Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Membuat Takjub Pak Menteri


__ADS_3

Mereka pun mengobrol disana, sedangkan para karyawan sudah bekerja kembali dan aparat pemerintahan setempat sudah pamit pulang.


" ini luar biasa pak, apa enggak berencana masuk ke bursa efek pak." kata pak menteri


" rencana ada, tapi untuk saat ini belum, saya ingin mengembangkannya terlebih dahulu dan alhamdulillah modal kita juga masih cukup." kata vian


" saya jadi tertarik gabung nih, apa boleh." kata pak menteri


" silahkan saja pak, tapi untuk masuk ke akta mungkin enggak bisa sekarang tapi kalau bapak mau sekarang masuk bisa diabuatkan perjanjian dibawah tangan melalui notaris saya." kata vian


" ini baru bapak sama pak bambang saja ya pemegang sahamnya, pak bambang berapa persen." kaya pak menteri


" betul pak baru saya sama pak bambang, beliau 10% pak, dan perusahaan perkebunan sawitnya yang mensupply bahan baku kesini tapi kerjasama itu dilakukan antar perusahaan bukan secara pribadi." kata vian


" bagus, setuju saya, tapi dengan adanya pak bambang diantara 2 perusahaan tersebut bisa mengatur kepentingan perusahaannya masing masing." kata pak menteri


" ibu boleh enggak bapak gabung di perusahaan ini." lanjut pak menteri kepada isterinya


" iya boleh dong pak, apalagi melihat pabrik dan prospek kedepannya." kata ibu Nurlaela


" deal pak saya gabung, untuk urusan kepemilikannya saya percayakan ke pak vian saja, mungkin minggu besok saya transfer uangnya ya." kata pak menteri


" iya pak silahkan saja." kata vian


" saya ambil 10% saja ya, dan uangnya juga saya cicil enggak apa apa kan." kata pak menteri


" enggak masalah pak silahkan bapak atur saja, kita saling percaya saja." kata vian


" terimakasih banyak nih pak sudah memperbolehlan saya bergabung." kata pak menteri


" santai saja pak, seperti sama siapa." kata vian


vian pun pamitan ke pak andi dan tim direksi lainnya, lalu vian mengajak mereka untuk pergi ke villa LA, di perjalanan vian memperlihatkan proses pembangunan pabrik yang akan dibangun dan lahan LA. Mereka pun sampai di area parkir Pabrik LA, vian membawa mereka untuk pergi ke villa supaya bisa beristirahat, opik pun memberikan kunci villa ke vian dan yang lainnya. Vian menyuruh pak dede untuk membeli persedian rokok dan yang lainnya.


Pak menteri merasa takjub dengan kondisi dan suasana disana.


" ini luar biasa pak, saya jadi merasa tenang dan damai berada disini, saya enggak menyesal datang kesini, ini sungguh luar biasa." kata pak menteri


" iya pak, akhirnya ibu bisa merasakan suasana seperti ini." kata ibu Nurlaela, mereka pun duduk di saung dan mengobrol dulu.

__ADS_1


" benar apa kata saya kan pak, enak banget suasan disini membuat kita lupa kerjaan kita." kata pak gubernur B


" iya pak gub, saya jadi nambah yakin nih mengambil saham PBN jadi saya bisa sering kesini." kata pak menteri


" silahkan saja pak, tanpa ada saya juga datang saja nanti bisa bertemu pak opik, jadi kita pulang atau mau menginap nih." kata vian


" siap pak, kalau sudah tau kaya begini nanti diatur." kata vian


" tapi ini memang sengaja dibangun untuk tamu atau disewakan pak." kata pak menteri


" dulu hanya itu saja pak, tapi karena suka banyak yang ingin menginap disini saya bangun lagi, untuk sekarang belum pak, tapi enggak menutup kemungkinan bisa disewakan juga." kata vian


" ini luasnya berapa hektar pak." kata pak menteri


" dulu kurang lebih di 15 hektar, karena kita bangun pabrik lagi dan memakan lahan pertanian maka kita baru membeli r hektar sebagai gantinya di belakang sana." kata vian


" ini air itu dari sungai ada di sebelah pak, pak vian perbaiki bendungan yang tidak kunjung diperbaiki pemerintah dan akhirnya bisa mengaliri irigasi untuk pesawahan warga disana." kata pak bupati


