Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pengembangan BLS


__ADS_3

Di pagi setelah sholat shubuh, vian pamitan untuk olahraga, para isterinya kelelahan jadi enggak ikut berolahraga, vian naik sepeda keliling komplek, vian membiasakan untuk berolahraga.


Vian duduk di kursi depan, shinta membawakan kopi dan air putih kesana.


" pah, hari ini mau kemana." tanya shinta


" belum tau sih. Tapi papah mau ke BLS karena papah lihat laporan pergerakannya stagnan aja," jawab vian


" aku ikut ya pah kalau kesana." kata shinta


" iya sudah kalau kamu mau ikut." kata vian


Jam 7 mereka sarapan, setelah sarapan pak bambang, pak menteri UMKM, pak menteri Pendidikan dan pak gubernur B beserta keluarganya pamitan pulang, karena mereka mau bekerja, lily memberikan oleh oleh dari pangandaran keoada mereka.


" mah, papah mau ke BLS ya, mau meeting sama bagian R&D, supaya bisa membuka kantor cabang di seluruh kota dan kabupaten di daerah D khususnya bagi daerah yang memiliki tingkat perkembangan pelaku usaha UMKMnya bagus, BLS harus ada pengembangan usaha." kata vian


" papah sama shinta kan kesananya." tanya lily


" iya., mamah mau ikut juga." kata vian


" enggak, mamah ada kerjaan di butik dan LCI, nanti aja kalau papah masih lama disana kita makan siang bareng." kata lily


" iya sudah kalau begitu." kata vian, vian pun menelepon murti memberitahukan bahwa dia akan ke kantor dan minta tolong supaya divisi R&D supaya menyiapkan bahan bahan rapat tentang perkembangan usaha BLS dan rencana kedepannya seperti apa.

__ADS_1


Jam 9an vian dan shinta pergi ke kantor BLS diantar pak dede. Jam 9.47 menit vian sampai di kantor BLS, vian menyapa karyawan dan vian duduk dulu di depan kantor dan menualakan rokoknya sedangkan shinta diajak murti masuk ke ruangan komisaris.


" gimana kabarnya pak." kata vian


" alhamdulillah baik pak." kata pak sunarto security BLS dan dia pun menawarkan kopi, vian pun meminta dibuatkan kopi terlebih dahulu sebelum memulai meeting.


" enghak afa masalah kan diaini pak." tanya vian


" alhamdulillah pak aman aman saja, oh iya gimana kabar ibu pak." kata pak sunarto


" alhamdulillah baik, tafinya mau ikut tapi ada kerjaan di butik dan di LCI karena kemarin beberapa hari enggak masuk karena pergi ke acara family gathering LA." jawab vian. Vian menikmati kopi dan rokoknya, setelah itu vian pergi ke ruangan komisaris.


" pak mau mulai sekarang, anak anak dari divisi R&D sudah ada di ruangan meeting." kata murti


" assalamualakum, selamat siang semuanya, bagaimana keadaan kalian." kata vian


" waalaikumsalam, alhamdulillah bqik pak." jawab mereka


" mohon maaf selama ini saya enggak pernah datang kesini, akan tetapi saya setiap hari selalu memantau kalian melalui laporan yang kalian buat, apa rencana pengembangan BLS kedepannya, saya lihat dari laporan bahwa kinerja BLS hanya begitu begitu saja, apakah tidak ada terobosan lain, saya diam karena saya ingin melihat kenerja kalian berkembang, saya lihat potensi kalian itu cukup bagus tapi mengapa kok hanya seperti, apa ada yang salah dengan manajemen disini. Atau kalian cukup puas dengan kinerja saat ini" kata vian


" tidak pak, kami memikirkan pengembangan BLS, tapi kita kesulitan dalam memutarkan modal yang ada yang diakibatkan dari debitur yang tidak berkembang, dari debitur kita hanya mendaptakan pokok pinjaman saja, sedangkan sumber daya kita banyak terbuang disana." kata anto manajer R&D.


