
Jam 2an vian pamit pulang duluan, di perjalanan devan tertidur dipangkuan shinta.
" pak de antar dulu shinta ke rumahnya ya." kata vian
" enggak usah ke rumah pak dede, ke ruko saja, soalnya ibu ada disana." kata shinta
" apa dari LA sudah ada pengiriman ke tempat kamu." kata vian
" katanya hari ini pak, makanya saya mau cek sekalian." kata shinta, sekitar 47 menit perjalanan mereka sampai di ruko milik shinta.
" bapak mau turun dulu, semalam ibu bilang ingin bertemu bapak." lanjut shinta. devan yang tertidur pun bangun.
" pah udah sampai rumah." kata devan
" belum sayang, ini di tempatnya tante." kata shinta. Devan pun bangkit lalu melihat sekitar.
" pah aa haus, mau ice cream." kata devan
" kalau haus aa minum air, bukan ice cream." kata lilis sambil tersenyum
" tante jual ice cream ya." kata devan
" ada, aa mau." kata shinta
" mau tante, aa pengen banget. Soalnya tadi mimpi makan ice cream." kata devan.
" iya udah pak de parkir dulu aja. Biar bos kecil merealisasikan mimpinya." kata vian. Vian dan yang lainnya pun tertawa. Mereka pun turun, ibunya shinta pun menyambutnya.
" selamat datang di toko kami pak," kata ibu Anne ibunya shinta
" terimakasih bu, aa salam dulu sama ibunya tante shinta." kata vian, devan pun menurut, dia menyalami ibunya shinta
" aa ganteng, pinter lagi." kata ibu anne
" pah boleh kan aa makan ice cream dulu." kata devan
" iya sayang, coba cari ada enggak yang sama ice creamnya dengan mimpi aa." kata vian. lilis pun membawa depan ke temoat ice cream.
" pak, pak dede mau minum apa." kata shinta
" air putih aja, terimakasih."kata vian. Shinta pun memberikan air mineral botol le vian dan pak dede.
" pah, ada loh ice cream yang di mimpi aa tadi." kata devan
" iya sudah beli. Kenapa ambilnya 2 buah." kata vian
" yang 1 buat de qinar pah, pasti dia mau." kata devan
" adek belum boleh makan ice cream a." kata lilis
" iya udah kalau begitu untuk aa aja." kata devan, lalu meminta dibukakan.
__ADS_1
" terimakasih banyak loh pak atas segala bantuannya kepada kami." kata ibu Anne
" sama sama bu, syukur kalau ibu senang." kata vian
" senang banget pak, jadi ibu ada aktivitas lagi." kata ibu anne
" oh iya bu, kiriman dari perusahaan LA sudah datang belum." kata shinta
" itu, mereka kirim sama pendingannya sekalian." kata ibu anne. Vian pun melihat kiriman dari LA.
" oh iya shin besok saya jemput pagi jam 7an, karena acaranya jam 10an." kata vian
" baik pak." kata shinta
" iya udah kalau begitu kita pamit dulu ya bu." kata vian
" papah ice creamnya belum di bayar." kata devan
" iya aa bayar sendiri dong." kata vian
" uang aa kan di papah." kata devan
" iya tanya sama aa berapa." kata vian
" nek, ini berapa." kata devan
" enggak usah bayar sayang, itu hadiah dari nenek ya." kata ibu anne
" iya boleh. Kalau aa mau ice cream kesini lagi ya." kata shinta
" terimakasih tante, nanti kita main lagi ya." kata devan
" iya aa ganteng." kata shinta. Vian dan yang lainnya pun pamitan lalu pergi pulang ke rumah. Setiba nya di rumah Vian mengecek pembangunan mess dan kamar tamu.
