Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Operasional Rumah Sakit Dibawah Manajemen Livi


__ADS_3

Setelah selesai melakukan transaksi Raka menyerahkan perizinan Sekolah kepada Vian, vian meminta soft copynya juga. dari rumah sakit vian dan keluarganya pergi ke lokasi pembangunan sekolah, seperti biasa vian meminta untuk berhwnti dulu di supermarket untuk membeli sembako untuk pak Braja dan membeli makanan dan minuman buat disana.


37 menit perjalanan mereka pun sampai di villa perumahan Livi Residence, devan membawa Bella untuk pergi ke kandang thunder


" Tante ayo aa kenalin sama thunder." kata devan sambil menarik tangan bella, lilis mengikuti dari belakang


" ayo aa." jawab bella, devan pun langsung bermain sama thunder didampingi pak zainuri.


vian pun berkunjung ke rumah kake braja ditemani pak agus dengan memabawa sembako, setelah bersalaman dengan kakek braja vian kembali ke villa bersama kakek braja


" jagoan kakek mana, apa dia gak ikut." kata kakek braja


" ikut kek, dia lagi main sama thunder." jawab Vian


Tak lama teman teman lily datang, vian memperlihatkan perizinan sekolah kepada mereka.


" wah ini sudah bisa beroperasi." kata bayu


" makanya kita lihat sekolah apa saja yang siap beroperasi ajaran tahun ini." kata vian. vian memanggil bella lalu pergi ke lokasi pembangunan TK


" TK kayanya tahun ini sudah bisa operasional pak." kata Beni


" iya sudah kalian cari gurunya, dan buat brosur penerimaan murid baru." kata vian, setelah itu mereka pergi ke pembangunan sekolah lainnya. disana pak daryat sedang mengawasi pembangunan.


" siang pak, kok gak ngabari saya mau datang kesini." kata pak daryat


" tadi saya habis dari rumah sakit jadi sekalian kesini." jawab vian


" pak kalau bangunan untuk sekolah SD ini kira kira kapan selesai," lanjut vian


" 3 bulanan selesai pak. kalau untuk SMP, SMA, SMK dan universitas sekitar 9 bulanan lagi jadi tahun ajaran tahun depan sudah bisa beroperasi." kata pak daryat


" berarti ajaran tahun ini SD sudah bisa dipakai juga." kata Bayu


" iya pak bisa." jawab pak daryat


" kita cari kepala sekolah dan guru, lalu membuat brosurnya." kata Beni


" o iya ini saya juga sudah buat logo buat sekolah sekolahnya." kata vian lalu mengirimkan ke group


" untuk brosur nanti dibuatkan, saya minta kontennya aja." kata vian

__ADS_1


" baik pak, nanti kita buatkan." kata bayu


" kalian juga harus buat kurikulum pendidikan." kata vian


" siap pak, nanti kita buat dan sesuaikan juga dengan dinas pendidikan." jawab bayu


Setelah melihat lihat vian dan yang lainnya kembali ke villa, karena waktu sudah siang vian mengajak mereka untuk pergi ke restoran. restoran yang ada disana belum beroperasi walaupun bangunan sudah ada.


mereka pun pergi ke restoran yang biasa vian kunjungi kalau kesana. hanya menempuh waktu 20 menitan mereka telah sampai.


" oh iya bu gimana restoran yang di Livi Residence mau dikelola sama ibu atau mau disewakan saja." kata vian membuka obrolan


" sama ibu dong, kemarin kemarin ibu kan gak bisa banyak kemana mana karena harus ngurus nenek." jawab bu retno


" iya ya, kita hampir lupa." kata bu ningsih


" ibu mau cari chef sendiri atau mau vian bantu cari." kata vian


" biar ibu aja yang cari, kamu kan udah banyak urusan, utung kamu ingatkan, sekarang ibu telepon teman teman ibu barangkali ada yang mau." kata bu retno. lalu dia mencari kontak temannya yang chef


" minggu depan kan mau ke kampung, awal bulan vian dan lily ke surabaya pembukaan operasional pabrik LAD's. ibu awal bulan sudah bisa buka tuh restoran." kata vian


" bagus itu usulannya." kata bu retno


" telepon dari siapa pah." tanya lily


" pak chandra tim rumah sakit, besok papah harus kesana memberikan arahan mengenai arah tujuan rumah sakit kedepannya." jawab vian


selesai makan Vian dan yang lainnya kembali ke Livi Residence karena ingin melihat restoran sedangkan tim sekolah langsung pamit pulang.


sesampainya di lokasi restoran mereka langsung melihat lihat apa saja kebutuhan disana, vian juga merasa bersalah karena mengabaikan rencana awalnya. tak lama pak agus datang menghampiri vian.


