
Vian pun terus berdiskusi disana, dan saling memberikan pendapat.
" kalian buat photonya yang bagus, setelah itu upload, dan suruh karyawan memberikan komentar di photo tersebut. Nanti juga pengunjung bagi yang upload dan tag ke akun resort akan mendapatkan potongan 10%." kata vian
" ini menarik pak, dan saya harap nanti penempatan pembakaran jagungnya di lokasi dekat live music dekat pantai itu." kata adit
" semalam memang disana, kalian kasih apalagi yang membuat stand ini menarik." kata vian
" siap pak." kata adit
" oh iya pak made, untuk seluruh karyawan jika mau makan pagi, siang dan malam itu saya persilahkan makan disini tanpa harus membayarnya, sebulan sekali enggak apa apa bawa pulang buat yang di rumah, yang paling penting bilang saja, menurut saya tidak akan bamyak mengurangi keuntungan kita." kata vian
" baik pak nanti saya sampaikan ke karyawan, terimakasih atas perhatian bapak." kata pak made
" saya bicara seperti ini karena khawatir mereka membeli dari luar karena disini kemahalan, tapi kalau sudah kita gratiskan dan mereka masih membeli di luar itu silahkan saja itu hak mereka." kata vian
" baik pak." kata pak made
" terimakasih atas perhatiannya pak." kata mereka
" perlu saya jelaskan juga mengapa baru sekarang itu dijalankan, pertama karena saya baru masuk ke pemilikan resort ini, kedua saya baru datang lagi kesini." kata vian sambil tersenyum
" kami mengerti pak, terimakasih." kata pak made
" kalau ada hal urgent pak made langsung saja telepon saya, dan kalau masih bisa ditangani pak made saya silahkan pak made ambil keputusan, misalnya ada karyawan yang membutuhkan uang untuk membayar rumahsakit, kalau menurut pak made dan keuangan itu memungkinkan silahkan saja, tapi untuk hal pribadi yang sifatnya untuk liburan jangan lah ya." kata vian
" kalau dalam hal urgent itu membutuhkan dana besar dan perusahaan ini tidak sanggup pak made hubungi saya, dan tolong verifikasi kebenarannya jangan sampai menjadi ajang kebohongan untuk kepentingan atau keuntungan sendiri, dan kalau itu ketahuan ada permainan lasian nanti ke karyawan yang memang benar benar membutuhkan." kata vian
" baik pak, sekali lagi terimakasih." kata pak made
" oh iya pak saya minta berbicara nanti pas jam enggak sibuk karyawan lainnya, saya mau menyampaikan hal ini ke mereka." kata vian
" jam 10an pak sebentar lagi, biasanya sedikit senggang." kata pak made
" baik kalau begitu, sekarang kita lihat dulu untuk tempat stand pembakaran jagung." kata vian. Mereka pun pergi bersama sama kesana.
__ADS_1
" kalian tim marketing silahkan lakukan apa yang menurut kalian bagus, nanti untuk orang yang mengerjakan ini pak made sudah menunjuknya. Saya mau bertemu dulu sama teman kalian yang lainnya, karena kalian sudah mendengarnya kalian mulai kerjakan." kata vian
" baik pak." kata tim marketing
Vian, shinta dan pak made kembali ke ruangan rapat, disana sudah berkumpul karyawan yang memang tidak ada kerjaan.
" terimakasih, selamat pagi semuanya, mohon maaf mengganggu aktifitas teman teman semuanya. Saya mengumpulkan teman teman untuk memberitahukan beberapa hal, pertama jika kalian mau makan pagi, siang atau malam disini saya persilahkan dan gratis untuk seluruh karyawan tanpa kecuali, akan tetapi jika teman teman masih mau membeli dari luar silahkan saja saya tidak akan memaksa teman teman untuk makan disini. Dan saya perbolehkan setiap bulan kalian membawa pulang untuk keluarga. Kedua, jika ada hal urgent mengenai keuangan saya persilahkan kepada teman teman untuk mengajukan casbon terlebih dahulu, ajukan ke bagian keuangan dan ACCnya di pak made selaku penanggung jawab disini kalau tidak ada pak made dan hal itu urgent sekali kalian bilang saja langsung ke bagian keuangan. Urgent dalam hal apa misal sakit, keluarga ada yang sakit perlu penanganan cepat. Bayar kosan, tapi ingat kalian harus buktikan itu, kalau ada yang menyalahgunakan dan sampai ketahuan saya akan tindak tegas. Ada pertanyaan." kata vian
" kalau keluarga kita yang sakit di luar kota buktinya seperti apa pak, dan berapa besar yang bisa kita ajukan." kata salah satu karyawan dan kelihatan karyawan tersebut sedang mengalami masalah.
