
Mereka pun menikmati malam itu, putra dan shinta mendengarkan
" put buatin jagung, kok saya lapar lagi ya." kata vian, putra pun langsung membuat bara untuk membakar jagung
" itu yang bilang pak vian mengambil barang, katanya sekarang masih kerja disana jadi andalan bos." kata pak dede
" bos dulu kan orangnya yang suka cari muka, itu yang akan dia sanjung sanjung." kata opik
" untung kita udah punya muka ya pik." kata pak dede
" iya orang yang udah pada punya muka keluar dan gabung sama pak vian sekarang." kata opik
" buat apa cari muka, apalagi menjelekan orang lain, kita sama sama cari makan kok, mau apa coba." kata vian
" saya dengar bapak sedang bangun mess ya di dekat rumah untuk apa pak." kata opik
" iya pik, di rumah soalnya ada teman temannya si ika dan bella, saya enggak tau mereka kan, takutnya privasi mereka keganggu, jadi saya buatkan daripada mereka kost kan, dan kalau sekali ada pertemuan disana karyawan biaa menginap disana daripada di hotel karena nanti saya akan bangun juga untuk kantor livi group jadi kalau enggak begitu urgent saya harus datang kesini misalnya dan perlu rapat antar perusahaan maka nanti rapatnya di gedung tersebut, saya juga buat kamar untuk tamu karena tau sendiri waktu itu pak gubernur D, pak gubernur L, bahkan pak gubernur B dan pak bambang mau nginep di rumah." kata vian
" jadi saya ngantor disana dong pak." kata shinta
" iya sekalian kamu tinggal di rumah pak vian." kata pak dede
" ih pak dede ini, belum sah." kata shinta mukanya memerah
" kaya si putra, haris nanti tinggal di mess, tenang aja put saya buat kaya di hotel bintang 4." lanjut vian
" pembangunan untuk kantor livi group kayanya habis pulang umroh, makanya saya pengen kerjaan sebelum berangkat umroh bisa diatasi dulu." lanjut vian. tak lama vian menerima telepon.
" selamat malam pak vian, sedang dimana nih." kata pak bambang
" saya sedang di villa pabrik LA pak, gimana ada yang bisa dibantu." kata vian
" itu pak tadi saya lupa informasikan bahwa tadi staf keuangan sudah transfer sebesar xx milyar untuk gabung di LA, nanti saya kirimkan bukti transfernya." kata pak bambang
" siap pak, terimakasih banyak." kata vian
" bagaimana acaranya sukses." kata pak bambang
__ADS_1
" alhamdulillah pak, tadi saya ke daerah P meninjau peternakan dan perkebunan, besok saya sama pak gubernur mau ke daerah PA." kata vian
" sukses terus pak. sampai ketemu nanti di rumah." kata pak bambang. Lalu dia menutup teleponnya
" ada kebutuhan pendanaan enggak pik untuk pabrik." kata vian, vian pun menyalakan rokoknya
" ada pak, untuk pembelian mesin dan peralatan lainnya perlu x Milyar." kata opik
" oke besok saya transfer ke rekening LA." kata vian
" soalnya buat saya harus ada cadangan buat perjalanan umroh juga nih." lanjut vian
" pak ini jagungnya sudah matang." kata putra lalu menyerahkannya ke vian dan yang lainnya.
" gimana perkembangan pembangunan pabrik pik." kata vian, vian pun menikmati jagung bakar, shinta juga ikutan makan.
