
Vian memberikan waktu kepada para karyawan LNI untuk menyampaikan saran dan kritik kepada perusahaan serta untuk dirinya.
" Terimakasih pak, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk perusahaan, saya memang baru di perusahaan ini, saya merasa betah dan kekeluargaan disini sangat bagus, para senior memberi bimbingan yang baik untuk saya menjalankan pekerjaan, saya sangat suka bekerja disini," kata lia
" terimakasih, kalau kalian ada ide, gagasan tolong sampaikan jangan takut, supaya perusahaan ini bisa lebih baik lagi." kata vian
" baik pak." kata mereka
" jujur pak, saya baru di tempat ini saya bekerja, di datangi bos senang, untuk itu saya harap kedepannya bapak bisa sering sering datang kesini, karena kami juga karyawan bapak. Kami akan melakukan yang terbaik kepada perusahaan karena perusahaan pun sudah memperlakukan kami dengan baik, kami betul betul merasakan bahwa kami ini benar benar dijadikan asset bahkan kami merasa kami diperlakukan seperti keluarga sendiri, tidak hanya omongan saja, terimakasih banyak pak." kata Dhea
" terimakasih, mohon maaf karena saya jarang kesini, insyaAllah kedepannya bisa sering mampir kesini, jujur saja jangan kan kesini ke kantor pusat LNI saja saya jarang paling sebulan 1 kali. ada saya ataupun enggak, perusahaan ini harus terus berkembang, sehingga bapak ibu pun bisa menikmatinya, apa yang ibu dhea katakan itu benar, saya pernah merasakan silahkan tanya pak hendra, setiap rapat direktur selalu bilang karyawan adalah asset perusahaan jadi harus dijaga tapi kenyataabnya hanya memeras tenaga karyawan. bukan saya mau bicara yang sudah lalu tapi saya ingin itu sebagai pengingat saya karena saya juga bukan manusia sempurna makanya tolong ingatkan saya, ayo sama sama kita kembangkan usaha ini, kalau ada sesuatu yang tidak nyaman, tidak sesuai dengan hati tolong kita diskusikan jangan mengambil langkah langkah tidak baik, walaupun saya jarang kesini tapi setiap hari saya selalu membaca laporan perusahaan." kata vian
" oh pak vian sama pak hendra teman kerja ya dulunya, kok bisa menyatu lagi." kata karyawan
" saya akan ceritakan kisah dulu semiga ini menjafi pembelajaran dan pengingat kita, mohon maaf pak sebelumnya. dulu saya dan sebagian besar tim LNI teman kerja di perusahaan S, pak vian adalah atasan saya yang memberikan banyak bimbingan kepada saya termasuk banyak menolong karyawan, sampai sampai waktu bonus yang disampaikan di awal akan diberikan sejumlah xx kenyataannya di rubah sewaktu omzet mencapai, perusahaan enggak mau bayar dan pak vian mengeluarkan uang pribadi walaupun enggak besar tapi itu buat saya luar biasa tanggung jawab sebagai atasan, dan beliau marah kalau ada bawahannya kena marah tanpa sepengetahuannya. Dulu saya keluar duluan sebelum pak vian juga ikut keluar dan ada salah satu pemilik perusahaan S juga keluar karena dia tau arah perusahaan akan dibawa kemana arah selanjutnya. Pak vian mengajak kami alumni perusahaan S untuk membuka usaha baru, kami langsung setuju karena kami tau pak vian seperti apa dan teman teman lainnya pun ikut mengundurkan diri dari perusahaan S dan bergabung di LNI ini, untuk itu saya mengajak ke teman teman ayo kita sama sama untuk mengembangkan usaha ini." kata hendra
" menarik nih, setelah keluar dari perusahaan S pak vian langsung membuka usaha LNI atau sempat bekerja di tempat lain." kata karyawan lainnya
" saya bekerja di investama yang sekarang menjadi BLS, disana saya mencari tambahan modal dan pengalaman. Eh saya dapat isteri juga disana, waktu awal masih Vianca Maju Bersama, karena saya menikah dengan lily jadi dirubah menjadi LNI. InsyaAllah saya tidak akan melupakan jasa bapak ibu teman teman semuanya, untuk itu saya mengajak ayo kita besarkan ini usaha. dari kerja keras bapak ibu banyak orang yang menantikannya, sekarang saya dan yang lainnya seperti pak Bambang, pak gubernur B, pak gubernur D, pak walikota B, dan kemarin pak Menteri UMKM juga mau membantu mendirikan Panti Asuhan Kita Bersaudara. Jadi kerja keras bapak ibu dimakan juga sama anak anak panti asuhan. Mungkin ini yang bisa saya sampaikan mohon maaf atas kesalahan, saya juga mohon doanya minggu depan sebagian Manajemen LNI dan distributor akan melaksanakan ibadah umroh, mudah mudahan selanjut giliran bapak ibu. Terimakasih." kata vian. Hendra pun membubarkan para karyawan.