" pak saya izin pulang dulu ya." kata pak dede
" saya ikut pak de ke ruko. Besok jam 6 sudah disini ya." kata vian
" siap pak, pake mobil ke rukonya pak." kata pak dede
" sekalian pak dede pulang aja naik motor." kata vian
" oke kalau begitu." kata pak dede, vian pun di bonceng pake motor sama pak dede, sampai di ruko vian pergi ke cafe langsung pesan kopi, sedangkan pak dede langsung pulang. Vian pun menyalakan rokoknya sambil browsing motor, dia jadi ingin beli motor, seperti enak kalau untuk jalan jalan sama aa di komplek sekaligus bisa digunakan yang lainnya juga. Tak lama hilda dan kedua orang tuanya datang ke ruko. Lalu hilda menemui vian.
" syukur bapak disini karena kalau ke rumah saya enggak tau, saya mengucapkan terimakasih pak atas kebaikan bapak." kata hilda
" terus kamu kesini kenapa." kata vian
" iya kan tadi kita dari sini pak," kata hilda
" terus dari sini mau naik apa." kata vian
__ADS_1
" naik taxi aja pak enggak apa apa." kata hilda
" tadi sudah saya mau antar ke rumah, tapi kata hilda enggak usah karena enggak enak sama bapak." kata rudi sopir L-Trans
" udah dari pada kamu naik taxi diantar rudi aja." kata vian
" tapi pak, saya enggak enak, udah banyak ngerepotin bapak." kata hilda
" kalau begitu saya yang levih enggak enak, rud tolong antar ya." kata vian
" baik pak." kata rudi.
" iya pak vian enggak apa apa kita naik taxi atau kendaraan umum juga." kata bapaknya hilda
" udah pak enggak apa apa biar diantar sampai rumah saja." kata vian
" kalau begitu terimakasih banyak atas kebaikan pak vian." kata bapaknya hilda
" kamu udah dapat tiket pesawatnya kan dari pak dede. Kamu hati hati, kalau sudah urusan disana selesai kamu pulang, untuk kerjaan di restoran kamu udah bicarakan sama ibu kan." kata vian
" sudah pak tiket pulang pergi, baik pak terimakasih banyak. Untuk kerjaan audah dibicarakan sama ibu pak." kata hilda
" iya sudah sekarang kamu istirahat. kalau ada apa apa bilang saja ke saya, kalau perlu armada untuk pindahan kamu bilang ke pak dede ya."
" baik pak. Kalau begitu saya pamit pulang." kata hilda
" saya mengucapkan terimakasih atas bantuan dan pertolongan pak vian, kami pamit pak." kata bapaknya hilda. Vian pun menyalami mereka, hilda dan keluarganya pun pergi. Vian menerima pesan dari pak gubernur B.
" selamat sore pak vian, bagaimana kabarnya, posisi dimana nih pak." kata pak gubernur
" sore juga pak, alhamdulillah baik, saya sedang di ruko kantor LCI, bagaimana ada yang bisa dibantu." kata vian
" kalau nanti malam habis magrib bapak ada di rumah, ini isteri ngajak silaturahmi ke rumah bapak mau ketemu sama ibu katanya, sekalian mau memberikan pasport untuk umroh itu pak." kata pak gubernur.
" ada pak, kalau begitu saya tunggu di rumah pak." kata vian
" terimakasih pak, kalau begitu sampai ketemu nanti." kata pak gubernur
Tak lama lily, astrid, dilla dan bu sisil datang ke cafe mau pulang
" kok papah ada disini, si aa mana pah." kata lily
" enggak boleh papah kesini, si aa udah pulang dari tadi." kata vian
" boleh dong papah sayang kenapa sih, kenapa enggak ke kantor." kata lily lalu memberikan salam dan memeluk vian, astrid dan dilla juga melakukan hal yang sama
" oh iya mah tolong pesankan makanan untuk nangi malam, pak gubernur B mau datang ke rumah. Katanya isteri beliau mau ketemu sama mamah." kata vian
" iya mamah pesenkan makanan, dan telepon ke rumah supaya enggak masak." kata lily. Lily pun pergi ke toko swalayan livi dan membeli daging dan sosis untuk nanti malam, setelah itu mereka pun pulang ke rumah, ibu sisil pun ikut ke rumah.
Sesampainya di rumah vian dan isteri isterinya masuk ke kamar untuk bersih bersih dan beganti pakaian, setelah itu mereka kembali ke ruang keluarga.
__ADS_1