" saya tambah takjub sama pak vian ini." kata pak menteri


" terus gimana pak untuk mata air itu jadinya." kata pak bupati


" sedang dilakukan pembuatan bendungan disana dan pipa saluran air dari sana kesini juga sudah dikerjakan mungkin sekarang sudah hampir 80%." kata vian


" susu panas aja pak kalau ada sama jagung bakar." kata pak menteri


" ada pak mau langsung dari sapinya juga enggak apa apa." kata vian


" saya kopi, yang lain susu panas dan tolong buatkan pembakaran jagung dan BBQnya." kata vian


" baik pak saya siapkan." kata opik


" pak opik minta dibuatkan jus strowbery ya biat ibu ibunya." kata lily


" terimakasih ya pik." kata vian,


" baik bu." kata opik, opik pun pergi menyuruh membuatkan susu dan mempersiapkan pembakaran jagung dan BBQ.


" kalau mau mancing jorannya ada di samping saung biasanya." kata vian

__ADS_1


" siap pak, kalau begitu saya mau ganti pakaian dulu." kata pak menteri, dia pun langsung ke kamarnya, pak gubernur B, pak gubernur D, pak Bupati dan pak bambang pun pergi ke kamarnya, vian pun sama pergi ke kamar mau ganti pakaian, sedangkan devan, akbar dan azka sedang bermain sama mocha dan mochi.


Setelah berganti pakaian vian kembali ke saung, lalu menyalakan rokoknya, tak lama pak sapto datang menemui vian.


" nak vian ini perusahaan nak vian juga, besar banget." kata pak sapto


" alhamdulillah paman, disini pabrik proses pembuatan prozen food, pengolahan susu." kata vian


" kenapa kok masih ada karyawan yang bekerja, bukannya mereka libur." kata pak sapto


" disini full operasional paman, enggak pernah berhenti operasional. Jadi karyawan dibagi beberapa shift." kata vian


" banyak dong ya karyawannya." kata pak sapto


" kurang lebih di 300 orang belum lagi yang belerja di perkebunan dan mengurus ternak." kata vian


" papah, paman mau dibuatkan kopi." kata shinta yang baru datang bersama ibu anita


" udah dibuatkan opik sayank, terimakasihbya." kata vian


" pah ibu mau melihat ke pabrik dan keliling disini boleh." kata shinta


" boleh kenapa enggak, biar sekalian nanti barengan aja, tapi kalau ibu mau sekarang juga enggak apa apa." kata vian


" nanti saja nak, biar sekalian rame rame." kata ibu anita


" papah, mamah, nenek, lihat aa udah bisa naik kuda sendiri." kata devan


" iya sayang, hati hati ya." kata vian


" ih cucu nenek hebat dan pintar banget." kata bu anita


pak menteri, pak gubernur, pak bupati dan pak bambang pun datang bersama para isterinya. Vian pun mengajak mereka untuk melihat proses produkai prozen food dan pengolahan susu. Pak sapto pun memanggil isterinya. Vian membawa mereka ke pabrik, sambil kesana vian menjelaskan prosesnya dari peternakan ke rumah potong lalu ke proses produksi.


" ini bisa jadi tempat edukasi pak ke siswa siswi sekolahan dan itu bisa menjadi tambahan penghasilan dan yang levih dasyatnya ini bisa menjadi iklan atau promosi yang snagat efektif." kata pak menteri


" ini sedang kita bangun pak, supaya orang yang datang ke pabrik tidak mengganggu proses produksi tapi mereka masih bisa melihat prosesnya." kata vian


" pak vjan benar benar pengusaha sejati bisa menghubungkan satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, kedepannya anak didik YPL bisa jalan jalan kesini, lulusannya bisa dipekerjakan disini jadi livi group enggak akan kekurangan tenaga kerja." kata pak menteri

__ADS_1


" itu dia pak mengapa saya bangun YPL tujuan jangka panjang saya, jadi livi group tidak akan kekurangan SDM." kata vian


selesai melihat lihat pabrik, mereka kembali ke area villa, pak menteri dan pak gubernur mengambil joran untuk memancing, sedangkan para isteri mencoba membakar jagung.


__ADS_2