Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Merencanakan Kehidupan


__ADS_3

Vian, pak dede dan opik malam itu bernostalgia masa lalu.


" bell, shin kalau kalian mau istirahat duluan saja." kata vian


" enggak mau ah, aku masih mau disini." jawab bella


" iya, kapan lagi bisa mengobrol seperti ini." kata shinta


" apa mau putra yang temani." kata pak dede


" enggak ah terimakasih." kata shinta


" besok bapak mau kemana, apa langsung pulang." kata opik


" jam 10an langsung pulang ke rumah, oh iya pik siapkan besok jagung sama daging BBQ buat dibawa pulang, sama siapkan buat shinta juga." kata vian


" siap pak." kata opik, opik pun pamit pulang duluan karena sudah malam. vian menyuruh pak dede membuat jagung bakar buat di kamar, setelah itu dia pamitan lalu diikuti bella dan shinta. Sesampainya di kamar vian duduk di sofa lalu menyalakan rokoknya, bella mengunci pintu villa lalu pergi ke kamar untuk bersih bersih dan berganti pakaian tidur, shinta pun sama bersih bersih dan berganti pakaian tidur, selesai beganti pakaian bella dan shinta datang menemani vian, mereka duduk di samping vian.


" mau dibuatkan susu panas, atau mau menyusu langsung." kata bella


" boleh susu panas, itu nanti aja." kata vian sambil memegang bukit kembar bella.


" mas nakal ih." kata bella lalu berdiri membuatkan susu panas.


" tapi suka kan." kata vian


" suka banget kalau disedot mas." kata bella


" aku mau juga dong disedot susunya." kata shinta, lalu dia mencium pipi vian lalu dia tiduran di pangkuan vian. " enggak apa apa kan aku seperti ini a." kata shinta


" iya enggak apa apa kalau kondisinya seperti ini." jawab vian,


" terimakasih ya aa, udah mau sayang sama aku, bahagiain aku." kata shinta, vian pun mengelus kepala shinta dan pipi putih mulusnya.

__ADS_1


" kenapa kamu mau seperti ini sama saya." kata vian lalu menghisap rokoknya


" aku merasa nyaman, aa baik, perhatian. Aku udah lama menantikan hal ini aa." kata shinta


" kenapa kamu enggak ngomong." kata vian


" aku enggak berani, ini karena bella aja jadi aku berani." kata shinta


" kok aku dibawa bawa sih kak." kata bella datang dengan membawa susu panas lalu duduk di sebelah vian. Vian mengambil susu itu lalu meminumnya.


" terimakasih ya bell." kata vian lalu, mencium pipi bella


" mas aku mau malam ini puas." kata bella


" aku juga a, kalau perlu enggak tidur deh, aku enggak mau melepas kebahagiaan ini." kata shinta. " aku mau mencoba ini ya a." lanjut shinta sambil mengelus pusaka vian. Lalu membuka celananya sehingga pusaka vian mencuat. Shinta pun memegang pusaka vian yang sudah tidak terbungkus apapun, dia memainkannya lalu dengan sedikit ragu dia menciumnya lalu memasukan ke dalam mulutnya. " akhirnya aku bisa merasakannya." gumam shinta, dia pun memainkan mulutnya dan menjilati seperti makan es cream. Tangan viaan pun bermain di bukit kembar shinta, sedangkan bella berciuman dengan vian. Vian mengajak mereka ke kamar sampai di kamar shinta dan bella membuka pakaian tidurnya, lalu shinta mencium bibir vian lalu menyerahkan bukit kembarnya. Vian mencium dari bibir turun ke leher laku bukit kembarnya, dan terus turun ke daerah lembah mahkotanya shinta. " jangan aa, aku belum pernah." kata shinta, " saya akan memberikan pengalaman ini." kata vian yang langsung menjilat mahkota shinta, " aaah. Aa geli tapi enak." lirih shinta. Srtelah puas memeainkan mahkota shinta vian mengarahkan pusakanya supaya masuk. Shinta masih meringis, vian pun pelan pelan memasukan pusakanya. Setelah masuk semua vina berhenti sebentar lalu dia mulai memaju mundurkan pusakanya. ******* shinta membuat vian lebih bergairah " aa aku mau keluar, gak tahan mau pipis." kata shinta yang diikuti mengejang tubuhnya. Vian pun tiduran di kasur, bella langsung mengarahkan mahkotanya ke pusaka vian, setelah masuk dia pun menggonyangkan pantatnya. Vian pun memainkan bukit kembar milik bella dan khirnya bella gak tahan. " mas aku mau keluar nih. Enggak tahan lagi." kata bella dan bella pun ambruk di tubuh vian sesudah dia merasakan puncak dari permainan tersebut. Vian pun bangkit lalu mendekati shinta, sambil mecium bibir shinta vian mengarahkan pusakanya ke mahkota shinta. Vian menciumi bukit shinta sambil mempercepat permainannya, " oh aa, aku enggak tahan." kata shinta. Vian oun semakin memeprcepat permainannya dan akhirnya bobol juga pertahannya bersama shinta yang mencapai puncaknya. Vian mencium shinta lalu berbaring di sebelah shinta dan bella. Lalu mencium bella dan mereka pun berpelukan.


