Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kondisi Pabrik LA


__ADS_3

Vian kembali ke villa untuk mengambil kopi. Lalu pergi ke saung sambil menyalakan rokoknya. Vian pun meminum kopinya.


" kamu dari mana vian." kata pak bowo


" saya habis meeting pak, membicarakan masalah produk baru." jawab vian


" ada masalah apa memangnya." kata pak bowo


" hanya masalah penetapan harga saja pak dan strategi pemasarannya aja." kata vian


" kirain ada masalah di produknya." kata pak bowo


tak lama opik datang bersama karyawan LA untuk membuat pembakaran jagung,


" oh iya kita pulang kapan ini." kata pak bowo


" habis magrib aja pak biar lebih santai ya." kata vian


" siip kalau begitu, bapak bisa mancing lagi kalau begitu." kata pak bowo


" pak mau makan malam dulu disini supaya dijalan lebih santai enggak harus berhenti berhenti." kata opik


" kayanya boleh juga pik, kamu minta catering biasa kesini untuk 50 orang kayanya cukup ya, menunya khas sunda aja ya, nasinya liwet aja untuk semua kalau bisa, mumpung masih ada waktu juga." kata vian


" baik kalau begitu pak, saya akan pesankan." kata opik


" sama buat pembakaran untuk BBQ aja pik ya.Terimakasih." kata vian


" sama tolong bersihin ikan ikan ini ya, saya mau bakar." kata pak bowo


" iya pak. Nanti saya siapkan dan suruh irang untuk membersihkannya." kata opik.


vian pun mengajak saudara saudara astrid dan dilla untuk melihat proses pembuatan frozen food. Vian pun menjelaskan proses produksi tersebut


" jadi daging sapi dan ayam dari peternakan itu nak." kata pak dani


" iya pakde, tapi hanya sebagian saja, ada juga dari peternakan yang lainnya." kata vian


" di surabaya dimana beli produk ini." kata pak purwanto

__ADS_1


" ada di toko dillas dekat cafe dan di distributor disana, tokonya ada di ruko milik ibu asti dulu." kata vian


" oh disana," kata pak purwanto


" yang belerja disini berapa shift nak." kata pak dani


" 3 shift pakde, jadi mesin enggak pernah berhenti kecuali ada kerusakan dan pas ada perbaikan rutin saja." kata vian. Selesai dari sana mereka kembali ke area villa, vian memberitahukan bahwa akan kembali ke jakarta sehabis sholat magrib dan makan malam.


Jam 4.47 menit endris dan keluarganya datang, vian pun memperkenalkan kepada saudara saudara astrid dan dilla, mereka mengobrol sambil menikmati jagung bakar, istri dan anak endris diajak lily ke villa dan mengobrol disana.


" maaf bro, saya baru bisa datang nih, tadi habis apel dulu soalnya." kata endris


" enggak masalah, kamu enggak datang juga, saya hanya mengabari aja, takutnya kamu ngamuk kalau enggak dikasih tau." kata vian


" kapan mau kembali ke jakarta." kata endris


" malam ini kembali, isteri kan ada yang enggak ikut. Kasihan baru melahirkan." kata vian


" iya, selamat bro ya, maaf saya enggak bisa hadir kesana." kata endris


" sama sama, doanya aja." kata vian


" kasihan soalnya isteri dan anak disana ditinggal." kata vian


vian pun mengobrol sambil makan jagung bakar, dan meminta untuk dibuatkan susu panas dan kopi kepada karyawan LA. Devan mengajak devina dan febri main sama mocha dan mochi mereka bergantian menaikinya.


Pak bowo dan pak adi serta pak wanto bergantian membakar ikan hasil pancingannya, Pas adzan magrib mereka pun pergi ke musholla yang ada disana, mereka pun melaksanakan sholat magrib berjamaah. Setelah itu vian mengajak semuanya makan dulu sebelum berangkat pulang. Selesai makan vian merokok di saung bersama opik, pak heri, dan putra.


