Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Rencana kerja


__ADS_3

selesai minum kopi vian pergi ke kantor L-Pro, disana sudah ada pak daryat.


" pagi pak, sudah lama datang." kata pak daryat


" baru aja, saya tadi di villa dulu." jawab vian


" mau langsung lihat pembangunan pak atau mau ngopi dulu." kata pak daryat


" langsung aja pak, mumpung masih pagi." kata vian, pak daryat pun memberikan helm dan mereka jalan menuju pembangunan TK dan perumahan untuk guru terlebih dahulu.


vian belum menyalakan handphonenya, sehingga lily tidak bisa menghubunginya sehingga dia menjadi lebih khawatir, memang hal sepele tapi dalam kondisi cape, lelah dan banyak fikiran hal sepele bisa menjadi besar.


lily menelepon pak dede menanyakan vian, tapi pak dede bilang bahwa dia tidak bersama vian, lily menelepon pak daryat tapi gak di angkat angkat membuat lily tambah panik.


" pah, sebegitu marahnya papah sama mamah, maafin mamah pah." gumam lily sambil gelisah


selesai cek di pembangunan tk dan perumahan untuk guru, vian dan pak daryat pergi mantau ke lokasi pembangunan SMP, SMA,SMK, dan universitas, pembangunan ini mempekerjakan banyak tenaga kerja


vian gak mau masalah pribadi menghambat proses pekerjaannya.


" untuk pembayaran tenaga kerja bagaimana pak." kata vian


" alhamdulillah lancar pak." jawab pak daryat


" iya sudah jalankan saja sesuai rencana ya pak, kalau ada apa apa hubungi saya, saya mau cek mesin mesin di LA dulu." kata vian


" baik pak. hati hati." kata pak daryat, vian pun pamit ke pak daryat lalu mengambil mobil dan pergi, vian juga gak mau masalah dengan lily diketahui sama astrid dan dilla, vian pun memacu mobilnya masuk ke jalan Tol menuju ke KBB, di rest area vian berhenti untuk makan siang dan karena tadi pagi gak sarapan.


setiba di kantor pak daryat melihat handphonenya yang sedang di charge ada beberapa panggilan dari lily, lalu dia telepon balik.


" siang bu, maaf tadi handphone saya sedang di charge, ada yang bisa saya bantu." kata pak daryat


" saya mau tanya apa pak vian ada disana, soalnya saya hubungi gak aktif handphonenya." kata lily


" tadi memang bapak dari sini bu, sekarang sudah pergi kurang lebih 40 menitan yang lalu katanya mau ke pabrik. mungkin handphone sedang di charge juga soalnya dari tadi saya gak melihat bapak pegang handphone." kata pak daryat


" iya sudah kalau begitu, terimakasih pak." kata lily, dalam kondisi seperti ini lily pun tidak pergi ke butik

__ADS_1


setelah istirahat di rest area vian melanjutkan perjalanan menuju pabrik LA dan mampir di toko pakaian untuk baju ganti, jam 2an vian sampai di lokasi pabrik lalu menemui opik di lokasi pabrik baru.


" bapak sudah datang, kok gak ngabarin dulu pak." kata opik


" saya tadi langsung dari lokasi pembangunan sekolah, khawatir kalau besok saya kecapaen jadi males kesini, sekalian cape makanya langsung kesini." kata vian


" mesin baru datang besok pagi, nanti malam baru jalan dari pelabuhan." kata opik


" iya udah saya nanti tidur di villa sini aja." kata vian


" baik pak, apa ada yang perlu saya siapkan." kata opik


" gak usah, gimana persiapan pabrik sudah selesai." kata vian


" sudah pak, nanti tinggal merakit saja." kata opik


" iya sudah saya istirahat dulu sebentar ya, nanti panggil saya saja, jam 4an kita adakan meeting." kata vian, lalu vian pamit pergi ke villa dan meminta dibuatkan kopi ke OB kantor. sampai di villa vian pun menyalakan rokok lalu menghidupkan handphonenya, banyak notifikasi pesan masuk, vian hanya membuka pesan tersebut tidak membalasnya. vian hanya membalas pesan masuk lily saja.


banyak pesan lily yang masuk


" papah dimana, kenapa handphonenya gak aktif." 08.11


" pah tolong kasih kabar, jangan membuat mamah khawatir begini." 09.07


" mamah salah, maafin ya pah." 09.37


" kata pak daryat papah ke pabrik, kenapa gak pulang dulu." 11.07


" papah di pabrik LA, maaf handphone abis batre dan tadi gak sempat charge, karena langsung jalan. mamah gak salah kok, papah aja yang terlalu santai kerjanya, maaf membuat mamah cape, harus ngurus anak dan kerja juga, maaf papah belum bisa jadi suami yang baik." jawab vian


tak lama lily telepon tapi vian gak mengangkatnya.


