
Saudara saudara dan para warga sekitar rumah dilla menjadi takjub bahkan ada yang iri padahal dulu waktu dilla menikah banyak orang yang membicarakan dilla dan keluarganya, mereka menyangka bahwa dilla telah hamil di luar nikah sehingga pak wanto menikahkan anaknya ke orang yang telah beristeri. Tapi sekarang mereka tau kenapa dilla mau menjadi isteri ketiganya vian. Suami dilla begitu akrab dan dekat sekali sama pak gubernur dan walikota. Pak wanto pun melihat warga yang ada disana lalu menyuruh mereka untuk makan karena memang sebelumnya pak wanto dan bu sri mengantisipasi kalau kalau banyak yang hadir. Pak wanto pun menghampiri warga untuk mengajak mereka makan. Lily pun meminta dari pabrik produk LCI dan menyuruh mengemasnya ke paperbag supaya menarik untuk promosi juga, lily meminta 400 pack dan meminta pabrik mengirim ke rumah dilla. Hal itu ia sudah komunikasikan dengan vian, untuk mengurangi beban promosi membengkak vian akan membayarnya ke rekening perusahaan LCI.
" saya dengar bahwa karyawan dillas juga sekarang bertambah pak, dan mereka juga diperbolehkan mengambil perumahan di LAD's Residence." kata pak walikota
" iya pak alhamdulillah karena hasil panen dari petani daerah provinsi ini meningkat dan permintaan konsumen pun juga meningkat, maka saya mengambil keputusan bahwa yang tadinya perusahaan dillas itu sebagai supplier perusahaan LA maka sekarang mereka pun melakukan hal yang sama seperti perusahaan LA dan untuk mengurangi beban operasional juga. Betul pak karyawan dillas juga boleh memiliki rumah di perumahan LAD's Residence." kata vian
" efek para petani meningkat tarap hidup mereka, jadi yang lain pun mengikuti jejak yang sudah sukses pak, pengangguran pun mereka mau menjadi petani sekarang ini, mereka juga berfikir dari pada mereka pergi ke kota besar untuk mencari kerja lebih baik memanfaatkan lahan mereka." kata pak gubernur
" hal seperti itu yang suka kita diskusikan kalau kita sedang kumpul kumpul pak di rumah, pasokan kebutuhan bahan pokok provinsi B di support sebagian dari provinsi D. Jadi keinginan saya bahwa kedepannya setiap daerah akan saling mendukung, dan kita tidak akan lagi mengalami kekurangan bahan pokok." kata vian
" betul itu pak, saya sangat setuju dengan hal itu dan ini sudah terbukti berjalan, jadi saya inget kemarin saya menerima telepon dari pak gubernur H. Beliau tanya kok bisa daerah L ini bisa merubah pola petani, saya jelaskan tuh pak ke beliau kenapa saya bisa merubah, beliau meminta nomor bapak tapi saya belum.kasih karena saya belum minta izin ke bapak, kemarin kemarin saya juga lupa karena ada kegiatan." kata pak gubernur
" silahlan saja kasih pak, tapi saya minta tolong sampaikan ke beliau untuk mendata hasil apa saja dari daerah tersebut, jadi setelah bertemu saya bisa langsung putuskan, dan sampaikan juga permohonan maaf saya karena saya untuk 3 bulan ke depan saya tidak akan bisa melakukan perjalanan luar kota paling saya ke pabrik LA saja di KBB karena yayasan pendidikan livi baru membeli lahan untuk pengembangan sekolah dan universitas disana." kata vian
" saya mengerti pak, nanti saya sampaikan ke beliau, pak vian suami siaga ternyata. Oh iya kalau saya ajak beliau menemui bapak di rumah di jakarta enggak apa apa." kata pak gubernur
" saya berusaha pak supaya pas anak saya lahir saya bisa menemani shinta. Untuk provinsi ini saya juga minta lihat potensi lainnya juga barangkali saya bisa membantu selain hasil pertanian enggak apa apa, kalau mau ke rumah itu lebih bagus pak, enggak masalah." kata vian
" siap pak, saya akan inttuksikan ke dinas dinas untuk mendata apa saja yang memang menjadi potensi dari daerah ini." kata pak gubernur
" di kota ini pelaku usaha UMKM berkembang berkat bantuan BLS, meŕeka terbantu dari sisi permodalan dan mereka pun mendapatkan pendampingan. Mereka banyak mengucapkan terimakasih karena pemerintah kota sudah memfasilitasi mereka. Kalau mau ke rumah pak vian di jakarta ajak ajak pak." kata pak walikota
" nanti saya cari waktu yang tepat, saya kabati pak walikota." kata pak gubernur
__ADS_1
Lily, dilla, astrid, bu sri, bu ningsih, bu retno dan bu asti bersama bu nurul dan bu wulan membagikan paket LCI ke saudara dilla dan warga. Mereka pun meminta di photo bersama pak gubernur dan pak walikota, dan ibu ibu ada yang meminta photo bareng lily dan yang lainnya. Setelah berphoto bersama pak gubernur dan pak walikota warga sekitar pun membubarkan diri karena sudah mau magrib juga, bahkan saudara saudara dilla pun sudah berpamitan.