" oh iya pak mau pakai patwal lagi enggak ya." kata putra


" enggak usah lah, kita enggak terburu buru juga." kata vian


" baik pak kalau begitu." kata putra


" untung aja kamu ada bus ya, kafi bisa membawa keluarga dan saudara kamu sekalian." kata endris yang baru datang


" iya, habis gimana punya keluarga besar seperti ini, ini aja enggak hadir semuanya." kata vian


" lagian kamu punya isteri sampai 4 segala, kasian tau yang masih pada jomblo." kata endris

__ADS_1


" takdir bro, saya aja enggak nyangka." kata vian


setelah semuanya selesai makan, mereka siap siap untuk pulang, vian pamitan ke opik, endris dan keluarganya pun pamitan.


Jam 7.17 menit mereka pun berangkat dari pabrik LA pulang ke rumah, di perjalanan devan yang seharian main bersama mocha dan mochi pun tidur di kasur bersama de qinar, lily, shinta dan bu sisil pun berkaraoke ria, terkadang saudara saudara astrid dan dilla ikutan juga. Vian membuat kopi lalu pergi ke ruangan sopir, disana vian merokok dan mengobrol dengan pak heri.


" saya tadi jalan jalan ke area kebun dan bendungan, ternyata luas ya pak." kata pak heri


" iya pak, kurang lebih 20 heltar semuanya, untuk pabrik dan peternakan 7 hektar lah ada." kata vian


" saya tanya tanya ke pegawai disana, mereka bersyukur bisa kerja di perusahaan LA, walaupun jadi pekerja di lahan pertanian tapi mereka bilang sama saja di gaji setiap bulan dan sama dengan pekerja lainnya, kehidupan mereka pun sangat terbantu, beda sama waktu mereka menggarap lahan itu sebelum dibeli LA penghasilan mereka tidak menentu. Mereka bilang sangat bersyukur bisa kerja di LA." kata pak heri


" saya aja belum pernah kesana pak, cuma dapat laporannya saja." kata vian


" tadinya saya pengen ke sumber mata air, tapi takut cape dan kemalaman, saya cuma ke bendungan saja." kata pak heri


" oh iya barang barang dari pak opik ada dibagasi pak dan untuk minum ada di pantry pak." lanjut pak heri


" oh iya put, tolong kasih minum air putih ke yang lain dan tanyakan juga kalau meteka mau minum teh atau kopi." kata vian


" iya pak." kata putra, lalu dia pergi menanyakan ke orangtua dan mertua vian serta saudara saudara astrid dan dilla.


" oh iya pak heri, menurut bapak bagaimana kondisi pabrik LA, apakah ada hal yang aneh aneh." tanya vian


" secara keseluruhan di area pabrik LA positif, bagus, tapi saya tertarik ke sumber mata air untuk air minum itu pak, seperti ada sesuatu energi, tadi saya rasakan airnya benar benar bagus. makanya saya tertarik kesana, palingan tadi saya ke bendungan ada sesuatu yang negatif mungkin dulu disana pernah terjadi pembunuhan waktu zaman perang, tapi tidak masalah enggak akan mengganggu ke pabrik LA." kata pak heri


" saya khawatir saja karena suka seringkan kalau di pabrik itu terjadi kesurupan dan yang lainnya, saya baru kepikiran saja bicara hal itu." kata vian


" insyaAllah enggak masalah pak, energi positif disana lebih kuat, karena karyawan karyawan juga pada rajin untuk melaksanakan ibadahnya, lingkungan disana memang membuat kita nyaman, tenang." kata pak heri


" syukur kalau begitu, khawatir saja nantinya akan terjafi sesuatu yang tidak diinginkan, sehingga kondisi disana menjadi tidak kondusif." kata vian sambil menghisap rokoknya.


" ngomong ngomong gimana kondisi bus ini." kata vian


" bagus pak, mungkin karena masih baru juga dan setiap habis dipakai selalu saya dan pak dede periksa pak." kata pak heri


" oh iya jangan lupa yang minibus juga di rawat ya." kata vian


" tentu pak, mobil mobil yang masuk ke garasi L-Trans saya dan pak dede selalu menyuruh mekanik disana untuk memeriksanya supaya pas jalan sudah siap." kata pak heri

__ADS_1


Jam 10.47 menit mereka sampai di rumah, vian menggendong devan karena tidur, saudara saudara astrid dan dilla pun masuk ke kamar mereka masing masing.


__ADS_2