
Selesai berbincang bincang, pak gubernur pamitan terlebih dahulu karena ada acara lainnya.
" pak apa boleh kami berkunjung sekarang ke pabrik bapak." kata kepala dinas pertanian, kepla dinas peternakan pun ikutan " iya pak, kalau boleh kami sekarang kesana.".
" iya boleh, sekalian saja, saya juga mau pergi kesana." kata vian. mereka pun bertukar nomor telepon, vian memberikan lokasi pabrik LA ke meraka. Setelah itu vian pamitan untuk pergi ke pabrik LA. Di perjalanan vian meminta pak dede mampir dulu di minimarket. Vian menyuruh bella dan shinta mengambil makanan dan minuman untuk di villa. Vian membeli air mineral, kopi kemasan dan kopi instan, dan membwli beberapa bungkus rokok untuk dirinya dan pak dede serta lainnya. Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan. Jam 3.47 menit mereka sampai di pabrik LA. Vian memberikan instruksi ke opik supaya menemani orang orang dari dinas. Vian, bella dan shinta pergi ke villa utama. Vian juga menyuruh pak dede dan putra untuk istirahat di villa. Vian duduk di sofa lalu memberi kabar ke lily bahwa dia sudah di pabrik LA.
" mas mau dibuatkan kopi." kata bella
" iya boleh bell, terimakasih." kata vian, tak lama bella pun menyuguhkan kopi, vian menyalakan rokoknya.
" mas ada rencana keluar lagi gak." kata bella
" enggak, besok pagi aja ke lokasi pembangunan pabriknya, mas lagi kurang fit." kata vian
" mau bella pijitin." kata bella
" nanti aja biar enak." kata vian
" nanti aku kasih pijatan spesial. Aku sudah selesai loh mas, ini aku mau bersih bersih, mau bareng mandinya." kata bella sambil manja. Lalu pergi ke kamar mandi
" udah kamu aja dulu." kata vian
" kenapa pak sakit." kata shinta yang datang selesai dia mandi
" iya nih badan pada pegel." kata vian
" mau aku pijitin." kata shinta
" memangnya kamu bisa mijit." tanya vian
" bisa sedikit sedikit, tapi gak kaya tulang pijit beneran." jawab shinta
" di pijit kamu bukan mengendurkan otot otot malahan bisa menegangkan otot." kata vian bercanda
" ih bapak, kalau bapak mau aku bisa melemaskannya lagi kok." kata shinta membuat mukanya memerah
" nanti saya dipaksa ke KUA dong." kata vian
" gak ke KUA juga gak apa apa pak, yang penting bapak gak akan cuekin aku dan menganggap aku perempuan gak benar, aku tau kok bapak sama bella seperti apa." kata shinta
" dari mana kamu tau." kata vian
" aku perhatikan dan sepertinya bapak sama bella ada hubungan khusus bukan seperti afik dan kakak ." kata shinta
__ADS_1
" bapak udah baik sama aku dan keluarga aku. Aku mau kasih itu ke bapak." lanjut shinta
" hayo ngomongin aku, awas ya mas, nanti aku bilang ke mbak." kata bella yang baru datang selesai mandi
" mas gak ngomongin kamu kok, tadi shinta bilang mau mijitin mas, mas bilang kamu juga mau mijitin mas." kata vian
" oh.. Iya sudah nanti kita berdua pijitin mas." kata bella.
Opik datang kesana menanyakan mau makan malam apa, vian menyuruh opik membeli makanan di rumah makan saja dan belikan untuk pak dede, putra dan yang lainnya setelah itu memberikan uang kepada opik. Setelah itu vian pergi mandi, sementara shinta dan bella nonton music di televisi.
