Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kedatangan orang gak dikenal


__ADS_3

di pagi hari setelah sarapan vian minta izin mau ke kantor LNI, " yank, papah mau ke kanntoe LNI dulu ya." kata vian


"iya pah, papah hati hati ya." jawqb lily, lily mecium tangan vian dan vian pun mencium kening lily.


"ya sudah papah berangkat dulu ya." kata vian


vian pun berangkat di antar pak dede ke kantor LNI, 1 jam kemudian vian sudah sampai di kantor.


"selamat pagi pak." kata shinta resepsionis LNI


" pagi juga semuanya, oh.. iya minta tolong panggilkan direksi ke ruangan saya ya." perintah vian.


"baik pak, saya sampaikan." jawab shinta


vian pun pergi ke ruangannya, 15 menit kemudian pintu ruangan ada yang mengetuk tok....tok...tok.. "masuk." jawab vian


abe, hendra, andriyani, aga dan andi masuk ke ruangan dan duduk.


"maaf saya mengganggu waktu kalian, saya hanya ingin menanyakan bagaimana progres perusahaan." kata vian


"untuk penjualan sekarang masih tumbuh pak, dan ada beberapa distributor dari kota kota yang belum pernah kita masukin. meminta kerjasama" jawab abe


"untuk keuangan perusahaan lancar pak karena pembayaran dari distributor lancar dan dananya sebagian saya alokasikan masuk kecadangan perusahaan berupa deposito." jawab andriyani


" untuk supply produk juga lancar pak di tambah sekarang dari PT. LA sudah masuk ke LNI, jadi tidak ada masalah berarti." jawab hendra yang sekarang sebagai direktur operasional


"untuk recruitment karyawan yang bapak minta sudah saya lakukan pak, dan ini andi sebagai ketua tim pengembangan usaha. tapi untuk sekretaris perusahaan saya belum mendapatkannya." jawab aga.


" ga. kalo reseptionis itu ada berapa." kata vian


" ada 2 orang pak, shinta dan ully, yang sebelumnya mengundurkan diri karena urusan keluarga katanya." jawab aga.


"kamu coba shinta untuk mecoba menjadi sekretaris perusahaan keluahatannya dia cekatan dan mau bekerja, tapi kamu jangan kasih dulu pekerjaan yang menyangkut kerahasiaan perusahaan ya. setelah ini panggil dia kesini " kata vian


"baik pak." jawab aga


ya sudah hendra, abe, andriyani kalian bisa keluar dulu, saya mau mengenal andi ini. baik pak permisi.


"sebelumnya pak andi kerja dimana." tanya vian

__ADS_1


" saya bekerja diperusahaan U pak." jawab andi


"kenapa kamu keluar dari sana sedangkan perusahaan itu besar dan gajinya juga pasti besar." tanya vian


"iya memang pak, tapi saya merasa gak nyaman bekerja disana, apalagi perusahaan milik asing untuk ibadah aja kadang dipersulit." jawab andi


"terus menurut kamu disini bagaimana, dan apa yang akan kamu lakukan." tanya vian


"disini saya merasa nyaman dengan kekeluargaan antar karyawan terus ada tempat ibadah yang layak. untuk kedepannya saya akan mengusulkan membuat popok bayi pak, karena itu kebutuhan dari baru lahir sampai anak umur 3 sampai 4 tahun pak. dan setelah saya survey angka kelahiran di negara ini cukup tinggi. jadi peluang cukup besar" jawab andi


" oke saya setuju dengan usul kamu, akan tetapi saya minta kamu buat perencanaan pembuatan pabriknya dari sisi luas bangunan, mesin perlu berapa dengan menghitung kapasitas produksinya, sama mesinnya dari mana harganya berapa. nanti saya akan coba cari lahan untuk pabriknya." kata vian


" baik pak saya akan kerjakan."jawab andi


oke saya rasa cukup silahkan bekerja, nanti kirimkan saja ke email saya. baik pak saya permisi. aga memanggil shinta untuk hadir ke ruangan vian


"pagi pak, ada yang bisa saya kerjakan." kata shinta.


"silahkan duduk, saya mau tau latar belakang pendidikan kamu dan kalo sudah pernah bekerja dimana." tanya vian


"saya kuliah jurusan sekretaris pak, sebelumnya saya belum pernah kerja hanya magang saja di perusahaan M." jawab shinta.


