Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Pengembangan Usaha


__ADS_3

Selesai makan, vian izin ke gazebo, ika dan yang lainnya juga ikut kesana, katanya ada yang mau di obrolkan.


" mas mau dibuatkan kopi." kata bella


" iya boleh bell, terimakasih ya. Yang lain kalau mau buat teh, kopi, susu buat aja sendiri ya." kata vian


" terimakasih." kata mereka


" apa yang mau kalian obrolkan." kata vian


" apa perlu kita buat second brand a." kata ika


" perlu sih, tapi harus di lihat kemampuan produksi terlebih dahulu, brand sekarangkan segmennya menengah atas, nah buat brand untuk segmen pasarnya menengah bawah." kata vian


" untuk produksinya kita sudah menemukan yang cocok." kata ika


" iya sudah ambil aja kalau begitu. Apa sudah ada pasarnya." kata vian


" sudah ada yang tanya tanya si a, merka tanya apa ada produk yang harganya lebih murah." kata ika


" iya bagus itu, karena kalau di brand yang ada sekarang akan merusak citra brand itu sendiri. Apa nama brandnya." kata vian


" Sidekick artinya teman karib." kata ika


" iya sudah sekarang aa suruh supaya raka cek patentnya mumpung dia mau kesini." kata vian. Vian pun meminum kopi yang dibuat bella lalu menyalakan rokoknya.


" iya om, aku mau minta izin buat laporan akhir kuliah di SPI, boleh." kata silvy


" boleh dong, itu juga kan perusahaan kamu," kata vian


" baik om terimakasih." jawab silvy


tak lama datang raka kesana dengan membawa berkas perusahaan.


" malam pak, maaf ganggu." kata raka


" malam juga raka, kamu makan dulu aja sana," kata vian


" sudah pak terimakasih." jawab raka


" oh iya raka, kamu cek panten merk 'SIDEKICK' ya." kata vian


" baik pak, nanti saya cek." kata raka


" iya sudah kalau begitu kita masuk dulu ke paviliun tanda tangan akta perusahaan BBS." ajak vian, mereka pun pergi ke paviliun, disana ibu dan mertua vian sudah ada. Raka pun membacakan isi akta tersebut, setelah itu mereka menandatanganinya. selesai penandatanganan vian meminta untuk mempatenkan merk 'BESAN' juga ke raka, setelah itu raka pun pamitan pulang.


Vian pergi kembali ke gazebo disana ika dan yang lainnya masih ada.


" nanti kalian juga harus mengerti tentang aluntansi, marketing, gudang dan yang lainnya jangan terpaku terhadap satu bidang saja." kata vian, vian pun meminum kopi yang tadi lalu menyalakan rokoknya


" iya." jawab mereka berbarengan


" apa yang tadi saya sampaikan waktu makan, bukan mau mengusir kalian dari rumah, akan tetapi saya mengerti bahwa kalian juga memiliki privisi masing masing, lagian tidak keluar dari komplek rumah ini, dan saya fikir itu jauh lebih baik dari kamar sekarang yang kalian tempati." kata vian


" iya a, ika ngerti kok." kata ika


" iya mas, gak apa apa." kata bella


" iya kak, kami ngerti." kata lusi, mitha, sella dan selly


" kalau pun nanti sudah pindah kesana kalian jangan melakukan hal yang tidak tidak. Toh disana kalian hanya untuk istirahat saja." kata vian


" iya kita mengerti." jawab mereka


" untuk seluruh biaya perjalanan umroh dan pembuatan pasport kalian jangan fikirkan nanti saya yang akan tanggung, untuk yang di sini minggu depan kita akan buat pasportnya, kalau bella, sella, dan selly dan yang lainnya 2 minggu lagi, kalian suruh orang yang ada disana mempersiapkannya." kata vian


" baik kak." jawab sella dan selly


" kalau silvy dan silvia pasti masih aktif kan pasportnya." kata vian

__ADS_1


" iya tentu om, baru tahun kemarin kita perpanjang." kata silvy dan silvia


" aku akan pergi minggu depan kesana mau ngurus laporan akhir kuliah om, gak apa apa kan." kata silvy


" iya om aku juga, mau ngurus izin magang disini aja." kata silvia


" iya gak apa apa, bagaimana bagusnya saja menurut kalian." kata vian


" mohon bimbingannya ya om." kata silvy


" insyaAllah, kamu banyak sharing sama yang lainnya juga." kata vian


" baik om." jawab silvy


" silvia juga sama nanti harus banyak sharing sama dr. Chandra, kamu juga kasih masukan apa saja yang perlu di perbaiki di rumah sakit livi." kata vian


" iya om." kata silvia


" oh iya untuk karyawan SPI, masukan mereka ke asuransi yang di buat BLS ya." kata vian


" iya a, nanti ika komunikasikan sama murti." kata ika


" nanti juga SPI harus ambil pengadaan seragam buat siswa siswi sekolah LIVI, itu jadi bagian khusus. Kamu komunikasikan sama pabrik LA." kata vian


