Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kedatangan Menteri Kesehatan 2


__ADS_3

Selesai makan vian duduk di samping gazebo, lalu menyalakan rokoknya, pak bupati P juga ikutan.


" susana disini seperti dengan keluarga sendiri ya, enggak ada rasa sebagai tamu disini." kata pak bupati P


" alhamdulillah kalau begitu pak bupati, waktu itu karyawan dan keluarganya L-Trans disini berkumpul." kata vian. Jam 8.27 menit raka datang kesana, vian menyuruh raka sarapan terlebih dahulu.


" saya sudah satapan pak, terimakasih banyak." kata raka


" kamu bawa kan perjanjian pengalihan sahamnya." kata vian


" bawa pak, ini sudah saya siapkan tinggal tanda tangan saja." kata raka. Vian menandatangani surat pengalihan saham lalu pak menteri Sosial, pak menteri pendidikan, pak gubernur D, pak bupati P. Untuk pak bupati KBB belum karena tidak ada.


" ambil berapa persen pak masing masing, saya juga mau dong." kata pak gubernur B


" hanya 1% saja pak gub. Ini sebagai investasi jaga jaga kalau sudah tidak menjabat lagi, kita masih ada oemasukan dari PBN." kata pak gubernur D


" pak saya mau dong ikutan juga, 1% aja, nilai bukunya berapa pak." kata pak gubernur B


" nilai bukunya 44 milyar pak." kata vian


" saya juga kalau begitu pak vian ikutan investasi, jadi ada kegiatan nanti kalau sudah tidak menjabat." kata pak gubernur L


" saya juga pak ikutan. Jadi 440 juta ya, bisa di cicilkan " kata pak walikota


" boleh pak, tapi mohon maaf sebelumnya bukan saya tidak percaya tapi ini untuk tanda keseriusannya diharapkan masuk dulu 25% dari total persentasi saham yang diambil, setelah itu saya buatkan perjanjiannya." kata vian


" boleh pak, besok saya tranafer kalau begitu." kata pak walikota. Raka pun meminta kartu identitas pak gubernur B, pak gubernur L dan pak walikota, setelah itu raka pamitan karena mau ada acara keluarga


" terimakasih ya raka, maaf ganggu liburannya." kata vian


" sama sama pak, enggak apa apa, saya permisi bapak bapak semuanya." kata raka, lalu dia pun pergi


" kalau itu bangunan apa pak." kata pak walikota

__ADS_1


" itu untuk tanaman hidroponik pak wali, sayuran dan buah buahan, kalau yang sebelahnya kandang burung peliharaan si aa sama bapak." jawab vian


Jam 9.17 menit haris membawa bu menteri kesehatan datang ke taman belakang


" selamat datang bu menteri di rumah kami," kata vian menyambut kedatangan menteri kesehatan


" selamat pagi pak, maaf nih saya mengganggu acaranya." kata bu menteri kesehatan


" enggak ada acara apa apa kok bu, ini kita memang setiap akhir pekan suka berkumpul disini." kata pak menteri sosial


" ini para pejabat semua yang berkumpulnya ya," kata bu menteri kesehatan


" silahkan bu duduk, atau mau sarapan sekalian." kata vian


" makasih pak, ini kok rame ya disini." kata bu menteri kesehatan


" ini perkenalkan isteri saya lily, astrid, dilla dan shinta, ini bapak saya dan bapak mertua saya, ini ibu saya dan ibu mertua saya, itu ank pertama saya devan, qinar, avin, alea, klaau bapak bapak ini enggak usah saya perkenalkan. Kalau anak anak disana itu ada ika adik kandung saya, dan bella, ari, bimo, dan deni adik ipar saya. Yang lainnya silahkan perkenalkan diri masing masing aja ya." kata vian


" iya bu, saya suka datang kesini kalau akhir pekan karena isteri saya suka mengajaknya kesini. Atau enggak ke tempat pak vian di KBB." kata pak menteri sosial


" anak anak pak bambang, pak menteri, pak gubernur, pak bupati, pak walikota memang tinggal disini atau hanya setiap akhir pekan saja kesini." kata bu menteri kesehatan


" tinggal disini bu, mereka sudah tidak peduli rumahnya sendiri." kata pak menteri UMKM


" kok bisa, padahalkan dekat rumahnya pak menteri." kata bu menteri kesehatan


" itu dia masalahnya bu, rumah saya aja itu sebelah, isteri dan anak anak enggak mau tinggal disana, maunya disini, saya beli tuh rumah supaya lebih dekat, eh tetap aja maunya disini." kata pak bambang


