Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Berbuat baik belum tentu diterima baik pula


__ADS_3

Vian pun menyalakan rokoknya, tak lama pak dede datang kesana lalu mengobrol bersama.


" bagaimana pak kondisinya sekarang." kata pak dede


" alhamdulillah pak de, tinggal melepas gips ini aja." kata vian


" o iya pak mobil sudah di bawa ke bengkel L-Trans dan sudah mulai dikerjakan sama anak anak." kata pak dede


" syukur kalau begitu, nanti pakai aja buat operasional di L-Trans dulu." kata vian. Tak lama mirna datang membawa susu panas, vian menyuruh mirna untuk membuatkan kopi buat pak dede.


" kok bapak gak telepon saya kalau mau keluar." kata pak dede


" tadinya gak mau merepotkan, saya tadinya hanya ingin merokok disini karena lagi suntuk, terus saya ambil kunci dan pergi rencana mau menemui kakek braja, karena saya merasa ada yang lain di tubuh saya, emosi saya gak stabil, saya ingin konsultasi sama beliau karena kalau disini kan ada astrid dan dilla yang sedang hamil." kata vian


" iya pak saya juga merasakan tadi pas ambil mobil, makanya nanti akan saya bersihkan dulu minta bantuan kak heri." kata pak dede


" lebih baik seperti itu." jawab vian


" kakek brajanya mau saya jemput atau bagimana pak." kata pak dede


" beliau sudah di jemput pak edi, mungkin sebentar lagi sampai." kata vian.


Pak bowo dan pak adi pun datang keluar.


" ada pak dede juga disini." kata pak adi


" iya pak baru saja datang." jawab pak dede


tak lama mobil yang menjemput kakek braja datang. Kakek braja dan nenek pun turun dari mobil


" kamu kenapa cu, masih aja ada orang yang gak suka akan keberhasilan kamu." kata kakek braja, vian pun menyalami kakek braja dan nenek, kakek braja langsung duduk di sebelah vian


" kakek sama nenek masuk, makan dulu." kata vian


" iya kek, nek makan dulu, mumpung masih kumpul." kata pak bowo sambil mengajak kakek dan nenek masuk. Kakek braja dan nenek pun masuk.


" tolong carikan kelapa muda sama kembang 7 rupa dan kemeyan ya." kata kakek braja sambil berjalan masuk

__ADS_1


" iya kek saya cari sekarang." jawab pak dede lalu berdiri dan siap siap pergi


" maaf ya pak de ngerepotin sama mibta tolobg belikan rokok saya. Pakai dulu uang pak dede ya." kata vian


" baik pak, santai aja, kalau begitu saya permisi." jawab pak dede lalu pergi dengan memakai motornya.


Di dalam rumah lily mempersilahkan kakek braja dan nenek untuk makan bersama. Kakek braja dan nenek pun makan.


" terimakasih kek sudah bersedia datang kesini." kata lily


" gak apa apa cu, lagian kakek gak ada kegiatan juga." kata kakek braja


" kemarin malam vian mau bertemu kakek katanya, eh di jalan mengalami musibah." kata lily


" alhamdulillah masih dilindungi, masih ada aja orang yang usil akan keberhasilan orang lain." kata kakek braja


" maksudnya kek." kata lily penasaran


" iya, emosi dia dipermainkan, sehingga hal sepele aja membuat dia emosi, dia jadi gak bisa mengontrol itu." kata kakek braja. Lalu berdiri untuk cuci tangan. Kakek braja memperhatikan sekeliling disana karena merasa ada yang aneh.


Tak lama ika yang sedang duduk bersama yang lainnya menjerit lalu pingsan. Yang lain menjafi panik. Kakek braja menghampiri ika. Pak adi dan pak bowo yang ada di luar pun masuk ke dalam.


" sekarang menjadi urusan saya, karena kamu mau mencelakai keluarga cucu saya." kata kakek braja


" kamu pergi.. Jangan ikut campur." kata ika


" kamu yang seharusnya pergi, saya tuan rumah disini. Dari mana asal kamu." kata kakek braja


" buat apa kamu tanya asal saya." kata ika


" supaya saya bisa ngembalikan kamu ke asalnya, kalau gak kamu akan saya musnahkan." kata kakek braja sambil memijit kaki ika dan menyuruh mengambil air putih.