" bangunan pabrik dan gudang sudah berdiri karena memakai Besi untuk tiang tiangnya, yang membutuhkan waktu itu pembangunan kilang kilang minyaknya pak karena kita harus memperhatikan kalau ada gempa bumi." kata opik
" bagus kalau begitu, pak dede harus nyiapin armada lagi dong ya." kata vian
" dan yang harus diperhatikan juga mobil kontainer untuk mengangkut sawitnya dari pelabuhan kesini." lanjut opik
" nanti kita bicarakan apakah pengiriman itu termasuk dari pelabuhan kesini atau sampai pelabuhan. Kalau memang sampai pelabuhan aja berarti minimal perlu 4 mobil kontainer." kata vian
" untuk jaga jaga pak dede mencari kendaraan tersebut dulu, cari tau harganya berapa dan mencari sopirnya sekalian." lanjut vian
" siap pak, nanti saya cari." kata pak dede
" siapkan dananya mulai sekarang." kata vian
" baik pak, saya akan koordinasikan dengan bagian keuangan L-Trans." kata pak dede
" jadi kedepannya kita harus bisa mengalokasikan dana kalau mau ada pengembangan usaha." kata vian
" siap pak." jawab opik dan pak dede
" besok pagi mau dibelikan sarapan pak, atau bagaimana, besok jam berapa berangkat dari sini." kata opik
__ADS_1
" boleh pik, jam 6 kita start dari sini." kata vian
" iya sudah kalau begitu besok jam 5an saya kesini." kata opik
" terimakasih pik, udah malam, Kita istirahat besok mau perjalanan jauh, nanti kita kesini lagi habis pulang dari daerah PA." kata vian.
" ini jagung mau dibawa ke kamar pak." kata shinta
" iya boleh, takut nanti malam lapar." jawab vian lalu masuk ke villa membawa susu panas dan duduk di sofa. shinta pun masuk lalu mengunci pintu, meletakan jagung dan susu di meja dan duduk di sebelah vian. vian meminum susu lalu menyalakan lagi rokoknya.
" kamu istirahat duluan aja, kamu pasti lelah." kata vian
" mau sama aa," rengek shinta manja
" saya mau santai dulu disini." kata vian
" iya udah aku juga disini." kata shinta lalu tiduran di paha vian.
" nanti kalau mau beli handphone kamu kabari aja ya." kata vian
" iya aa sayang. Aa juga beli handphone" kata shinta
" saya udah dibelikan sama isteri. Kemarin bilang mereka mau handphone buat nomor bisnis." kata vian. Shinta menarik tangan vian supaya memeluknya.
" aa kalau mengisi acara seperti tadi dapat uang enggak sih." kata shinta
" enggak, dengan saya mengisi acara seperti itu bisa mendapatkan Supplier baru buat perusahaan. Jadi tidak harus melulu mengharapkan uang tapi kita harus pintar pintar mempergunakan kesempatan." kata vian
" betul itu, karena kesempatan tidak datang dua kali." kata shinta, setelah meminum air putih dan mematikan rokoknya, vian mengajak shinta untuk tidur, di atas kasur shinta langsung ******* bibir vian, pemanasan pun dimulai, hingga akhirnya permainan pun dilangsungkan, cuaca dingin pun tidak kerasa sampai keringat keluar, berbagai gaya dilakukan hingga akhirnya shinta dan vian pun mencapai puncak permainnya. Vian mengecup kening shinta lalu berpelukan dan mereka pjn tertidur dibawah selimut. di pagi hari vian bangun lalu mandi melakukan sholat shubuh, setelah itu menelepon dilla membangunkan mereka. Vian pun membangunkan shinta untuk mandi, setelah itu duduk di sofa minum air putih lalu susu yang semalam lalu menyalakan rokoknya. Sambil menghisap rokoknya vian memeriksa laporan.
" aa jadi pakaian enggak usah dibawa ya." kata shinta
" iya sayang enggak usah, jam berapa pun kita pulang kesini." kata vian
" iya sudah kalau begitu, jadi aku enggak bereskan ke tas ya." kata shinta
Tak lama opik datang membawa sarapan, vian mengambil buat dirinya dan shinta, lalu mereka pun sarapan karena lapar habis pertarungan tadi malam. Selesai satapan vian dan shinta siap siap untuk pergi ke daerah PA.
__ADS_1