" memangnya aktivitas mereka apa pak." kata bu menteri kesehatan


" isteri saya mengelola usaha di LCI sama isterinya pak vian bu lily, bu astrid, bu dilla dan bu shinta, anak pertama saya silvi di SPI sama adiknya pak vian, anak kedua silvia jadi dokter di rumah sakit livi. Jadi rumah ini udah saya anggap seperti rumah saya sendiri aja, pulang ke rumah itu kalau ada kegiatan dan pak vian ada acara keluar kota aja." kata pak bambang


" sampai pak gubernur D, pak bupati P, pqk gubernur L dan pak walikota surabaya juga ada disini, tadi aaya kira lagi menghadap ketua umum partai. Dan yang masih saya bingung beneran pak vian ini isterinya 4." kata bu menteri kesehatan

__ADS_1


" beneran bu masa bohongan, apa perlu diperlihatkan surat nikah dan kartu kekuarganya." kata pak gubernur B


" saya lihat begitu dekat, akur.. Salut deh." kata bu menteri kesehatan


" makanya kita kita ini iri bu sama pak vian dan mau belajar gimana caranya." kata pak bambang


" ini nih yang kurang ajar." kata bu menteri kesehatan


" iya bu, memang perlu dihajar." kata bu sisil. Tak lama devan datang kesana, keisengan lily pun muncul


" aa, kenalin nih ibu menteri, aa harus salam dan memperkenalkan diri." kata lily


" hallo, namanya siapa." kata bu menteri kesehatan


" nama aku devan livian permana suka dipanggil aa, karena aa anak pertama dari papah vian dan mamah lily, aku punya adik namanya de qinar, terus de avin tapi dari mamah astrid, ada lagi de alea itu dari mamah dilla, yang belum lahir dari mamah shinta." kata devan


" pinter banget aa, aa udah sekolah belum, berapa umurnya." kata bu menteri kesehatan


" aku baru mau sekolah di TK livi kelas A umur aa 6 tahun sebentar lagi." kata devan


" aa senangnya apa." kata bu menteri kesehatan


" aa senang berenang, naik kuda dan main, udah ya aa mau main lagi." kata devan


" anak pinter, sebelumnya mohon maaf pak vian mungkin kedatangan saya memngganggu acaranya, saya dapat informasi dari teman teman bahwa rumah sakit livi telah banyak membantu warga masyarakat dalam mengobati penyakit mereka terutama warga yang kurang mampu. Saya sangat terkesan makanya saya yanya pak menteri sosial, kenal enggak sama pemilik rumah sakit itu, beliau bilang saya swdang di rumahnya, makanya saya minta tolong tanyakan apakah saya boleh berkunjung." kata bu menteri kesehatan


" terimakasih banyak atas apresiasinya, memang saya mengintruksikan kepada manajemen rumahsakit untuk melakukan tindakan pertolongan jangan melihat apakah dia mampu atau tidak yang terpenting kasih tindakan dulu, kalau memang pasien tidak mampu, keluarga di suruh membuat surat keterangan tidak mampu dari RT RW tempat tinggal mereka lalu membawanya ke rumah sakit, dan pihak rumah sakit pun melakukan survey fisik ke lokasi pasien tersebut." kata vian


" terus untuk menutupi itu semua dari mana pak, kan enggak bisa di claim." kata bu menteri kesehatan


" agar tetap bisa menutupi operasional rumah sakit, semua itu dibayar oleh yayasan sosial livi, dari mana yayasan ini mendapatkan uang, setiap bulan perusahaan perusahaan dibawah livi group akan membayar 2,5% zakat penghasilannya ke yayasan sosial livi ini, dari dana CSR dan zakat karyawan setiap bulannya, yayasan sosial ini juga tidak hanya mengalokasikan dananya ke rumah sakit saja tapi ke pendidikan dan kita juga ada rumah yatim piatu kita bersaudara, warga yang kurang mampu di sekitar sini, kita juga bekerjasama dengan pemda untuk membangun rusun yang ada sebelah sana, terus kita juga kerjasama sama dinas pendidikan membangun sekolah negeri di daerah KBB." kata vian.


" saya salut, walau saya baru kenal tapi melihat kehadiran para menteri dan para gubernur disini bahwa hubungan itu tidak hanya sekedar pertemanan tapi ada keterkaitan dengan pekerjaan mereka juga." kata bu menteri kesehatan. Lily menawarkan minum apa ke ibu menteri kesehatan.

__ADS_1


__ADS_2