
Vian menyuruh orang tua dan mertuanya untuk istirahat, de qinar sudah di tidurkan dari tadi di kamar sama evi, devan pun dibawa lilis untuk tidur.
" pik kamu juga tau rencana ini." tegur vian
" tadi sore pak di telepon pak dede untuk menyiapkan ini. oh iya pak, ibu mau dibuatkan susu panas," kata opik lalu menyuruh karyawan LA untuk membuatkannya
" boleh pak opik rasa cokelat ya. as, dil kalian mau." kata lily
" boleh mba samakan aja." jawab astrid dan dilla
" ibu juga mau." kata ibu retno dan bu ningsih
" bapak juga mau coba." kata pak bowo dan pak adi
" kalian kok gak ngabarin mas sih." kata vian
" namanya juga kasih kejutan." kata astrid
" terus cafe siapa yang jalanin." kata vian
" bella mas." jawab dilla
" terus gimana perkembangan cafe kalian." tanya pak bowo
" alhamdulillah pak setiap hari ada peningkatan pengunjung." jawab astrid
" kamu bantu resort promosinya ya, kamu kan udah bagian keluarga." kata pak bowo
" iya pak nanti saya akan bantu." kata astrid
" apa nama cafenya." kata lily
" Dilas Cafe mba." jawab astrid
" Dilla astrid, kok gak ada inisial mamahnya sih pah." kata lily
" itu kan buat mereka, mamah kan udah di Livi." jawab vian
" pokoknya mamah mau kalau buka lagi ada nama mamahnya." kata lily
" iya sayank, terus apa namanya." kata vian
" LAD Cafe, bagus kan dan sesuai urutannya." kata lily
" iya bagus, kalau pake nama itu berarti papah bisa pake uang dari Livi dong." kata vian
mereka pun asyik mengobrol sambil makan jagung bakar di serambi villa, melihat lilis dan evi keluar kamar lily pun menyuruh mereka untuk makan.
" jagungnya enak mas, kalau dijual di cafe bisa gak ya." kata dilla
" bisa aja, di depan dibuatkan pemanggangan untuk bakar jagungnya." kata vian
" lusa kita baru ke surabaya ya pah, mamah juga mau main kesana." kata lily
" iya boleh." kata vian
__ADS_1
" kita juga ikut ah, oh iya sekalian nganter nenek katanya dia pengen pulang." kata bu retno
" ika juga ikut ya a," kata ika
" iya udah kita pake mobil aja kalau begitu." kata vian
" kalau aku sama dilla besok aja mas pulangnya." kata astrid
" kalian juga harus bareng sama kita." kata lily
" tapi mba kita hanya bawa pakaian ganti sampe besok aja." kata astrid
" besok kita belanja, buat apa ada suami kalau gak mau belanjain kita, boleh kan pah" kata lily
" iya boleh... asal kalian bahagia." jawab vian gak bisa berkutik dihadapan istri istrinya itu.
" kalian tidur, istirahat. pasti cape diperjalanan" kata vian
" kita masih pengen ngobrol kok, iya kan." kata lily
" iya mas, kita udah tidur tadi di mobil." kata astrid
" iya udah deh daripada jadi nyamuk kita mau istirahat dulu ya." kata pak bowo lalu pergi ke kamar diikuti pak adi, bu ningsih dan bu retno. disana tinggal vian dan ketiga istrinya.
