Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Peresmian Sekolah


__ADS_3

jam 7 lewat 17 menit vian pun pergi ke acara peresmian, pak gubernur menelepon menanyakan posisi vian.


" pagi pak, sudah dimana nih." kata pak gubernur


" saya lagi di jalan pak menuju lokasi." kata vian


" siap, saya juga lagi di jalan nih, sampai ketemu disana." kata pak gubernur


" di jalan dari rumah ya pak." kata vian sambil ketawa


" enggak kok pak ini sudah dekat dengan pabrik LA, tunggu saja biar kita bareng." kata pak gubernur


" siap pak saya tunggu nih, saya share lokasi." kata vian, setelah itu dia menutup teleponnya dan memberikan lokasi terkini. Pak gubernur pun memberikan lokasi terkininya. Vian lalu menuruh pak dede untuk berhenti dahulu menunggu rombongan pak gubernur. Tak lama rombongan pak gubernur pun tiba. Pak gubernur menyuruh mobil vian untuk ikut ke dalam rombongannya lalu berjalan kembali menuju lokasi peresmian sekolah.


Jam 8.47 menit rombongan tiba di lokasi sekolah, pak gubernur pun disambut panitia dari dinas pendidikan. Pak gubernur dan vian duduk di kursi yang sudah disiapkan, disana sudah ada pak bupati. Pak bupati pun menyalami pak gubernur dan vian.


" bagaimana kabarnya pak, sudah lama kita enggak bertemu." kata pak bupati


" alhamdulillah baik pak," kata vian


" pak bupati kemarin enggak ke rumah pak vian sih jadi ikutan berkumpul." kata pak gubernur


" siapa saja pak yang datang." kata pak bupati


" pak bambang, pak gubernur B, pak walikota B, pak walikota F dan pak menteri UMKM." kata pak gubernur


" rumah pak vian jadi rumah ketua Umum partai dong ya." kata pak bupati


Jam 9.17 menit acara pun dimulai, kepala dinas pendidikan pun memberikan sambutan, lalu pak bupati, setelah itu pak gubernur.

__ADS_1


" Assalamualaikum, selamat pagi semuanya, yang saya hormati bapak bupati, bapak kepala dinas beserta jajarannya, pak camat beserta jajarannya, yang saya hormati dan banggakan pak vian dari livi group. Dengan keberadaan sekolah ini semoga bisa meningkatkan minat bersekolah dari daerah ini semakin tinggi dan memunculkan pemuda pemudi yang berprestasi dan bisa dibanggakan seperti pak vian, keberadaan sekolah ini menjadi simbol bahwa daerah ini memiliki potensi yang besar baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Saya sangat berterimakasih kepada pak vian selaku pemilik livi group yang telah berkontribusi terhadap lingkungan dengan membangun sekolah ini dan beliau pula menyerahkan pengelolaan sekolah ini pun kepada pemerintah. Warga masyarakat disini harus bangga karena ada putra daerah yang sukses dan mau mengembangkan daerah asalnya. Saya kemarin juga telah melihat ke lokasi yayasan pendidikan livi dari Sekolah TK sampai Universitas. Jadi nanti lulusan dari sini bisa tuh kesana melanjutkan kuliahnya, saya tidak akan panjang lebar lagi, untuk itu dengan mengucap bismillahirohmanirohim sekolah ini saya resmikan." kata pak gubernur. vian diminta untuk memberikan sambutannya.


" assalamualaikum, yang saya hormati bapak gubernur, bapak bupati, kepala dinas dan jajarannya dan bapak camat berserta jajarannya serta bapak ibu sekalian. Saya merasa bahagia akhirnya di daerah ini ada sekolahan tingkat atas, setidaknya para siswa yang berada disini tidak jauh lagi untuk ke sekolah lanjutan. Saya berharap dari sekolah ini bisa menghasilkan siswa siswi berprestasi sehingga bisa mengharumkan dan memajukan daerah ini. semoga apa yang telah livi group berikan ini bisa bermanfaat dan harus dikelola dengan baik. Oh iya sebelumnya saya mohon maaf, kebetulan disini banyak orang orang dari dunia pendidikan, barangkali ada yang berminat untuk menjadi tenaga pengajar di yayasan pendidikan Livi, kami membuka lowongan. Terimakasih banyak atas sambutannya, saya tunggu kabar baik dari sekolah ini." kata vian. Selanjutnya pak gubernur dan vian menandatangani prasasti.


