
Akhirnya silvia tertidur di sofa, setelah melepas kepala silvia dari pangkuannya, vian pergi kedepan villa sambil membawa kopi dan martabak, vian menyalakan rokoknya, udara dingin ditambah hujan, suasana seperti itu membuat vian menikmati rokok dan kopi begitu nikmat. Karena semakin malam semakin dingin, vian masuk ke dalam, vian membangunkan silvia supaya pindah ke kamar.
" kenapa om... Maaf om aku ketiduran." kata silvia
" iya enggak apa apa, pindah tidurnya ke dalam kamar ya." ajak vian
" tapi temenin ya om." kata silvia, dia pun menarik tangan vian masuk ke kamar. Vian pun tiduran di sebelah silvia, dia pun memeluk vian, vian mengusap usap kepala silvia dan menyelimutinya, silvia pun tertidur. Di rasa silvia sudah nyenyak tidurnya, vian keluar kamar silvia. Vian tidur di sofa ruang keluarga karena takut juga kalau malam silvia terbangun dan berteriak. Di waktu shubuh vian merasakan tubuhnya merasa berat karena ada tindihan orang. Melihat silvia berada diatas tubuhnya dan sudah waktu shubuh, vian membangunkan silvia untuk sholat.
" sebentar lagi ya om, aku ngantuk." kata silvia
" iya sudah, tapi om mau sholat dulu." jawab vian, vian bangkit dari tidurannya lalu pergi ke kamar mandi dan menjalankan sholat.
" om kok jahat sih sama aku, aku ditinggal sendiri tidurnya." kata silvia
" enggak enak dong, masa om tidur sama kamu." kata vian
" iya enggak apa apa om, kan aku yang mau, bukan om yang maksa aku untuk tidur sama om." jawab silvia
" om takut sil, om kebablasan nanti." kata vian
" iya enggak apa apa, orang aku mau juga kok." jawab silvia dengan polosnya.
__ADS_1
" kamu sholat dulu sana ya." kata vian
" iya om, tapi nanti bobo lagi ya, dan om harus peluk aku." kata silvia
" iya, nanti om temani, udah kamu sholat dulu aja ya." kata vian. Silvia pun nurut dia pergi ke kamar. Vian minum air putih lalu membuat kopi. Vian menyalakan televisi dan menyalakan rokoknya, 15 menit kemudian silvia datang, tanpa sungkan lagi dia duduk di sebelah vian lalu tiduran di pangkuan vian.
" kok kamu jadi seperti ini sih via." kata vian
" aku udah lama ingin seperti ini sama om, tapi enggak ada kesempatan, makanya kemarin pas mau kesini cuma berdua aja aku gembira banget om, om jangan takut aku bilang sama siapa siapa, aku enggak akan menuntut om juga, om enggak marah dan cuekin aku aja aku udah senang kok, om janji ya enggak akan marah dan cuekin aku." jawab silvia, vian hanya mengangguk
" makasih ya om, om udah memberikan warna dalam kehidupan aku ini." kata silvia lagi, silvia mengambil tangan kiri vian supaya memeluk tubuhnya." katanya om mau tidur, om di kamar aja yu, biar aku bisa memeluk omnya enak." ajak silvia, dia pun bangun dan menarik tangan vian, via. Mematikan rokoknya lalu pergi ke kamar. Silvia langsung berbaring di atas tempat tidur dan menarik vian supaya tidur juga, silvia langsung memeluk vian dan melingkarkan kakinya keatas tubuh vian.
" bukan enggak suka sama via, tapi om enggak enak sama bapak dan ibu kamu via. om juga yakut kuta sampai kebablasan melakukan hubungan yang enggak pantas." kata vian
" bilang aja deh om, kalau memang aku enggak cantik kaya tante, bapak dan ibu jangan jadi alasan om." kata silvia ngambek dia pun melepaskan pelukannya sambil menjauh. Vian pun bangun lalu mau pergi ke luar kamar. Melihat hal itu silvia juga bangun lalu berkata " om jahat banget sama aku, aku juga ingin diberi kasih sayang sama om, memangnya aku jelek banget ya.".
" bukan begitu via, tapi bapak dan ibu kamu telah menitipkan kamu ke om, nah sekarang om malahan merusak kamu, masa depan kamu." kata vian sambil duduk kembali di atas kaaur, karena khawatir juga kalau sampai silvia nangis kencang.
