi baru bisa hadir kesini." kata vian
" sama sama pak, saya maklum dengan aktifitas bapak, kayanya bapak mau buat usaha lain lagi nih." kata pak suherman
" saya berencana mau membangun pabrik minyak goreng, penggilingan padi, pabrik tepung di daerah KBB. Mudah mudahan kedepannya saya juga bisa ada usaha lain disini." kata vian
" iya dong pak harus itu supaya ada penyetapan tenaga kerja lagi. selain silaturahmi, kedatangan kami kesini ingin mengucapkan terimakasih kepada pak vian yang sudah mau mengoperasionalkan kembali pabrik ini sehingga PHK karyawan sebelumnya bisa terhindarkan." kata pak suherman
" mungkin ini rencana Allah, sebelumnya saya gak kefikiran untuk buat usaha di bidang kosmetik, akan tetapi isteri saya mau buka usaha dibidang itu dan kebetulan pemilik pabrik sebelumnya adalah teman ayah mertua saya. Setelah negosiasi, alhamdulillah ada jalannya kami bisa membeli pabrik ini." kata vian
" iya pak, saya juga awalnya bingung mau cari kerja dimana dengan umur seperti ini sedangkan kebutuhan pasti tetap ada, alhamdulillah kehadiran pak vian bisa menyelamat kami para karyawan, sehingga karyawan yang sebelumnya di PHK bisa bekerja kembali dan sekarang sudah ada beberapa karyawan baru yang bekerja disini." kata pak rudi
" alhamdulillah kalau begitu. Kita kira ada rencana apa lagi nih pak, untuk membangun usaha di kota ini." kata pak suherman
" saya baru mendapat informasi bahwa lahan sebelah pabrik ini akan di jual, rencana saya mau bangun perumahan buat karyawan dan memperluas pabrik, klinik kesehatan, serta buat kantor cabang perusahaan saya." kata vian
" semoga aja bisa cepat terlaksana pak." kata pak suherman
__ADS_1
" Aamiin." kata mereka
" kalau begitu biar bapak dan bisa bisa sekalian meninjau kondisi pabrik ini, mungkin juga ada masukan masukannya." kata vian mengajak mereka untuk melihat kondisi pabrik.