
Sehabis sholat shubuh mereka siap siap mau pergi ke KBB, lily dibantu shinta mempersiapkan keperluan nanti diperjalanan. jam 5.30 mereka berkumpul di halaman depan. orang tua dan mertua vian ikut semua bersama saudara saudara astrid dan dilla dari surabaya setlrta ibu sisil pun ikut, di rumah hanya astrid dan dilla serta anak anak SPI.
" kalian di rumah dulu ya, nanti kalau de avin dan de alea sudah gede baru kita jalan jalan sama sama." kata vian
" iya pah, tapi jangan menginap disana ya." kata astrid dan dilla
" iya enggak, tapi mungkin agak malam kita pulangnya, kalau ada apa apa langsung kabari." kata vian
" iya pah." kata astrid dan dilla.
Jam 5.47 menit setelah pamitan mereka pun pergi.
" wah busnya bagus banget ini." kata pak dani
" iya nih, kita bisa merasakan naik bus mewah." kata yang lainnya. Karena belum sarapan, vian meminta pak heri untuk istirahat dulu di rest area. Vian pun mempersilahkan saudara saudara astrid dan dilla sarapan, vian mengajak lily, shinta, devan de qinar dan orang tua serta mertuanya duduk di satu meja, mereka semua sarapan bersama. Devan disuapi lilis dan de qinar disuapi evi, setelah selesai sarapannya lily dan shinta menggantikan lilis dan evi untuk makan, mereka yang menyuapi devan dan de qinar, vian pergi ke tempat merokok dulu bersama pak heri dan putra. Vian pun menyalakan rokoknya.
" terimakasih pak sudah menganggap saya seperti keluarga sendiri, bapak tidak membeda bedakan karayawan." kata pak heri
" sama sama pak, kita ini sama, enggak ada atasan dan bawahan, jadi jangan segan segan kedepannya ya," kata vian
" iya pak, sekali lagi terimakasih." kata pak heri.
" pak mau minta di jemput pak suparman dan pak sudianto untuk mengawal." kata putra
" boleh telepon saja, suruh seperti biasa menunggu di pintu keluar tol." kata vian
" baik pak, saya kan hubungi sekarang." kata putra lalu dia menelepon pak suparman dan pak sudianto. Vian pun ijin ke ATM dulu, lalu setelah itu kembali lagi ke tempat tadi, lalu menyalakan lagi rokoknya.
" pah beli dulu pampers de qinar ya, tadi habis sama beli makanan ringan dan minuman untuk di bus, ini kan kunjungan saudara ke pabrik pertama kali, kita harus memberikan kesan baik untuk astrid dan dilla sebagai saudara meteka." kata lily
" boleh sayang." kata vian, lalu dia bersama lily dan shinta pergi ke supermarket, vian pun membeli rokok untuk dia, pak heri dan putra. Lily dan shinta pun membeli makanan ringan dan minuman. Setelah itu membawa ke tempat tadi, vian menyuruh putra untuk membawanya ke bus.
__ADS_1
Setelah sarapan mereka pun pergi kembali menuju pabruk LA, setelah perjalanan 1 jam mereka sampai di pintu keluar tol, disana sudah menunggu mobil patwal, putra menyuruh pak heri untuk berhenti di belakang mobil patwal tersebut., lalu putra turun menemui pak suparman
" wah bus baru nih." kata pak suparman
" iya pak, baru beberapa bulan dan baru sekali di pakainya." kata putra
" sekarang kita langsung ke pabrik atau kemana dulu pak." kata pak suparman
" bapak enggak ngasih intruksi lain, jadi kita langsung ke pabrik saja." kata putra
" baik kalau begitu. Ikuti saja kami ya soalnya kelihatan sopir baru juga." kata pak suparman
" siap pak, saya akan intruksikan." kata putra, putra pun naik ke bus, mobil patwal pun bergerak, pak heti disuruh putra untuk mengikuti dibelakangnya.