__ADS_1
Vian dan shinta pamitan lalu pergi keluar gedung, vian istirahat dulu lalu menyalakan rokoknya sambil minum kopi.
" semalam ada pak menteri ke rumah, kok enggak bilang sih." kata shinta
" itu juga dadakan kita lagi di yayasan, pak bambang bilang mau ada pak menteri ke rumah." kata vian
" saya dengar pak menteri ikut juga umroh pak." kata pak dede
" iya, mudah mudahan aja visanya bisa keluar." kata vian
" perlu membangun kamar lagi dong pak." kata pak dede
" iya saya udah bilang ke pak daryat untuk nambah kamar lagi dan mess putri." kata vian. vian pamitan ke aldi dan memberikan uang untuk membeli kopi lalu pergi ke pabrik LA, vian memberitahu opik bahwa dia mau kesana.
" pak mau makan malam disini atau pergi keluar." kata opik
" disini aja pik, saya cape mau istirahat." kata vian
" baik pak kalau begitu." jawab opik, vian pun pergi ke villa bersama shinta. Sampai di villa vian duduk di sofa lalu menyalakan rokoknya.
__ADS_1
" a mau dibuatkan kopi." tanya shinta
" enggak usah deh, tadi kan udah beli kopi kemasan, nanti malam aja, terimakasih ya." kata vian
" aa mau mandi sekarang atau nanti dulu, kalau mau aku siapkan air di bathub." kata shinta
" iya udah kamu siapin aja, saya istirahat dulu sebentar." kata vian, shinta pergi ke kamar mandi mengisi Bathub lalu merapihkan pakaian di lemari, setelah itu duduk di samping vian lalu menyandarkan tubuhnya.
" ayo a, kita mandi dulu." kata shinta
" iya, kamu mau mandi juga." kata vian, lalu berdiri dan masuk ke kamar mandi lalu membuka baju dan masuk ke bathub, tak lama shinta pun datang lalu masuk juga ke bathub.
" aku senang bisa bersama aa seperti ini." kata shinta lalu mencium bibir vian.
" nanti aja ya, saya masih cape." kata vian lalu mencium kening shinta
setelah 15 menit berendam mereka membersihkan tubuh mereka lalu memakai pakaian. Vian pergi ke sofa minum air putih llau menyalakan rokoknya.
Jam 6.27 menit opik dan karyawan datang mengantarkan makanan, vian meminta supaya makan di saung dekat kolam ikan saja. Vian dan shinta pun pergi kesana, pak dede sudah ada disana sedang merokok
__ADS_1
" pak mau bakar jagung, kalau mau disiapkan." kata opik
" boleh pik buat nanti malam." kata vian, opik menyuruh karyawan untuk menyiapkan panggangan jagung dan mengambil jagungnya di gudang. Mereka berempat makan malam bersama sambil bercerita masa lalu terkadang membahas rencana kedepan.