Selesai mandi vian mengajak shinta dan bella berkeliling, vian juga menyuruh pak dede membuat pembakaran jagung. Karena shinta baru datang ke sana dia jadi bersemangat. Vian memperkenalkan proses produksi di Pabrik LA supaya shinta bisa lebih mengerti sebagai sekretaris livi group. Selesai berkeliling vian kembali ke villa, disana pak dede audah membakar jagung, vian, shinta dan bella pun menikmati jagung bakar, vian pun menyalakan rokoknya.
" wah enak nih jagungnya." kata shinta
" memangnya kamu baru nyoba ya." kata bella
" iya, apalagi suasananya seperti ini.. Mantaaap." jawab shinta
" sama aku juga jadi ketagihan makan jagung bakar ini." kata bella
" pak saya mau buka kedai jagung bakar di warung kopi L-Trans, gimana?." kata pak dede
" boleh aja, nanti jagungnya ambil di toko livi aja." kata vian
" tambah bajigur, dan makanan zaman dulu." kata vian
" iya ya, nanti saya suruh anak anak untuk berinovasi." kata pak dede
" saya juga mau suruh di cafe livi untuk membuatnya sama di restoran di livi residence." kata vian
" apa gak akan menurunkan citra livi pak." kata pak dede
" kenapa harus menurunkan citra, lagian itu bisa nambah omzet walaupun kecil tapi kalau diseriuskan lumayan jangan pernah meremehkan hal yang menurut kita kecil." kata vian
" iya benar itu mas. Dillas cafe aja dari jagung bakar lumayan omzetnya." kata bella
" memang di surabaya ada cafe juga." kata shinta
" ada lah, itu kan pemberian mas untuk kakak aku dan kak dilla sebelum nikah." kata bella
" terus kamu mau di kasih apa shin." kata pak dede menggoda shinta
" aku pengen toko pakaian dan toko kue pak dede." kata shinta
__ADS_1
" kalau udah ada jadi bisa ke KUA tuh ya." kata pak dede
" Eh... Maksud aku, aku pengen punya toko pakaian dan toko kue untuk kedepannya, aku kan gak mungkin selamanya kerja." kata shinta
" memangnya kamu gak mau kerja terus kerja di Livi gitu." kata pak dede
" iya aku kan mau juga dapat penghasilan lain pak dede dan gak akan selamanya juga bisa kerja di livi." kata shinta
Karena sudah magrib mereka pun masuk ke dalam villa. Selesai sholat vian mengajak bella dan shinta untuk makan malam. Selesai makan malam mereka mengobrol dan vian menerima telepon dari astrid.
" mas lagi apa, udah makan belum." kata astrid
" udah sayang, kalian udah makan belum." kata vian
" udah mas, baru aja selesai." kata astrid
" oh iya mas, 4 hari lagi mbak ulang tahun, kaaih kado apa ya." lanjut astrid
" coba aja kamu ajak ngobrol, bilang apa yang dia ingin kan sekarang." kata vian
" iya deh mas, nanti aku dan dilla ajak ngobrol mbak." kata astrid
" iya udah kalau sudah dapat info kabari mas aja, kalian jangan lupa minum vitamin ya." kata vian
" iya mas sayang, baik baik ya jangan cape cape." kata astrid
" kalian juga jangan cape cape. Mas besok sore insyaAllah pulang." kata vian
" iya mas." jawab astrid, lalu menutup teleponnya. Vian pun santai di aula lalu.mebyalakan rokoknya dan mengobrol dengan pak dede, opik, dan putra, sedangkan shinta dan bella masuk ke villa.
" pak besok kita pulang ke jakarta atau kemana lagi." kata pak dede
" pagi saya mau ke lokasi pembangunan pabrik, siang kita baru pulang." kata vian
" kenapa, pak dede ada acara." lanjut vian
" gak ada sih pak." jawab pak dede
" putra, kamu sama haris siapkan persyaratan untuk buat pasport ya." kata vian
" baik pak." jawab putra
Setelah mengobrol panjang lebar, opik pamitan untuk pulang ke rumahnya. Vian dan yang lainnya pun masuk ke villa untuk istirahat.
__ADS_1