" iya a." jawab ika


" kalian fikirkan juga untuk pengadaan seragam buat perusahaan LIVI Group, lumayan buat nambah pendapatan lain lain, kamu cari seorang desainer." kata vian


" iya a, nanti kita akan buka lowongan." kata ika


" kalau gak ngobrol sama kak lily, desainer yqng di butik." kata vian


" iya ya, nanti ika ngomong deh sama kak lily." kata ika


" aa besok kemana?" lanjut ika


" aa ke BLS sama LNI, buat kantor cabang BLS di surabaya dan persiapan Umroh distributor LNI." kata vian


" iya sekalian lah, orang pasti ketemu." kata vian


" bilangin sama kak lily, kak astrid dan kak dilla loh." kata ika


" bilangin aja." kata vian


" asyik ya, kak ika sama om masih suka becanda." kata silvy


" emang kalian gak pernah becanda, jangan jangan suka berantem berebut pacar." kata vian


" aku gak punya pacar om, kak silvy tuh om yang pacaran." kata silvia


" kakak cuma temenan aja kok, kamu kali yang diam diam pacaran. Bilangin bapak loh" kata silvy


" enggak ih, kakak ada ada aja." kata silvia


Tak lama datang, lily, astrid, dilla, ibu sisil, irang tua dan mertua vian.


" kalian kenapa ribut." kata ibu sisil


" itu bu, adik katanya pacaran." kat silvy


" enggak bu, kakak aja yang pacaran." kata silvia


" ih kalian ini, malu becanda aja." kata ibu sisil


" mas aku mau jagung bakar." kata dilla


" aku mau BBQ." kata astrid


" siap, sebentar mas buatkan." kata vian, dia pun pergi ke dalam rumah mengambil jagung dan daging, Setelah itu menyalakan pembakarannya lalu membakar jagung dan memasak BBQ. jagung dan BBQ yang sudah matang, vian memberikan kepada astrid dan dilla.

__ADS_1


" ini sayang jagungnya." kata vian


" makasih ya mas." jawab dilla


" ini daging dagingnya juga sudah matang sayang." kata vian


" iya mas, makasih ya." jawab astrid


" mamah mau jagung atau daging." kata vian


" aku mau kamu pah." kata lily


" cie... Cie... Cie... " kata mereka yang ada disana


" ini jagung bakarnya sayank." kata vian


" terimakasih papah sayank." jawab lily


" kak boleh gak kenalin sama desainer buat di SPI." kata ika


" iya datang aja ke butik besok, nanti kak lily kenalin." kata lily


" iya kak, terimakasih." kata ika


" emang mau buat apa SPI." kata lily


" mau pengembangan usaha ke pengadaan pakaian seragam." kata ika


" ini pasti ide dari kakak kamu." kata lily


" iya kak, itu ide aa." kata ika


" papah, pengembangan usaha LCI juga dong fikirin." kata lily


" harus papah fikirin juga, itu kan papah gak tau yang biasa di pakai perempuan." kata vian


" pokoknya bantuin, kalau gak, gak bakalan dikasih." kata lily


" papah cari yang lain aja, kalau gak di kasih kalian." kata vian


" itu kak, si aa besok mau ke BLS." kata ika


" oh jadi gitu ya.. Udah berani lagi ya." kata lily


" emang kenapa papah ke BLS, papah kan komisaris disana, wajar dong papah kesana." kata vian


" kenapa kamu itu ly, biarkan aja vian kesana, gak ada yang salah." kata ibu retno


" disana kan ada mantannya bu." kata lily


" terus masalah dimana, apa salahnya ketemu mantannya, vian sekarangkan sudah ada kamu, astrid, dan dilla." kata ibu retno


" ibu kenapa bela vian bukannya anaknya." kata lily


" kalau gak boleh kemana mana juga papah gak apa apa, enakan di rumah. Jadi kalian yang cari uang ya. Papah gak mau urus lagi perusahaan." kata vian


" nah loh kalau gitu gimana." kata ibu retno


" iya tetap aja harus ngurus perusahaan." kata lily dengan nada ketus


" iya udah mamah yang kesana ya, mamah kan komisaris juga disana gantiin papah, papah jadi besok ke LNI terus ke KBB mungkin 1 mingguan karena harus cek pembangunan pabrik sama ada penyuluhan." kata vian


" pokoknya kalau papah ke BLS mamah harus ikut, kaluan juga." kata lily


" iya kan udah papah bilang papah gak ke BLS, mamah yang gantikan, papah mau cek persiapan umroh di LNI terus ke KBB." kata vian


" akta kelahiran kalian udah disiapkan belum." lanjut vian


" sudah mas, besok dikirim." kata astrid dan dilla

__ADS_1


" iya sudah kalau begitu, minggu depan kita ke kantor imigrasi mengurus pasport." kata vian


Vian meminum kopinya dan menyalakan rokoknya, mereka pun lanjut mengobrol.


__ADS_2