" ini kan bukan om yang minta untuk itu, tapi via om yang ingin, jadi om enggak salah dong. Via hanya ingin mersakan kaaih sayang dari orang yang via suka dan sayangi, yaitu om." kata silvia sambil terisak, melihat itu vian menjadi serba salah, vian pun mendekatkan dirinya, lalu mengusap air mata silvia sambil bicara." jangan nagis dong via, terus via maunya seperti apa, om harus melakulan apa supaya via senang dan bahagia.".
" silvia hanya ingin om memberikan kasih sayang om ke aku aja. Aku enggak akan nuntut apa apa ke om, aku udah dewasa om." kata silvia
__ADS_1
" iya udah, via katanya mau bobo, bobo dulu ya, nanti kan kita siangan mau pulang." kata vian sambil menghapus air mata yang menetes di pipi silvia yang putih
" om udah janji sama aku, enggak akan marah sama aku, tapi buktinya tadi om mau meninggalkan via." kata silvia yang udah membaik tidak ngambek lagi.
" om minta maaf ya." kata vian
" aku maafin om, tapi om harus benar benar menepati janji eenggak akan ninggalin aku, enggak marah sama aku, enggak akan cuekin aku.," kata silvia
" iya om janji. Tapi kita jangan sampai kebablasan ya." kata vian
" iya om, makasih ya om udah mau ngertian aku, aku tambah sayang sama om." kata silvia, dia pun langsung mencium bibir vian dan duduk di pangkuan vian serta merangkul leher vian.
" om, aku enggak akan pernah melupakan ini, om orang pertama yang mendapatkan ciuman ini, kalau memang om mau aku akan memberikan mahkota aku juga. Tapi om jangan menganggap aku cewek murahan ya." bisik silvia lalu mendorong tubuh vian sehingga tidur terlentang
" om enggak mau melakukan itu, khawatir kamu akan menyesal nantinya karena melakukan itu karena nafsu sesaat kamu aja." kata vian
" aku enggak menyesal kok om, yang penting apa yang aku ucapkan tadi om tidak melakukannya ke aku." kata silvia, dia pun mencium kembali vian dan tiduran diatas tubuh vian, vian pun membalas ciuman tersebut karena terbawa suasana, lalu vian mencium leher silvia yang membuat dia mendesah karena hal itu baru pertama kali dia merasakannya. " om kalau memang om enggak mau melakukan hubungan itu, bisakan kalau om memberikan yang lebih dari ini, tanpa harus memasukan pusaka om ini ke mahkota aku. Aku ingin merasakannya om dari orang yang aku sayangi." kata silvia lirih. Dia pun membuka baju tidurnya sehingga dia hanya memakai penutup bukit kembarnya dan mahkotanya saja, tubuh mulus silvia terpambang di depan mata vian, dia pun memegang pusaka vian yang masih berada dibalik celana pendeknya lalu menarik celana tersebut sehingga pusaka vian yang sudah menegang muncul keluar karena dia selalu enggak pernah pakai ****** ***** kalau tidur malam.
" ajari aku, supaya bisa memberikan kebahagiaan ke om." kata silvia sambil mengelus pusaka vian. vian pun memainkan bukit kembar silvia dan melepaskan penutupnya, vian membaringkan silvia diatas kasur lalu mencium bibir silvia lalu turun ke leher lalu berhenti di pucuk puncak bukit kembar silvia, silvia pun mengerang, pusaka vian pun bergesekan dengan mahkota silvia yang masih tertutup ****** ********.
" om ini enak banget, aku pengen pipis om." kata silvia yang langsung tubuhnya mengejang. Silvia pun bangkit lalu mengarahkan mulutnya ke pusaka vian... Vian pun meminta supaya bisa meraih mahkota silvia, silvia pun membuka penutup mahkotanya lalu mengarahkan mahkotanya ke mulut vian, Karena sudah sangat terangsang pusaka vian pun memuntahkan cairan di mulut silvia. Silvia pun sedikit tersedak lalu dia meminjm cairan tersebut, " om aku mau pipis lagi, ini enak banget.." lirih silvia, tubuhnya pun menggelinjang, cairan dari mahkota silvia pun vian bersihkan dengan mulutnya, setelah itu vian dan silvia berciuman lagi, mereka pun berpelukan sambil tiduran di bawah selimut dengan tanpa sehelai penutup tubuh dibadan mereka. Vian memasang alarm terlebih dahulu lalu Mereka pun tertidur.
__ADS_1