Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Melihat Perumahan LAD's Residence 2


__ADS_3

Jam 2.07 menit vian beserta lily, astrid, dilla, bu nurul, dan bu wulan pergi ke pabrik LCI setelah pamitan, untungnya vian telah menyuruh pak wahyudi membeli mobil minibus. Anak anak tinggal di rumah astrid bersama pengsuhnya. Jam 2.47 menit mereka sampai di pabrik LCI, lily dan yang lainnya pergi ke pabrik, sedangkan vian pamitan untuk Melihat Perumahan LAD's Residence karena sudah lama enggak kesana.


" selamat siang pak, bagaimana kabarnya." kata pak dado security LCI


" alhamdulillah baik pak, gimana disini aman kan." kata vian


" aman pak." jawab dado


" saya pamit dulu ya sebelah mau.lihat lihat." kata vian


" siap pak." kata dado. Vian pun pergi ke perumahan bersama pak wahyudi dan haris. Vian melihat kantor BLS, klinik lalu ke kantor L-Pro dan pergi Melihat Perumahan LAD's Residence ditemani tim L-Pro yang ada disana. Vian melihat fasiltas yang ada di perumahan serta mengecek bangunan rumahnya.


" apa pembangunan rumahnya sudah selesai, dan rumahnya sudah terisi semua." kata vian


" belum pak baru sebagian yang sudah selesai dan itu sudah diisi pembeli," kata arif tim L-Pro


" kalau dari pemesanan rumah dari karyawan LCI gimana, dan lahan untuk pembangunan masih tersedia." kata vian


" dari karyawan LCI pesanan rumahnya 57 unit, sudah selesai 44 unit dan itu sudah diserah terima kan, lahan kosong masih ada pak untuk sekitar 44 unit type 45, yang kita akan bangun sekarang ini sekitar 78 unit, karena masih ada karyawan LCI mau pesan," kata arif


" selain dari LCI juga akan ada dari karyawan Dillas yang mau membeli, nanti pak wahyudi yang akan mengkolektipkannya." kata vian


" baik pak, kalau bisa secepatnya biar pembangunannya bisa secepatnya dilaksanakan berbarengan, saya juga sedang negosiasi lahan di belakang ini pak, katanya mau dijual, jadi untuk tahap selanjutnya dan ini bisa kita jual ke masyarakat umum juga, hal ini sudah saya sampaikan ke pak daryat." kata pak arif


" nanti saya akan segera menanyakan ke karyawan dillas pak arif." kata pak wahyudi.


" untuk luas dan harganya bagaimana." kata vian


" sekitar 2 hektar pak, mereka minta 2,4 milyar, tapi kita sedang negosiasikan untuk harganya, dan ada lagi katanya yang mau dijual juga sebelahnya lahan yang mau dijual ini." kata pak arif


" silahkan saja koordinasi sama pak daryat ya." kata vian


" baik pak. Terimakasih." kata arif


Vian menyalakan rokoknya dan Mereka pun mengobrol sambil melihat lihat lingkungan perumahan LAD's Residence. Setelah melihat lihat vian dan yang lain kembali ke kantor L-Pro karena pak wahyudi mau meminta brosur rumah untuk diberikan ke karyawan dillas.

__ADS_1


setelah dari kantor L-Pro vian, pak wahyudi dan haris pergi ke kantin pabrik LCI. Vian memesan kopi ke ibu kantin


" gimana kabarnya pak." kata ibu kantin


" alhamdulillah bu, gimana ibu sehat dan ada masalah enggak." kata vian


" alhamdulillah pak sehat, disini lancar pak," kata ibu kantin sambil menyerahkan kopi kepada vian, pak wahyudi dan haris.


" isterinya kesini juga pak." kata ibu kantin


" iya bu, tapi yang satu enggak ikut karena lagi hamil, sekarang udah 8 bulan jadi udah susah pergi kemana mana." kata vian


" jadi sekarang anaknya bapak sudah berapa." kata ibu kantin


" mau 5 bu, mohon doanya semoga lancar persalinannya nanti, ibu dan anaknya selamat dan sehat." kata vian


" aamiin, ibu pasti doakan yang terbaik untuk bapak dan keluarga, bapak itu oenolong buat saya dan karyawan disini, kalau enggak ada bapak saya harus jualan dimana lagi, tetus karyawan juga akan sulit kalau meteka mencari pekerjaan baru." kata ibu kantin


" alhamdulillah bu, mungkin sudah rezeki saya dan rezeki semuanya melalui saya, semoga saja perusahaan ini terus berkembang dan membawa keberkahan." kata vian


