Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Kedatangan Bupati ke Rumah


__ADS_3

sepanjang perjalanan pak bupati mengobrol sama vian begitu juga para istri. dan mereka juga berkaroke bareng di mobil untuk menghilangkan kejenuhan.


" bagus nih mobilnya pak." kata pak bupati


" alhamdulillah pak, jadi kalau jalan sama keluarga jarak jauh pakai mobil ini supaya gak jenuh dan leluasa." jawab pak bupati


jam 3 sore mereka sampai di rumah, vian mempersilahkan pak bupati dan istri untuk masuk dan duduk di ruang tamu. vian juga menyuruh haris membawa para ajudan dan petugas patwal ke gazebo atau ke paviliun supaya istirahat, sedangkan lily pamit dulu untuk ke kamar dan membawa astrid dan dilla.


" saya salut kepada ibu lily dia mau menerima yang lainnya ke dalam kehidupannya." kata pak bupati


" saya juga baru tau semalam kalau mereka bisa seakur ini." kata vian


" jadi sebelumnya belum pernah ketemu pak." kata pak bupati


" belum dan saya juga belum ngomong kalau saya sudah nikah lagi." kata vian


" memang sudah berapa lama sama yang ini." kata pak bupati


" baru 1 bulanan pak." kata vian


" istri itu pasti akan tau kelakuan suaminya, jadi jangan macam macam." kata istri pak bupati


" luas juga ya rumah pak vian ini." kata pak bupati mengalihkan pembicaraan


" alhamdulillah pak, karena saya ingin keluarga ngumpul dan disini bisa dijadikan tempat rapat juga." kata vian


tak lama lily pun datang, astrid dan dilla mereka istirahat di kamar, lily membawa istri pak bupati ke ruang keluarga, vian dan pak bupati keliling rumah dan akhirnya mereka mengobrol di gazebo. vian meminta dibuatkan jus ke bi narsih


" wah enak banget rumahnya pak." kata pak bupati


" saya ingin banyak di rumah jadi harus bisa senyaman mungkin pak." kata vian sambil menyalakan rokok dan meminta maaf ke pak bupati


" santai saja pak, ngomong ngomong proyek apalagi yang sedang bapak kerjakan." kata pak bupati


" saya baru bangun cafe di surabaya buat kesibukan dan kehidupan ke 2 istri baru saya itu. di daerah B saya lagi bangun sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan universitas." kata vian


" di KBB dong pak bangun SMK dan Universitas disana belum banyak sekolah unggulan." kata pak bupati


" Boleh pak, saya perlu lahan 1 hektaran kalau ada lahan yang bisa kita beli boleh di informasikan kepada saya." jawab vian


" kalau bisa sekalian sama rumah sakit pak, disana ada tapi baru 1 rumahsakit yang bagus." kata pak bupati


" boleh pak, saya juga lagi cari lahan atau rumah sakit yang bisa diakuisisi." kata vian

__ADS_1


" oke kalau begitu nanti saya koordinasikan dengan dinas terkait dan saya informasikan ke bapak." kata pak bupati


" saya tunggu kabar baiknya pak. untuk pengerjaan sekolah dan kampus ini sebagian tenaga kerjanya dari daerah KBB juga pak, karena hampir 300 pekerja bangunan yang mengerjakan proyek ini." kata vian


" kok banyak sekali tenaga kerjanya pak." kata pak bupati


" karena pembangunan ini serempak dibangun mengejar tahun ajaran tahun depan." kata vian


" pantas saja kata beberapa kepala desa bahwa pemuda yang menganggur pergi jadi pekerja bangunan ke kota katanya. mungkin ke proyek bapak ini." kata pak bupati


" mungkin saja pak, dan saya juga hatus memikirkan setelah proyek ini selesai mereka akan bekerja kemana." kata vian


" menurut bapak apa yang bisa dikolaborasikan antara pihak pemerintahan dengan swasta ini pak." kata pak bupati


" karena disana saya memiliki perusahaan dibidang pertanian dan peternakan maka dinas terkait bisa memberikan penyuluhan atau pelatihan kepada para petani dengan membuat kelompok tani supaya ada yang bertanggung jawab dari pihak mereka, hasil dari mereka perusahaan saya akan menampungnya, kedepannya harga bisa kita stabilkan pak." kata vian