" papah lagi meeting, gak bisa angkat telepon dulu. maaf." kata vian


" kenapa papah harus begitu, mamah kerja juga kan kemauan mamah sendiri." kata lily


" gak usah difikirin, papah gak apa apa kok," kata vian

__ADS_1


" terus kenapa papah gak pake sopir, nanti papah cape." kata lily


" papah masih sanggup nyetir sendiri, kerjaan papah gak secape mamah." kata vian


" kalau begitu papah masih marah sama mamah. maafin mamah ya pah." kata lily


" iya papah pasti maafin kok, maaf papah gak pulang hari ini soalnya besok pagi ada kiriman mesin jadi papah tidur di villa." kata vian


" kalau begitu mamah kesana ya." kata lily


" gak usah mah, kasian anak anak." kata vian


" iya udah, papah hati hati jangan cape cape, mamah sayank papah." kata lily


" iya makasih sayank." jawab vian


setelah chatan sama vian, lily pun memberitahukan kepada orang tua dan mertuanya " bahwa vian ada di pabrik LA, tadi gak bisa dihubungi karena handphonenya habis batre, malam ini gak pulang mau ada mesin datang. dikira vian sore ini mesin itu akan datang jadi buru buru kesana."


"iya udah telepon pak dede suruh kesini anterin baju ganti sama dia supaya besok yang nyopirin vian, dari sini suruh edi aja anterin." kata bu retno. lily pun telepon pak dede supaya nyusul vian di pabrik LA, lalu lily menyiapkan baju ganti buat vian. jam 3an pak dede datang ke rumah dengan sopir dari L-Trans, setelah pamitan pak dede pergi menuju pabrik LA.


sedangkan vian sedang merokok sambil minum kopi di villa, jam 4 kurang vian pergi ke ruangan meeting di pabrik, opik membuka meeting tersebut dan menyampaikan kinerja dan rencana kerja LA kedepannya. vian pun memberikan informasi tentang distributor LNI yang mau menjadi distributor LA juga.


Opik memberitahukan bahwa pak dodi dan pak anam sebagai diatributor LNI sudah melakukan refeat order dan jumlahnya cukup besar. namun yang lainnya masih sedikit.


Vian menjelaskan " bahwa pak dodi sudah membeli ruko dan lokasi tersebut sangat strategis jadi LA harus bisa support, begitu pula pak anam dia sudah menyewa 2 ruko yang 1 buat produk LNI dan yang 1 buat produk LA, dan dia berharap untuk pengiriman masih pake expedisi dari LA karena produk terjamin keamanannya.". vian memberikan usulan "untuk memulai pemasaran secara Online akan tetapi jangan sampai mengganggu Distributor atau agen yang sudah bekerjasama, jangan sampai mengganggu pasar mereka akan tetapi dengan adanya online bisa membantu mereka.".


" baik pak, nanti tim IT kita buatkan skema yang terbaiknya saling menguntungkan satu sama lainnya." kata opik


" iya pik, bukan kita tidak ingin untung besar tapi buat apa kalau caranya kita merugikan orang lain apalagi ini partner kerja." kata vian


" akan selalu saya ingat." kata opik


" kamu juga buatkan skema buat karyawan dari office boy sampai ke direktur, kasih bonus atas pencapaian ini bentuk syukur dan terimakasih perusahaan kepada mereka, dan naikan gaji pokok dan tunjangan kerjanya." kata vian


" terimakasih pak." jawab yang ada disana


" nanti saya koordinasikan dengan keuangan pak." jawab opik

__ADS_1


" nanti saya minta laporannya." kata vian


" baik pak." jawab opik


__ADS_2