" bapak itu bos yang rendah hati, baik, memperlakukan kami dengan baik, kami jadinya enggak pusing pak kalau lagi sakit tinggal ke klinik aja, bapak juga yang mau memfasilitasi kami untuk memiliki rumah dengan cicilan yang terjangkau, saya selama ini ngontrak terus pak, sekarang alhamdulillah saya bisa memiliki rumah dan penghasilan saya juga bisa tetap karena diangkat karyawan pabrik ini. Saya hanya bisa berdoa yang terbaik untuk bapak dan keluarga semoga sehat selalu dan diberikan keberkahan dalam hidupnya." kata ibu kantin


" aamiin bu, terimakasih." kata vian


" pah udah sore, kasian anak anak di rumah." kata lily


" udah urusan di pabriknya." kata vian


" udah, mamah hanya koordinasi dan memfixkan produk baru." kata lily


" iya sudah kalau begitu." kata vian, vian pun memberikan uang untuk bayar kopi


" pak sebentar kembaliannya." kata ibu kantin


" ambil saja bu, untuk nambah nambah tabungannya." kata vian

__ADS_1


" terimakasih banyak pak." kata ibu kantin


" sama sama bu, kami permisi pulang dulu." kata vian, mereka pun pergi ke tempat parkir. Vian pun memberikannuang kepada pak dado untuk membeli kopi dan rokok di pos keamanan. Mereka pulang ke rumah astrid


" jam 5.17 menit mereka sampai di rumah, devan, de qinar, de avin dan de alea sudah mandi sore.


" kita sholat magrib aja dulu ya disini, nanti baru kita cari tempat makan." kata vian


" iya pah, mamah juga mau istirahat dulu." kata lily, astrid, dan dilla, vian mengambil minuman dingin lalu pergi ke teras depan sambil menunggu magrib.


Setelah menjalankan sholat magrib vian dan yang lain pamitan ke pak dani, vian memberikan uang ke beliau sebagai ucapan terimakasih karena sudah membantu mempersiapkan acara. Mereka pergi ke restoran yang mereka suka datang kesana kalau sedang di surabaya. Selesai makan mereka pulang ke rumah karena kasian anak anak dibawa keluar malam malam. Sampai di rumah vian mandi dan ganti pakaian lalu pergi ke gazebo, pak wahyudi dan karyawan dillas pamit pulang. Vian membuat susu panas lalu.membawanya ke gazebo. Setelah minum susu vian menyalakan rokoknya, lalu memeriksa email laporan harian dari perusahaan livi group. Lily dan dilla menemani bu nurul dan bu wulan mengobrol. sedangkan astrid menemui vian. Astrid duduk disebelah vian dan menyandarkan kepalanya di bahu vian.


" anak anak udah tidur sayang." kata vian


" belum, mereka lagi main, katanya pas tadi ditinggal mereka tidur jadi sekarang belum ngantuk." kata astrid


" lily dan dilla dimana," kata vian


" mbak sama dilla lagi ngobrol sama bu nurul dan bu wulan." kata astrid


" mamah enggak ikutan, ada apa." kata vian


" enggak ada apa pah, aku pengen berdua aja sama papah." kata astrid, vian mengelus kepala astrid dan mencium keningnya.


" makasih ya pah udah bikin aku dan ibu bahagia, dengan acara tadi saudara saudara tidak lagi membicarakan aku, dan mereka memuji ibu karena punya menantu yang baik dan berteman dengan pejabat katanya, ibu juga sekarang merasa lega setelah acara tadi karena sudah menjelaskan desas desus yang enggak enak mengenai aku." kata astrid


" sama sama sayang, papah minta maaf karena papah kamu dan ibu menjadi omongan orang." kata vian


" aku bisa membuktikan ke mereka bahwa pilihan aku menikah dengan papah itu enggak salah, papah enggak menyesal menikahi mamah." kata astrid


" untuk apa menyesal, kita sudah menjalani rumah tangga ini, kita juga sudah memiliki anak, kita tata saja rumah tangga ini dengan baik, jadi kalau ada apa apa kita bicarakan, bagaimana kita menjalani rumahbtangga ini kedepannya, kamu sendiri menyesal nikah sama papah." kata vian


" kenapa menyesal, aku bahagia menikah sama papah, aku bisa memberikan kebahagiaan kepada keluarga aku terutama ibu."kata astrid.


tak lama pak gubernur dan pak walikota datang mau menjemput isterinya.

__ADS_1


__ADS_2