Perjalanan Hidup Anak Kampung

Perjalanan Hidup Anak Kampung
Family Gathering LA 10


__ADS_3

Tak lama pak menteri, pak gubernur B datang kesana, vian mempersilahkan mereka untuk makan malam terlebih dahulu. Mereka hanya makan ikan bakar dan jagung bakar saja karena sudah makan sebelum berangkat. Pak bupati P pun menyambut mereka.


" cepat juga pak, jam segini sudah sampai, naik apa." kata vian


" saya naik pesawat, tadi saya pinjam pesawat teman, dari bandara kesini saya di antar oleh mobil dinas." kata pak menteri


" pantas saja bisa cepat datangnya." kata vian


" selamat datang pak di daerah kami ini." kata pak bupati P


" terimakasih pak, sudah menyambut kami ini, sekarang kita orang biasa pak, jadi enggak usah terlalu formalitas." kata pak menteri


" iya pak, saya datang kesini karena keluarga saya ikut berlibur bersama keluarganya pak vian." kata pak gubernur B


" ini pak gubernur D dan pak bupati KBB belum hadir, padahal acara dari ketua partai ini." kata pak bambang ketawa


" iya nih, terutama pak bupati KBB ini saat yang bagus untuk meningkatkan elektabilitas kalau maju lagi, pemilihnya ada disini." kata pak gubernur B


" sama pak gubernur D juga, lumayan untuk menambah suara, apalagi kalau mau maju jadi RI 1, apa perlu saya pindah dapil ya." kata pak bambang


" lumayan seribu suara dapat dari karyawan livi group." kata pak menteri


" katanya pak menteri pendidikan mau hadir juga, enggak ada kabar kabar tadi." kata vian


" beliau masih ada kerjaan, katanyanya sih besok pagi mau kesini pakai pesawat." kata pak menteri


" pak gimana jadi enggak aku sama ade dibeliin saham SPI." kata anisa


" jadi kak, ini bapak mau mengobrol dengan pak vian. Kalau enggak kalian urus saja perusahaan bapak." kata pak menteri

__ADS_1


" enggak ah, aku maunya di SPI." kata amira


" iya sudah, tapi kalian harus benar ya, jangan setengah setengah menjalankannya, nanti kalian bosen atau ada masalah kalain mundur, kalian harus mulai belajar bertanggung jawab atas apa yang telah kalian pilih." kata pak menteri


" iya pak, insyaAllah kita enggak mengecewakan bapak dan ibu." kata anisa dan amira


" iya sudah bapak nanti urus pembelian sahamnya, tapi untuk kalian terdaftar di akta perusahaan itu nanti setelah ada RUPS Luar biasa." kata pak menteri


" iya pak, kami juga tau, karena enggak bagus juga kalau sekarang di adakan RUPS Luar Biasa." kata anisa


" kenapa kamu begitu ingin gabung dengan SPI." kata pak menteri


" karena kak ika, kak bella dan yang lainnya baik baik, semangat usahanya luar biasa, aku bisa sharing ilmu." kata anisa


" okelah kalau itu memang pilihan kalian." kata pak menteri


Karena sudah malam vian dan yang lainnya pun masuk ke kamar masing masing. Karena sudah lelah habis jalan jalan mereka pun tidur. Di pagi hari selesai sholat vian pergi ke gazebo menikmati susu panas dan menyalakan rokok sambil mengecek laporan dari perusahaan perusahaannya.


Jam 6 vian melihat sunrise bersama keluarganya, tak lama opik memberitahukan bahwa rombongan karyawan LA kloter 2 yang mengikuti family gathering sebentar lagi akan sampai ke tempat parkiran yang kemarin.


Jam 7 vian dan yang lainnya sarapan bersama, setelah sarapan vian pun pergi bersama opik mengecek kedatangan karyawan LA, apa mereka sudah di kasih sarapan apa belum, lily dan keluarga lainnya pun datang karena ingin main di pantai. Terutama devan, akbar, azka, dan fedry serta devina. Vian mengajak de qinar untuk main air bersama, dia begitu senang bermain air.