" saya setuju pak, nanti saya koordinasikan." kata pak bupati


" kedepannya saya akan main di produk sembako, jadi saya bisa minta tolong ke bapak informasi data mengenai apa saja yang digarap di lahan daerah daerah di KBB, misal desa A sebagian besar lahannya untuk menanam padi, desa B pertanian sayuran, desa C perkebunan kopi, dan seterusnya." kata vian


" baik pak, alhamdulillah dengan kunjungan saya ke rumah bapak bisa membawa informasi yang harus saya gali lagi dan mudah mudahan bisa membawa dampak positif biat kesejahteraan warga KBB." kata pak bupati


" saya yang berterimakasih atas kedatangan pak bupati mau berkunjung ke rumah saya." kata vian


" kabari saya saja pak kapan waktunya." kata vian


" nanti mungkin saya juga akan meminta bapak menjadi pembicara kalau ada pertemuan antar kepala desa atau para camat." kata pak bupati


" InsyaAllah pak, harap maklum juga karena saya harus mengajari istri istri saya mengelola usaha di surabaya." kata vian


" saya bisa maklum, apa mereka berdua itu asal sana pak." kata pak bupati


" benar pak, jadi saya menikahi mereka dengan syarat mereka bisa mengelola usaha karena saya tidak akan memberikan kehidupan mereka dari hasil usaha saya bersama lily." kata vian


" luar biasa pak vian ini." kata pak bupati


" saya gak mau menghancurkan kehidupan saya bersama lily karena nafsu saya saja, dengan menguras hasil dari usaha saya bersama lily untuk bersenang senang dengan wanita lain." kata vian


" terus mereka menerima syarat itu dan gimana kondisi usahanya." kata pak bupati


" mereka yang menyakinkan orangtua mereka sendiri, saya menikahi mereka berbarengan. alhamdulillah sekarang sudah berjalan dan rame." kata vian


" beruntung sekali pak vian ini." kata pak bupati

__ADS_1


" saya juga gak tau ini keberuntungan saya atau kebodohan saya, tapi saya harua mempertanggung jawabkan keputusan saya." kata vian


tak terasa waktu pun sudah magrib, jadi vian mengajak semuanya sholat magrib di mushola, setelah itu mengajak mereka makan malam bersama.


setelah makan pak bupati dan istri pamit pulang, vian menyuruh haris untuk memberikan amplop kepada petugas patwal. vian dan keluarga mengantar kepulangan pak bupati dan yang lainnya.


" pah mamah pengen jagung bakar." kata lily


" iya ayo kita bakar disana." kata vian, vian pun menyuruh indra untuk mempersiapkan pembakarannya.


lily mengajak astrid, dilla, dan ika ke taman sedangkan orang tua mereka pergi istirahat karena besok mau pergi perjalanan jauh


" mamah udah memlersiapkan untuk pergi besok." kata vian


" udah pah, pakaian aa sama de qinar sudah lilis dan evi siapkan, pakaian mamah sama papah tadi sudah mamah siapkan bareng astrid sama dilla." kata lily


" ika juga udah, lagian kan kak astrid sama kak dilla belum pernah merasakan disini." kata ika


" papah gak apa apa kan, habis ini beneran kita pijitin." kata lily sambil menengok ke astrid dan dilla


" iya iya, papah nurut deh." kata vian


" pah apa aja yang di obrolin sama pak bupati tadi." kata lily


" beliau tanya proyek apa yang akan papah kerjakan selanjutnya, eh dia minta papah buat sekolah sama kampus juga di daerah sana, terus buat rumah sakit juga." kata vian


" bagus dong, apalagi kalau dia mau bantu kita." kata lily


" iya beliau mau mencarikan lahan dan memberikan informasi kegiatan warga di setiap desa disana." kata vian


mereka pun pergi ke taman, di sana indra sudah membuat pembakaran jagung, vian dan yang lainnya duduk di gazebo. vian membuat kopi lalu menyalakan rokoknya. lily memakan jagung yang sudah dibakar indra.


" astrid, dilla, kalian mulai sekarang bukan siapa siapa disini, ini rumah kalian juga, jadi biar suami kita ini gak bolak balik ke surabaya, saya minta kalian sebulan sekali kesini ya." kata lily


" iya mba. terimakasih." jawab astrid dan dilla


" gimana pah setuju gak usulan mamah." kata lily


" iya papah setuju sayank." jawab vian


" besok pergi siangan aja ya, kan kita mau bikin baju." kata lily


" iya, lagian kita juga gak di uber waktu." kata vian

__ADS_1


mereka pun terus mengobrol, karena sudah malam mereka pun masuk ke dalam rumah.


__ADS_2