Vian dan pak gubernur pun mengobrol


" sehabis ini langsung pulang atau menginap di villa LA pak." kata pak gubernur


" saya hanya mampir saja, istirahat sebentar lalu sore pulang. Karena harus mempersiapkan acara peresmian yayasan." kata vian


" kita makan siang di tempat waktu itu aja." kata pak gubernur


" boleh pak." kata vian


" iya sudah saya akan suruh orang duluan kesana untuk memesan tempatnya." kata pak bupati


setelah itu mereka pun berpamitan untuk pulang, rombongan pak gubernur, pak bupati dan vian pun pergi dari lokasi peresmian sekolah disana.


" pak bupati kapan ke jakarta, kalau saya jum'at pagi karena mau menghadiri acara peresmian yayasan pendidikan livi." kata pak gubernur membuka obrolan


" sama pak, saya juga ingin menghadiri acara tersebut, sama isteri ingin buru buru kesana." kata pak bupati


" oh iya pak gubernur dan pak bupati kalau gunung disebelah pabrik LA dikelola sama siapa ya." kata vian


" itu di kelola sama Perhutani pak, memangnya kenapa." kata pak gubernur


" kemarin saya ngobrol sama isteri, dia memberikan ide supaya livi bisa memproduksi air minum kemasan, jadi rencana saya ingin membangun pabrik lagi untuk mengolah air tersebut, saya rasa disana pasti ada sumber mata air, nah supaya untuk menjaga keleatarian alamnya saya memerlukan partner yang bisa diajak kerjasama." kata vian


" iya sudah bapak cek saja terlebih dahulu kandungan air disana nanti saya bantu obrolkan dengan pihak perhutaninya." kata pak gubernur

__ADS_1


" baik, terimakasih banyak pak." kata vian


" benar benar keluarga pengusaha ya, ada aja idenya." kata pak bupati


" kalau ada tempat yang bisa dikerjasamakan untuk menjadi tempat wisata kita bisa kerjasama pak." kata vian


" boleh pak, nanti saya coba diskusi sama dinas terkait." kata pak bupati


" di provinsi ini banyak tempat tempat wisatanya, akan tetapi pengelolaan yang belum baik, masih memikirkan terlebih dahulu pendapatan uang yang besar tanpa memikirkan lingkungannya akan seperti apa." kata pak gubernur


makanan pun sudah disajikan diatas meja, mereka pun makan siang bersama.


selesai makan pak gubernur pamit duluan karena ada acara lain, setelah itu pak bupati juga pamitan. Vian pun menyalakan rokoknya, vian ingin santai terlebih dahulu. Setelah membayar dan selesai merokoknya vian pun pergi menuju pabrik LA, sesampainya di pabrik LA vian memanggil Opik ke saung, shinta pergi ke villa mau membuatkan kopi.


" pik tolong cari lokasi sumber mata air yang ada di gunung sana, tolong cek kandungan airnya sama perkirakan berapa besar air yang ada, saya ingin untuk pengembangan LA kita memproduksi air minum dalam kemasan." kata vian


" baik pak, saya akan bentuk tim sekaligus dengan tenaga ahli dibidangnya termasuk tim kesehatan." kata opik


" nanti cari saja lahan untuk pabrik di daerah ini juga kalau bisa dekat yang ada sekarang, kalau mau pakai lahan pertanian juga enggak masalah yang penting hatus mencari lahan penggantinya." kata vian


" baik kalau begitu, jadi enggak masalah kalau lahan itu jauh dari jalan juga ya misal yang perbatasan lahan kita yang dibelakang." kata opik


" iya enggak apa apa, nanti lahan untuk pabrik yang di depan pinggir jalan, lahan pertanian pindah ke belakang." kata vian


" baik pak, sekarang saya akan bentuk timnya, kalau tidak ada hal lain saya permisi." kata opik.


Vian pergi ke villa, di saat itu pula shinta datang membawa secangkir kopi.


" pak ini kopinya, mau minum dimana." tanya shinta

__ADS_1


" di dalam aja sambil istirahat." kata vian lalu masuk ke dalam lalu duduk di sofa.


__ADS_2