" kalian mau naik banana boat atau snorkeling." kata vian ke pada ika dan yang lainnya


" aku mau semuanya." jawab mereka


" iya sudah kita pergi kesana." kata vian, vian mengajak lily, dan shinta, para pejabat pun mau ikutan bermain. Jadinya meteka sama sama pergi. Vian menitip devan dan de qinar ke orang tua dan mertuanya karena mereka engak mau ikut. Lilis dan evi vian ajak supaya mereka bisa Mereka pun baik perahu untuk melakukan snorkeling, setelah 1 jam bermain snorkeling mereka pergi naik banana boat. Setelah puas mereka kembali ke resort, devan dan anak anak yang lainnya berenang di kolam resort. Vian pergi ke kamar untuk mandi dan ganti baju. Setelah itu mereka sholat zduhur lalu pergi makan siang karena habis main tadi mereka lapar. Sedangkan opik mengatur para karyawan LA untuk bisa check in hotel. Setelah makan siang vian pergi ke tempat terbuka lalu merokok disana. Vian pergi ke tempat karyawan LA berada, mereka telah melakukan check in hotel dan sedang makan siang bersama.


Jam 2 mereka berkumpul di lapangan disana sudah berkumpul karyawan dan keluarganya yang akan mengikuti perlombaan perlombaan yang diafakan panitia family gathering.

__ADS_1


" assalamualaikum, ada sedikit yang ingin saya sampaikan sebelum acara ini dimulai, sebelumnya saya mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak ibu sekalian, adapun perlombaan ini hanya sebagai bentuk fun saja, diharapakan dengan adanya perlombaan ini pula bisa lebih mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan diantara kita semua, semoga apa yang dilakukan perusahaan ini membuat bapak dan ibu senang, mari kita lupakan sejenak masalah pekerjaan.." kata vian


" terimakasih pak, kami sangat bahagia bisa mengajak keluarga jalan jalan." kata karyawan


mereka pun memulai perlombaan, walau serius akan tetapi mereka masih bisa becanda sehingga suasana menjadi penuh canda tawa. Para isteri dan suami karyawan memberikan semangat kepada pasangannya. Apalagi pas main gebuk bantal yang dilakukan di kolam renang.


" pah kita ikutan yu, papah lawan mamah." kata lily


" mau melampiaskan kekesalan melalui permainan ini ya." canda vian


" enggak, seru seruan aja pah." kata lily


" ayao siapa takut." kata vian, mereka pun naik mulai melakukan permainan itu, devan pun memberikan semnagat kepada papah dan mamahnya, vian pun menggebuk lily sehingga dia terjatuh.


" papah curang ih." kata lily lalu menarik vian untuk mencebur juga.


" saya juga mau ikutan." kata ibu nurlaela, ibu athia, ibu zahra dan ibu siska serta ibu sisil


" kalau ibu ibu ini ada motif terselubung." kata lily


" enggak bu hanya melampiaskan kekesalan aja selama ini." kata ibu nurlaela


mereka pun mulai melakukan permainan


" awas kalau kenceng kenceng, enggak akan dikasih jatah." kata ibu nurlaela. Lalu menggebuk pak menteri, merrka pun di berikan semangat oleh para karyawan LA, karena di ancam pak menteri pun jatuh ke kolam setelah itu dia menarik ibu nurlaela jatuh ke kolam juga, yang lainnya pun bergantian memainkan permainan tersebut.


" ayo siapa yang diantara para isteri yang kesel sama suaminya ikutan juga, nanti saya kasih hadiah." kata vian


para karyawan perempuan dan isteri karyawan pun ikutan main. Mereka saling gebuk, yang lainnya pun saling menggoda teman teman mereka itu.

__ADS_1


__ADS_2