Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Ini Bukan Gratifikasi


__ADS_3

Setelah endris, pak siswandi dan pak sudiono pulang, pak bupati ingin mencoba memancing


" pak saya boleh mencoba mancing." kata pak bupati


" silahkan pak, ini pakai pancingan saya." kata pak adi, pak bupati pun mulai memancing, sedangkan vian duduk sambil minum kopi dan merokok.


" wah saya dapat nih, boleh saya bawa pulangkan ikannya." teriak pak bupati girang


" silahkan pak." jawab vian


" saya bisa sering kesini buat santai." kata pak bupati


" silahkan saja pak, kapan ada waktu tinggal kesini, kalau bapak mau kambing guling juga minta saja sama opik." kata vian


" asyiiik, nanti kalau ada acara saya minta pak vian." kata pak bupati


" silahkan pak, itu endris setiap kesini dia ketagihan bawa kambing." kata vian


" menyenangkan berada disini, itu mau buat apalagi pak." kata pak bupati


" itu galian buat kolam pembibitan ikan, belakangnya kandang sapi sama ayam." kata vian


" ini airnya dari mana pak kok bening sama deras." kata pak bupati


" air dari sungai, kan bendungan sudah dibangun jadi bisa ngalir di irigasi atas sana." kata vian


" pantas warga desa sini sudah bisa ke sawah lagi. jadi bapak sudah bangun kembali bendungan yang diatas sana." kata pak bupati


" iya pak, setelah kita beli lahan samping ini kita bangun sekalian sama pinggiran sungainya." kata vian


" terimakasih banyak pak, saya sudah ajukan tapi memang belum turun anggarannya." kata pak bupati


" saya suruh pak kades untuk mengelola bendungan tersebut jangan sampai terjadi komplik." kata vian


" bagus banget pemikiran pak vian ini sampai berfikir ke arah sana." kata pak bupati


" air itu dingin tapi bisa membuat panas pak." kata vian


" pak mau makan malam apa biar saya belikan." kata opik


" beli nasi liwet kayanya enak pik." kata vian lalu menanyakan juga ke keluarganya


" boleh pah itu saja." kata lily


" iya aa, ibu udah lama gak makan nasi liwet." kata bu ningsih

__ADS_1


" iya sudah pik, beli paket nasi liwet aja sama siapin juga buat BBQan." kata vian


" siap pak, saya siapkan." kata opik lalu pergi


" bapak mau bakar ikan." kata pak bowo lalu membawa hasil pancingannya dan diberikan ke bi narsih untuk dibersihkan


" aa ada waktu gak buat diskusi." kata ika


" iya udah sini kita sambil ngobrol aja." jawab vian


" kita udah diskusi untuk target pasar, kita mau ambil kelas atas dan menengah terlebih dahulu, yang akan kuta banyak produksi untuk pasar kelas menengah, menurut aa bagaimana." kata ika


" bagus, tapi apa yang membedakan produk tersebut." kata vian


" dari sisi bahan, motif, kemasan juga kita bedakan." kata ika


" oke. tinggal exsekusi saja, berapa margin yang diambil." kata vian


" 30 sampai 40 persen aa." kata ika


" oke. jadi awal bulan sudah mulai bisa operasional." kata vian


" harus aa, karena kita mau nyusun jalur distribusi untuk mengejar moment lebaran." kata ika


" kalian buat saja katalog nanti kirim ke distributor LNI, siapa tau mereka mau usaha busana muslim juga." kata vian


" biasa pak, mereka pengen belajar usaha." jawab vian


" mudah mudahan lancar usahanya dan bisa buka pabrik di daerah ini juga." kata pak bupati


" aamiin pak." jawab mereka


" nanti ibu siska harus pakai produk dari LAD's ya." kata lily


" boleh bu, apalagi bisa bikin saya cantik, biar bapaknya gak melirik lirik yang lain." kata ibu siska


" dijamin bu makin kinclong deh." kata lily


" o iya kita tukaran nomor handphone bu, sampai lupa kemarin kemarin." kata bu siska, mereka pun saling tukar nomor handphone


mereka pun sholat magrib berjamaah di villa, selesai sholat mereka pun makan bersama makanan yang disiapkan opik, sedangkan anak anak minta sosis bakar. kekeluargaan sangat terasa diacara makan bersama tersebut.