" mau keluar sendiri atau saya paksa keluar." lanjut kakek braja


" aaampuuuuun.. Saya keluar sendiri." kata ika, gak lama ika pun sadar, lalu pak adi memberikan minum ke ika. Kakek braja buru buru pergi ke depan melihat vian, pak dede baru datang habis membeli kelapa muda, kembang dan kemenyan. Kakek braja melihat gelagat vian juga sudah mulai diserang. Mengingat di dalam ada yang sedang hamil, kakek braja menyuruh menyingkirkan kursi dan membuka gips di kaki vian supaya vian bisa duduk di lantai. Setelah gips dibuka, vian disuruh duduk di karpet.


Kakek Braja menyuruh membakar kemenyan dan meletakannya di dekat kelapa muda. Lalu menyuruh menggali tanah, lalu dia memegang punggung vian sambil melafalkan doa doa.

__ADS_1


" kamu cari mati, saya akan binasakan orang orang yang gak tau diri, usaha lah dengan benar jangan dengan cara kotor seperti ini." kata kakek braja. Lalu tangannya melakukan gerakan seperti menarik sesuatu dari tubuh vian dan memasukannya ke dalam kelapa muda. Hal seperti itu dia lakukan beberapa kali. Vian pun ambruk di karpet. Kakek braja membawa kelapa muda tersebut bersama kembang dan kemenyan ke lubang yang tadi digali lalu mengambil golok yang sudah ada disana.


" gak ada ampun buat orang yang punya niat jahat." kata kakek braja " bismillah." lalu menebas kelapa muda tersebut, keluar lah darah dari dalam kelapa muda tersebut. Setelah habis kakek braja menaburkan bunga ke dalam lubang tersebut lalu menyuruh menutup lubang tersebut dengan tanah kembali.


Setelah kembali kakek braja memijat dari kepala sampai ke kaki vian dan menyalurkan energi ke dalam tubuh vian. Vian pun sadar lalu duduk kembali, pak adi memberikan air minum kepada vian. " ini ujian dan cobaan buat kamu cu." kata kakek braja


" terimakasih kek." kata vian


" Kita berbuat baik pun belum tentu kita terhindar dari kejahatan. Berbuat baik belum tentu diterima baik pula. tapi kamu harus terus berbuat baik jangan sampai karena hal seperti ini kamu lalai akan berbuat baik kepada siapa saja." kata kakek braja


" iya kek, terimakasih." kata vian


" gimana sekarang tubuh kamu." tanya kakek braja


" alhamdulillah sudah baik kek." jawab vian


" kamu harus bisa mengontrol emosi, jangan biarkan dia menguasai diri kamu." kata kakek braja


" iya kek, saya akan berusaha." jawab vian. Vian pun meminum susu dan menyalakan rokoknya


Didalam rumah ibu sisil yang baru melihat kejadian seperti ini penasaran.


" ibu lily, pak vian kenapa seperti itu." kata ibu sisil


" itu bu ada orang yang ingin mencelakai vian, ini sudah beberapa kali." jawab lily


" sudah beberapa kali." kata ibu sisil kaget


" iya bu, sebelum ini nyawa vian hampir terenggut ulah orang yang syirik ke dia." kata lily


" ternyata masih ada ya zaman sekarang hal seperti itu." kata ibu sisil


" iya bu, awalnya saya juga gak percaya akan hal seperti itu, tapi setelah melihatnya saya jadi percaya." kata lily. Astrid, dilla dan yang lainnya pun baru mengetahui hal ini. Tak lama pak bambang pun datang, melihat vian sudah duduk santai sambil merokok, dia pun kaget.


" ini yang sakit sudah sembuh." kata pak bambang


" alhamdulillah pak berkat doanya." kata vian

__ADS_1


" ini luar biasa ketahanan tubuh pak vian." kata pak bambang.


Vian menyuruh pak dede untuk membuat pembakaran jagung, mereka pun berkumpul di halaman depan rumah.


__ADS_2