" apa yang menyebabkan para debitur enggak berkembang." tanya vian

__ADS_1


" mereka kalah dengan adanya e-commerce pak, dan saat ini banyak debitur dari luar kota jafi kita perlu banyak waktu." kata anto


" terus kenapa kalian juga tidak menyarankan mereka untuk mengubah cara pemasaran dari tradisional ke digital." kata vian


" kami masih kekurangan sumber daya yang mengerti e-commerce." kata anto


" apa yang telah kalian lakukan untuk mengatasi hal ini, karena kita juga harus bisa menyesuaikan dengan kondisi pasar saat ini." kata vian


" kita telah membuka lowongan pekerjaan dan melatih tenaga kerja yang ada untuk bisa menguasai tentang e-commerce." jawab anto


" kalian coba research perkembangan pelaku usaha di beberapa daerah termasuk dari debitur yang sudah bekerjasama dengan kita. Kalau perlu kalian buka cabang disana, kemarin saya dari daerah P meteka mengharapkan kita ada cabang disana coba kalian analisis, terus di kota B juga. Kalau kita hanya menunggu datangnya bola iya kita akan seperti ini tidak akan ada kemajuan yang betarti, tetus yqng di kota surabaya bagaimana, kok enggak ada perkembangan sama sekali, padahal saya sudah membuatkan kantornya, saya sudah melakukan pemasaran disana, kalau rnggak kalian tanggapi itu semua sia sia." kata vian


" baik pak, kita akan melakukan aurvey dan melakukan analisisnya." kata anto


" kita sudah banyak di bantu dari pemerintah loh, pak menteri UMKM, pak gubernur mereka secara tidak langsung membantu kita dalam hal promosi, kenapa saya mau mengisi seminar seminar karena itu untuk mempromosikan BLS, tadinya saya enggak mau berkecimpung lagi di BLS karena saya rasa tim BLS sudah mampu untuk berkembang sendiri, tapi saya perhatikan setiap bulannya kok malah stagnan seperti ini. Bahkan ada beberapa bulan yang omzetnya menurun dari bulan sebelumnya." kata vian


" saya masih banyak yang harus dikerjakan dengan pembangunan usaha baru dan pengembangan perusahaan LA, adapun omzet yang diterima BLS paling besar dari perusahaan perusahaan group Livi, kalau begitu kan buat apa ada kalian, saya sendiri saja yang bekerja enggak perlu banyak saya mengeluarkan dana untuk menggaji kalian." lanjut vian


" baik pak, kita akan melakukannya secepat mungkin sesuai dengan apa yang bapak sampaikan." kata anto


" saya berharap ada saya ataupun enggak perusahaan ini terus berkembang, kita memiliki banyak kelebihan dan kekuatan dalam menjalani usaha ini, itu semua akan berjalan tergantung bagaimana kita bisa mengeksekusi rencana rencana yang dibuat, kalau kalian merasa ini sudah cukup, saya bilang ke kalian saat ini juga, saya akan segera memberhentikan kalian semua, jangan merasa cukup, ini semua bukan karena saya sebagai pemilik, tapi apakah kalian merasa puas dengan penghasilan yang didapatkan saat ini, kalian harus memikirkan karyawan yang lainnya juga, masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita ini, kalian tau sendiri saya sekarang sedang emmbangun panti asuhan di dekat yayasan livi dan tempat tinggal sebagian karyawan BLS ini, jujur saja kalau hanya untuk diri saya sendiri saya sudah merasa cukup dengan keberadaan 1 perusahaan saja, tapi masih banyak yang membutuhkan bantuan baik menjadi karyawan ataupun bantuan lainnya misalnya saja biaya rumah sakit bagi yang memang benar benar tidak mampu, itu semua darimana kalau bulan dari perusahaan perusahaan lainnya, biat saya cape cape buka perusahaan baru kalau itu menyangkut hanya pribadi saya sendiri, saya keluar kota apa pernah saya minta dana perjalanan ke kantor padahal itu juga ada urusan dengan BLS, saya appresiasi kinerja kalian, tapi saya perlu mengingatkan saja, apa yang saya bilang tadi kalau memang merasa pengahsilan kalian sudah cukup tarap kehidupan kalian dirasa sudah terpenuhi dengan pengahsilan kalian saat ini, lebih baik kalian mengajukan pengunduruan diri saja, saya bisa katakan kalian tidak memiliki rasa empati terhadap orang lain, kalian egois memikirkan kalian sendiri. kalau itu benar jujur saja jadinya saya merasa keputusan saya salah saat membangun perumahan untuk karyawan," kata vian


Mereka pun lanjut berdiskusi, vian meminta murti untuk memanggil direksi untuk ikut berdiskusi disana.

__ADS_1


__ADS_2