" tumben si akbar bisa cepat akrab." kata pak bupati


" iya dari tadi main aja sama aa devan, padahal dia itu suka susah bergaul." kata bu siska

__ADS_1


" pak vian mau pulang jam berapa." kata pak bupati


" jam 8an pak," jawab vian lalu duduk menjauh dan menyalakan rokoknya


" bapak mau bawa jagung atau apa, kita kedepan aja biar bisa pilih." kata vian


" iya pah, kita juga perlu buat di rumah, ayo kita kedepan aja bu." kata lily mengajak ibu siska, mereka pun pergi ke depan


" bapak sudah pernah masuk lihat proses produksinya." kata vian


" belum pak," kata pak bupati


" kita lihat bagaimana prosesnya." kata vian, vian membawa pak bupati dan yang lainnya berkeliling pabrik, setelah selesai mereka kembali ke toko yang ada di depan pabrik. lily dibantu astrid dan dilla memilih makanan dan susu yang akan dibawa pulang begitu pula ibu siska.


" berapa total belanjaan saya." kata ibu siska


" sudah dimasukan ke tagihan pak vian bu." jawab penjaga toko


" waduh pah, ibu jadi gak enak nih dibayarin pak vian." kata ibu siska


" iya pak vian saya jadi enak nih." kata pak bupati


" ini bukan gratifikasi loh pak, ini sebagai pemberian saudara ke saudaranya." jawab vian


" terimakasih banyak pak, bapak juga telah banyak berkontribusi ke daerah ini dan walaupun bapak kenal sama saya semua prosedur perusahaan ini dijalankan dengan baik tanpa melibatkan saya." kata pak bupati


" saya memberitahukan ke manajemen kalau memang ada sesuatu yang harus diperbaiki dalam proses perizinan ya harus diperbaiki karena ini menyangkut konsumen." kata vian


" saya heran dengan kata kata mba tadi, katanya barang barang yang diambil ini masuk ke tagihan bapak, kan bapak pemiliknya, kenapa harus bayar." kata pak bupati


" kalau barang yang saya ambil buat promosi itu gak masuk pak, tapi kalau untuk konsumsi saya masulan ke hutang saya dan biasanya di kurangi dari gaji saya setiap bulannya." kata vian


" kalau gitu barang yang saya ambil masuk ke promosi saja." kata pak bupati


" itu nanti takutnya disalah artikan sebagai gratifikasi, karena akan muncul di laporan keuangan dalam keterangannya, nanti dikira bapak kami minta untuk mempromosikan produk kami." kata vian


" luar biasa, jadi bapak dapat gaji setiap bulannya dari sini." kata pak bupati


" saya kan sebagai komisaris saya memiliki hak untuk mendapatkan gaji dan bonus tahunan, saya juga punha kewajiban untuk bisa memantau, memeriksa, dan memberikan masukan kepada perusahaan, kalau saya sebagai pemilik itu saya dapatnya pas diadakan RUPS berupa deviden." kata vian


" ini baru tata kelola perusahaan yang menurut saya benar." kata pak bupati.


" kalau begitu saya pamit, terimakasih semuanya sampai ketemu lagi ya." lanjut pak bupati


" dadah kakak akbar sampai ketemu lagi saya, aa tunggu lho di rumah nanti naik kuda." kata devan

__ADS_1


" iya a, nanti aku main ke rumah aa." kata akbar


setelah pak bupati dan keluarga pergi, vian meminta barang barang belanjaan di masukan ke mobil dan siap siap untuk kembali ke rumah. vian juga berkoordinasi sama pak Suparman dan Pak Sudianto yang baru datang, karena tadi dia izin pulang terlebih dahulu pulang ke rumah setelah mendapat perintah dari pak sudiono.


__ADS_2