
Lily menyerahkan air putih dan jus strowbery ke bu menteri kesehatan
" ini strowberynya dari kebun sana bu, insyaAllah bebas pestisida." kata lily
" terimakasih bu." kata bu menteri kesehatan
" nanti kalau bu menteri berkenan bisa berkunjung ke rumahsakit livi, kebetulan silvia ini sebagai dikter dan sekaligus pemilik rumah sakit livi, dan dia yang lebih tau daripada saya, karena dia setiap harinya ada disana." kata vian
" kalau memang diperbolehkan nangi saya akan mampir kesana, hebat dokternya masih muda, semoga rumah sakit livi bisa membawa banyak manfaat untuk warga masyarakat ya." kata bu menteri kesehatan
" aamiin." kata mereka
" alhamdulillah bu menteri saya diperbolehkan magang di rumah sakit livi dan saya juga mendapat bimbingan dari dokter disana terutama dr. Chandra sebagai direktur rumah sakit, untuk manajemennya saya dibimbing sama om vian dan tante serta teman teman disini." kata silvia
" sekarang ibu shinta sudah berapa bulan kehamilannya, enak ya bisa melahirkan di rumah sakit milik sendiri." kata bu menteri kesehatan
" udah 9 bulan bu, ini tinggal menunggu saja, sepertinya enggak disana bu, karena saya melakukan pemeriksaan di rumahsakit ibu dan anak." kata shinta
" kenapa kok bisa begitu." kata bu menteri kesehatan
" saya khawatir saja bu nanti kalau isteri isteri saya melahirkan disana para dokter akan memperlakukan berlebihan apalagi sampai melupakan pasien yang lainnya karena mengurus isteri saya. Saya jadinya enggak enak sama pasien lain, bukan karena merasa rumah sakit livi tidak bagus, hal yang saya khawatirkan dan saya hindarkan takutnya pelayanan kepada isteri saya akan diperlakukan khusus dan pasien lain berbeda jauh, saya akan merasa bersalah jadinya." kata vian
" wah saya takjub deh, padahal orang lain akan memanfaatkan fasiltas itu untuk menyombongkan dirinya." kata bu menteri kesehatan
" apa yang perlu saya sombongkan bu, ini semua kan hanya titipan Allah saja. Tapi lihat juga kondisi dan situasi kedepan gimana." kata vian. Vian menyuruh marni untuk membakar jagung dan BBQ supaya bu menteri bisa mencoba, bu menteri pun mengobrol dengan ibu ibu sambil menikmati makanan yang disediakan.
" oh iya pak, saya dan pak walikota akan pulang jam 7 malam nanti penerbangannya." kata pak gubernur L
__ADS_1
" tiketnya sudah dibeli pak." kata vian
" sudah pak," kata pak gubernur L
" nanti jam 5 sore saya suruh sopir untuk mengantar bapak ke bandara." kata vian
" terimakasih banyak pak." kata pak walikota
" gimana nabilla jadi magang di SPI." kata vian
" jadi om nanti aku sama temen namanya rara, aku hari ini pulang sama bapak dan ibu, besok ke kampus minta surat magangnya, mungkin lusa saya kesini lagi om." kata nabilla
" kabari saja ya, nanti biar sopir menjemput kamu dari bandaranya." kata vian
" iya om, nanti aku kabari, terimakasih banyak ya om." kata nabilla
" sama sama, yang penting kamu betah, nyaman tinggal disini." kata nabilla
" sudah om udah 2 mingguan, terimakasih." kata resya
" udah om." kata salva
" balik dari KBB si salva itu ngajak buru buru kesini pak, saya bilang pak vian sama keluarganya sedang ke luar kota, dia bilang enggak apa apa bu kan ada kak ika dan yang lainnya, enggak tau tumben tuh anak biasanya susah kalau diajak kemana mana." kata bu sofie