" cukup bukti dari rumah sakit bahwa betul pasien tersebut sakit, dan untuk membuktikan bahwa pasien tersebut memiliki hubungan keluarga dengan kalian lampirkan kartu keluarga pasien dan kartu keluarga kalian, berapa besar saya rasa maximal banget di 5 kali gaji kalian atau sisa bulan kontrak kerja kalian uang masih kontrak dan itu pun akan dilihat kemampuan perusahaan. Kalau memang memerlukan urgent sekali dan perusahaan ini tidak sanggup kalian kirim pesan ke saya atau ke ibu Shinta." kata vian, vian melihat karyawan yang barusan bertanya langsung memainkan handphone
" terimakasih pak atas perhatiannya." kata mereka
" saya harap kalian kerja dengan baik, kalau perusahaan ini mendapatkan keuntungan, saya tidak akan melupakan kerja keras kalian, saya enggak akan berjanji muluk muluk tapi InsyaAllah kalian akan menikmatinya juga." kata vian
" terimakasih banyak pak sebelumnya." kata mereka
" silahkan kalian lanjut bekerja, jadi kalau ada apa apa sampaikan saja, jangan takut kalau ada saran dan kritik langsung saja sampaikan mau ke saya langsung silahkan melalui ibu shinta dan pak made silahkan." kata vian
" baik pak terimakasih, kami permisi bekerja kembali." kata para karyawan. Sedangkan karyawan yang tadi bertanya masih duduk termenung di ruang rapat.
" euuuh. Maaf pak kalau saya lancang, kebetulan ibu saya sedang sakit disana dan sekarang sedang di rawat di rumah sakit, jadi apa boleh saya pinjam untuk biaya berobat ibu saya." kata karyawan tersebut.
" nama kamu siapa, dari bagian apa, kamu asal dari mana." kata vian
" saya Hilda, saya waitress saya baru kerja 6 bulan ini, masih ada kontrak 6 bulan lagi disini, asal saya jakarta pak." kata hilda
" ibu kamu sakit apa, dia dirawat dimana." kata vian
" ibu saya sakit usus buntu, dan dia perlu dilakukan operasi. Sekarang dirawat di rumah sakit Livi dan kata kakak saya sudah dilakukan operasi disana, jadi saya bingung harus membayar biaya tersebut." kata hilda
" kamu dapat kabar kapan, ayah kamu kerja apa." kata vian
" tadi pagi pak, karena kemarin dibawa kerumah sakit lain di tolak karena kita enggak ada asuransi dan uang, terus pihak pengurus RT menyarankan dibawa ke rumah sakit Livi. Ayah dan ibu jualan nasi pak." kata hilda
__ADS_1
" nama ibu kamu siapa." kata vian
" ibu Maryam pak." kata hilda.
" sebentar ya saya telepon dulu." kata vian. Vian pun menelepon dr. Chandra.
" Selamat siang dokter, saya sedang di bali nih, kebetulan ada orang tua dari karyawan saya katanya sedang di rawat disana, nama ibunya ibu maryam, dia baru saja dioperasi usus buntu." kata vian
" selamat siang pak, tunggu sebentar pak, saya cek terlebih dahulu." kata dr. Chandra
" iya pak memang ada ibu maryam, dari kampung m, RT. 02 RW. 04 kelurahan J, Jakarta, memang beliau baru dioperasi usus buntu. Memangnya kenapa pak ada masalah." kata dr. Chandra
" iya pak itu ibu saya, alamatnya sesuai dengan yang disebutkan." kata hilda yang mendengar percakapan vian
" itu untuk masalah biaya perawatannya bagaimana pak." kata vian
" sesuai dengan keterangan penanggung jawab pasien, karena tidak memiliki asuransi dan uang mereka sempat di tolak dari rumah sakit lain pak, tapi sesuai perintah bapak kami tetap melakukan tindakan, mengenai pembayaran biaya perawatannya kami telah menyuruh penanggung jawab pasien untuk membuatkan surat keterangan dari RT dan RW dimana beliau tinggal, dan mereka sudah melakukannya bahkan tadi pengurus RTnya datang kesini." kata dr. Chandra
" berarti sudah clear ya." kata vian
" iya pak sudah dan sekarang pasien sedang di rawat di ruang perawatan." kata dr.chandra
" kalau begitu terimakasih banyak dokter. Tolong beritahukan saja ke mereka bahwa biayanya perawatannya jangan menjadi beban dikiran lagi ya." kata vian
" iya pak, nanti akan saya sampaikan." kata dr. Chandra. Vian pun menutup teleponnya.
" kamu udah dengarkan, coba kamu hubungi kakak kamu sekarang." kata vian
" baik pak." kata hilda, hilda pun menelepon kakaknya.
" betul pak, biaya berobat ibu sudah selesai, terimakasih banyak pak atas bantuannya." kata hilda
" saya enggak bantu kamu apa apa kok, ini kejadian kebetulan saja." kata vian
" maksudnya pak." kata hilda penasaran
__ADS_1
" iya kebetulan rumah sakit livi itu rumah sakit dibawah naungan Livi group milik saya." kata vian, hilda kaget mendengarnya karena memang benar benar kebetulan dia bertemu dengan pemilik rumah sakit itu
" jadi resort ini juga sama dibawah naungan livi group, kamu kerja disini, membesarkan resort ini, kamu juga sudah punya andil dalam mengobati ibu kamu, karena sebagian hasil keuntungan dari perusahaan dibawah livi group masuk ke dana sosial." kata vian.