" enak ya, pantesan pak dede selalu asyik bawa minibus." kata pak heri
" iya pak heri, sebenarnya polsek yang di rumah juga sudah menawarkan kalau ada pengawalan, tapi bapak enggak mau." kata putra
" terkadang saya juga malu pak sama pak vian, sudah beberapa kali kejadian malahan bapak yang turun tangan kita enggak bisa apa apa." kata putra
" tapi kan kalian yang menjadi pertolongan pertama kalau ada apa apa sama keluarganya pak vian." kata pak heri
" iya pak, bapak juga bilang seperti itu." kata putra
" jujur saja put saya salut sama pak vian ini, dia tidak terlihat seperti bos, dia dekat dengan siapapun, tidak membeda bedakan semuanya sama, kadang saya yang jadi risih kalau makan dekat dengan beliau itu, tapi bapak cuek aja." kata pak heri
" iya pak, apa yang bapak sama ibu makan kita juga sama makan itu, kadang kita makan yang lebih mewah dari mereka, alhamdulillah saya bisa kerja sama bos yang baik banget bahkan kelewatan baiknya, bapak bayangkan saja dimana karyawan seperti saya bisa tidur enak, dikasih fasilitas seperti itu, makanya saya suka heran kenapa masih ada aja otang yang enggak suka sama bapak." kata putra
" itulah kehidupan put, jadi kamu harus kerja benar benar jangan sampai mengecewakan pak vian dan keluarganya." kata pak heri
" iya pak, saya juga dinasehati sama orangtua seperti itu, saya tadinya mau pinjem buat berobat orangtua, eh malahan sama bapak dikasih bahkan lebih besar dari yang saya perlukan, bapak bilang bahgiakan orangtua kamu dulu, kamu kalau mau bisa lain waktu atau bicarakan aja." kata putra.
__ADS_1
Tak lama vian datang ke depan untuk merokok di ruangan sopir yang memang didesain supaya bisa merokok disana, sedangkan lily dan shinta sedang berkaraoke bersama ibu sisil. Kadang kala dia video call sama astrid dan dilla
Jam 9.47 menit bus pun masuk ke area parkir pabrik LA, vian pun menggendong devan turun dari bus. Dia pun langsung pergi ke kandang mocha dan mochi, vian menuruh saudara saudara astrid dan dilla untuk istirahat dulu di aula LA.
" ini pabriknya besar banget, terus ada kolam ikan, ada peternakan sama ada villa juga. Ini luas lahannya berapa hektar nak." kata pak dani
" seluruhnya sama lahan pertanian kutang lebih di 20 hektar pakde." kata vian
" oh jadi lahan pertanian itu milik kamu juga." kata pak dani
" iya pakde itu lahan perusahaan." kata vian
" ini ternak apa saja." kata pak dani sangat antusias
" hanya ada kambing, ayam dan sapi aja pakde, silahkan daja kalau mau lihat lihat kesana." kata vian, saudara saudara astrid dan dilla pun pergi melihat lihat peternakan, mereka sangat kagum, mungkin saja karena ini baru pertama kali mereka berkunjung ke pabrik tersebut.
Vian membawa lily dan shinta ke villa untuk istirahat sambil menidurkan de qinar.
" papah mau dibuatkan kopi." kata shinta
" enggak usah, biar papah aja yang buatnya, kalian istirahat aja ya." kata vian, dia pun pamitan keluar villa lagi, vian menyuruh OB LA untuk membuatkan kopi. Vian duduk di saunh dekat kolam ikan, dia menyalakan rokoknya, disana pak adi, pak bowo dan pak wanto sedang memancing. Tak lama opik pun datang bersama OB LA yang membawa kopi
" kok bapak enggak ngasih kabar dulu ke saya mau bawa saudara saudara bapak kesini." kata opik
" ini diluar rencana saya juga, mereka ingin melihat lihat pabrik sekalian berlibur juga." kata vian
" terus gimana untuk operasional pabrik jadinya." lanjut vian
" sudah siap semua pak, tinggal bapak meresmikan saja sebagai simbol bahwa pabrik pengolahan air minum dan makanan ringan dimulai beroperasi." kata opik
" iya sudah kalau begitu, saya istirahat dulu ya." kata vian
__ADS_1
" baik pak, kalau begitu saya kesana duluan." kata opik. Opik pun pergi ke pabrik pengolahan air minum.