" kalau ada apa apa sampaikan saja ya ke kak ika dan kakak kakak lainnya atau ke om dan tante langsung, kalian boleh mempergunakan semua fasilitas yang ada disini, kalau mau makan makanan dari luar juga boleh, yang terpenting jaga kebersihan di kamarnya supaya nyaman, untuk kaya mencuci pakaian itu sudah ada yang akan mencucinya sama yang beresin kamar pun sudah ada, yang terpenting untuk saling menjaga supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan barang mewah harap simpan di tempat yang aman. Di setiap kamar ada brangkas itu bisa kalian manfaatkan, om pasang CCTV bukan untuk membatasi privisi kalian tapi itu untuk kemaanan saja dan hanya di pasang di area luar kamar kalian, jangan melakukan hal hal yang tidak baik, kalau ada teman cowok yang mau berkunjung hanya boleh di area halaman depan saja tidak boleh sampai ke kamar, kalau tamu mau ke MCK ada didekat pos keamanan. Kalian semuanya disini akan menjadi tanggung jawab om, untuk itu tolong jangan kecewakan om dan orang tua kalian. Kalau kalian merasa kurang enak badan atau sakit langsung bilang, disana ada kak silvia kalau enggak ada bilang ke yang lain dan beritahu ke om dan tante kalau ada teman yang sakit, disini kalian bersaudara, harus bisa saling mengingatkan dalam hal kebaikan, kalau ada kepentingan keluar sama kalian harus bilang sama temannya kalau perlu minta ditemani, kalian bisa minta tolong ke haris atau putra atau yang ada di depan. Pokoknya kalau ada apa apa bilang, kakak kakanya juga harus bisa memberikan contoh dan membimbing." kata vian
" baik om." kata mereka
__ADS_1
" nanti om akan minta kalian mengisi pelajaran kewirausahaan di SMA, SMK dan mengisi seminar di Universitas livi." kata vian
" siap om. Laksanakan." kata mereka
" kok ke pak vian kalian enggak minta bayaran sih." kata pak menteri UMKM
" malu lah pak, kita udah hidup disini masa masih minta bayaran." kata anisa
" terus kenapa ke bapak minta." kata pak menteri UMKM
" beda lah pak, itu kan hal yang jauh berbeda." kata amira
" ngomong ngomong bapak baru sadar, kalian enggak pernah minta jatah bulanan ya. Memang kalian dapat uang dari mana." kata pak menteri UMKM
" kita pengen mandiri dan enggak menyusahkan bapak aja, toh kita juga sudah ada penghasilan, walaupun magang di SPI itu di kasih uang bulanan tapi aku rasa cukup banget untuk kita makan sebulan, sekarang aku kan udah jadi pegawai jadi udah beda dapatnya, malahan kalau tercapai target kita dapat bonus, ya gaji bapak enggak ada apa apanya lah." kata anisa sambil ketawa
" seriusan nih, kalau gitu bapak kerja di SPI aja deh." kata pak menteri UMKM
" itu untuk gaji kalian aja atau yang lainnya juga sama." kata pak menteri tenaga kerja
" kuta menetapkan standard kalau yang baru minimum UMR yang berlaku om, setelah 3 bulan percobaan kita akan sesuaikan dengan kinerja mereka, bahkan bagian marketing kalau melebihi omzet itu akan jauh bedanya dengan kita om." kata anisa
" untuk kesehatan karyawan bagaimana." kata bu menteri kesehatan
" mereka kalau sakitnya ringan kita suruh istirahat di ruangan dan kita minta dari rumah sakit livi untuk datang, kalau memang perlu penanganan dokter kita bawa ke rumah sakit livi, mereka dapat asuransi kesehatan dari pemerintah untuk mereka berobat ke rumah sakit lain dan asuransi yang dikeluarkan livi group, itu juga berlaku untuk keluarga karyawan di rumah sakit livi." kata anisa
" selain itu apa saja fasilitas lainnya." kata pak menteri tenaga kerja
__ADS_1
" karyawan bisa memiliki rumah di livi residence dengan tanpa DP dan cicilannya disesuaikan dengan kemampuan karyawan, sama dengan karyawan livi lainnya om, bahkan mereka pun ikut ke bus antar jemput karyawan." kata amira
" pantesan kalian anteng ya enggak minta uang jajan, karena kamu dapat yang lebih besar." kata pak menteri UMKM. Mereka pun mengobrol dengan anak anak mereka samlai menanyakan berapa besarannya gaji yang di dapat, setelah mengetahui pendapatan anak anak mereka, para bapak pun tercengang mendengarnya.