" kalian disana tidur 1 kamar." kata lily menyelidiki
" iya mba," jawab astrid
" waktu ada vian juga." kata lily
" iya mba." jawab dilla
" itu pasti mba." jawab astrid dan dilla
" sini dong pah duduknya." kata lily sambil menunjukan tempat duduk kepada vian diantara astrid dan dilla, vian hanya bisa menuruti pengaturan lily
" terus mamah dimana." kata vian
" karena mamah istri pertama jadi duduknya di pangkuan papah." kata lily dan duduk di pangkuan vian
" kok jadi pendiam sih pah." lanjut lily. melihat kelakuan lily, astrid dan dilla pun sudah tidak sekaku waktu datang
" mas, disini ayam potong dan sapi pedaging aja." kata astrid
" gak, ada ayam petelur dan sapi perah juga." jawab vian
" cafe yang di ruko ganti namanya pah jadi LAD'S Cafe ya." kata lily
" terserah mamah aja." kata vian, vian pun memeluk astrid dan dilla
" makasih ya mbak udah mau terima kita." kata astrid
" iya sama sama, semoga selamanya kita bisa seperti ini." kata lily
" aamiin." jawab astrid dan dilla
__ADS_1
" kalian istirahat sana, papah sebentar lagi mau cek mesin." kata vian
" iya udah kita istirahat yu." ajak lily, lalu berdiri dari pangkuan vian dan membawa astrid dan dilla masuk ke kamar. vian pun meminum kopi lalu menyalakan rokok, tak lama opik datang.
" pak supaya lebih lancar dan aman, apa bisa nyuruh patwal." kata opik.
" sekarang posisinya sudah dimana." kata vian
" mereka lagi siap siap jalan dari rest area." jawab opik, vian pun pergi ke depan tempat parkir, patwal yang tadi masih ada
" pagi pak, saya mau minta tolong kawal 3 tronton dari pintu keluar tol kesini." kata vian
" siap pak, laksanakan." jawab petugas.
" ini buat ngopi di jalan." kata vian sambil memberikan amplop ke petugas. mobil patwal pun pergi, opik memberitahukan kepada sopir bahwa keluar tol akan di kawal patwal. jam 3 pagi kendaraan yang membawa mesin mesin datang. vian menyuruh sopir dan yang lainnya istirahat terlebih dahulu. 30 menit berikutnya proses pemindahan mesin pun dilakukan, jam setengah 5 vian kembali ke villa untuk mengajak istri istrinta sholat, karena astrid dan dilla masih datang bulan dia tidak ikut sholat.
" mas mau dibuatkan minum apa." kata astrid
" minta susu panas aja ke depan sekalian buat bapak sama ibu dan kalian juga. terimakasih." kata vian, aa yang sudah bangun melihat astrid dan dilla mau pergi.
" tante mau kemana, aa ikut dong." kata devan
" ke depan sayang, boleh ayo." kata dilla lalu berjalan ke depan, setelah itu devan membawa astrid dan dilla lihat proses pemerahan susu.
" tante, rumahnya dimana sih." kata devan
" jangan panggil tante dong, panggil mamah aja ya, tante kan mamah aa juga." kata astrid
" iya deh tante, eh mah. aa jadi punya 3 mamah dong ya" kata devan
" iya aa sayang." jawab dilla
" rumah mamah astrid sama mamah dilla di surabaya, besok kita kesana ya." kata astrid
" asyiiik.. mamah juga belum ke rumah aa." kata devan
" nanti kita kesana, pulang dari sini." jawab dilla
pak adi dan pak bowo lagi mancing di kolam, sedangkan vian lagi duduk bersandar di villa, lily tiduran di pangkuan vian
" maafin papah ya sayank." kata vian sambil mengelus kepala lily
" iya pah, maafin mamah juga ya, mamah bahagia lihat astrid dan dilla dekat sama anak kita." jawab lily
" iya, makasih banyak ya sayank." kata vian
" yang penting papah jangan berubah kasih sayangnya ke mamah ya." kata lily
" mamah juga ya." kata vian, lily pun mengangguk, vian lalu mencium kening lily.
setelah cape main devan, astrid dan dilla pun datang
" ini susunya di minum mumpung masih anget." kata vian
" iya mas, terimakasih." jawab astrid dan dilla
__ADS_1
" nanti kita makan siang di tempat biasa ya pah." kata lily
" oke, dari sana kita langsung pulang." kata vian