Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Orang Orang Membicarakan Kamu


__ADS_3

Selesai dari mesjid vian duduk di kursi dekat danau dan menyalakan rokoknya.


" dari sini rencana kemana lagi pak." kata pak dede


" pulang ke rumah kayanya, enggak tau yang lainnya mau kemana." kata vian


" itu untuk bus sudah di pesan pak sekarang sudah masuk ke karoseri untuk dibuat, dan saya juga sedang pesan 2 truk lagi pak untuk mengangkut gabah." kata pak dede


" bagus kalau begitu, sopir yang akan bawanya juga sudah disiapkan." kata vian sambil menghisap rokoknya.


" sudah pak, mereka teman teman dari komunitas yang perusahaannya bangrut." kata pak dede


" urusan seperti itu silahkan pak dede ambil tindakan saja, toh pak dede yang lebih tau juga di lapangannya." kata vian


" terimakasih pak." kata pak dede


setelah merokok vian kembali ke dalam restoran, mereka pun mengobrol lagi.


" tau seperti ini saya akan membawa isteri dan anak." kata pak walikota F


" suruh datang kesini saja pak, sekalian liburan, enggak jauh juga kan." kata vian


" iya deh saya suruh mereka kesini." kata pak walikota F, lalu dia menelepon isterinya supaya datang kesana.


" biar santai ngobrolnya kita ke villa saja ya." ajak vian, lalu membawa mereka ke villa


" papah mau dipesankan kopi." kata lily


" boleh mah, nanti suruh antar ke villa aja. Terimakasih ya." kata vian


" papah, mamah aa udah jago naik kudanya." kata devan yang datang ke area parkiran naik kuda bersama pak zainuri


" hati hati ya, gantian naik thundernya sama azka dan angga." kata lily


" iya mah, habis ini giliran azka." kata devan


vian dan yang lainnya pun jalan ke villa, lalu santai di gazebo pinggir danau


" aa ini di danau ada ikannya enggak." kata pak adi


" belum di kasih ikan sih pak, nanti aa bilang ke agus supaya beli ikannya." kata vian lalu memanggil agus dan menyuruh dia mencari bibit ikan untuk di danau itu, vian juga mewanti wanti supaya dari orang luar dan pemilik rumah livi residence tidak memancing disana.

__ADS_1


" ini dalam enggak pak." kata pak gubernur B


" enggak pak palingan 1 meteran dalamnya. tapi saya sudah mewanti wanti ke keamanan sini jangan sampai ada yang berenang disini apalagi anak anak." kata vian


" disini keamanannya 24 jam ya pak." kata pak bambang


" iya pak, kalau enggak salah ada 6 orang, 2 siang, 2 malam dan yang 2 istirahat bergantian." kata vian, tak lama kakek braja datang kesana bersama nenek. Setelah bersalaman nenek braja menemui lily dan yang lainnya.


" wah banyak tamu ternyata," kata kakek braja


" iya kek, gimana kakek dan nenek sehat." kata vian


" alhamdulillah cu, kakek dan nenek selalu jalan jalan pagi supaya nanti enggak merepotkan disana." kata kakek braja


" kakek mau ikut sekarang ke rumah, atau gimana." tanya vian


" hari jum'at depan aja cu, lagian kamu juga mau kesini kan meresmikan sekolah." kata kakek braja


" gimana kek betah tinggal disini." kata pak gubernur B


" sangat betah pak, cuma bosen saja karena biasanya saya keliling cari rongsokan, disini tinggal makan, tidur, semua udah disiapkan." kata kakek braja


" nanti kalau sekolah sudah efektif, kakek bisa ada aktivitas mengawasi yang kost dan lingkungan sini juga dan itu lahan yang kosong kakek bisa manfaatkan untuk cocok tanam." kata vian


" kalau kakek dan nenek bosen bisa ke rumah kan, kalau pagi bisa ikut bus jemputan kalau enggak pun bisa saya jemput." kata vian


" terimakasih cu, kamu terlalu baik sama kakek dan nenek." kata kakek braja


" iya nih kakek ke rumah dong ajari kita olah pernapasan." kata pak adi


" kalian aja kesini, bukannya nanti kalian akan sering kesini." kata kakek braja


" iya kek nanti kita sering kesini," kata pak adi


" luar biasa ya, tempat ini jadi tempat berkumpul para pejabat." kata kakek braja