"baik pak, terimakasih." jawab shinta


ya sudah pak aga mulai besok kamu buatkan surat mutasi shinta dan kasihbtau ke semua karyawan ya. baik pak kalo begitu kami permisi kata shinta dan aga.


tak lama ada suara ketukan pintu tok...tok.....tok.. shinta datang lagi.


"pak maaf menggangu, di depan ada orang yang mau ketemu sama bapak namanya chandra." kat shinta


"keperluannya apa ya. karena saya merasa belum mengenal nama orang itu." jawab vian


"beliau cuma bilang mau bertemu bapak saja. apa saya bilang bapak sedang tidak ada." jawab shinta


"jangan, dia sudah bertamu masa kita suruh pulang. kamu suruh saja dia nunggu bilang saya lagi meeting sebentar lagi, tapi tolong panggilkan pak dede sopir saya sama pak hendra ya suruh ke ruangan saya sekarang.". kata vian


"baik pak saya akan panggilkan sekarang." jawab shinta. kalo begitu saya permisi pak.


tok...tok..tok. iya masuk. pak dede dan pak hendra masuk. ada yang bisa kami bantu pak, kata pak dede dan pak hendra.

__ADS_1


"barusan shinta menyampaikan bahwa di depan ada yamu namanya chandra, saya merasa belum mengenal dia apakah kalian kenal." tanya vian


"oh gak pak, saya gak kenal." kata hendra


"saya juga sama belum pernah mengenal dia." jawab dede. tapi saya merasakan tadi pas mau kesini dia ada hubungannya dwngan kejadian kemarin pak.


"makanya saya panggil kalian kesini karena saya juga merasakan hal itu." jawab vian.


"terus mau kita apakan pak. habisin aja" kata hendra.


"kamu tuh ya belum bisa nahan emosi kamu, saya akan terima dia, tapi saya minta kalian siap siap aja jika terjadi seauatu." kata vian


siap pak kami akan berada di ruangan sebelah. kalo begitu suruh shinta menyuruh orang itu masuk kesini. baik pak.. kami permisi


tok...tok...tok. iya masuk.." ini pak saya mengantar pak chandra." kata shinta. vian pun pindah duduk ke tempat terima tamu, silahkan duduk pak.


silahkan duduk pak,


"perkenalkan nama saya chandra, saya pemilik perusahaan S." kata chandra


"salam kenak pak chandra, senang sekali bisa bertemu dengan anda. saya vian. kalo boleh tau ada keperluan apa ya pak?"jawab vian.


"begini pak, perusahaan saya bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan yang bapak miliki, tapi perusahaan saya jauh di bawah perusahaan bapak, sekarang kami mengalami kesulitan dalam pemasaran produk kami pak."jawab chandra


" kalo boleh tau produk bapak apa saja ya mungkin kita bisa bekerjasama." jawab vian


"saya memiliki mesin untuk produk popok bayi, tapi sekarang sudah berhenti karena kemarin kemarin saya mencoba ke perlengkapan bayi lainnya sama dengan produk bapak miliki." jawab chandra.


"kebetulan sekali saya sedang mengembangkan usaha dan dari hasil meeting tadi diusulkan untuk memproduksi popok. sekarang saya sudah menyuruh karyawan untuk mencari mesin produksi popok, nah mungkin ini hikmah kita bersilaturahmi, kalo boleh tau bapak memiliki berapa mesin dan kapasitasnya produksinya berapa." kata vian


"ada 50 mesin pak kapasitasnya mampu produksi per mesin 1 dalam 1 hari 3 shift itu 100 pcs pak." jawab chandra.


"banyak juga yaa.. terus lokasi perusahaan bapak dimana.?. tanya vian


" di karawang pak." jawab chandra


"langsung saja jadi maksud kedatangan bapa saat ini apa ya." tanya vian


" pertama saya mau memohon maaf atas apa yang telah saya lakukan ke bapak mungkin bapak juga sudah tau. itu kesalahan yang saya lakukan dalam kondisi emosi pak, seandainya saya bisa melakukan hal seperti ini sebelumnya dan mengetahui bahwa bapak itu luar biasa baiknya, saya tidak akan melakukan hal itu." jawab chandra

__ADS_1


__ADS_2