" restorannya mau di operasional kapan pak, soalnya ada yang bertanya apakah mau disewakan tempatnya." kata pak agus


" ini mau dikelola sama ibu pak agus, dan tolong nanti tanya ke penghuni perumahan barangkali mau ikut jualan di area luar ini, jangan sampai orang luar perumahan yang berjualan terlebih dahulu." kata vian


" baik pak nanti saya sampaikan, karena memang dengan adanya mesjid disini menjadi tempat orang beristirahat dan sholat, kadang mereka menikmati suasana danau dan taman ini, mereka juga menanyakan apa gak ada yang jualan disekitar sini." kata pak agus


" mudah mudahan awal bulan restoran sudah bisa buka, dan untuk pedagang di luar sini silahkan pak agus kelola, tapi jangan minta bayaran untuk lapak, kalau untuk kebersihan silahkan saja tapi jangan memberatkan pedagang." kata vian


" baik pak, saya nanti koordinasikan juga sama pak zainuri, kakek braja dan pihak DKM mesjid ini." kata pak agus

__ADS_1


" untuk mesjid juga saya harap yang kelola dari penghuni perumahan." kata vian


" iya pak ketua DKMnya dari karyawan LNI." kata pak agus


" bagus kalau begitu, pokoknya pak agus harus bisa menjaga kondisi disini aman, kalau ada apa apa cepat cepat hubungi saya." kata vian


" iya pak. selama ini masih aman terkendali." kata pak agus


Setelah selesai melihat lihat dan mencatat kebutuhan apa saja, vian dan keluarga lainnya pulang ke rumah.


...****************...


Keesokan paginya setelah sarapan vian pamit mau ke Rumah Sakit, Vian mengajak Bella pergi kesana karena Vian akan meminta Bella membuat Design Rumah sakit. jam 9an vian dan bella sampai di rumah sakit disambut pak chandra, pak chandra sudah memanggil perwakilan dokter, suster dan karyawan lainnya untuk berkumpul di ruangan meeting. Di ruangan meeting pak chandra memperkenalkan vian kepada yang hadir disana dan meminta vian untuk menjelaskan arah rumah sakit kedepannya.


" Selamat pagi semuanya, perkenalkan nama saya vian, saya berada disini sebagai salah satu pemilik baru rumah sakit ini, perlu Bapak Ibu ketahui bahwa saya kemarin telah melakukan akad jual beli dengan Pak Wira selaku pemilik rumah sakit ini sebelumnya. Mulai hari ini Operasional Rumah Sakit ini dibawah manajemen Livi group, sebelum berganti nama menjadi Livi Hospital maka untuk sementara masih tetap memakai nama sebelumnya dan itu sudah mendapatkan persetujuan dari pak wira, proses balik nama sekarang sedang diajukan, mudah mudahan bisa secepatnya. saya disini mau menanuakan juga kepada bapak ibu selaku perwakilan yang lainnya, apakah Bapak ibu mau meneruskan kerja di sini atau tidak, sebelum saya menyampaikan tujuan rumah sakit ini kedepannya." kata vian


" saya perwakilan dokter ingin tau apakah penghasilan kami kedepannya seperti apa, apakah rumah sakit ini masih menerima asuransi, dan status kami seperti apa. kalau memang ada kejelasan kami akan tetap bekerja disini." kata Dr. Bambang perwakilan dokter


" saya perwakilan suster juga sama pak." kata suster Anne


" kami juga sama pak. kalau memang jelas dan tidak merugikan kami, kami akan terus bekerja disini." kata Sigit


" terimakasih atas kesediaan Bapak ibu, kedepannya saya ingin rumah sakit ini menjadi rumah sakit dengan pelayanan terbaik, kerjasama dengan pihak asuransi tidak masalah yang penting jelas tidak merugikan pihak kita, status bapak ibu sama akan tetapi kami dari tim manajemen Livi akan melihat kembali kinerja bapak ibu, untuk penghasilan pasti kami juga akan menyesuaikan ke arah yang jauh lebih baik karena saya ingin pelayanan rumah sakit ini baik, jangan sampai ada dokter, suster dan karyawan yang melakukan Bisnis didalam Bisnis, misal dokter merekomendasikan apotek tertentu untuk menebus obat ke pasien karena saya akan melengkapi apotek rumah sakit ini. dan yang harus Bapak Ibu ingat jangan pernah membeda bedakan pasien, menolak pasien, jika pasien tersebut tidak mampu cukup meminta kepada penanggung jawab pasien membuat surat keterangan dari RT RW mereka tinggal, layani mereka, jangan ada jual beli kamar." kata vian


" baik pak kalau begitu, kami akan terus bekerja disini." kata Dr. Bambang


" iya pak kami juga akan terus Bekerja terus disini." jawab Suster Anne


" Kami juga sama pak." jawab Sigit


" kalian Koordinasikan segala sesuatunya dengan Dr. Chandra karena beliau yang akan memimpin disini, kalau ada ketidak puasan silahkan laporkan kepada saya." kata vian


" Baik pak terimakasih." jawab mereka


" Saya harap kerjasama dari Bapak Ibu supaya rumah sakit ini bisa menjadi rumah sakit kelas internasional, memberikan pelayanan terbaik." kata vian


" siap pak akan kami lakukan sebaik mungkin." jawab mereka


" Silahkan Bapak ibu untuk bekerja kembali sebagaimana mestinya." kata vian


" Baik pak, terimakasih." jawab mereka, lalu mereka pamit undur diri untuk melanjutkan pekerjaan.

__ADS_1


Vian meminta Bella untuk membuat Logo Rumah Sakit, setelah itu vian mengobrol dengan Dr. chandra dan tim lainnya.


__ADS_2