Setelah istirahat 17 menitan vian banhkit lalu pergi ke kamar mandi untuk bersih bersih, setelah itu memakai kembali pakaiannya lalu duduk di sofa dan menyalakan rokoknya setelah meminum susu yang dibuat bella tadi.


" a mau dibuatkan kopi." kata shinta


" makasih ya aa, rasanya hidup aku sudah puas banget, apalagi bisa melayani aa setiap hari." kata shinta lalu mencium pipi vian.


" kita kan bisa ketemu nanti di kantor." kata vian


" tapi kan enggak bakalan bisa seperti ini. Gimana kalau aku lagi pengen." kata shinta


" tinggal pergi cari tempat aja." kata vian


" bener ya aa, awas aja kalau bohong." kata shinta cemberut


" tapi kita harus lihat situasinya dulu ya." kata vian lalu memeluk shinta dan mencium kening lalu bibir shinta.


" makasih ya sayang aku, aku semakin sayang sama aa." kata shinta

__ADS_1


" kamu mau usaha apa, biar saya kasih modal." kata vian


" enggak a, aku puas kok dengan sekarang yang telah aa berikan ke aku." kata shinta


" iya udah cari toko aja, supaya ibu kamu punya aktivitas gimana." kata vian


" boleh a, memang udah aku fikirkan itu." kata shinta


" nanti kamu cari aja tokonya dekat dekat rumah kamu, kamu buka toko sembako dan jual produk LA." kata vian


" boleh a, aku ikut aa aja gimana baiknya " kata shinta sambil memeluk vian


" kabari aja kalau sudah dapat yaa, kamu bisa nyetir mobil gak." kata vian


" iya aa sayang, nanti aku cari kalau enghak salah ada ruko di depan komplek rumah yang mau di jual, aku tanya harganya. aku bisa nyetir waktu masih punya mobil sebelum dijual sama ibu." kata shinta


" doakan aja ya semoga bisa beli mobil lagi." kata vian


" aamiin." kata shinta


" kalau sudah ada toko, kamu harus benar benar mengelolanya." kata vian


" iya aa sayang, pasti aku enghak akan mengecewakan aa." jawab shinta


" kamu juga bilang ke saya kalau ada apa apa, apalagi kalau kamu sudah menemukan pria yang akan menikahi kamu." kata vian


" kenapa aa ngomong gitu, aa enggak mau lagi sama aku, iya udah enggak usah aja beli tokonya." kata shinta ngambek, dia melepaskan pelukannya


" bukan begitu sayang, saya enggak mau menjadi penghalang kebahagiaan kamu aja, kita jalankan saja, kamu tau sendiri posisi saya seperti apa, kamu harus merencanakan kehidupan kamu." kata vian


" aku udah bahagia kok sama aa, walau belim jelas statusnya, selama aa sayang sama aku, aku bahagia kok." kata shinta


" kita jalanin aja dulu hubungan ini," kata vian

__ADS_1


" iya, awas kalau ngomong gitu lagi, aku enggak suka." kata shinta, lalu memeluk vian lagi. tak lama bella datang, mereka pun mengobrol bersama


__ADS_2