mereka pun melakukan sholat magrib di masjid dekat rumah pak wanto, jam 7.17 menit pak gubernur dan pak walikota beserta isterinya pamitan dan mereka berjanji untuk bertemu besok di rumah astrid. Jadi bu asti pun memesan lagi makanan untuk acara besok di rumahnya. Jam 9an vian pamitan untuk pulang ke rumahnya, pak wanto dan bu sri masih mau tinggal disana karena masih kangen rumahnya. Sebelum ke rumah vian meminta mampir ke dillas cafe untuk makan karena tadi makannya tidak full. Sesampainya di cafe mereka pun memesan makanan dan minuman. Vian duduk di depan menyalakan rokoknya
" trid, dill apakabarnya." kata dea
" alhamdulillah, gimana disini lancarkan." kata astrid
" alhamdulillah trid." kata dea
" syukur kalau begitu, makasih banyak ya udah mau ngurus cafe ini." kata dilla
" saya yang makasih, kalian udah percaya sama saya," kata dea
" iya... ini nenek neneknya pengen ngenalin mereka ke saudara saudara jadi kita kesini dan kita juga udah lama enggak datang kesini juga." kata dilla
" udah lama banget kalian enggak kesini." kata dea
" iya dea, anak masih kecil susah juga mau geraknya." kata astrid.
" disini mau berapa lama." kata dea
" 3 hari, barusan habis ada acara di dilla, besok rencananya mau ada acara di rumahku, ibu mau mengenalkan de avin ke keluarga." kata astrid
__ADS_1
" lis tolong tanya bapak mau makannya dimana, ini makanannya udah ada." kata lily, lilis pun keluar cafe menemui vian menanyakan mau makan dimana. Tak lama dia kembali masuk.
" kata bapak disini bu, bentar lagi masuk." kata lilis. Vian pun masuk lalu makan makanan yang tadi dia pesan.
" gimana nih perkembangan cafenya." kata vian
" alhamdulillah pak pengunjung selalu rame apalagi malam minggu." kata dea
" syukur kalau begitu, gimana pram sama bram ada inovasi enggak di menu." kata vian
" maximal 2 bulan sekali ada menu baru, apalagi kalau ada menu yang sudah tidak banyak di respon konsumen pasti langsung mengeluarkan menu, saya selalu melakukan evaluasi setiap 2 minggu untuk melihat perkembangan cafe, kita juga sudah menambah beberapa karyawan, untuk merangsang karyawan, saya juga memberikan bonus kalau memang target penjualan melebihi target ." kata dea
" bagus kalau begitu, kamu bisa menjalankan cafe ini dengan baik, pokoknya saya serahkan operasional ini ke kamu, adakan promosi supaya bisa menarik minat dan menjaga konsumen." kata vian
" terimakasih pak." kata dea
" iya dea, kita percaya kamu untuk menjalankan cafe ini dan kamu udah membatu kita menjalankan ini semua, jadi kalau ada apa apa kamu kabari aku atau enggak dilla," kata astrid
" iya trid itu pasti. Oh iya sama mau tanya pak, apakah kita yang di cafe ini bisa membeli rumah di LAD's Residence, soalnya saya, mas pram dan mas bram mau juga membei rumah disana." kata dea
" iya enghak apa apa, kamu hubungi aja bagian pemasaran L-Pro disana, kalau ada kendala hubungi saya aja. Kenapa bukan dari kemarin kemarin ngasih taunya." kata vian
" baik pak. Terimakasih." kata dea, dia merasa bahagia mendengar bahwa diperbolehkan membeli rumah di LAD's Residence.
__ADS_1