" iya kek, ini berkat kakek, pak vian membangun rusun dan saya bisa kenal beliau, alhamdulillah sampai sekarang kita masih bisa bersilaturahmi." kata pak gubernur B


" iya iya kalau bukan karena kakek kita mungkin enggak bisa ketemu pak vian." kata pak bambang


" mungkin itu jalan dari Allah supaya kita bisa bertemu, kakek juga enggak nyangka bisa hidup layak seperti ini apalagi sebentar lagi mau menginjakan kaki ke tanah suci." kata kakek braja

__ADS_1


" semoga kita bisa berkumpul lagi nanti di surganya Allah." kata pak gubernur B


" Aamiin." kata semuanya


" kek, kalau orang tuanya hilda itu gimana suka komunikasi enggak sama kakek." tanya vian


" hampir tiap hari ketemu, ngopi bareng disini setiap pagi sama malam, dia merasa senang karena awalnya dia bingung harus pindah kemana dan setiap tahun pasti rumahnya terkena banjir dan sekarang dia merasa menemukan kebahagiaannya pindah kesini." kata kakek braja


" syukur kalau begitu, karena saya khawatir juga biasa tinggal di pusat kota sekarang dipinggiran kota." kata vian


" si hildanya pun giat banget kerjanya, katanya enggak mau mengecewakan kamu, karena kamu udah banyak menolongnya, dan 7 keluarga yang pindahan dari sana juga kesini." kata kakek braja


" benar apa kata saya tadi, pak vian itu memudahkan kerjaan pemerintahan, saya dapat informasi juga ada beberapa keluarga yang pindah ke rusun yang pak vian buat itu." kata pak gubernur B


" kakek juga dengar dari teman teman dulu mereka merasa puas tinggal di rusun, tidak kehujanan dan kepanasan lagi, dan anak anak mereka pun bisa bersekolah." kata kakek braja


" oh iya kek nanti di samping sekolah akan di bangun panti asuhan, nanti kakek bisa bantu bantu disana." kata vian


" kamu benar benar luar biasa, kamu sebagai malailat penolong bagi orang orang yang kesusahan, setiap habis sholat selalu orang orang membicarakan kamu, baik yang kerja di perusahaan kamu maupun warga disekitar sini." kata kakek braja


" apalagi pas berita pesawat jatuh itu dan nama kamu ada disana, dimesjid selalu mendoakan kamu semoga selamat, tadinya kita mau ke rumah kamu dan ada orang yang mengusulkan supaya ikut melakukan pencarian kesana, kalau ada waktu kamu temui mereka habis magrib di mesjid." lanjut kakek braja


" insyaAllah kek, nanti sering kesini." kata vian


" apalagi setelah mereka tau rumah sakit yang kamu punya menerima orang susah untuk berobat disana, kata mereka seperti Allah menurunkan dewa penolong, ditambah kamu membeli tamah wakaf untuk pemakaman umum, mereka sanhat bersyukur banget." kata kakek braja


" nanti kalau hanya ada yang sakit di daerah sini bisa berobat dulu ke klinik yang ada di sekolahan kek, saya akan bilang ke Dr. Chandra supaya itu klinik bisa buka 24 jam, jadi bisa melayani kapan saja." kata vian


" saya jadi tambah iri ke pak vian." kata pak gubernur B


" pak vian mencalonkan jadi anggota dewan aja kita bisa kalah." kata pak bambang


" itu bagian bapak bapak saja, saya hanya bisa mendukung saja." kata vian


" pantas saja livi group sekarang banyak dicari pelamar kerja." kata pak gubernur B


" makanya saya rasa sekolah ini akan banyak peminatnya, apalagi lukusannya bisa bekerja di livi group." kata pak bambang


" oh iya kapan kita bisa ngobrol sama tim sekolahan pak supaya bisa membahas kurikulum apa saja kedepannya dan apa saja jurusan yang ada di universitas livi ini." kata pak gubernur B


" boleh kapan pak gubernur ada waktu, kita bisa diskusikan dengan mereka," kata vian

__ADS_1


" itu nantinya bisa kita usulkan ke kementrian pendidikan pak." kata pak gubernur B


" nanti pas presmian kan pak mentri akan hadir, bisa kita diskusi sebentar." kata pak bambang. Tak lama pak bambang menerima telepon dari pak mentri KUMKM. Pak bambang bilang kalau mau bertemu bisa datang ke perumahan livi residence atau kalau sore atau malam bisa ketemu di rumah vian. Pak bambang pun memberikan alamatnya.


__ADS_2